{JinHaeXy} Haejin’s Secret Mission 2/2

”Mungkin kalau dia kesini pun, jadwalnya padat kali, Hyung, makanya dia tidak berharap bertemu…” jelas Henry yang tiba-tiba sudah datang dan menguping dibelakang mereka.

Eunhyuk mengangguk. ”JooEun juga tidak bilang dia mau ke Taipei… dia tahu aku di Taipei, dia bilang ingin menyusul kesini, tapi penelitiannya tidak bisa ditinggal! Padahal aku sudah mau membelikannya tiket pesawat…” ujar Eunhyuk bangga.

”Ririn tidak bilang apa-apa padamu, Siwonnie?” tanya Donghae.

Siwon hanya tertawa miris. ”Mana mungkin…”

”Aigo! Kau jadi Duren sekarang, Hyung!”

”Apa itu?”

”Duda Keren!” sahut Henry cekikikan.

”Aku kan tidak cerai! Hanya putus!~” rajuk Siwon, diiringi tawa membahana Eunhyuk, Donghae, dan Henry.

 

*March, 31st 2011 @ Taipei*

Donghae terjaga, diluar udara masih mendung sayu, menandakan jelas waktu belum lebih dari pukul enam pagi, tapi Donghae sudah terjaga, padahal dia baru tidur pukul tiga, setelah melakukan recording di salah satu stasiun televisi setempat. Donghae mengambil iPad-nya di meja kerjanya lagi, dan langsung membuka Twitter lagi, dimana dia bisa dengan cepat mengakses berita Haejin.

Bahkan akun Twitter paling update tentang sang kekasih pun memiliki update terlengkap tentang kedatangan Felidis plus dua orang yang Donghae ketahui identitasnya tersebut, tapi yang masih Donghae tak habis pikir, kenapa Haejin tidak memberitahunya?! Akhirnya, karena sudah tidak tahan, dia langsung menekan speed dial si Hitam untuk menghubungi Haejin.

Awalnya hanya jeda saja, tapi tersambung, dan terdengar seseorang mengangkat ponselnya, dan menjawab dengan nada mengantuk. ”Yeoboseyo…”

”Yang… kamu di Taipei?”

”Hmmh?” yang disana menggumam. ”Oh, Poppa… ne, aku di Taipei, Sayang… telpon nanti aja kenapa? Aku baru sampe tadi jam tiga…” suara Haejin benar-benar mengantuk.

Donghae jadi tidak tega. ”Iya deh, ya udah kamu tidur lagi deh…”

”Love you, Poppa…” terdengar suara Haejin yang mengantuk dan menutup ponselnya, membuat Donghae mendesah kesal. Dia sudah penasaran, tapi tetap tidak tega memaksa Haejin berbicara, karena suaranya benar-benar kelelahan.

Akhirnya matahari mulai meninggi, dan sampai pukul sembilan, Haejin sama sekali tidak menghubunginya, dihubungi pun, Haejin tidak menjawab, terpaksa lagi-lagi Donghae membuka iPad-nya dan ternyata, lagi-lagi Donghae tidak tahu sendirian, sementara semua Flyers diluar sana sudah tahu Felidis sudah di venue acara! Ya Tuhan…

”Hyung, himnae!” teriak Ryeowook saat melewatinya.

Donghae mendongak. ”Himnae, mwo?”

”Lho, kan nanti siang Hyung mau press conference Extravagant Challenge, gimana sih?” ganti Ryeowook yang kebingungan.

Donghae menggaruk kepalanya. ”Ah, bahta! Aku sampai lupa, nee… gomawoyo, Wookie-ah…”

”Hyung kenapa sih?”

”Ani, hanya saja… hah!~” Donghae menghembuskan napasnya, wajah frustasinya yang daritadi ditahan akhirnya keluar juga. ”Haejin di Taipei, Wookie-ah, tapi nggak ada kabar apa-apa dari dia, siapa yang nggak stress coba?!”

Ryeowook mengangguk. ”Felidis di Taiwan juga ya?” wajahnya sedikit muram juga, Donghae mengernyit memandangnya.

”Tanya Eunhyuk Hyung saja, dia dihubungi tidak sama JooEun? Atau Siwon Hyung…”

Donghae menggeleng. ”Siwon-Ririn kan bubar…”

”Ah iya, lupa! Aaah, pada bubar… capek deh…” Ryeowook berlalu.

