{Exchange Fiction} Dancing Queen

another Exchange Fiction, sekarang dari @wookayevil, aduh baik banget deh mau bikinin aku FF… hahahaha, seperti biasa jangan lupa komennya ya Lovelies, Jinhaeternal :* buat @wookayevil doain cepet fit dan aku bisa bikinin kamu FF🙂

Haejin POV

You can dance, you can jive

Having the time of your life

Oh see that girl, watch that scene

Dig in the dancing queen

Aku adalah penguasa panggung. Aku adalah seorang ratu dansa, dan di sinilah aku berada di tengah lantai dansa, meliukkan tubuhku seirama dengan lagu yang terputar. Bagi seoran namja yang beruntung, aku akan menariknya ke tengah lantai dansa, untuk berdansa bersamaku. Entah ia mampu berdansa atua tidak, aku akan membiarkannya menjadi pasangan dansaku. Well, this always make me happy!

Inilah pekerjaanku setiap malam. Bukan, aku bukanlah seorang penjaja cinta, yang hanya demi sesuap nasi harus menjual keperawanannya. Aku justru anak dari pemilik Lee Inc. Namaku Nadine Lee, di korea, namaku berubah menjadi Lee Haejin. Mengapa aku ada di sini? Mungkin karena ke-overprotektifan kakakku, Lee Hyukjae, atau Spencer Lee.

Well, selama 15 tahun hidupku memang kuhabiskan di Los Angeles. Dan baru 2 bulan lalu aku pindah ke Korea lagi. Sekarang umurku 17 tahun. Ah, seandainya dia tahu apa yang aku lakukan selama aku bersekolah disana. Toh tak jauh-jauh dari clubbing juga! Maka, aku melanjutkan kebiasaan ini di sini. Meski kakakku yang tercinta itu melarangku, mengurungku, bahkan sampai memberlakukan homeschooling untukku agar aku tidak liar katanya. Geez, don’t you know oppa, this is my passion! Lagipula, bukannya kau juga seorang dancer? Dan memangnya aku binatang apa? Liar itu kata yang tak masuk akal!

Friday night and the lights are low

Looking out for a place to go

Where they play the right music, getting in the swing

You come in to look for a king

Kembali ku goyangkan badan mengikuti irama lagu. Sudah kuduga, seperti malam-malam sebelumnya, para pengunjung meneriakkan julukanku di sini. Electric Dancer. Aku tak pernah keberatan mendapat julukan itu, malah menurutku itu bagus. Aku juga tak pernah keberatan saat para pengunjung mengangapku sebagai suguhan penghibur. Aku di sini untuk menikmati tarian, dan selama mereka tak mengganguku, aku baik-baik saja.

Namun, tak jarang ada laki-laki yang menjadi pasangan dansaku yang memintaku menjadi seorang pendamping bagi mereka. Hey, umurku baru 17! Biasanya akuakan mencampakkan mereka saat aku mulai bosan. Hehehe… kejam? Ya, darah muda mengalir dalam tubuhku!

Anybody could be that guy

Night is young and the music’s high

With a bit of rock music, everything is fine

You’re in the mood for a dance

And when you get the chance

 

Kutangkap bayangan seorang lelaki yang sedang bersandar di salah satu meja. Aku tertarik padanya. Meski penerangan di ruangan ini remang-remang, aku dapat melihat wajahnya ditekuk. This is it! Aku menariknya ke tengah lantai dansa. Yang diputar oleh sang DJ adalah Beautiful yang di ciptakan oleh seorang anggota boyband, yang tak ku kenal. Yang pasti ini adalah lagu yang masuk dalam list my fave song.

You are the dancing queen

Young and sweet, only seventeen

Dancing queen, feel the beat

From the tambourine, oh yeah

Namja itu tampak menikmati tarian ini. Ia ikut juga melakukan poppin dance saat aku melakukan hal yang sama. Dia mahir menari, hal yang tak kuragukan lagi. Kami menjadi pasangan yang serasi malam itu. Aku menyentuh bagian absnya, yang menurutku cukup berbentuk. Didada bidangnya aku menyandarkan kepalaku, lalu mendorong tubuhku pelan. Ia menariknya lagi sehingga kami bersntuhan lagi. Dapat kucium aroma parfum Dunhill yang menggoda. Mengaktifkan hormon kewanitaanku. Tubuhnya benar-benar menggoda.

