Summer In Hainan ~Part 1~

“Baiklah anak-anak, liburan musim panas sudah didepan mata. Apa kalian sudah berencana untuk menghabiskan waktu selama 2 bulan nanti?” Tanya Shin seonsaengnim, wali kelas 11-A

Ting tong ting tong~

“baiklah. Saya tutup pelajaran sastra hari ini. Kalian boleh beristirahat”  Shin seonsaengnim langsung pergi keluar kelas. Begitu juga dengan para murid yang akan pergi ke kantin. Terkecuali 5 princess yang sedang berkumpul di kelas untuk merundingkan sesuatu.

“hey, bagaimana kalau kita habiskan liburan ini bersama?” usul JooEun

“ide bagus… tapi, kemana?” Tanya Ririn.

“yang pasti tempat yang good looking, nyaman, dan pastinya ada privasinya..” ucap Eunsoo sambil membayangkan kemana mereka akan berlibur

“ah! Bagaimana kalau kita berlibur di villa-ku di Hainan? Good looking, nyaman, dan ada privasi.” usul Chanra sambil mengacungkan tangannya

“boleh-boleh! Mumpung aku juga tak ada schedule selama 2 bulan ini. Manajerku baik sekali…” ucap eunsoo sambil mengecek schedule di  iPad-nya

“mian, sepertinya aku tak akan ikut.” ucap haejin

“wae Haejin-ah? Ayo ikut saja~  ngga ada kau rasanya tak lengkap dan tak ramai” Ririn merangkul pundak Haejin

“aku ingin belajar dirumah…” ucap Haejin lagi sambil tersenyum

“Haejin-ah… jebaal~ lupakan buku pelajaran selama musim panas ini. Cuma 2 bulan kook.. ikut yah?” rayu Chanra. Begitu juga yang lainnya

“iya Haejin-ah… tanpamu aku kesepian…” ucap JooEun sambil menggandeng lengan Haejin.

“ayo Haejin-ah..” Eunsoo dan Ririn mengeluarkan puppy eyes-nya demi merayu Haejin untuk ikut, dibujuk dan dirayu seperti itu, akhirnya Haejin tersenyum.

“ara ara.. aku akan ikut..” ucap Haejin akhirnya.

“yeaaah~” sorak keempat yeoja itu

“ayo ke kantin. Aku belum sempat sarapan tadi.” ajak Chanra lalu mereka segera pergi ke kantin. Kantin di Nadam high bermodel Food Court. Jadi para murid langsung mengambil makanan yang mereka inginkan. Tiba-tiba saat mereka akan memakan makanannya, seekor cicak tiba-tiba menempel dipundak Eunsoo dan membuat semua menjerit.

“kyaaaaaaaa” jerit ke-5 yeoja itu sehingga membuat kantin menjadi riuh. Akhirnya cicak itu pergi entah kemana.

Siapa yang melempar cicak itu? Siapa lagi kalau bukan Cho Kyuhyun.

“hahahahaha kerja bagus Kyu” ucap henry bangga. Chanra mengetahui hal itu lalu menghampiri kyuhyun

“ya! Tega sekali kau melempar cicak ke Eunsoo!” bentak chanra sambil menunjuk kyuhyun

“apa urusannya denganmu? Kan bukan kau yang kulempari cicak” balas Kyuhyun santai

“neo…!”

“hey pendek! Benar kata Kyu. Apa urusannya denganmu?  Kau ibu-nya Eunsoo ya?” Tiba-tiba Henry memotong perkataan Chanra

“Mwo? Ya! Kau pikir kau tidak? Kau tak ada urusan denganku! Eunsoo temanku!” balas Chanra yangg sudah naik darah tambah naik lagi

“Kyuhyun juga temanku! DASAR PESEK!” ejek Henry sambil menunjuk hidung chanra

“apa kau bilang?!?!?! DASAR SIPIT! Kalau kau tertawa bisa ditinggal sembunyi!” balas Chanra

“PENDEK!”

“KAU KUE BANTET!”

“TENGKORAK BERJALAN!”

“KAU MOCHI PALING JELEK SEDUNIA!”

Sementara Chanra dan Henry kalut dalam perangnya, Donghae si playboy mendekati haejin yang sedang duduk dikursi kantin menatap perang Chanra-Henry dengan tatapan bosan

“Annyeong ” sapa donghae sambil tersenyum dengan wajah nakalnya.

“annyeong..” balas Haejin tanpa melihat wajah Donghae.

“Haejin, kan?” tanya Donghae sok akrab sambil duduk di sebelah Haejin dan mengedipkan sebelah matanya.