Akhirnya, pukul sebelas, Donghae dan Siwon dijemput oleh mobil manajemen, untuk menuju venue konferensi pers Skip Beat atau Extravagant Challenge, drama Taiwan yang akan dibintangi keduanya dengan masa tiga belas episode. Di tempat acara, keduanya langsung diminta mengganti pakaian mereka dengan stelan jas hitam, dan segera di make up.

Tak lama setelah itu, mereka berdua diperkenalkan dengan dua lawan main mereka dalam drama ini, yaitu Ivy Chen dan Bianca Bai, Donghae dan Siwon membungkuk, dan bersalaman dengan mereka, saling memperkenalkan diri dengan keduanya, yang cukup ramah dan tak lama mengalirlah obrolan yang nyaman, sampai akhirnya pukul satu tiba, dan mereka berempat diminta langsung tampil ke panggung satu persatu.

Tepat ketika Donghae hendak keluar, dia membuka si Hitamnya dan untuk terakhir kalinya sebelum tampil, dia membuka akun Twitternya, untuk mengecek keadaan kekasihnya, dan bingo, ada satu Direct Messege yang masuk padanya, jantungnya berdegup kencang membukanya.

Chochoilee_LHJ : Poppa, hwating! I love you… :*

Donghae langsung tersenyum, dan mematikan kembali ponselnya, setidaknya kenyataan bahwa Haejin tahu dia akan mengadakan press conference drama terbarunya, dan memberinya semangat, membuahkan semangat baru, dan Donghae melangkah masuk ke dalam area panggung, diiringi tepuk tangan membahana dari para wartawan yang hadir, dia melambai, dan melempar senyuman pada semuanya.

Siwon yang menyadari perubahan mood Donghae berbisik di telinganya, ”Sudah dapat kabar ya?”

”Dia mengirimi pesan berisi semangat!” balas Donghae bahagia, Siwon tersenyum miris, dan menepuk bahu Donghae.

Such a lucky guy! Take care of her!

Donghae tersenyum, dan balas menepuk Siwon. ”Don’t worry be happy…” karena hanya itu yang bisa Donghae katakan dengan percaya diri dalam bahasa Inggris, meski ingin menambahkan banyak kata-kata penghiburan bagi sahabatnya tersebut.

 

*Taipei Live Power Music*

*At The Same Time*

 

Xie-xie…” Haejin, Kyorin, dan Chihoon membungkuk dengan mike terkatup di tangan mereka masing-masing. Tepuk tangan membahana, dan pancaran lightstick dengan nama Lightning silver sky beserta gold baloon Flyers Taiwan berpendar warna-warni di hadapan mereka. Haejin, Kyorin, dan Chihoon nyaris menangis terharu, melihat sambutan begitu meriah yang diberikan Flyers Taiwan pada mereka.

Kemudian datanglah MC beserta penerjemah ke atas panggung, dan Felidis membungkuk hangat kepada sang MC, yang langsung berceloteh mengenai penampilan Felidis.

”Silakan perkenalkan diri…” ucap sang penerjemah pelan.

Haejin mengangguk, ”Hana, dul, set!” komandonya, dan ketiganya membungkuk, lalu berseru. ”Nihao, Felidis-iye…

Wo she Xin Qian…” ucap Haejin.

Wo she Jin Xiu…” ucap Kyorin.

Wo she Qiu Yue…” diakhiri oleh Chihoon.

”Felidis!” ucap ketiganya diakhiri dengan V sign yang manis, dan tepukan membahana dari seluruh penonton. Setelah wawancara mengenai album perdana Felidis, selama beberapa saat kemudian mereka menyanyikan lagu penutup, yang sangat ditunggu, yakni main song mereka, Breaking The Heart, Felidis buru-buru cabut turun panggung.

Mereka buru-buru ke kamar ganti, dimana Ririn dan JooEun sudah menunggu dengan dandanan tertutup.

”Sudah?” Junjin Oppa ikut masuk ke dalam kamar ganti.

Chihoon mengangguk. ”Sudah, kami sudah selesai… Oppa, sesuai janji Oppa, habis ini kami bebas, asal besok pukul tiga sore, kami sudah di studio KBS Music Bank, kan? Sekarang Oppa pulang!” Chihoon mendorong Junjin Oppa ke pintu.