Malam beranjak menjadi subuh. Jam 2 pagi! Aku harus segera pulang untuk tidur. Kalau kuingat statusku yang masih merupakan pelajar, menyesal rasanya tak lahir lebih cepat. Kutinggalkan dia dalam diam, namun kira-kira 5 langkah, aku berbalik dan meninggalkan kecupan singkat dibibirnya yang manis itu. Terasa Lime Madness. Ah, aku rasa aku jatuh cinta padanya!

Aku memanjat potongan-potongan seprai yang ku sambung menjadi seperti sebuah tali. Tradisional? Memang, tak mungkin aku menyembunyikan tangga tali yang besar dalamkamarku kan? Kakakku yang tersayang itu akan mengetahuinya. Maka aku menyimpan seprai ini bukannya tangga tali yang akan memudahkanku naik ke kamarku di lantai 2.

Ah, lelahnya! Namun, pikiranku tak dapat kusingkirkan dari pria tadi. Ia begitu menggoda, menggairahkan! Bukan seperti ahjushi yang pernah kuajak berdansa 4 hari lalu, atau juga seperti seorang namja mesum yang seminggu lalu, atau seperti namja tampan yang tak bisa berdansa 9 hari lalu. Tidak, ia sempurna!

Lama-lama kantuk pun menderaku. Ah, pria tampan, kau harus menungguku dulu ya? Aku ingin tidur…

Donghae POV

Golden Space. Ruang kosong yang penuh emas?  Atau emas di ruang kosong? Memang aneh untuk nama sebuah klub di tengah kota Seoul ini. Letaknya memang di pusat kota tapi tersembunyi dibalik rumah-rumah yang saling berdempetan. Siapa sangka ada sebuah bar di sini? Whatever, aku butuh sesuatu yang menyegarkan. Aku memasuki ruangan itu. Musik berdentum keras, namun di sinilah aku bisa menghabiskan waktuku malam ini. Tak ada lagi seorang Kim Taemi yang akan kukunjungi rumahnya tiap hari, hanya untuk megucapkan halo atau bahkan tidur disana. Hanya untuk menitipkan binatang peliharaanku, Bada, atau bahkan meminta makan. Ya, dia sudah menikah dengan seorang pria bernama Kim Heechul. Aku tak habis pikir mengapa ia memilih lelaki yang sebentar lagi akan meninggal dibandingkan diriku.

Putus cinta. Sakit rasanya saat mengingat dia menolakku keras-keras dan mengataka dia sudah memiliki seorang Kim Heechul. Ah, Kim Taemi you breaking my heart!

Ku tenggak segelas Lime Madness yang disediakan bartender untukku. Madness, cocok untukku bukan? Aku mungkin sudah gila. Seorang anggota boyband terkenal yang putus cinta mengunjungi sebuah bar di tengah kota Seoul. Apa aku mencari kematian?

Ku balikkan badanku jadi bersandar ke meja dan melayangkan pandangan ke tengah lantai dansa. Aku kaget saat bersilang pandang dengan perempuan yang sedang menari. Didatanginya aku dan ditariknya diriku ke lantai dansa. Lagu kini berganti dengan lagu ciptaanku. Beautiful.

Perempuan yang sangat percaya diri. Dilakukannya poppin dance, ralat atas kalimat tadi, perempuan yang sangat percaya diri sekaligus memiliki kemapuan lebih untuk menari.

Begitu menggoda saat ku lihat tubuh montoknya yang menggoda. Aroma Christian Dior menguar dari tubuhnya yang seksi tersebut. Dirabanya tubuhku, disandarkannya kepalanya kedadaku, lalu didorngnya dengan lembut. Begitu menggoda. Sial, aku baru saja putus cinta dan malah menaksir seorang wanita penghibur di sini. Ah, namun semua liku tubuhnya membuatku harus menelan air liurku.

Namun, semua itu harus terhenti saat ia meninggalkanku. Memang aku tak pantas untuk dimiliki. Kini bahkan seorang wanita penghibur pun meninggalkanku. Tetapi, 5 langkah ia meninggalkanku, ia kembali untuk meninggalkan kecupan manis tepat dibibirku. Semua bebanku lepas seketika.

Senyum tersungging di wajahku. Terpikir sosok seorang yeoja tadi. Betapa menyenagkannya kalau kami bisa bertemu lagi. Leaderku bahkan menatapku heran atas kelakuanku yang nampak aneh. Namun di biarkannya hal tersebut. Tunggulah besok, aku akan datang hey wanita cantik!

