{JinHaeXy} When I Fall ~Part 4~

Jangan lupa setting waktunya ya… it’s still on January 2010… ^^

*           *           *

”Jadi, harus berapa lama lagi aku disini?” tanyaku kesal. ”Aku sudah mulai bosaaaaaaaan, lagipula sepertinya pekerjaanku banyak, kan? Aku tidak mau hutang pekerjaanku menumpuk, ayolah Oppa…” rengekku pada Junjin Oppa, keesokan harinya. Junjin Oppa menjengukku di rumah sakit, bersama dengan Sunye Onnie dan YeEun Onnie.

”Kalau masih sakit, sudah istirahat saja… kau mana bisa bekerja dengan baik kalau sakit? Yang ada kau malah tambah parah nanti…” tegur YeEun Onnie.

”Aku sudah merasa segar!”

Sunye Onnie geleng-geleng dan duduk di sofa, lalu perhatiannya seperti terusik oleh sesuatu. ”Haejin-ah… itu mawar merah?”

”Ah, ye… Onnie…” aku menoleh pada mawar yang kuletakkan di meja samping tempat tidur rawatku. Tak terasa, wajahku memerah, aku mengenang-ngenang pertemuanku dengan Tuxedo Bertopeng semalam.

”Eiii…” Sunye Onnie melirikku dengan cengiran lebarnya, lalu dia berdiri dan menghampiri meja. ”Smells fishy here, ada apa ini Lee Haejin?” tanyanya dengan nada menggoda.

”Mwoya?” tanya YeEun Onnie penasaran menatap mawar tersebut, Junjin Oppa masih sibuk dengan Galaxy Tab-nya.

Sunye Onnie duduk di tepi kasur, ”Ya! Lee Haejin, beritahu aku… siapa yang memberimu mawar ini?”

”Molla…” jawabku jujur, tapi wajahku memanas.

”Kotjimal! Mana mungkin kau bisa malu-malu kucing seperti ini?”

”Jinja, Onniedeul…”

YeEun melirik mawar yang agak-agak segar tapi mau layu itu, kemudian menatapku, ”Kelihatannya mawarnya masih agak bagus, siapa yang datang, Haejin-ah?” tanyanya.

”Sumpah, aku tidak tahu…” aku mengacungkan V sign, kudengar kemudian Junjin Oppa menerima telepon dan keluar, tanpa sedikit pun penasaran dengan mawar tanpa nama tersebut.

Aneh, padahal kan Junjin Oppa itu netizen yang menjelma jadi Manajer, jarang sekali dia tidak penasaran dengan gosip-gosip antar member, aku mengerutkan dahiku dengan curiga.

”Ayo, Junjin Oppa sudah tidak ada… ceritakan pada kami, siapa yang memberimu mawar ini?!” seru YeEun Onnie.

”Iya, siapa?”

”Ya ampun, Onniedeul… aku tidak berbohong…” aku kemudian menarik laci, dan mengeluarkan kartu putih yang disertakan bersama mawar itu semalam. ”Semalam ada yang datang… tapi gelap, aku tidak tahu siapa dia… tapi dia bilang, jangan sakit lagi… lalu… lalu…”

Sunye Onnie dan YeEun Onnie menatap kartu itu lekat-lekat.

”Lalu, pria itu mencium keningku dan kabur…” jelasku. ”Aku tidak sempat menyalakan lampu! Dan dia buru-buru kabur…”

”Hee?! Dia mencium keningmu?!”

Aku mengangguk, wajahku kembali memanas. ”Aku rasa aku kenal suaranya, tapi aku tidak tahu…”

”Siapa?!” YeEun Onnie penasaran.

”Nado molla… hanya ada inisial SA disitu…” aku menunjuk kartu. ”Rasanya aku kenal suaranya…”

”Anak JYP?”

Aku mengernyitkan dahi, mencoba mengingat-ingat, 2PM, 2AM, suara mereka bersepuluh tak ada yang mirip dengan suara pria itu semalam. Tapi aku benar-benar merasa mengenal suara itu.

”Rasanya bukan…”

”SA… SA… SA…” Sunye Onnie mencoba-coba menerjemahkan maksud kartu tersebut. ”Siapa yang namanya SA? Song… marganya Song…”

”Song? Aku tidak kenal dengan orang bermarga Song, cowok muda…”

”Hiii, Haejin-ah, kau tidak takut ditemui seorang pria tengah malam  buta di dalam kamar? Gelap pula… kenapa kau tidak teriak minta tolong?!” tanya YeEun Onnie ngeri sendiri.