”Heh, heh, heh! Apa maksudmu?! Yaaa! Kenapa aku tidak boleh tau apa yang kalian lakukan?!” Junjin Oppa terlihat enggan pergi.

”Sudahlah, kami tidak perlu netizen lebih banyak, dan itu kan janji Oppa!” seru Kyorin.

Haejin terkekeh. ”Oppa, kami janji akan ada di studio KBS Music Bank besok tepat pada waktunya…”

”Ya ya ya…” akhirnya Junjin Oppa menyerah.

Chihoon mengunci pintu kamar ganti kemudian berbalik, ”Haejin Onnie, kaja! Kita harus ke dorm secepatnya!”

”Ara!”

Ketiganya segera berganti baju dibantu oleh JooEun dan Ririn, kemudian keluar dari kamar mandi, dan menuju sebuah mobil yang sudah disewa oleh Ririn, lengkap dengan GPS di dalamnya. Ririn dan JooEun duduk di depan, sementara Haejin, Chihoon, dan Kyorin di belakang, dilindungi bayang-bayang kaca jendela yang gelap.

”Oke, alamatnya?” tanya Ririn.

Kyorin memberikannya kertas, dan Ririn membacanya, kemudian menarik napas dalam-dalam. ”Oke, semoga tidak nyasar!”

”Nyasar kan bisa minta tolong Siwon…” sahut JooEun, sementara Ririn meliriknya ganas, JooEun buru-buru mengunci mulutnya, dan dia mulai menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.

”Chi, periksa Twitter, apa ada yang tau kita pergi?”

Chihoon buru-buru mengeluarkan Galaxy Tab-nya, dan membuka aplikasi Twitter disana, dan mencari fansite-fansite Twitter Felidis terupdate, dan ternyata mereka semua mengeluh, bahwa Felidis disembunyikan, dikarenakan jumlah fans yang membludak di area acara.

”Aman, Onnie!” kata Chihoon sambil mematikan kembali Galaxy Tab-nya.

Haejin menghela napas lega.

”Oke, tujuan pertama nih… kita mau kemana dulu?”

”Supermarket!” sahut Haejin.

”Arasseo! Itu di depan ada…” Ririn langsung membelokkan mobilnya ke pelataran supermarket besar.

JooEun menghela napas. ”Karena aku takkan dikenali, jadi aku yang turun, mana uang dan daftar belanjaannya?”

Haejin memberikannya sambil nyengir. Tak lama kemudian, JooEun sudah kembali dengan kantung belanjaan besar, dan memberikan kembalian kepada Haejin, dan mobil berangkat kembali, tak sampai empat puluh lima menit, mereka tiba di sebuah bangunan apartemen mewah di kawasan Taipei. Ririn sengaja memarkirkannya masuk ke dalam basement, untuk menghindari terungkapnya identitas Haejin, Kyorin, dan Chihoon meski sudah memakai penyamaran lengkap.

Begitu Ririn mematikan mesin, langsung terdengar gedoran di kaca jendelanya, seisi mobil terpekik, dan Ririn menurunkan kacanya. ”Kyuhyunnie!” tegurnya jengkel. ”Jangan ngagetin ah!”

”Ahahahaha… hai semua… Chi!” Kyuhyun melambai.

”Hai, Oppa!” sambut Chihoon.

”Ayo turun, aman!” komando Kyuhyun.

Mereka kemudian keluar satu persatu dari dalam mobil, dan Kyuhyun berpelukan dengan sang adik, sambil mulai main acak-acakan rambut. Mereka di bawa Kyuhyun menuju lift belakang gedung, dan disana ternyata sudah menunggu Henry, yang melambai.

”Halo… annyeonghaseyo!” sapanya ramah.

”Oppa!” sapa Haejin, Kyorin, Chihoon, sementara JooEun dan Ririn yang lebih tua dari Henry menyapanya biasa saja.

Henry mengangguk, ”Lift, aman!”

”Oke, masuk…” mereka masuk ke dalam lift, dan Henry menekan tombol angka sepuluh sambil berkata. ”Zhou Mi Hyung yang menunggu di lantai sepuluh, jadi Felidis tenang saja, tidak akan ketahuan kalian menyelinap ke rumah Super Junior M, hehehe…” kekehnya.

