{JinHaeXy} When I Fall ~Part 6~

   Suaranya, suara yang sama. Astaga! Kenapa aku baru sadar sekarang?! Wajahku memerah, aku melirik Donghae Sunbae, yang menatap gelangnya, sebelum memakainya lagi. Dadaku berdegup kencang, jadi… jadi… dia… ya ampuuuuun, Haejin-ah baboya, kenapa tidak sadar-sadar dari kemarin?! Aku menjitak kepalaku sendiri.

   ”Haejin-ah, waeyo? Sakit kepala lagi?” tanya Seulong tiba-tiba menghampiriku, membuat semua orang menatap ke arahku, termasuk Donghae Sunbae, dengan wajah datar yang sendu, lalu dia berpaling dan berlalu. Akhirnya aku sadar, apa masalah yang menimpanya selama ini, aku tidak menyadari kehadirannya… dia benar, aku bahkan tidak mengenalinya.

   Apakah dia menyukaiku? Pasti menyakitkan, pasti… aku tiba-tiba trenyuh, aku tahu rasanya sakit hati, dan secara tidak sengaja, aku menyakitinya juga. Aku menggigit bibir.

   ”Kenapa? Sakit lagi?” bahkan Junjin Oppa menghampiri kami.

   ”Aniya, gwenchana, Oppa,” jawabku, lalu memandang berkeliling, dimana Kyorin dan Leeteuk Sunbae mencoba adegan let’s dance, Kyorin sudah lancar, syukurlah. Aku menoleh lagi pada Chihoon, dan tangannya yang sebentar lagi tertukar, aku menghela napas! Anak ini benar-benar, selalu membuat naik darah kalau belajar koreografi baru! Dan sekarang dia merepotkan Sungmin Sunbae. Jujur aku ingin minta maaf pada Donghae Sunbae, tapi Chihoon sudah membuatku malu!

   ”Sunbae, sudah… biar aku yang mengajarkannya,” aku buru-buru menghampiri keduanya.

   ”Nggak mau, merong!” Chihoon malah menarik Sungmin pergi.

   ”Cho Chihoon!” teriakku.

   ”Sudah, sudah, Haejin-ah, kau tenang saja,” bujuk Eunhyuk Sunbae. ”Jangan banyak stress ah, nanti kau sakit lagi.”

   ”Aku tidak selemah itu, Sunbae,” keluhku.

   ”Kau memang tidak selemah itu, tapi teman kami ada yang lemah gara-gara kau, sudahlah,” Eunhyuk menodorongku pergi, aku tertegun, dan potongan-potongan kata-kata dari Eunhyuk Sunbae, rasanya setelah semua kejadian hari ini, aku baru mengerti arti batuk-batuk anak Super Junior.

   Aku mendesah kecil, tapi apa aku tidak kepedean ya? Kan belum tentu Donghae Sunbae suka padaku? Bukannya dia mau membantuku jadian sama Minho ya? Ah, sudahlah, jangan GR dulu, Lee Haejin! Tak lama kemudian, dengan sedikit ancaman lewat mataku, akhirnya Chihoon serius memperhatikan Sungmin Sunbae, dan tangannya mulai membaik. Anak itu, padahal sepertinya dia bisa, kenapa dia begitu tidak mau konsentrasi?!

   Atau aku yang sedang tidak konsentrasi sekarang?! Yang jelas pikiranku agak-agak kacau, bahkan ketika aku dibawa ke ruangan sebelah untuk gladikotor, dan ada YoonA Sunbae serta Taecyeon disana, melakukan adegan-yang-tak-perlu-disebut-namanya itu, aku tidak terusik, sepertinya pikiranku sudah melayang kemana-mana, semenjak mengetahui bahwa pria yang selalu datang setiap malam di rumah sakit, ternyata Donghae Sunbae!

   Dan Donghae Sunbae pun tidak memberikan penjelasan apa-apa, padahal aku yakin dia tau kalau aku sudah tau identitasnya, dia nampak diam, di pojok, bersama kerumunan Super Junior Sunbaedeul yang lain, tidak berkomentar apa-apa, hanya diam, dan diam.

   Kemudian barulah giliran tim dancer yang maju ke depan untuk melakukan gladikotor, entah kenapa kini aku gugup, bukan karena Super Junior, 2PM, SNSD, dan Seulong menonton kami, itu sih aku sudah biasa, tapi karena Donghae Sunbae dan aku akan menari bersama, setelah aku tau siapa dia sebenarnya!