Aku mengangguk. ”Sebetulnya aku takut, Onnie, tapi… begitu aku mau menyalakan lampu, dia langsung memegang tanganku… dia tadinya duduk di sofa itu,” aku menunjuk sofa. ”Lalu ketika dia memegang tanganku lembut… aku langsung yakin dia tidak akan berbuat jahat, bahkan dia bilang padaku jangan sakit lagi, suaranya sangat familiar… lalu dia mencium keningku, dan kabur buru-buru sebelum aku sempat menyalakan lampu!”

”Aiyaaa, romantisnya… jadi iri!” Sunye Onnie berkomentar.

”Hmm, bukan Taecyeon kan?”

Aku menarik napas tanpa sengaja, kemudian mengembuskannya berat, dan berpikir, seharusnya akan sangat menyenangkan jika itu adalah Taecyeon, tapi… bukan, itu bukan Taecyeon.

”Ani, bukan dia…” sahutku.

”Dan kau tidak berharap itu dia, kan?” tanya YeEun Onnie lagi.

Aku menggeleng, ”Aku tidak tahu, rasanya setelah dia memberikanku bunga itu, sakitku terangkat semua… terutama sakit disini,” aku memegang dadaku. ”Rasanya ringaaaaaan, seperti…” aku memejamkan mataku senang. ”Sepertinya akhirnya aku sadar, bahwa masih banyak orang yang menyayangiku, dibanding aku harus mengemis cinta pada Taecyeon.”

”Aaah, daebak!” seru Sunye Onnie dan YeEun Onnie senang, dan memelukku berbarengan.

”Kami senang, syukurlah, Haejin-ah, adikku…” Sunye Onnie memelukku erat-erat, sementara YeEun Onnie mengelus rambutku. ”Akhirnya kau sadar juga, Haejin-ah… akhirnya, aku bisa melihat senyummu yang biasa!”

Aku nyengir. ”Maaf membuat kalian khawatir…”

”Tapi, berarti pengaruh mawar ini hebat juga ya…” komentar YeEun Onnie. ”Sampai kau seperti ini…”

Aku tersenyum. ”Sebetulnya, aku juga sudah memikirkan kata-kata kedua adikku, Kyorin dan Chihoon. Mereka pastilah ikut tertekan, dengan aku yang tertekan terus… lagipula rasanya tak ada gunanya aku seperti itu terus… karena yang kalian bilang benar… pasti disana masih ada banyak yang menyayangiku.”

”Aku tahu! SA!” seru Sunye Onnie tiba-tiba.

”Siapa?!” aku dan YeEun Onnie balas berseru.

Sunye Onnie menjawab, ”Seuloung Ajibiem! Itu kan inisial namanya, di YM dia pakai nama itu, kan?”

”Hah?!” teriakku.

”Ah, bahta!” YeEun Onnie menepuk tangannya tiga kali. ”Benar, Sunye-ya, itu pasti Seulong! Pasti Seulong…”

Aku mengernyit, mana mungkin Seulong?!

”Harusnya kita sadar sejak lama, kalau Seulong suka padamu! Bagaimana mungkin dua sahabat dari kecil bersama hingga besar tidak ada perasaan apa-apa? Benar tidak?” dan dengan bangganya Sunye Onnie melanjutkan hipotesanya.

”Pajo!” YeEun Onnie menimpali. ”Kau bilang kau kenal suaranya kan? Pastilah Seulong berbisik-bisik mesra semalam, kan? Sudahlah, tunggu apa lagi, Haejin-ah? Lekas jadian dengan Seulong!”

”Bukan Seulong ah!”

”Yaaaah siapa lagi yang namanya SA coba? Nickhun saja sering di variety-variety show memanggilnya seperti itu…”

”Keurae keurae keurae…”

”Sudahlah, tak usah pikirkan si Taecyeon lagi… di depanmu mulus, masih ada Im Seulong…”

”Chukae!”

”Onnie…” aku menggeleng. ”Bukan Seulong! Suaranya bukan suara Seulong, mana mungkin aku tidak mengenali suara sahabatku sendiri?! Jangan ngaco, Onniedeul… Seulong dan pria semalam berbeda…”

YeEun Onnie menggeleng. ”Seulong pasti berusaha memelankan suaranya, agar tidak ketara olehmu!” yakin sekali dia.

”Aniyooooo…”

Sunye Onnie bertanya, ”Bukankah kau bilang kau kenal suaranya? Lagipula mengingat keadaannya kau baru bangun tidur, rasanya mungkin saja itu Seulong tapi kau tidak sadar, ya kan?”