”Kami juga kaget saat kau menelepon kami persis ketika Hae Hyung dan Siwonnie Hyung dijemput Manajer Hyung ke press con.” Kata Kyuhyun pada Haejin yang tersenyum. ”Kalau Hae Hyung dengar… ckckckckck…” dia geleng-geleng.

Haejin menjawab, ”Ini kan demi dia juga!”

”Ne, ne, ne… kamarnya kosong malam ini! Tenang saja…” ujar Kyuhyun nyeleneh, dan Haejin menjitak kepalanya. ”Aw! Appo! Ya, kau ini belajar memukulku dari siapa sih?!” hardiknya.

Haejin nyengir. ”Dari Kwan Nara Sayang~”

”Aish!” wajah Kyuhyun memerah.

Ririn tertawa, ”Ah iya, Kyunnie, ada pesan dari pacarmu itu, katanya : jangan ngurusin changtoria melulu! Inget dia di rumah lagi susah-susah mikirin rumus, biar cepet lulus! Diteleponin gak bisa, gak nelepon balik, eh malah ngangkat telepon China ELF…” Ririn mengingat-ingat. ”Dan rasanya aku membawa sepatu Nara…” dan Ririn buru-buru mengaduk-aduk tasnya, lalu melemparnya pelan ke arah Kyuhyun. ”Nih!”

”Yaish!” keluh Kyuhyun.

”Lalu makan sayuran!” kata Chihoon menjitak kakaknya. ”Makin banyak jerawatmu katanya… kau harus bersyukur ada gadis yang mau memerhatikanmu segitunya, Abang Evil!”

”Ahahahaha…” Kyuhyun nyengir puas. ”At least, dia rindu padaku! Buktinya sepatunya sampai disini…”

Seisi lift =,=”

Kisi-kisi lift terbuka, dan Zhou Mi muncul. ”Hai! Amaaaan, ayo cepat!” Zhou Mi memberi isyarat, mereka berdelapan lari menuju satu pintu yang tiba-tiba saja terbuka, dan ternyata Sungmin dan Ryeowook menyambut mereka.

”Annyeong!” sapa mereka.

”Oppa!”

”Halo…”

”Masuk, masuk… mereka akan tiba disini, sekitar pukul lima, apa yang mau kita ubah, Haejin-ah?”

Haejin kemudian memandang berkeliling dorm yang tidak kalah mewah dari dorm Super Junior di Korea sana, namun sedikit lebih kecil, kemudian Haejin mulai berbicara, dan semua mendengarkan dengan seksama.

 

*GTV Skip Beat Press Conference*

Tepukan tangan belum juga berakhir ketika akhirnya Donghae dan Siwon masuk ke belakang panggung lagi. Acara konferensi pers drama Extravagnt Challenge atau Skip Beat telah berakhir, di belakang panggung, mereka sesekali mengambil gambar, dan masih saling berbincang satu sama lain, tapi sebetulnya tangan Donghae sudah gatal mau mengaktifkan kembali ponselnya, dan mencari kabar tentang kekasihnya.

Akhirnya setelah acara benar-benar berakhir, Donghae buru-buru ganti baju, dan sudah mau buru-buru juga cabut dari tempat acara, sampai-sampai semua orang pun jadi tahu kalau Donghae mau menemui seseorang.

”Mau kemana sih, Donghae?” tanya Ivy Chen dengan bahasa Taiwan, yang dimengerti Donghae pelan-pelan. ”Kayak ninggalin kompor nyala aja di rumah, buru-buru begitu…”

Donghae nyengir gak jelas dan menjawab patah-patah. ”Iya, ada perlu, Jie Jie…” jawabnya. ”Ayo, Siwon-ah, buruan!”

”Iya… iya…” kata Siwon pasrah. ”Oke, duluan ya semuanya…”

Dan mereka berdua buru-buru masuk mobil, barulah di dalam mobil, Donghae menghubungi Haejin. Tapi ponselnya tidak aktif, berikut ponsel Kyorin, Chihoon, dan JooEun, ”Hubungi Ririn dong…”

”Ya!” keluh Siwon.

”Cuma mau nanyain Haejin, nggak ada maksud lain!”

”Ck!” decak Siwon mengeluarkan BlackBerry Onyx Bold-nya, dan menyerahkannya pada Donghae. ”Kau yang telepon deh… aku tidak mau dia salah paham…” kata Siwon pelan.