   ”Ready on your posistion!” komando Junjin Oppa, yang memasang musik.

   Aku meregangkan tanganku ke kanan dan ke kiri, berusaha fokus, kemudian mengembuskan napasku lewat mulut, aku bisa melihat semua member Super Junior nyengir ke arah Donghae Sunbae, lalu aku melirik 2PM yang juga melihat kami dengan pandangan penasaran.

   Tak sengaja aku menangkap mata Taecyeon yang ikut menatap kami, dan entaha da keberanian dari mana, aku membalas tatapannya, dan mengeluarkan evilsmirk, yang tak berani kubayangkan bagaimana nakalnya wajahku saat melakukannya, dan aku begitu  musik menghentak tanpa ragu, moodku naik, dan aku mulai melakukan wave ringan.

   Aku berani sumpah Chansung berdesis. ”Wow!” sebelum akhirnya Junsu Oppa menjitak kepalanya, kemudian akhirnya, aku mulai menoleh kepada Donghae Sunbae sambil terus menari.

   ’Tell me bout it, Hae…’ dengan suara mendesah yang menggoda, aku bisa melihat mata Donghae Sunbae melebar kaget, sementara Siwon Sunbae dan Ryeowook Sunbae sudah kipas-kipas di tempat duduk mereka, dan Sungmin Sunbae tertawa puas sekali, sambil menekap mulutnya sendiri.

   Donghae Sunbae langsung melakukan gerakannya, dan kemudian dia memberiku senyum ala bad guy-nya, lalu berjalan pelan mendekati, dan meraih pinggulku masuk ke dalam dekapan posesifnya, entah kenapa ditatap seperti itu, mau lumer rasanya, jantungku berdegup kencang.

   Tuhan, senyum bad guy-nya…

 

DH : I got chills.
They’re multiplyin’.
And I’m losin’ control.
‘Cause the power
you’re supplyin’,
it’s electrifyin’!

HJ : You better shape up,
’cause I need a man
and my heart is set on you.
You better shape up;
you better understand
to my heart I must be true.

DH : Nothin’ left, nothin’ left for me to do.

JinHae : You’re the one that I want.
(you are the one i want), o,o, oo, honey.
The one that I want.
(you are the one i want want), o,o,oo, honey.
The one that I want
(you are the one i want want), o,o, ooooo
The one I need.
Oh, yes indeed.

HJ : If you’re filled
with affection
you’re too shy to convey,
meditate in my direction.
Feel your way.

DH : I better shape up,
’cause you need a man

HJ : i need a man
who can keep me satisfied.

DH : I better shape up
if I’m gonna prove


HJ : you better prove
that my faith is justified.

DH : Are you sure?

 

JinHae : Yes, I’m sure down deep inside.
You’re the one that I want.
(you are the one i want want), o, o, oo, honey.
The one that I want.
(you are the one i want want), o,o,oo, honey.
The one that I want
(you are the one i want),o, o, oo
The one I need.
Oh, yes indeed.

Dengan adegan tari terakhir ketika aku digendong oleh keempat main dancer Super Junior itu, setelah selesai, bahkan semua anak-anak SNSD ikut bertepuk tangan memberi applause. Aku membungkuk berkali-kali, nampak puas pada diriku sendiri, dan senang juga karena Donghae Sunbae sudah all out di penampilan kami barusan, aku senang! Rasanya tidak pernah sesenang ini, atau sebenarnya sudah lama aku tidak merasa senang? Yang jelas, hari ini aku lega…

   ”Hae-ya, menari berdua saja ya?  Kita tidak usah ikutan,” kata Eunhyuk Sunbae kedip-kedip.

   Wajah Donghae Sunbae memerah.

   ”Ya sudah, aku sama Donghae Sunbae saja!” kubalas perkataannya, kasian juga Donghae Sunbae diledek begitu, biar bagaimana pun, dia yang membuatku senang beberapa hari ini, aku harus membantunya.

   Dan Super Junior Sunbaedeul langsung, ”WOAAAAAH!”

   ”Chukahamnida, chukahamnida, lalalalalala…” mereka semua membentuk lingakaran dan berputar-putar, bisa dibayangkan SNSD Sunbaedeul tertawa melihat tingkah senior mereka, dan 2PM yang masih blank.

   Donghae Sunbae menunduk malu.