”Benar, masuk akal!”

”Tidak! Bukan Seulong…”

”Sudahlah Haejin-ah, terima saja kalau dari sahabat,  bisa berubah menjadi cinta… itu biasa terjadi, kok!”

 

*           *           *

Aku bergulik-gulik gelisah di atas kasur ruang rawatku, Chihoon dan Kyorin sibuk hari ini. Harusnya aku ikut mereka, tapi karena aku terbaring disini, aku tidak bisa ikut dengan mereka, aku bukan leader yang baik, hiks! Tapi kemudian aku menatap mawar merah yang semakin layu itu.

Benarkah itu Seulong? Rasanya mustahil, meski semua bukti mengarah kesana, tapi rasanya tidak benar, karena aku tahu betul, itu bukan dia! Masalahnya, aku sendiri tidak tahu, siapa yang memeberikanku mawar itu. Mendengar dari kata-katanya semalam tentang dia selalu khawatir padaku, membuatku tercenung. Masih ada orang yang bersedia khawatir seperti itu untukku?

Dia baik sekali…

Itu yang ada di pikiranku, aku berterima kasih sekali pada orang itu, tapi siapa dia? Tak lama Junjin Oppa datang lagi, dan berkata besok aku sudah bisa pulang, dan langsung bisa bekerja, dengan izin dokter, aku cukup senang mendengarnya, karena aku sudah bosan disini!

”Apa jadwal kita?”

”Ada special stage untuk tahun baru…” Junjin Oppa membaca isi Galaxy Tab-nya. ”Tentu saja kau harus ikut, sebagai representasi JYP dan Felidis… Wonder Girls dan 2AM tidak bisa ikut.”

”Wae?”

”Wonder Girls belum boleh keluar publik, karena mempersiapkan comeback mereka, dan 2AM sedang di Singapura…”

”Di Singapura?”

”Ya, kemarin malam berangkatnya, Seulong setelah dari sini langsung ke bandara, Haejin-ah… besok adalah latihan kita, karena ini adalah stage kolaborasi antara SME dan JYPE, kita akan ke kantor SM besok…”

Aku berpikir cepat. Hipotesa Sunye Onnie dan YeEun Onnie salah besar, 2AM sejak semalam berada di Singapura, dan Seulong langsung ke bandara setelah menemaniku di rumah sakit.

Pria itu jelas bukan Seulong!

Entah kenapa aku malah senang, mengingat hatiku yang benar, mengalahkan logikaku. SA bukan Seulong Ajibiem, ada alasan lain dibalik nama itu, dan itu bukan Seulong!

”Ah iya, jadi hanya 2PM dan Felidis yang akan pergi ke kantor SM Entertainment?” tanyaku.

”Iya, kita akan kolaborasi… 2PM dengan SNSD seperti biasa, dan Felidis, masih belum tahu konfirmasi dari SM apa, dengar-dengar sih dengan SHINee… tapi katanya tahun baru ini SHINee sibuk, jadi Super Junior yang masih nganggur… aku pribadi merasa image Felidis kan masih muda, harusnya dipasangkan dengan SHINee. Super Junior kan lawas…”

Aku tertawa. ”Lawas?! Memangnya mereka jamannya H.O.T?”

”Tetap saja, meski Chihoon dan Kyuhyun kakak-adik, tapi Kyuhyun dan kau saja berbeda tiga tahun usianya… sedangkan dengan SHINee, kau hanya berbeda satu dan dua tahun dengan Onew dan Jonghyun. Kau seumuran dengan Key dan Minho…”

Aku cuma nyengir, ya dengan siapa saja boleh lah… tapi ada yang mengganjal lagi, 2PM akan dipasangkan dengan SNSD, pastilah Taecyeon dan YoonA Sunbae akan dipasangkan seperti di MBC Gayo Daejun akhir tahun kemarin. Padahal aku sudah cukup merasa tenang dengan kenyataan bahwa ada yang menyayangiku lagi, tapi fakta Taecyeon dan gadis lain, masih saja menghantamku.

Aku menoleh menatap mawar lagi, rasanya dadaku yang sesak, sedikit mengendur. Mawar itu memberi efek menenangkan, meski dengan pikiran-pikiran yang sedih, mengingat mawar tersebut, membuatku senang, atau tenang, setidaknya.