Donghae buru-buru menekan angka satu, bingo! Bahkan speed dial Siwon masih belum berubah, angka satu tetap untuk gadis bernama Park Ririn, Donghae nyengir gak jelas sebelum menempelkan ponsel itu ke kupingnya, tapi nggak aktif juga, kalau nggak ingat itu hape Siwon, sudah dibantingnya ponsel itu.

”Ah! Masa buka Twitter lagi?!” keluh Donghae gusar.

”Hahahaha…” Siwon tertawa melihat kelakuan sahabatnya tersebut.

Akhirnya Donghae mau tidak mau membuka akun Twitternya, dan langsung masuk kolom search dan membuka akun fanbase milik Haejin, tapi betapa terkejutnya dia mendapati update status dari sang akun.

”Kenapa?” tanya Siwon melihat perubahan ekspresi Donghae.

Donghae menyerahkan Bold-nya pada Siwon, Siwon membacanya.

 

Felidis Gone without a tracks

Only Manager Junjin seen in the Airport!
Where is The Girls?

HaeKyoChi Missing!

 

”Jadi ini maksudnya, cuma Manajernya doang yang balik ke Seoul, gitu?” tanya Siwon kaget.

”Makanya itu!”

”Tapi mereka ada jadwal lagi gak disini?” tanya Siwon lagi.

”Kalau pun ada, nggak mungkin si Junjin itu pulang sendirian ke Korea, kan? Mereka kan tetep harus di dampingin! Manajer Felidis kan cuma satu, emangnya kita, ada enam?!”

Siwon mendengus, ”Smells fishy here…”

”Fishy?” Donghae menunjuk dirinya sendiri.

==”

Ponsel Siwon berdering, Siwon melirik layar LCD-nya, Henry, dan langsung menekan tombol hijau. ”Ne, Henry, waeyo?” tanya Siwon pada Henry, kemudian mengernyit. ”Jinjja?! Ya kami memang mau langsung pulang… ne, arasseo, arasseo… ne, ne… annyeong!”

”Kenapa?” tanya Donghae.

”Ada rapat mendadak di dorm, aku tidak tahu, tapi yang jelas suara Henry serius sekali!” kata Siwon bingung.

”Aduuuuuh! Nggak bisa nyari Haejin dong?!”

”Haejin mulu dipikirin!” Siwon menjitak kepala Donghae, dan Donghae nampak gusar, dan merajuk.

Sesampainya di lobi, mereka langsung masuk ke dalam lift, dan menekan tombol angka sepuluh, lalu berjalan menyusuri koridor yang sudah mereka kenali, lalu tiba di depan sebuah pintu, Siwon memasukkan kombinasi angka, setelah terdengar bunyi pip, Siwon mendorong terbuka pintu apartemen, tapi kaget mendapati seluruh apartemen gelap.

Donghae di ambang pintu jadi ragu-ragu. ”Lho, pada kemana?”

Tiba-tiba terdengar dentingan piano, gesekan biola, dan petikan gitar pada saat yang bersamaan.

 

But that’s the moment you came to me…

I don’t know what your love has done to me…

Think I’m invcible, I see…

Trough the me, I used to see…

you changed my whole life…

don’t know what you’re doing to me…

with your love…

I’m feeling all superhuman you did this to me…

A superhuman heart beats in me…

Nothing can stop me here with you…

Superhuman…

 

Donghae kenal suara ini, dan benar saja, lampu-lampu kecil mulai dinyalakan, dan seorang gadis sedang duduk menyilangkan kakinya di atas sofa dan terus bernyanyi, Donghae masih terpana, sementara Siwon buru-buru tutup pintu.

 

I’ve tried to hide it so that no one knows
But I guess it shows
When you look into my eyes
What you did and where you are comin’ from
I don’t care, as long as you love me, baby.
I don’t care who you are

Where you’re from
What you did
As long as you love me
Who you are
Where you’re from
Don’t care what you did
As long as you love me

Donghae merasa wajahnya memanas, dia malu, tapi deg-degan, tapi bangga, tapi mau nangis, tapi mau ngomong, semua diam jadi satu, sementara didengarnya Siwon cekikikan di belakangnya.

 

Take my hand…

I’ll take the lead, and everyturn will be safe with me…

Don’t be afraid, afraid to fall, you know I’ll catch you, through it all…

And you can’t keep us apart…

Even a thousand miles, can’t keep us apart, cause my heart is wherever you are…

It’s like catching lightning the chances of finding someone like you…

It’s one in the million, the chances of feelin the way we two…

And with every step together, we just keep on getting better…

So can I have this dance?