“Kayaknya tahun lalu kita sekelas deh, kok masih nanya ya?” tanya Haejin datar.

“Habis, sepertinya mata indahmu melupakanku, biar kuberitahu, aku Lee Donghae teman sekelasmu dulu.” Donghae mengerling mata Haejin sambil terus tersenyum.

“aku sudah tau…” Haejin menjawab datar.

“Kau capek ya?” tanya Donghae.

”Wae?”

”Aniyo, sepertinya barusan saja kau lari-lari di hatiku…” seringai Donghae.

“Terima kasih, tapi aku tidak termakan kata-kata yang kau contek dari buku itu.” balas haejin

“boleh aku minta nomor ponselmu?” Tanya Donghae sambil memberikan ponsel miliknya pada Haejin, tetap tidak menyerah.

“untuk??” Tanya Haejin balik.

“supaya kita bisa lebih dekat,” jawab Donghae sambil tersenyum.

“Ahahahaha, makasih banyak, kurasa aku malas menjadi satu dari ribuan wanita yang kau mintai nomornya.” jawab haejin sambil berdiri lalu meninggalkan donghae.

mwo? Dia tak mau memberikan nomor ponselnya padaku? gadis macam apa dia, tak mau didekati oleh namja sepertiku.. lihat saja, dia pasti akan jatuh di tanganku” umpat Donghae dalam hati.

Sementara itu…

“Chanra-ya sudahlah..” Ririn menenangkan Chanra yang masih nantangin Henry.

“Henry-ya kau tak boleh begitu terhadap wanita.” Ceramah siwon.

“HUH!” akhirnya chanra dan henry saling membuang muka. Tanpa sengaja Ririn melihat kearah Siwon yang ternyata juga sedang memperhatikan Ririn. Ririn langsung membuang mukanya yang merah.

“beruntung aku tak akan beretemu denganmu selama 2 bulan! ayo pergi!” ucap chanra.

“tak jadi makan?” Tanya Haejin,

“tidak. Aku malas disini” jawab chanra ketus. Ririn, JooEun, Haejin,  dan Eunsoo hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Chanra.

***

“Hey” donghae menepuk bahu Henry, di rumah Henry.

“Wae?” Tanya Henry yang asyik menatap majalah otomotifnya.

“kau tau kemana ke-5 yeoja itu akan berlibur kemana?” Tanya Donghae dengan tatapan serius.

“hm… belum sih, wae? kenapa kau tiba-tiba bertanya soal ke-5 yeoja itu?” Tanya henry penasaran

Donghae menyeringai, dan mengambil duduk di hadapan Henry, ”Aku mau membantumu mendekati Park Chanra, kau suka kan padanya? Hah, daripada kau mendekatinya dengan cara anak-anak seperti itu, lebih baik kau pakai caraku…” kata Donghae dengan gaya belagunya yang biasa.

”Darimana kau tahu?!” Henry nampak shock.

”Jangan panggil aku Lee Donghae kalau tidak tau masalah percintaan macam ini. Kau-Chanra. Kyuhyun-Eunsoo, JooEun-Eunhyuk, juga Ririn-Siwon, semuanya jelas di mataku!” kata Donghae sambil terkekeh. ”Sudahlah, percuma kau menyembunyikannya dariku, Sob…”

“Bicara apa kau? Kami tak mungkin bisa akur. sesuka apapun aku padanya, ia akan selalu membenciku.” Jawab henry putus asa akhirnya.

“aigooo pesimis sekali kau, cobalaaah. Aku akan membantumu? Otte?” tawar Donghae

“baiklah.. aku akan mengabarimu nanti setelah aku tahu dimana mereka akan berlibur” jawab Henry akhirnya. ”Tapi kau janji harus membantuku?!”

Donghae menjentikkan jarinya. ”Easy, boy!”

***

“yobusseo? Donghae-ya bisa kau kerumahku? Aku sudah tau dimana mereka akan berlibur. Mereka akan berlibur ke Hainan. Mereka akan berangkat besok siang. Kita harus bisa membujuk Siwon, Hyukjae, dan Kyu untuk pergi bersama kita.” ucap Henry panjang lebar lewat telepon.

ara~ aku akan kesana, apa kau sudah menghubungi yang lainnya?” Tanya Donghae.

“sudah. Mereka akan tiba dirumahku beberapa menit lagi.” jawab Henry.

baiklah. Sampai ketemu nanti.” Donghae memutus teleponnya. Beberapa saat kemudian, Siwon, Hyukjae, dan Kyuhyun sampai dirumah Henry. Selang beberapa menit, Donghae pun tiba.