Haejin POV

You can dance, you can jive

Having the time of your life

Oh see that girl, watch that scene

Dig in the dancing queen

Hari ini kulakukan hal yang biasa kulakukan. Kuharap pria tampan itu kembali muncul di bar ini. Bar ini memang bukan bar yang mencolok. Karena bar ini letaknya tersembunyi, aku agak menyangsikan hal tersebut. Entahlah, namun tak ada salahnya berharap bukan?

Kali ini lagu yang mengalun adalah lagu Amigo, dari boyband SHINee. Seorang lelaki kini mendatangiku. Ia memintaku berdansa dengannya. Aku sepertinya mengenal laki-laki ini. Namun aku lupa kapan dan dimana aku pernah bertemu dengannya.

“Kau mengenalku kan?” tanyanya

“Tidak.” Jawabku jujur. Ia memutar badanku dan membuatnya mendarat di pelukannya. Jujur ia juga jago menari, tapi feel yang kudapat saat berdansa dengannya tak seperti feel saat bersama dengan pria tampan itu.

“Aku Choi Minho…” katanya pelan, berbisik di telingaku.

You’re a teaser, you turn ‘em on

Leave ‘em burning and then you’re gone

Looking out for another, anyone will do

You’re in the mood for a dance

And when you get the chance

Choi Minho, aku pun mengingatnya, salah satu korban ke-playgirl-anku. Aku ingat saat memutuskannya, aku menyiramkan segelas Bloody Mary ke kemejanya yang putih saat itu. Aku agak takut, apa dia ingin membalas dendam?

“Kembalilah padaku, aku membutuhkanmu, aku tak bisa hidup tanpamu.” gombalnya. Aku tak habis pikir, apa yang ada di kepalanya sebenarnya. Akulah yang memutuskannya dan sekarang ia memintaku kembali?

Tiba-tiba sepasang tangan kokoh menarikku dari pelukannya. Tubuhku terputar dan sekarang berhadapan dengan sepasang mata membunuh milik kakakku. Tamatlah riwayatku.

“Siapa kau? Seenaknya saja merebut pacarku!” bentak Minho pada kakakku. Sebelum terjadi keributan dan hal-hal lain yang tak diinginkan, aku menariknya pergi dari situ. Saat berlari ku dapati tatapan kecewa dari seorang penonton. Dia, pria tampan yang kemarin berdansa denganku.

“Siapa dia?” tanya kakakku padaku ketika kami sampai di dalam mobilku. Ku starter mobilku dan kutancap gas sekencang mungkin. Namun pikiranku masih tertuju ke pria tampan itu. Ah, bisa tidak kalau ia terlupakan sebentar?

“Tak penting.” jawabku.

“Jelaskan padaku apa yang terjadi nona Lee Haejin!” geram kakakku yang manis ini. Ah, aku tak konsenterasi mengemudi jadinya. “Dan kembali ke bar tadi, aku meninggalkan temanku disana, juga mobilku!” lanjutnya dengan nada memerintah.

Kuputar mobilku 180° meninggalkan bekas ban di jalanan yang sepi itu. Kakakku yang tercinta ini sudah hampir terkena serangan jantung ku buat. Ku rem mobilku didepan mobilnya. Disitulah sosok yang sangat mirip dengan sang pria tampan itu berdiri. Aku ragu, apa jangan-jangan dia sang pria tampan tersebut?

“Donghae-ya, kau ikut aku mengiring adikku yang liar ini ya?” jawab kakakku sembari membanting pintu mobilku dengan tenaga kuli. Aku tahu dia marah namun tak pernah semarah ini. Didepan temannya bahkan menyebutku liar. Ah, sudahlah, toh memang sikapku selama ini keterlaluan.

Kami tiba di rumahku dengan selamat. Aku baru tahu kalau temannya Hyukjae oppa tak bisa menyetir mobil. Kalau bisa mungkin aku tak akan di biarkan meyetir sendiri. Aku pasti akan berada di dalam mobilnya, mendengarkan ceramahnya yang panjang dikali lebar dikali tinggi sama dengan volume balok.

Dapat kurasakan tatapan menghisap nyawa mengincarku. Aku menundukkan kepala. Donghae tadi disuruhnya masuk ke kamarnya tidur disana. Aku tak tahu kalau kakakku memiliki seorang sahabat seperti dia. Sekarang mulailah penyiksaan ini. Oh Tuhan, dapatkah kau menyelamatkanku? Aku lelah dan ingin tidur sekarang!