Can I have this dance?

Can I have this dance?

Can I have this dance?

Can I have this, dance?

 

Dan Haejin berdiri dari kursinya lalu menghampiri Donghae, sementara musik di belakangnya berubah lagi, Haejin meraih tangan Donghae dan menariknya ke tengah ruangan, lalu dari bibir mungilnya dia mulai bernyanyi lagi.

 

I feel happy with your joking kiss
Even if you have a cute & innocent expression
Without knowing like a lady my lips
are calling your name

We walk while matching our feet, holding our hands
I want to lean on your shoulder and tell you.
“Thank you I Love You I will only give you happiness” Kissing you oh my love
Tomorrow you are lying next to me in the warm sun
when i sing you a love song you smile
The sweet & happy words “I Love You”

Kissing you baby~ Loving you baby~

Donghae tertawa melihat Haejin yang melakukan covering dance SNSD – Kissing You, dimana dirinyalah yang menjadi model MV-nya, akhirnya lagu berhenti, tepat ketika keduanya berhenti berdansa dan Haejin memeluk tubuh Donghae erat.

”Hae, bales!” komando seseorang, dan petikan gitar dan piano menguat, Donghae tahu betul lagu apa ini, dan mulai bernyanyi.

 

Oh Tai wan mei… ni yan li wo chu xian…

Ohh bu ruang shui… ti wo zai ni shen bian…

Uwouo…

ni de mei yan Ni de ce lian Ni de jing jian Ni de wu mei ni de yi qie Cong tou dao wei Wo yi lun xian

Happy 1st Anniversary, Poppa…” bisik Haejin dalam pelukan Donghae setelah dia menyelesaikan lagunya, ”Terima kasih sudah menjadi pendampingku selama satu tahun ini… terima kasih mau menerimaku apa adanya, terima kasih sudah bersamaku dalam suka-duka, terima kasih mau mencintaiku… saranghae!” kata Haejin sambil menatap Donghae dan tersenyum manis, dan Donghae memeluknya.

”Satu… tahun?” tanyanya tak percaya, dan Haejin bisa merasakan air mata Donghae jatuh di bahunya. Haejin mengangguk, dan mengeratkan pelukannya erat. ”Jinja? Sudah satu tahun?” tanya Donghae tak percaya, melepaskan pelukannya dan menatap Haejin ke matanya langsung.

Haejin mengangguk. ”31 Maret 2010, kau menyatakan perasaanmu padaku… aku menerimamu… dan kita jadian, sampai hari ini…” Haejin menjelaskannya lagi.

”Aaah, saranghae!” dan Donghae mengecup bibir Haejin.

”Nado!”

”Iya, sebar bunga!”

”Nyalain petasan!”

”Kembang api!”

”Bakar rumah!” seru Kyuhyun belakangan.

Semua tertawa, dan muncul dari persembunyian masing-masing, toh Donghae memang mencium Haejin sebentar saja, dan langsung menatap sekeliling. Ternyata yang bermain biola itu Henry dan Kyorin, yang bermain piano Ryeowook, dan yang bermain gitar Sungmin. Semuanya bergantian memberikan selamat pada Donghae yang tangannya terus melingkar di pinggang Haejin, seolah-olah keduanya sedang pesta pernikahan, bukan merayakan hari jadi mereka. Pertama-tama kedua adik Haejin, Kyorin dan Chihoon. Lalu seluruh anggota Super Junior M, satu persatu menyalami mereka, dan setelah JooEun – Eunhyuk, barulah Ririn yang memeluk Haejin lama sekali.

”Chukae!”

”Gomawo, Onnie…”

”Satu tahun untuk seratus tahun ke depan…” kata Ririn sambil mencubit pipi Haejin. ”Lebih mengerti Donghae, ya?”

Haejin mengangguk, ”Amin! Pastinya…” dia langsung menarik Donghae yang sudah menempel padanya semakin erat. Ririn menoleh pada Donghae.

”Chukae!”