   ”Terang-terangan aja kali, Hae, sekarang… frontal dong!” kata Siwon Sunbae sambil tertawa.

   ”Deketin kali, Hae…” ledek Yesung Sunbae.

   ”Pajak jangan lupa ya, Hae…” kata Eunhyuk Sunbae.

   ”Yang itu paling penting!” seru Kyuhyun Oppa.

   Aku cuma nyengir, apa sih mereka ini?

*           *           *

Dorm Felidis

Setelah selesai gladikotor, aku dan kedua dongsengku kembali ke dorm, dijalan aku terus menerus mengingatkan Chihoon agar tidak melupakan tentang gerakan tangan, sampai akhirnya ketika mengecek ponselku, banyak pesan masuk, dari enam orang berbeda. Yeah, lima member 2PM, dan satu member 2AM, tentu saja mereka menanyakan apa maksud tindakanku tadi.

Junho^^           : Kau sudah baikkan dengan Taecyeon Hyung? Kau kelihatan baik-baik saja sekarang!

Wooyoung^^   : Aigooo, tadi baru tarian yang hebat, Haejin-ah! Lama tidak melihatmu menari selepas itu.

Chansungie^^ : Haejin-ah, kau seksi sekali tadi! *drooling*

Nickhun Oppa            : Kau baik-baik saja? Apa yang terjadi? Cerita padaku…

Junsu Oppa     : Itu tadi baru uri Haejin‼!

Naui Ongie     : Kau memanfaatkan Donghae Hyung!

Aku tertegun, kurasa Seulong benar, aku memang memanfaatkan Donghae Sunbae, wajahku kembali murung setelah pada akhirnya bisa bertingkah biasa di depan Taecyeon. Seulong benar, dia terlalu mengenalku, sampai tau apa yang ada di kepalaku tadi.

   Sesampainya di dorm aku langsung mandi dan mengganti pakaianku dengan pakaian tidur, ketika aku berbaring di tempat tidur, aku mendapati dua buah mawar layu yang kusimpan di atas meja, aku buru-buru duduk dan mengambilnya, rasanya setelah memegang mawar itu, semua jadi terasanya nyata.

   Suara, perlakuan, dan setiap kata-kata kosong yang lewat. Kenapa aku begitu bodoh tidak menyadari? Tapi masa iya Donghae Sunbae suka padaku? Aku masih tidak berani mengambil kesimpulan sejauh itu, sebelum mendengar langsung kata-kata itu dari mulutnya. Lalu, kalau dia benar suka bagaimana? Aku mengingat wajah bad guy-nya tadi, ya ampuuuun, tidak disangka dia bisa begitu… aku geleng-geleng dan meletakkan kembali mawar-mawar itu di atas meja, meski sudah layu, tidak ada niat sedikit pun untuk membuangnya.

   Esoknya, adalah hari H untuk acara MBC New Year Special JYP vs SM, dan sekarang aku bersama teman-teman JYP sudah berada di gedung MBC, di sebuah studio yang biasa dipakai untuk perhelatan seperti ini. Syuting akan dimulai sekitar satu setengah jam lagi, dan aku masih sibuk mengatur-atur baju Kyorin dan Chihoon bersama Hyorin Onnie, uri coordie.

   Kyorin memainkan biolanya lembut, membuat perasaanku tenang, tapi akhirnya karena Chihoon menghilang, aku mulai emosi! Anak itu kebiasaan, suka sekali membuat cemas orang lain, padahal sebentar lagi dia harus di make up!

   ”Ya sudah, make up Kyorin dulu saja,” aku keluar dari kamar ganti Felidis, dan mencari Chihoon. Mana ponselnya ditinggal, harus cari kemana bocah kecil satu itu?! Aku melewati beberapa kamar ganti, sambil menolehkan wajahku ke kanan dan ke kiri, dimana anak kecil itu?

   Dengan wajah kebingungan sambil tetap terus melongok ke kanan dan ke kiri, kurasakan seseorang menepuk bahuku, begitu aku menoleh, mataku melebar, Donghae Sunbae dengan kaus putih, celana jins biru.

   ”Oooh, Sunbae…” kataku kaget.

   Dia tersenyum, agak dipaksakan, dan kalau aku tidak salah kira dia mungkin gugup, aduuuh jadi ikut gugup. ”Cari siapa?” tanyanya pelan, persis suara lembut yang kudengar di rumah sakit.

   ”Ah, Chihoonie, dia hilang…” kataku.