“ada apa malam-malam begini kumpul?” Tanya Siwon. ”Aku harus kebaktian lho…”

“Pajo! untuk apa?  Aku harus menyelesaikan starcraft-ku.” ucap Kyuhyun menyetujui pertanyaan Siwon sambil mengacung-acungkan PSP-nya.

“ahh mian mendadak sekali… tapi aku ingin mengajak kalian berlibur.” ucap Henry langsung to the point.

“berlibur kemana? Kalau ngga ngeluarin biaya aku mau.” ucap Hyukjae tak tau malu.

“ke villa milikku di Hainan. Kalian mau? Sudah lama aku tak mengunjungi Hainan.” tawar Henry sambil melirik ketiga sahabatnya.

“Hainan? Tempat yg indah… baiklah aku mau. Aku juga belum ada rencana mau berlibur kemana.” ujar Siwon dengan ringannya.

“ada game centernya tidak?” Tanya Kyuhyun polos.

Bletakk‼!

Tangan hyukjae tepat mendarat di puncak kepala Kyuhyun. Kyuhyu merintih kesakitan.

“jadi bagaimana? Kalian mau tidak? Besok siang kita berangkat.” Tanya Henry sekali lagi.

“tentu saja.” jawab Donghae bersemangat.

“karena itu villamu berarti tak ada biaya penginapan kan? Baiklah aku mau.” ucap Hyukjae masih tidak tau malu juga.

“Kyuhyun-ah kau mau ikut tidak?” Tanya Siwon.

“aku malas… sepertinya aku tak ikut saja.” jawab kyuhyun

“Kyuhyun-ah, jika kau ikut, kau akan kubelikan game yang kau inginkan.” Pancing Donghae agar Kyuhyun ikut. Mata Kyuhyun langsung berbinar-binar.

“aku ikut~~~~”

###(seoul’s mall)###

Pagi ini, Ririn, Eunsoo, Jooeun, dan Chanra ingin melakukan ‘sesuatu’ terhadap penampilan Haejin yang terbilang simple sehari-hari. Namun, Haejin tak mengetahui rencana itu

.

“ada apa? Bukannya kita berangkatnya nani sore?” Tanya Haejin bingung.

“Haejin-ah, hari ini kau harus nurut dengan kami. Kami ingin merubah style-mu.” Ucap Ririn. Tanpa pikir panjang lagi Ririn langsung menarik lengan Haejin ke salah satu boutique di mall ini.

”Tapi aku baik-baik saja dengan style-ku…” Haejin bingung ditarik oleh Ririn.

”Aigooo, kita mau liburan di Hainan, mau mencari turis bule, atau pria tampan macam Wuchun di Hainan sana, kau harus dandan lebih exotic, Jin-ah!” seru Eunsoo semangat.

”Tapi, tapi…” Haejin masih menolak.

”Uang?! Udah jangan dipikirin deh, kau pikir kami ini apa? Kami sahabatmu, dan kau tidak perlu khawatir soal baju-baju ini, karena kalau kau nanti sukses, kau boleh membayar kami balik!” tutup Ririn agar Haejin tidak tersinggung.

Haejin nyengir, dan mengikuti sahabat-sahabatnya itu.

“Coba pakai ini satu persatu.” Ririn memberikan beberapa pasang pakaian dan sepatu pada Haejin untuk dicoba. Beberapa menit kemudian, Haejin keluar dengan dress berwarna pink cerah serta sepatu high heels berwarna putih dan topi yang bersarang dikepalanya, dengan wajah .____.

“Warnanya tak cocok dengan haejin..terlalu cerah.” komentar Chanra

“kau malah terlihat seperti mau pergi ke pesta Haejin-ah…” komentar JooEun sambil membuat tanda silang dengan tangannya.

“tak cocok sama sekali denganmu.. coba gunakan warna yang lebih soft, Rin-ah!” tambah Eunsoo. Setelah beberapa kali menggonta-ganti pakaiannya dan semuanya tak cocok, akhirnya Haejin keluar dengan  kaos berwarna putih polos dan rok pendek mengembang berpita berwarna soft pink serta sepatu flat yang berwarna soft pink juga.

“Woah.. cocok sekali warnanya dengan sifat Haejin…” puji Chanra.

“kau imut sekali Haejin-ah!” JooEun mengangkat jempolnya untuk Haejin

“inner beauty-mu lebih terlihat menggunakan pakaian ini… kita akan menggaet Wuchun!” komentar Ririn

“Daebak!” ucap eunsoo singkat. Setelah memilih pakaiaan, Chanra mengajak Haejin untuk pergi ke toko aksesoris.