“Mengapa kau melanggar peraturan yang kubuat?” tanyanya padaku. Sepertinya Tuhan tidak mengabulkan doaku. Aku masih akan dicecar dengan sekian pertanyaan oleh Hyukjae-the-over-protective-brother.

“Kenapa? Karena kau membuatnya tanpa alasan oppa!”

“Aku punya alasan Haejin! Kau berada dalam tanggunganku sekarang, selama umma dan appa berada di Hongkong, aku yang bertanggung jawab atasmu! Kalau terjadi hal yang tak diinginkan bagaimana?”

“Toh tak terjadi kan?”

“Hampir! Sekarang jawab pertanyaanku, siapa pria tadi?”

“Choi Minho, mantan pacarku. Puas?”

“Kenapa kau begitu terobsesi dengan dunia malam sih?”

“Aku tak terobsesi dengan dunia malam! Aku hanya ingin menyalurkan bakatku di dunia tari oppa, kalau kau ingin tahu, aku sebenarnya bosan kau kurung di dalam sangkar emas ini! Penjara!”

“Jadi upayaku melindungimu ini kau sebut sebagai penjara?”

“Ya, aku ingin bersekolah seperti siswa SMA pada umumnya! Bukan denga homeschooling seperti ini!”

“…” kakakku diam. Aku ada benarnya juga kan? Aku ingin sekali menunjukkan bakat menariku pada orang lain, tapi semenjak di Korea, aku seperti burung dalam sangkar emas. Tak dapat keluar. Air mataku mengalir membasahi pipi.

“Oppa, please. Aku hanya ingin menjadi seperti teman-temanku yang lain. Kumohon perbolehkan aku bersekolah di sekolah regular, biarkan aku memiliki teman. Aku berjanji tidak akan keluar lagi tanpa izinmu.” Pintaku sembari bersujud di depannya.

Dia menarik tubuhku dan memelukku. “Maafkan aku, aku tak tahu perasaanku. Aku hanya mau kau aman. Namu kalau itu yang kau mau, aku akan melakukannya. Tapi ingat jangan keluar malam tanpa izinku lagi, janjimu itu kupegang!”

“Ya, aku berjanji!”

“Tidurlah, besok biar kita urus sekolahmu.” Suruhnya padaku. Aku sangat gembira. Ini berarti aku kembali ke kehidupanku yang lama. Ah, memang sulit menjadi seorang putri bos ya?

Kulayangkan pandanganku ke langit-langit kamar yang bertaburan stiker bintang-bintang palsu disana. Aku lupa apa kandungan di stiker itu, tapi jika kau mematikan lampu akan maka stiker itu akan menyala dalam gelap.

Pikiranku kini melayang kepada sang namja tampan yang kutemui kemarin. Aku merindukan semuanya. Baunya, tubuhnya, harum nafasnya, semuanya. Meski aku tak dengan jelas melihat wajahnya, aku yakin ia adalah pria impianku. Andai saja aku dapat bertemu dengannya lagi…

Donghae POV

Suara-suara itu mengganggu tidurku. Hyukjae sedang berkelahi dengan adiknya, Haejin. Kepalak pening setelah tadi sang dancer impianku ditarik oleh seorang lelaki tak dikenal. Aku kecewa, yah, mereka memang wanita penghibur kan? Mana memperhatikan rasa cinta yang dimiliki seorang “pasiennya”? lagipula aku memang bodoh, bisa-bisanya jatuh cinta kepada wanita penghibur seperti itu!

Kali ini ingatanku malah tertuju kepada Haejin. Ia benar-benar sangat berani menurutku. Keluar tanpa izin di malam hari yang sangat beresiko, berada di bar antah-berantah, dalam usia yang masih teramat muda, 17 tahun. Aku yang 20 tahun saja masih harus berpikir dua kali sebelum memutuskan pergi ke bar itu.

Kini bayangan sang dancer berkelebat lagi di kepalaku. Aku perlu mengucapkan sesuatu sebelu semuanya terlambat. Namun itu akan kulakukan besok. Semoga hal kemarin tak membuatnya tak datang ke bar itu!