   Donghae Sunbae nyengir dan mengedikkan kepalanya ke pintu di sebelah kiri kami. ”Tuh, dia lagi sama Sungmin Hyung.”

   ”Aaah, dia sudah mau di make up, makasih Sunbae…” aku membungkuk, dan baru mau masuk, dia menahan tanganku, genggamannya rasanya sama.  Aku menoleh dengan pandangan bertanya.

   ”Bisa kita bicara?” tanyanya.

   Aku menggigit bibir, berpikir. ”Soal apa?” tanyaku bodoh, padahal aku tau!

   Donghae Sunbae tersenyum, ”Masalah kita.”

   ”Ah,” aku jadi bingung.

   ”Haejin, ayo cepat!” panggil Hyorin Onnie.

   Aku menoleh, lalu menatap Donghae Sunbae lagi, ”Nanti deh Sunbae, sekarang aku harus mencari setan kecil itu. Tapi…” aku mengatur napasku, ”Kita cari waktu lain untuk bicara ya Sunbae?”

   Aku lihat dia mengangguk. ”Tidak keberatan, kalau mungkin…” dia nampak memilih-milih kata-kata. ”Kau kuajak keluar?” tanyanya, dan bisa kulihat wajahnya memerah.

   Aku mengangguk, dan tersenyum. ”Keurom.”

   ”Onnie, ngapain disitu? Ayo cepat, make up!” seru Chihoon.

   Aku menoleh, dan anak itu sekarang memanggilku seolah-olah aku yang kabur?! Awas anak itu, aku membungkuk pada Donghae Sunbae dan buru-buru menghampirinya lalu menjitak kepalanya, dan masuk ke dalam kamar ganti lagi. Setelah siap dengan kostum Sorry Sorry, kami dan semua grup yang berpartisipasi dalam acara ini masuk ke studio dan akhirnya recording dimulai.

   Kami berhasil menarikan dan menyanyikan Sorry Sorry dengan sempurna, meski hanya bertiga saja, kemudian Super Junior juga berhasil menarikan Hysteria dengan sangat lincah. 2PM menarikan lagu Gee, dan SNSD menarikan lagu Heartbeat, setelah itu barulah setiap grup menunjukkan kebolehan mereka.

   Sampai ketika akhirnya giliran main dancer team siap tampil. Yang lain meneruskan recording ketika main dancer team 2PM feat SNSD sedang tampil, sementara aku dan main dancer Super Junior bersiap di kamar ganti, kemudian kami tampil dengan lagu You’re The One That I Want. Kami diberikan banyak sekali standing ovation, aku sangat senang, bahkan gosip YoonA – Taecyeon tidak terlalu menggangguku hari ini, meski masih sedikit merasa kurang suka dengan gosip tersebut, tapi setidaknya kini aku tidak menangis lagi.

   ”JYP vs SM!” seru Ryu Siwon, sang pembawa acara MBC Dance Battle New Year Special, bersamaan Jung KaEun. ”Tadi kita sudah sama-sama saksikan dance battle antara kedua perusahaan entertainment paling besar di Korea Selatan, JYP Entertainment versus SM Entertainment, bagaimana KaEun-ssi?”

   KaEun menjawab. ”Daebak sekali! Semua menunjukkan kebolehan mereka, dalam tiga bidang sekaligus, vokal, bermain alat musik, dan tentu saja dance battle! Dan kebetulan sekali, baru saja kita saksikan battle terakhir antara SuNyeoPM melawan Fleur De La Junior…”

   Para penonton yang mendengar julukan tersebut tertawa.

    ”Dan akhirnya, tibalah kita di penghujung acara hari ini…”

    ”Sampai ketemu di kesempatan berikutnya…”

   Semua bersorak selamat tahun baru, dan lagi-lagi lagu Happiness dari Super Junior diputar sebagai closing themesong, dan kami semua saling mengucapkan selamat tahun baru, baik kepada satu sama lain, juga kepada kru, karena aku berdiri agak belakang, dan badanku mungil, aku harus loncat-loncat dengan sepatu setinggi sepuluh centi ini agar wajahku tertangkap kamera.

   Lalu kami semua bernyanyi bersama lagu We Are The World, saat aku mau melambaikan tanganku ke udara bersama yang lain, dengan hopeless, karena badanku yang kecil tidak terekspos kamera dan anak-anak 2PM yang besar-besar tidak mau mengalah dan terus mau di depan saja, aku berharap setidaknya tanganku kelihatan, tapi tanganku digamit seseorang.