”Gomawo, besties!” ucap Donghae. ”Semoga kau juga demikian…” Donghae mengedip pada Ririn, dan Siwon yang garuk-garuk kepala di pojokkan. *believe it or not, pas nulis ini, lagu Who Am I diputer di WMP yang saya shuffle, aku gak tau ya kebetulan atau gimana? Wink ke Park Ririn*

Tak lama mereka mulai makan-makan, semua makanan siap saji yang sudah dipersiapkan oleh Haejin, mereka makan sambil ngobrol-ngobrol. Kyuhyun bersama Zhou Mi, sementara Sungmin dan Chihoon sudah ngobrol berdua, begitu juga dengan Ryeowook dan Kyorin, serta Eunhyuk dan JooEun, lalu Henry menelepon kekasihnya yang masih SMP di Korea sana. Hanya dua orang yang diam-diaman di sudut masing-masing menatap iri pada satu titik.

Haejin dan Donghae tertawa bersama sambil menyilangkan gelas sampagne mereka, jadi mereka meminum gelas tersebut sambil saling memeluk.

”Oke, oke, oke… sudah malam, kami mau jalan-jalan!” kata Kyuhyun bahagia. ”Nara menelepon, dia diterima salah satu perguruan tinggi beasiswa secara full!”

”Woah?! Jinja?! Daebak‼!” teriak semuanya.

”Makanya, ayo aku traktir… kita tinggalkan saja si Koki dan si Nemo di rumah…”

”Yah, masa aku gak dapet traktir?” keluh Haejin.

”Kau berduaan dengan Donghae Hyung juga sudah kenyang kan?” kata Kyuhyun pedas. ”Ayo semua, dadaaaaaah… jangan malu-malu ya kalau sudah berduaan di dalam?!”

Wajah Haejin memerah.

”Memang kami semesum itu apa?” tanya Donghae tak terima. *jujur ini pertanyaan yang pengen banget saya tanyain ke semuanya, #plakk*

Akhirnya semuanya pergi, dan meninggalkan Donghae dan Haejin berdua saja di dalam dorm Super Junior M, mereka berdua tahu kalau mereka semua sengaja! Tapi, ternyata, empat bulan tak bertemu, kalau bertemu langsung disuruh berduaan. Dua-duanya jadi diam dan kikuk, padahal saat banyak orang tadi, jarak terjauh diantara mereka hanya lima centi!

Donghaelah yang pertama melirik Haejin yang mendadak kepanasan, kipas-kipas leher menggunakan tangannya sendiri, padahal udara cukup dingin, dan apartemen mereka menggunakan mesin pendingin.

”Hai…” sapa Donghae sambil mengangkat alisnya jail.

Haejin nyengir. ”Hai!”

”Ahahahahaha…” Donghae tertawa, lalu memeluk Haejin lagi, dan Haejin membenamkan kepalanya di tubuh pria itu, wangi badannya yang dirindukannya menyerbu indra penciuman Haejin. ”Maaf ya aku sama sekali nggak ingat kalau kita anniversary, aku jadi gak siap kado…” bisik Donghae, sambil menatap Haejin, dan merapikan rambutnya ke balik telinga Haejin.

Haejin nyengir, dan mengangguk. ”Itu bukan hal besar… yang penting ini fondasi kita ke depan.”

”Ne…”

Haejin menghela napas, wajahnya muram, tapi tangannya membelai-belai pipi Donghae lembut, Donghae menaikkan dagu Haejin, agar kedua mata gadis itu menatapnya.

”Kenapa?” tanya Donghae.

”Ani… hanya sedih, di hari bahagia kita… harus ada yang tidak bahagia…” kata Haejin, sambil menatap Donghae. ”Mengerti kan, maksudku?”

Donghae mengangguk. ”Kita doakan saja yang terbaik bagi dua-duanya… tapi sekarang,” Donghae menarik Haejin menuju sofa panjang. ”Jangan pikirkan yang lain dulu, ini hari kita!”

”Oke…” Haejin mengangguk dan menarik napas dalam-dalam. ”Mian, aku justru merusak acara!”

”Ani…” Donghae menggeleng. ”Ceritakan padaku, apa yang kau lakukan di Korea?”

”Hah~ bisa apalagi? Latihan, latihan, latihan, syuting, syuting, syuting, sudah… kita sama!”

Donghae mengelus pipi Haejin. ”Aku kangen padamu…”

”Aku juga…”

”Momma…”

”Ne?”

”Sekali ini saja…” mohon Donghae.