“kurasa kalung ini seperti kau Haejin-ah. Simple, tapi cantik” ucap Chanra sambil memasangkan kalung silver berbentuk hati.

“gomawo Chanra-ya” ucap Haejin sambil tersenyum. ”Nanti kalau aku sudah punya brand sendiri, kalian kuberikan gratis.”

”Sip!” kompak sahabat-sahabatnya.

“dan ini. Pakai jam tangan ini. Cocok denganmu” Chanra memberikan Haejin jam tangan berwarna pink. Setelah Chanra, kini giliran JooEun yang mengambil alih Haejin. Haejin diajak untuk berkeliling mencari tas.

“tas yang cocok dengan Haejin…..” ucap JooEun sambil mencari – cari tas yang cocok untuk Haejin.

“Ah! Kurasa ini cocok untukmu Haejin-ah! Warnanya cocok dengan rok-mu” ucap JooEun girang.

“gomawo JooEun-ah..” Haejin tersenyum kepada JooEun. Tak terasa matahari  sudah berada tepat berada diatas langit.

“satu jam lagi kita berangkat. Ayo, ppaili” akhirnya mereka pergi ke bandara untuk pegi ke pulau Hainan, China

***

“kalian sudah siap?” Tanya Henry pada ke-4 namja lainnya. Mereka hanya menganggukan kepala.

“ayo kita berangkat~~~”

***(Hainan, China)***

“Sampaaaaaaaai~~” teriak chanra sambil merentangkan tangannya

“woah… what a beautiful place…” Haejin terpukau dengan pemandangan alam Pulau  Hainan.

“ngga salah kau mengajak kami kesini Chanra-ya…” ujar Ririn.

“hahaha baiklah ayo masuk” ajak Chanra sambil menunjuka villa megah-nya.

“kita istirahat dulu saja. Kalian tak pegal duduk selama 2 jam di pesawat?” Tanya Haejin.

“iya benar. Nanti sore kita jalan jalan ke pantai..” Tawar Chanra.

“baiklah. Huaaaa aku sudah tak sabar ” seru JooEun bersemangat.

**afternoon**

“ayo jalan-jalan sekarang!” ajak Ririn.

“ayoo!”sorak mereka bahagia. Akhirnya mereka berjalan-jalan di sekitar pinggir pantai menikmati sunset, dengan style mereka yang seperti siap mencari turis bule!

“kalian?!?!” teriak seorang namja dari belakang mereka. Ke-lima yeoja tersebut kaget. Suara yang memanggil mereka sangat-sangat tak asing. Mereka menoleh kebelakang.

“MWO?!?!” teriak shock semua yeoja itu baeng.

“kalian?!?! Apa yang kalian lakukan disini??” Tanya Eunsoo sambil menunjuk 5 namja tersebut satu persatu.

“justru kami yang harus Tanya! Kenapa kalian disini??” Tanya Kyuhyun sambil maju kedepan.

“Hee? Ini rencana kami untuk berlibur ke villa milik Chanra! Kalian kenapa bisa disini?” Tanya JooEun dengan suara menggelegar.

“Atau jangan-jangan kalian mengikuti kami hah??” Sambung Chanra sambil melotot.

“Ya! Untuk apa kami mengikuti kalian! Kurang kerjaan sekali!” ucap Henry berbohong tentu saja.

“Ya! Kau jujur saja! Kau mengikuti kami kan?!?!” ujar Chanra ngotot. ”Kau memang tidak pernah mau melihatku damai, cih!”

“pede sekali kau! Untuk apa kami mengikuti kalian?? Kau pikir kau pantas diikuti heh? Kau itu pesek, pendek, bodoh pula! Buta sekali orang yg mau mengikutimu!” elak Henry.

“padahal aku kemari agar tidak bertemu denganmu!! Huh!” Chanra mendengus kesal dan berjalan meninggalkan yang lain.

“Chanra-ya~~” panggil keempat yeoja lainnya

“Haejin-ah…” Donghae memanggil Haejin. Haejin menoleh.

“Kau cantik sekali dengan pakaian itu.” Donghae memperlihatkan senyuman yang membuat semua gadis jatuh hati padanya. Namun  Haejin hanya melihatnya dengan tatapan dingin. Beberapa saat kemudian Haejin mengalihkan pandangannya dan berjalan meninggalkan Donghae.

Disisi lain, Siwon dan Ririn saling adu pandang. Beberapa menit mereka hanyut dalam adu pandang tersebut sampai JooEun memanggil Ririn, dan geleng-geleng melihat kelakuan sahabatnya itu.

“Ririn-ah ppali!” Teriak JooEun dari jarak yang lumayan jauh.