   Aku yang mau loncat jadi tidak jadi, aku menoleh ke sampingku, dan melihat Donghae Sunbaelah yang menggandeng tanganku, ditengah hiruk-pikuk semua orang yang bernyanyi dan bergaya di depan kamera. Wajahku memerah, aku pastilah kelihatan malu sekali, wajahnya juga memerah, tapi dia mengeratkan genggamannya, dan menatap ke depan, menikmati penuhnya punggung anak-anak Super Junior lain, Felidis lain, SNSD, dan 2PM yang heboh.

   Rasanya lagi-lagi, dunia seperti di mute, aku tidak bisa mendengar apa-apa, bahkan teriakan teman-temanku, sampai suara meletus dan konfeti bertaburan di atas kami, tanganku masih digenggam oleh Donghae Sunbae, dan meski aku melihat miris ke taburan konfeti yang menghujani kami, aku tidak berniat melepaskan tangan pria baik hati yang menggenggam tanganku erat ini.

*           *           *

Syuting selesai pukul lima sore, dan semuanya langsung pergi meninggalkan gedung MBC, entah itu pulang ke rumah, atau memang masih ada jadwal lagi. Untunglah, bagi Felidis itu berarti pulang ke rumah, badanku sudah pegal-pegal. Aku masuk van dan langsung duduk di kursi belakang, menyandarkan kepalaku di jendela, dan hanya butuh setengah jam untuk tiba di dorm.

   Sesampainya di dorm, aku menggunakan kamar mandi di dalam kamarku, sementara Chihoon dan Kyorin berebut kamar mandi di ruang tengah. Yah, ada keuntungannya juga jadi leader, karena hanya kamarku sajalah yang dilengkapi kamar mandi dan balkon, sementara kamar kedua adikku tidak. Hahahaha…

   Setelah selesai mandi aku langsung memakai baju tidur, dan merangkak naik ke atas kasur berseprai pink tersebut. Mungkin jaman sekarang, banyak wanita yang sudah tidak suka warna pink, karena terkesan menye-menye, tapi kecintaanku pada warna ini tergolong fanatik, tapi tidak benar-benar membuatku jadi gadis serba pink. Aku langsung menutup mataku dan mulai tertidur.

   Kurasakan mataku masih berat, dan rasanya aku baru saja tertidur, tapi ada ’setan kecil’ yang mengguncang-guncang tubuhku. ”Onnie bangun!”

   ”Hmmh…” desahku.

   ”Onnie! Palli, bangun!”

   ”Apa siiiih?” gumamku sambil menarik selimutku, tapi dengan kasarnya dibuka lagi dan aku mau tidak mau harus membuka mata. ”Ya! Cho Chihoon!”

   Kyorin dengan wajah kusut, rambut digelung ke atas, dan baju tidurnya melongok ke dalam kamarku. ”Onnie, bisakah kita buang setan kecil ini ke sungai han? Aku lelah sekali…” gumamnya.

   Aku duduk. ”Kenapa sih, Chi?”

   Chihoon nyengir-nyengir gak jelas. ”Onnie, kita diajak ke dorm Oppaku malam ini, ayo kesana…”

   ”Nggak mau!” seruku sambil kembali baring. ”Istirahat Cho Chihoon, besok kau sekolah, dan besok aku ada jadwal!”

   ”Ah, Onnie… jebal, jebal, jebal…” Chihoon mendorong-dorong tubuhku lagi, dan menarikku bangun dengan rengekkannya yang mengalahkan rengekan bayi-bayi yang baru lahir. ”Ayolah, Onniedeul…”

   Kyorin menggeleng. ”Besok kita kan sekolah…”

   ”Ini baru jam delapan malam, Onniedeul, ayolaaaaah, ini undangan dari Oppaku, ayolah ayolah… aku mau kesana, kalau Onnideul gak mau ikut aku berangkat sendirian aja deh.”

   Senajata yang selalu membuat aku dan Kyorin tidak bisa melawan. Hah, dia kan masih kecil, mana mungkin aku dan Kyorin bisa membiarkan dia berkeliaran sendirian, malam-malam pula! Akhirnya dengan hati menggerutu, aku terpaksa bangun, mencuci mukaku dan menggosok gigi, lalu mengganti pakaianku, kulihat Kyorin juga begitu. Hanya kami berdua yang berwajah kusut sementara Chihoon amat sangat bersemangat, dia bahkan berdandan.