Alis Haejin mengernyit. ”Apa?”

”Tapi janji kabulkan, ya?” pinta Donghae dengan puppy eyes cling cling andalannya, yang paling bisa bikin lutut Haejin lemas bolak-balik.

”Iya deh…”

Donghae mendekatkan wajahnya.

”Apaan?” Haejin gak nyambung.

”Aaah… jangan pura-pura gak tau, ah…”

”Apaan?” tanya Haejin bingung, dia ada dua pemikiran, tapi kalo dia nanya, dia malu kalau salah, jadi mendingan nunggu Donghae aja deh yang bilang sendiri minta diapain.

Donghae menarik-narik baju Haejin kayak anak kecil. ”Aaah, ayo doooong…”

”Ya apaan?! Kasih tau…” tanya Haejin.

”Haaaah… pura-pura!” Donghae manyun.

”Nggak pura-pura, Sayang… Poppa… kamu mau apa?”

”Hmm…” Donghae terus mendorong-dorong Haejin.

”Iiiih! Gak tau ah!” Haejin kesel sendiri.

”Iih curang! Katanya mau ngabulin!”

”Ya apaan dulu? Kamu ngerengek aja nggak bilang mau apa!”

”Maluuuuuu, tau…”

”Cih! Sejak kapan Lee Donghae malu? Aigoooo… ciku ciku ciku…” Haejin menggelitik dagu Donghae dengan ekspresi mengelus-elus Bada yang ditinggalkan di Korea.

Donghae cemberut, lucu banget, Haejin malah ngakak parah melihat kekasihnya cemberut begitu. ”Hayooo, mau apa? Kasih tau Momma, Honey… Momma kabulkan sini…” kata Haejin dengan gaya pedenya.

”Bener ya?”

”Iya, bener, mana bilang makanya, kalo gak bilang gak dikasih…”

”Cium…”

Haejin ngakak. ”Udah? Itu doang? Ya ilah, ngomong kek dari tadi… sok malu-malu, cuih!” malah makin diledek.

”Aaah, jangan-jangan kamu ngarep aku minta yang lain, ya?”

Wajah Haejin memerah. ”Mwoya?!”

”Ah, ngaku! Mukanya merah tuuuuh, aku gak keberatan lho…” dia mendekatkan wajahnya lagi pada Haejin.

Haejin menjitak kepalanya. ”Belum nikah!”

”Ayo nikah kalo gitu!”

”Ya!” teriak Haejin takut.

”Ahahahaha…” Donghae memeluk Haejin erat. ”Bercanda, Sayang… bercanda!” lalu dia melepaskan pelukannya. ”Cium!”

Haejin memejamkan matanya dan mencium Donghae, Donghae terkekeh, Haejin mengernyit dalam ciumannya. ”Kenapa?” tanya Haejin bingung masih sambil mencium Donghae.

”Lama nggak dicium…” dan Donghae memejamkan matanya, sambil menarik kepala Haejin dan mereka tidak sempat ngobrol lagi~~

END

Yeeey, nggak nyangka, tahun lalu 31 Maret 2010, saya mentasbihkan diri #plakk sebagai Lee Haejin, pasangan Donghae sehidup semati di semua fanfiction yang  saya tulis, mulai dari FF perdana saya bareng anak-anak Felidis : ESC Namja, lalu lanjut ke Can It Be Love, dan akhirnya bisa sampai sekarang ini. 31 Maret 2010, saya memutuskan kalau bias saya Donghae, jadi ya begitulah… disini saya bentuk, kalau JinHae 1st Anniv, yang bener ngejawab cuma satu orang… hahahahaha Isnaa, kamu bakal main ff berikutnya dengan bias kamu… kasih tau aku yaaa… wakakakaka

Soal RinWon, aye no komen! tanya ke orangnya yaaa… trus chukae buat Icha-Nara yang nggak diajak ke Taipei, soalnya dia ujian di Korea #plakk dan Icha keterima beasiswa Sampoerna lho… chukae Icha!

Akhir kata semoga 1 tahun JinHae menjadi fondasi 100 tahun berikutnya, amin… bye bye love you, maaf kalo ffnya agak maksa, aku bkinnya juga maksa, karena merasa ini anniv, disela-sela flu dan jagain adekku… hehehe *bow*

52 thoughts on “{JinHaeXy} Haejin’s Secret Mission 2/2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s