“ah..!” Ririn kaget dan segera berlari kecil menghampiri JooEun.

***(yeoja’s side)***

“aigooo kenapa mereka ada disini?aku mengajak kalian kemari kan karena ingin tidak bertemu mereka.. ” Chanra  menghembuskan nafas berat.

“Pajo! Apa yang mereka lakukan disini? Aku kemari ‘kan ingin menikmati waktu breakku dan menghindar dari kejahilan si evil itu!” Eunsoo menyetujui perkataan Chanra.

“aku kesini ingin melupakan kenanganku dengan orang itu… tapi orang itu malah ada disini…” keluh Ririn nyaris putus asa

“Dan kenapa Lee Donghae itu?!” Haejin masih tidak habis pikir dengan kelakuan Donghae yang belakangan ini suka tebar pesona pada dirinya.

”Haaah.. mungkin memang kebetulan saja mereka berlibur kesini juga. Biarkan saja mereka! Mereka tak akan mengganggu kita~anggap saja mereka tak ada! Ara?” JooEun berusaha membangkitkan semangat teman-temannya yang down karena ke-5 namja yang tiba-tiba mucul di Hainan itu.

“aku harap mereka hanya berlibur sampai besok…”

***(namja’s side)***

“bisa kau jelaskan ini pada kami, tuan muda Henry Lau?” Siwon memelototi Henry yang kebingungan.

“itu…. Ini ide dari Donghae! Minta penjelasan darinya dong!” Henry menunjuk Donghae yang sedang menggoda turis asing yang lewat. Hyukjae menghampirinya dan segera menarik Donghae.

“Hey! Apa-apaan ini? Lepaas! Padahal sedikit lagi aku akan mendapatkan bule itu!” Donghae meronta-ronta mencoba melepaskan tangan Hyukjae.

“Lee Donghae! Jelaskan pada kami! Kau tau kalau kelima yeoja itu akan pergi kemari untuk berlibur ‘kan? Kau merencanakan ini?” seru Kyuhyun.

“Ahahaha,” Donghae terbahak. ”Hanya begitu saja kalian tidak tahu? Kalian laki-laki sejati atau bukan?! Jelas sekali, Henry mau mendekati Chanra, daripada melakukan pedekate dengan cara kekanakan, lebih baik gunakan kesempatan liburan musim panas ini.” Jelas Donghae.

“hanya itu?” Tanya Siwon lagi.

“Ckckckck…” Donghae geleng-geleng sok intelek, dan mengacungkan jari telunjuknya. ”Hei, Cho Kyuhyun, mau sampai kapan kau menyukai Eunsoo, dan mendekatinya dengan cara yang sama kekanakannya dengan Henry, terus menerus mengganggunya. Dan kau, Choi Siwon, kau masih suka kan pada Park Ririn? Satu lagi, Lee Hyukjae, kau penasaran kan dengan JooEun?! Sudahlah, pada melek semua deh mendingan!” ujarnya bergaya.

“Oke, oke… aku akui,” kata Eunhyuk lagi, lalu dia menyipit menatap Donghae. ”Tapi, Tuan Muda Lee Donghae, aku hapal sekali dengan kelakuanmu, kau tidak mungkin melakukan semua ini tanpa ada keuntungannya untukmu, kan?” tembaknya langsung.

Baik Kyuhyun, Siwon, juga Henry termangu, benar juga! Mana mungkin Donghae mau melakukan ini secara cuma-cuma. Dan benar saja, Donghae mengeluarkan evil smirk khas playboynya.

”Aku pantang ditolak! Hanya ada satu gadis yang pernah menolakku.”

”Haejin?” tanya Kyuhyun.

Donghae menyeringai. ”She’s my babydoll… berani banget dia menolak pria tampan sepertiku, awas nanti kubuat dia bertekuk lutut, dan kubuang dia agar dia mengemis cinta padaku.”

”Uuuh…” gumam lainnya.

”Jadi kalian kerjalah cinta kalian, aku dukung!”

Lima pria dengan lima tujuan berbeda, mengincar kelima gadis berbeda. Liburan mereka akan segera dimulai. Apakah tujuan mereka akan terlaksana?

TBC

55 thoughts on “Summer In Hainan ~Part 1~

  1. Gombalannya Hae, bikin ngakak. wkwkwkwkwkwk…. tpi tumben Haejin cuek ma Donghae biasanya, errrrrrrrrrrrrrrr…

  2. Wah seru bgt smg mrk ber10 bs slg berdamai dan siapa th cowok2 ber5 itu jd tdk iseng lg dan mrk ber10 pny kesan liburan musim panas yg menyenangkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s