   ”Chihoonie, ppali! Katamu kita mau ke dorm Oppamu, tapi ini sudah jam sembilan malam, dan kau masih berdandan!” kataku kesal sambil duduk di sofa ruang tengah. ”Dan lagian, sejak kapan kau dandan?!”

   Kyorin terkekeh. ”Onnie,” bisiknya. ”Kau tidak tau ya? Chihoonie, sepertinya naksir Sungmin Oppa.”

   ”Mwo?!” mataku melebar kaget.

   ”Kelihatan sekali, dari cara dia bermanja-manja ria pada Sungmin Oppa, dan kemarin aku tidak sengaja melihat isi laptopnya, waktu mau memindahkan materi lagu baru kita,” jelas Kyorin sambil terus berbisik. ”Dan kau tau apa, Onnie? Ada satu foto penuh folder Sungmin Oppa, yang terbaru sekali pun!”

   Aku terbelalak, bagaimana mungkin adikku sendiri jatuh cinta? Dan dia kelahiran tahun 1996 naksir Sungmin Sunbae yang kelahiran taun berapa itu? Aku masih shock dengan hal ini, tapi sepertinya Kyorin cuma cekikikan, dan menikmati.

   ”Kita pantau saja, Onnie… toh sepertinya Sungmin Oppa orang baik,” kata Kyorin yakin. ”Dia pasti bisa membimbing uri Chi…”

   ”Hei, dia masih kecil, bagaimana mungkin kau membiarkan dia pacaran? Usianya bahkan baru lima belas tahun, Kyorin-ah…” aku menggeleng.

   ”Onnie, cinta tidak mengenal usia…” Kyorin menjawab.

   Aigooo, bagaimana mungkin kedua adikku ini mengajariku tentang cinta?! Tak lama kemudian Kyorin menyenggol bahuku, karena Chihoon keluar, dia memberi isyarat agar aku tidak bicara apa-apa soal Chihoon dan Sungmin, aku mengerti, dan akhirnya kami bertiga turun ke bawah menuju van yang sudah siap membawa kami.

   ”Memang Kyuhyun Oppa mengundangmu dalam rangka apa sih?” tanyaku heran.

   Chihoon terkikik. ”Ani, bukan Kyuhyun Oppa saja kok yang mengundangku, Leeteuk Oppa dan lainnya juga, katanya mereka mau bikin pesta samgyupsal di lantai dua belas.”

   ”Kenapa kita diundang?” tanya Kyorin heran.

   ”Karena katanya ada yang mau ketemu sama Haejin Onnie…” kekehnya.

   ”Mwo?!” Kyorin membelalak bingung.

   Wajahku memerah, sepertinya tidak lama lagi gosip ini akan menyebar, si kecil ini sudah tau soalnya! Aku tetap berlagak cool saja deh.

   ”Siapa yang mau ketemu sama Onnie?” tanya Kyorin masih penasaran.

   ”Itu tuh, Pangeran Tampan…”

   ”Pangeran Tampan?” Kyorin nggak mengerti.

   Aku mendesis. ”Cho Chihoon kau bisa diam tidak?! Atau aku akan menyuruh Shin Ahjussi putar balik dan kita tidak jadi ke dorm Super Junior?!”

   ”Aaah Onnie~” rengeknya.

   ”Ngomongin apa sih?!” Kyorin masih heran.

   Dan akhirnya van kami tiba di apartemen Sky City, tempat dimana Super Junior tinggal, dan kami turun, entahlah apakah ada berita tentang Felidis dan Super Junior, tapi kurasa tidak akan ada. Toh semua netizen, ELF, dan Flyers sudah tahu kalau Kyuhyun dan Chihoon itu kakak-beradik.

   ”Jadi kita kemana?”

   ”Lantai dua belas saja langsung, Onnie.”

   Aku menekan tombol dua belas, dan segera saja lift bergemerincing dan naik ke atas. Tak butuh waktu lama untuk Chihoon membunyikan bel dengan berisik, tapi yang membuat kaget adalah suara yang menjawab. Amat sangat bersemangat. ”Felidis ya?!”

   ”Ne!” seru Chihoon.

   Dan pintu langsung terbuka, disambut oleh Heechul Sunbae yang langsung menari-nari heboh. ’Let me hug you, let me kiss you, ah ah ah, I give you my aegyo chu~’ katanya dengan wink nakal a la diriku di panggung. Aku mau tak mau tertawa.