Haejin POV

Sekolah biasa benar-benar melelahkan. Aku nyaris tidak bisa bangun lagi. Namun entah mengapa aku merasa harus datang ke Golden Space lagi. Aku rindu sosok yang pernah mampir di dalam kehidupan malamku. Aku meminta izin dengan memohon pada Hyukjae oppa. Nyaris tak diperbolehkan, namun pada akhirnya diperbolehkan denga syarat, ia haru iktu untuk melihat apa yang akan kulakukan.

You are the dancing queen

Young and sweet, only seventeen

Dancing queen, feel the beat

From the tambourine, oh yeah

Aku kembali ke lantai dansa ini. Menunggu dia datang kepadaku. Ku gerakkan tubuh sesuai irama yang mengalun. Semua kembali meneriakkan nama julukanku lagi. Ya, aku rindu saat-saat ini lagi. Namun yang terutama aku merindukan sang pria tampan.

You can dance, you can jive

Having the time of your life

Oh see that girl, watch that scene

Dig in the dancing queen

Dig in the dancing queen

Kutangkap sosoknya di meja yang kemarin disandarinya. Kuraih tangannya lagi. Kali ini lagu yang mengalun sangat lembut, bukan lagu beat lagi. Just Like Now, yang juga masuk kedalam list lagu favoritku. Lagu itu mengalun sangat lembut, membiarkan kami tenggelam dalam dansa.

Aku ingin menangis mendengarnya, aku tak ingin kehilangannya lagi. Cukup sudah, aku harus mengatakannya. “Aku tak ingin kita berpisah.” Kataku pelan.

“Aku juga tak ingin.” bisiknya pelan tepat ditelingaku. Suara ini familiar di telingaku. Seperti pernah mendengarnya, entah dimana.

“Aku mencintaimu.” Katanya pelan. Aku tak terkejut. Aku tahu ia mencintaiku. Mustahil memang mencintai seseorang yang bahkan sosoknya tak dapat kau lihat jelas. Kepalaku masih bersandar didadanya yang bidang itu. Ku lupakan resikonya berpelukan dengannya, entah apa yang kali ini akan dilakukan kakakku yang over protektif tersayang itu.

“Aku juga.” Sahutku berbisik. Ingin rasanya tak berakhir lagu ini. Selamanya didekapannya. Tiba-tiba, ia menarik tanganku menuju keluar, terus ke bawah lampu jalan yang bersinar terang. Aku terkejut ketika menyadari bahwa ia adalah Lee Donghae, sahabat Hyukjae oppa. Ia juga tampak terkejut mendapati bahwa saat ia menarikku, kami sama-sama saling mengenal.

Donghae POV

Malam ini aku kembali ke bar ini, menunggunya. Ia datang dengan seorang namja yang langsung ditinggalkannya di tempat duduk itu. Aku bersandar ke meja yang sama saat kami pertama kali bertemu Aku ragu untuk mendatanginya. Apa ia akan melihat kepadaku?

Harapanku benar, ia menghampiriku. Dari wajahnya aku melihat senyum dan menangkap bayangan wajah yang pernah kulihat. Seperti adiknya Hyukjae. Namun kutepis sangkaan itu, karena tak mungkin. Kemarin, Hyukjae baru saja memarahi adiknya, tak mungkin ia berani kembali ke kesini kan?

Lagu pun berubah menjadi lagu duetku dengan Kim Ryeowook yang ku ciptakan bersama dengan dirinya. Lagu ini benar-benar enak untuk dipakai menjadi sebuah lagu dansa romantis, suaraku berpadu dengan suara Ryeowook yang benar-benar membuai seluruh tamu di bar itu. Ia memelukku erat, seolah tak ingin berpisah dariku.

Disandarkannya kepalanya kedadaku yang bidang. Dapat kurasakan nafas berat di dadaku. Sekarang kausku basah oleh isak tangisnya. “Aku tak ingin kita berpisah.” Katanya disela-sela isak tangisnya.  Suara yang familiar. Dimana ya kira-kira aku pernah mendengarnya?

“Aku juga tak ingin.” bisikku pelan tepat ditelinganya. Sungguh aku  tak ingin lagi kej=hilangan. Meski ini sedikit tak masuk akal. Aku mencintai dia yang bahkan belum pernah kulihat wajahnya. Sungguh tak masuk akal kan? Kalau ku ingat kenyataan ini aku hanya dapat tersenyum miris.

“Aku mencintaimu.” Kataku pelan. Ia tak juga mengangkat kepalanya dari dadaku. “Aku juga.” Jawaban yang singkat dan mengubah semuanya.