   ”Annyeonghaseyo.” Sapa Kyorin ramah.

   ”Annyeong, ayo masuk, masuk…”

   Kami bertiga masuk, dan seluruh anggota Super Junior sepertinya ada disana. Seperti mau mengadakan pesta piyama. Sudah pada pakai celana training atau celana pendek, dengan kaus saja, mondar-mandir siapin meja.

   ”Woah, kami tidak mengganggu, kan? Sepertinya mau ada acara ya…” kataku memandang sekeliling, melihat Siwon Sunbae dan Kyuhyun Sunbae sedang menggotong meja panjang ke tengah-tengah ruangan.

   ”Aniya, kami cuma mau makan-makan saja, ayo duduk!” kata Eunhyuk Sunbae.

  Aku berjalan paling belakang dan melihat Ryeowook Sunbae dan Shindong Sunbae di dapur, lalu Leeteuk Sunbae dan Heechul Sunbae memotong-motong sesuatu di meja makan.

   ”Ada yang bisa kami bantu?” tanya Kyorin bingung sendiri melihat Super Junior Sunbaedeul berseliweran mengatur ini-itu sementara kami bertiga berdiri bingung di tengah-tengah mereka.

   ”Jadi pajangan juga udah indah kok,” ledek Yesung Sunbae sambil menggeser meja-meja, agar tengah ruangan lega. ”Udahlah, kalian kan tamu, masa kami suruh kerja juga, duduk aja sini ah.”

   Kami bertiga duduk di satu-satunya sofa yang masih ada di ruang tengah.

   ”Sunbae, memang ada acara apa?” tanyaku penasaran.

   ”Sudah dibilang, cuma mau makan-makan, Haejin-ah…” sahut Heechul Sunbae.

   ”Siap! Ayo di tata di meja!” komando Ryeowook Sunbae dari dalam dapur, dan kemudian semua sudah menyerbu dapur dan membawanya ke meja panjang yang di letakkan di tengah-tengah ruangan.

   Oh, aku baru sadar, ada dua orang yang kurang, Sungmin Sunbae dan Donghae Sunbae. Mereka berdua tidak ada disini, padahal yang lainnya sudah berkerumun mengitari meja, begitu juga aku, Kyorin, dan Chihoon, Chihoon nampak gelisah juga, kurasa apa yang Kyorin katakan benar, Chihoon memang ada sesuatu dengan Sungmin Sunbae.

   ”Oke, ayo mulai makan…” kata Kyuhyun Oppa sambil menggulung sumpitnya.

   ”Nanti dulu, kan belum semua datang.” Tahan Leeteuk Sunbae.

   ”Ah, Sungmin Hyung dan Donghae Hyung.”

   Pintu terbuka, dan Sungmin Sunbae serta Donghae Sunbae masuk membawa kantun, yang sepertinya berisi minuman.

   ”Annyeonghaseyo.” Sapa Kyorin pada Sungmin Sunbae dan Donghae Sunbae yang tersenyum.

   ”Kalau begitu ayo kita mulai makan!” kata Kyuhyun Sunbae.

   ”Doa dulu!” seru Siwon Sunbae.

   ”Yesungie, geseran!” Leeteuk Sunbae tiba-tiba berkata pada Yesung Sunbae yang duduk di sebelah kananku.

    Yesung Sunbae mengernyit. ”Wae?”

   ”Donghae yang duduk situ!”

   Wajahku mulai memanas, tapi ingat, cool, aku harus cool, aku cuma tersenyum ketika Yesung Sunbae cekikikan dan menyingkir, lalu Donghae Sunbae ambil tempat di sebelahku. Aku tersenyum sekilas padanya, dia membalasku, lalu kami mulai makan. Super Junior member sangat humoris, mereka selalu membuat kami tertawa, dan tidak terasa acara makan pun selesai, dan waktu sudah menunjukkan pukul dua belas malam.

   Mataku memang tidak mengantuk, tapi dua adikku ini kan masih harus sekolah besok pagi.

   ”Ya, membosankan, bagaimana kalau kita bermain game?” usul Eunhyuk Sunbae pada yang lain.

   Semua menyambut dengan gembira.

   ”Boleh, game apa?!” tanya Ryeowok Sunbae.

   ”Say the truth!”

   ”Aaaah MAU!” seru semuanya.

   Chihoon dan Kyorin juga semangat banget lagi, akhirnya ditaruhlah botol soju kosong itu di tengah meja yang sudah kosong, kemudian Siwon Sunbae memutar botol tersebut. Botolnya mengarah kepada Leeteuk Sunbae, Leeteuk Sunbae langsung tertawa nyaring.

   ”Hyung, ngaku deh… kau lagi pedekate sama trainee SM kan setelah putus?” tanya Siwon Sunbae, semua tertawa terbahak-bahak, dan Leeteuk Sunbae juga tertawa khas.

   ”Ne, ne… aku memang pedekate!”

   Semua bertepuk tangan nyaring dan tertawa terbahak-bahak lagi, aku cuma nyengir. Ternyata gosip-gosip bahwa namja idol itu sebenarnya mempunyai kekasih benar adanya, aku kemudian melihat Leeteuk Sunbae memutar botol lagi, dan kali ini mengarah pada Sungmin Sunbae.

   ”Mau sampai kapan kau pacaran dengan botol wine-mu?”

   Sungmin Sunbae menjawab. ”Sampai kutemukan orang yang bisa sememabukkan wine-ku.”

   ”AAAAH!” aku, Kyorin, dan Chihoon tidak bisa menahan jeritan kami mendengar kata-kata itu. Hal itu romantis sekali, hah… Sungmin Sunbae ternyata jago juga membuat orang melayang ya.

   Sungmin Sunbae memutar botol lagi, yang mengarah pada Donghae Sunbae, semua melirik Donghae Sunbae. Sungmin Sunbae tersenyum padanya. ”Donghae-ya, jujur saja… kau sudah jatuh cinta pada Haejin sejak kapan?!”

   Aku terperangah. Seisi ruangan langsung diam dan menatap Donghae Sunbae penasaran, wajahku memerah, aku tidak bisa bersikap sok cool lagi, aku deg-degan. Apa ini? Kenapa mereka suka sekali terang-terangan kalau menyatakan sesuatu sih?! Aku merasakan Kyorin menggenggam tanganku, dan tersenyum penuh arti padaku.

   Donghae Sunbae menghela napas, lalu menjawab. ”Tujuh tahun yang lalu…”

   Mataku melebar, andwe! Mana mungkin?! Tujuh tahun lalu?! Aku tidak tahan lagi, aku menoleh. ”Jinja?” tanyaku pelan.

   Dia juga menoleh padaku, mengangguk.

   ”Tujuh tahun lalu? Tahun 2003?”

   Donghae Sunbae mengangguk.

   ”Kenapa tidak pernah bilang?” tanyaku lemah.

   ”Ehem! Lebih baik kita beres-beres yuk,” ajak Leeteuk Sunbae sambil berdiri, dan mulai berberes.

   Donghae Sunbae menghela napas, lalu melirik Siwon Sunbae. ”Siwon-ah…”

   Siwon Sunbae mendengus. ”Ara, ara… ayo!”

   ”Ayo,” ajak Donghae Sunbae sambil menarikku berdiri.

   ”Kemana?”

   ”Kita harus bicara berdua.”

To Be Continued

Ini udah banyak banget aku bonusin, biasanya cuma tiga belas lembar, sekarang enam belas lembar, kalo masih pada protes aku ngambek! wkwkwkwkwkwk… Seperti biasa yang komennya nggak penting, bakalan aku spam / delete / aku edit malah! wkwkwkwkwk…

Sebelumnya minta doa dulu dari Jinhaeternal dan Flyers, Haejin aka Nisya mau operasi Sinusitis, kalo nggak Selasa ya Rabu, hehehehe… wish me luck ya, jadi bisa buru-buru lanjutin FF🙂

Sampe ketemu ^^

107 thoughts on “{JinHaeXy} When I Fall ~Part 6~

  1. Aaaaa…. Donghae pangeran ikan nemo teromantis selautan samudera (?) *plakk!
    Astaga, apa2an itu? Jd gregetan pengen trbang gara2 si ikan.. (´⌣`ʃƪ)♡
    Aigooo, haejin-ah, terima cintanyaaa…

  2. astaga, kalo ada kata2 yg lebih dari kata romantis bakalan aku kasi buat kamu pangeran ikan ku :-* ^^
    so sweet bgt eonni🙂

  3. Wahh sudah lama sekali donghae ya..
    aku mulai menatap mu ditahun 2012..
    ketinggalan bangett yaaa…
    daebakkk chinguuuu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s