Kutarik tangannya keluar dari ruangan dansa itu. Ke bawah sinar lampu jalan yang terang. Biarlah disini semua terungkap. Kuharap ia tak kecewa dengan wajahku dan meninggalkanku. Namun, aku sendiri kaget saat tahu bahwa ia adalah Lee Haejin, adik Lee Hyukjae yang merupakan sahabatku. Pikiranku yang mengatakan bahwa perempuan itu adalah wanita penghibur lenyap sudah. Aku dapat bernafas lega!

Haejin POV

Kami berdua tersenyum. Lalu, ia melumat bibirku dengan lembut bermandikan cahaya lampu jalan. Kami masih melakukannya sampai ia berhenti dan berlutut didepanku, menjulurkan tangannya kedepanku.

“Maukah kau menjadi pacarku Lee Haejin? Aku mencintaimu sejak pertama kali melihatmu dilnatai dansa itu!”  katanya. Suaranya terasa sangat renyah. Ingin rasanya malam ini tak berakhir. Semuanya terasa sangat indah. Aku mengangguk mengiyakan.

Sejenak lupa akan Hyukjae oppa, kami mendekatkan wajah kami lagi. Hingga suara tepuk tangan yang keras membuat kami kaget. “Bagus ya? Kau mencium adikku tanpa persetujuanku Donghae?” Hyukjae oppa berdiri sekitar 5 meter dari kami.

“Sialan kau, padahal tinggal 5 mili lagi!” umpat Donghae pada Hyukjae oppa.

Giliran wajahku yang memerah. “Sejak kapan oppa ada di situ?” tanyaku.

“Kira-kira sejak kalian berdiri di bawah lampu itu tadi.”

“Sial!” umpat kami berdua.

“Aduh mesranya yang baru jadian!”

“Hey, kalian harus menceritakan bagaimana kalian bisa bertemu!” pinta Hyukjae oppa ketika kami berjalan menuju mobilnya.

“Kau tak akan pernah menyangka!” kata Donghae oppa sembari melirikku. Kami tersenyum bahagia. “My Dancing Queen….” Sambungnya. Lagu yang terputar adalah lagu lama, Dancing Queen by ABBA, band campuran asal Belgia yang terkenal tahun 80an. Yah, I’m your Dancing Queen honey!

You can dance, you can jive

Having the time of your life

Oh see that girl, watch that scene

Dig in the dancing queen

 

Friday night and the lights are low

Looking out for a place to go

Where they play the right music, getting in the swing

You come in to look for a king

 

Anybody could be that guy

Night is young and the music’s high

With a bit of rock music, everything is fine

You’re in the mood for a dance

And when you get the chance

 

You are the dancing queen

Young and sweet, only seventeen

Dancing queen, feel the beat

From the tambourine, oh yeah

 

You can dance, you can jive

Having the time of your life

Oh see that girl, watch that scene

Dig in the dancing queen

 

You’re a teaser, you turn ‘em on

Leave ‘em burning and then you’re gone

Looking out for another, anyone will do

You’re in the mood for a dance

And when you get the chance

 

You are the dancing queen

Young and sweet, only seventeen

Dancing queen, feel the beat

From the tambourine, oh yeah

 

You can dance, you can jive

Having the time of your life

Oh see that girl, watch that scene

Dig in the dancing queen

Dig in the dancing queen

53 thoughts on “{Exchange Fiction} Dancing Queen

  1. Cah ileeh..
    keren amat dah bru prtama kali ktmu aja lgsg jatuh cinta gt. Hahaha..
    It masa b2 kgk engeh muka ny si?
    Hadeuh..
    lol

  2. keren onn.
    wah td smpat kget jg.
    kirain haejin jd wanita penghbur onn ._.v, trnyta gak.
    huh lega (?)
    mank kalo jdoh it g kmana ea onn.
    lcu bget ngebygin ekspresi donghae m haejin wktu tw haejin adkny unyuk.
    hahaha
    daebakkk onn^^

  3. huwaaaaaa…..!!!
    Bagus !!! Ffnya bagus !!! Sepanjang baca ni ff kebayang lagunya ABBA. Huwaaa…..!! Dancing Queen tuh lagu favorit aku dr esde !!
    Ceritanya simple tapi ngalir gitu aja. Seneng deh bacanya…^^

    • makasih makasih makasih…
      padahal itu lagunya sebenernya enggak kayak gitu, ah aku sudah menistakan lagu ABBA.. TT

  4. aihh…so sweet bgt critany..
    mang di bar bnr2 ga kliatan mukany?
    pas hyuk narik haejin pulang Hae jg ga liat y?ckck
    brati hae suka ma dance haejin dlu bru liat orgny..hahhay

  5. Cinta yang bersemi di lantai dansa..

    Huaaa that’s really nice😀

    Haejin-donghae emang keren deh yaa!!^^

  6. Lah aku kira Donghae~ udh tau dari pertama kalo itu Haejin, eh….taunya belom, howaa badboy ya Hae disini?! Ckck tp keren, Haejin juga keren bgt disini, bagus thooor! Mau baca lagi tp aku belibet sama kata katanya heww tp keren kok

    • yang bad itu haejin bukan donghae. belibet? hadew, soale kalo nggak gitu nggak sampe 3000 kata, nggak jadi oneshot…
      wkwkwk.. makasih yaa uadh baca n komen

  7. eh kirain haejin jadi cewek penghibur gituuu.. eh ternyata dia malah adik unyuk umur 17 tahun.. yah klo aku jadi unyuk mah aku juga akan protective gitu.. tapi co cuit banget ni kisah cinta hae ma haejin.. cinta pada tarian pertama…. kekekeekeke,,,, haejin ma hae mah lo ciuman ga liat2 tempat,, masak di pinggir jalan di bawah lampu penerangan jalan lagi.. pasti mah terang benderang ntu.. utnung yang liat unyuk…. eh eh.. ini bener2 bagus lhoh…

  8. keren….
    daebak!!!
    jatuh cnta dr pertama bertemu…
    so sweet..>,<

    omo!!
    lee hyukjae…
    wlaupun overprotected tp keren banget. nunjukin klo dy syg n tanggung jwb ma ade'ky…

  9. halo… ini author koplak dateng!
    kemaren2 abis ngaturin gaunnya kate ini baru pulang, jd capek dah! #abaikan
    wah aq gak nyangka responnya kayak gini, terharu… *mulai nangis*
    soalnya ini ide dadakan, denger lagu, kepikir dong-hae-jin couple, terus ngetik dah tengah malam… #curcol
    makasih buat yg udh komeni dan protesi, semoga komen kalian bermanfaat untuk karya aq selanjutnya. nanti, aq bakal ngejawabin komen kalian satu-satu.
    satu lagi. gak ada yg protes typo? banyak lho typo saya disitu, maklum ngetik tengah malam. ^^v *nyengir, kabur*

  10. aissh komen kpotong T,T
    jinja, suka bgt ff ini >.<
    cinta mati lah ak sama JinHae couple \(^o^)/
    salam kenal sama authornya😀

    • hahaha…. ne salam kenal juga klik aja itu uname saya kalo mau kenalan mah… makasih yaa udah suka ama ff gaje bin aneh ini… saya nggak nyangka responnya bagus banget.

  11. asekkk haejin sukanya clubbing iktan ahhh *roll depan roll belakang kayang lilin* (?)
    itu mata JinHae burem yak? kenapa kagak keliatan? wkwkwkwkw
    etdahhh saya ngebayanginnya si Haejin napsu banget ngedancenya >.<
    tapi bagussss! awwaaaa~~ berawal dari sebuah kebetulan,wkwkwkwk.
    etdahhh dimana ada JinHae disitu pasti ada unsur keyadongan xD *digaplak*

    • yaampun? itumah senam…
      hohoho dari tadi banyak yang nanyain itu. kenapa haejin ama hae nggak salng ngeh? karena mau authornya begitu.
      *dilemparpoonpisang*
      soalnya waktu itu authornya lagi error, dan ngheang jadilah ffnya begini. makasie, maksie, makasie…
      hoiYADONG XDXDXDXD

  12. annyeong author!!!! lam kenal!!

    wow good ff uy!! aq suka >>>

    ketemu d club truz pacaran, wow jarang bgt nemu nie cerita>>
    jinhae ny beda bgt,, terutama haejin ny wow liar nie!!!

    just like now,, aq uga sukaaaaaa bgt!!! pasti suasana romantisssssss bgt!!! huh iri aq>>> errrrr

    tapi tetep ending ny pasti skinsip dasar 22 ny mank skinsiper>>> hehe
    tp kurang hot<<< haha**plaX**
    truz sie hyuk ngapain pake ganggu sgala padahal tinggl 5 mili gie,,huh

    poko ny good bgt nie ff!!

    • halo juga salam kenal…
      hehehe makasih yaa
      jarang? emang aku nyari yang jarang ditemukan…
      iya aku juga suka lagu itu kereeeen…
      oh skinship tak bokleh terlupakan… iya aku kasi unyuk ganggu supya nggak menjurus ke yang tidak-tidak…
      makasih yaa?

  13. awalnya bingung…
    kirain donghae-haejin udah saling kenal pas diseret unyuk dr bar..pdhl kn donghae nginap drmh ny haejin..

    trus chullie oppa ngrebut pcar ny donghae oppa, ga saling kenal brarti…trus donghae member boyband ap dnk??

    tapi, ide ceritanya keren lah, jtuh cnta krna sama2 pinter ngedancce tnpa ngliat wajah ny…like this^^

    • yah begitulha, otak saya eroro waktu itu. kita anggap saja kalau donghae bukan donghae suju ya? tapi makasih udah protes dan komen.

  14. wahhhh…. nanananana….. haejin kok jadi liarrrr hehehehe…. tapi seneng ma ceritanya dancing dancing…. hyukjae jadi abangnya haejin ya pantes lah…. jago ngedance….. HWAITING

  15. mian bru bisa baca + komen sekarang.
    ni bener2 deh ffnya rating tinggi~ maksudnya gg dikasih embel2 PG-berapa gtu.
    tpi bgus ni ff,
    kok bisa haejin jatuh cinta sama org yg mukanya di tdk dikenali.
    CINTA MEMANG BUTA.
    haejin sering ke bar ya??? kok gg pernah ketemu~ hehehe~

    syang byak typo, diperbaiki lgi ya athor, pdhl ffnya udh bgus.
    salam kenal wookayevil^-^

    • akhirnya ada yng protes typo😄
      saya senang malah kalo ada yang protes soal typo. saya mah begitu ngetik kayak kereta, tapi typo gak kalah banyak…
      *malah curhat*
      hoiyaaa… lupa ngasih rate… XDXD sorry yaa…

  16. Ffny simple tp kereeen bangeeet…
    Haejin, beuh bener2 liar dsini
    Tp kereeen bgt, sumpah
    *cium2 authornya*

    Beuh, hae kasian ente patah hati, hahahaha (?)
    Asiiik dh, akhirny happy ending
    Tp ya tp ya
    Sll aja nie couple ada skinship2 yeeeee -____-”
    Aigooo hyukjae oppa, ngapaen ngintip org pacaran /plak

  17. Hahaahha.. Kok skrg mlah suka am nyuk. Pdhal biasku hae..😄 #dgetok donghae# ..suka am critany.. Yg satu naked, yg satu patah hati tp lgsg jtuh cnta lg #cassanova bner si donghae#

  18. Maen k’blog HaeJin Onn,nyari yg Oneshoot,.eh~ k’cantol ma ni epep ^^
    Ceritanya keren,g aneh2,.Hhehe
    c’Bang Donge baru putus dah jatuh cinta lagi,.ckckck HaeJin nya menggoda bget ya Bang jdiNya terngiang2 mulu,.kekeke
    HarusNya EunHae selamatan nih…,gara2 ada JinHae pan tu ikan dua jdi bisa breg2 terus,.Hhihi

  19. ehehe ternyata suamiku sii unyukk jdi kakaknya nisya unn toohh,, pasti nisya unn jdii ikutan yadong *plakkplokk :p
    kyaaaaa~ bahasanya manteb nii authornya..
    et dahh sii hae ngirain haejin itu wanita penghibur.. ckck *getok hae
    jiahhh minho diputusin?? biasanya haejin yg demen trus hae cemburu dahh *plakk
    ihh suamiku meluk meluk haejin *cemburuuuu..
    jiahaha emank jinhae dahh baru jadian pun uda kissu kissu aja :p

  20. Aihhh mesranya :3xD
    Ini si unyuk protektif amat, ampe minta sekolah biasa aja harus sujud u,u
    SUMPAH ROMANTIS ABIS, diulang ya biar seru ROMANTIS ABIS #alapoconggg
    10 thumbs up thor😉

  21. Ihiiiiyy jodoh ta lari kmn in sih judulny..buktiny, ud ga ns ngenalin orgny n ga tw identitasny tp bs ktemu trus bahkn temen oppa sndiri…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s