Malamnya, Chihoon dan Kyorin datang, dengan heboh bercerita mereka sudah diajari koreografi untuk tarian kolaborasi, tapi Kyorin mengeluh, akan Chihoon yang badannya kaku, dan susah menghapal gerakan, sampai ketika Chihoon yang kuomeli mendapati setangkai mawar layu.

”Onnie, ini mawar darimana? Perasaan kemarin belum ada…” tunjuknya tiba-tiba.

”Ah, ada yang datang, siapa?” tanya Kyorin juga penasaran.

Akhirnya aku menceritakan dengan jujur apa yang kualami, dan hebatnya, Kyorin dan Chihoon sependapat dengan Sunye Onnie dan YeEun Onnie, sampai kupatahkan bahwa 2AM sedang berada di Singapura, jadi tidak mungkin Seulong yang memberikanku mawar merah itu. Barulah mereka diam, dan berpikir lagi.

Setelah pukul sembilan, jam besuk habis, Kyorin dan Chihoon pulang setelah dijemput oleh Junjin Oppa, aku  buru-buru mematikan lampu, dan tidur. Aku sadar kok, hati kecilku berharap, pria itu akan datang lagi malam ini, setidaknya untuk membuatku senang saja.

Karena tidak perlu memikirkan Taecyeon.

Rasanya aku ketiduran, tapi aku tahu ini belum pagi, karena kamarku gelap gulita, dan hanya berkas-berkas cahaya kecil yang masuk ke dalam kamar. Tiba-tiba ada sensasi menggelepar kupu-kupu berada di perutku, dan aku tahu, aku tidak sendirian lagi.

Tuxedo Bertopengku sudah datang, dan memunggungiku, menatap jendela yang tertutup, entah dia tahu aku sudah terbangun atau belum.

”Malam…” ujarnya lembut.

Aku kaget, dia tahu aku terbangun, aku duduk pelan-pelan, dan menyibak selimutku, dia berbalik cepat, dan sudah menahan bahuku. ”Jangan turun, sudah duduk saja…” katanya lagi.

Suaranya pelan sekali, tapi entah kenapa aku menangkap semuanya.

”Wae?” tanyaku ikut pelan.

”Kau kan masih sakit, sudah istirahat saja… aku kan mau menjengukmu, bukan mau membuatmu capek-capek…”

”Aku tidak capek! Aku malah senang…”

”Kenapa?”

”Karena kau datang…” akuku.

”Gomawoyo…” dia mengelus kepalaku.

”Sebetulnya kau siapa? Kenapa aku tidak boleh melihatmu… kenapa aku tidak boleh menyalakan lampu, dan melihat siapa yang berbaik hati mau menjengukku di tengah malam buta begini?” aku bertanya dengan penasaran.

Dia tertawa pelan. ”Kau tidak pernah melihatku, meski saat terang…”

”Mwo?” tanyaku tak mengerti.

”Kau tidak mengenaliku, meski keadaan terang…” dia menjelaskannya. ”Jadi, biarkan saja gelap begini, toh dengan gelap begini, kau justru sadar ada aku…” dia terkekeh. ”Karena disaat terang, aku tidak mungkin bisa begini… dan disaat terang, kau tidak pernah menyadari aku ada…”

Kepalaku berputar-putar, orang ini bahasanya berat banget! ”Kenapa aku tidak bisa mengenalimu?” akhirnya aku menanyakan pertanyaan paling bodoh sedunia, dan dia tertawa.

”Mana aku tahu jawabannya…” akhirnya dia menjawab. ”Kau terlalu sibuk memikirkan orang lain, dan tidak menyadari, bahwa ada orang lain yang memikirkanmu. Tapi tak apa-apa, akhirnya kau menyadari aku ada meski dalam keadaan gelap begini…” dia mengelus pipiku. ”Lebih baik kau istirahat lagi, agar kau segera pulih.”

”Mau pulang ya?” tanyaku. Hueee, kenapa ada nada tak rela dalam suaraku, aaaah… untung gelap, dia tidak melihat wajahku.

”Kau tidak mau aku pulang?”

”Iya, disini saja dulu… aku tidak akan menyalakan lampunya, asal kau disini dulu ya…”

”Oke, kutemani sampai kau tidur ya…”

”Oke…”

Dia merebahkanku lagi ke bantal, dan menutupi tubuhku dengan selimut, lalu kurasakan dia duduk di tepi tempat tidurku, dan aku tahu, meski dalam gelap, dia sedang memandangiku.

”Boleh kupegang tanganmu?” tanyaku.

”Boleh…” dia mengulurkan tangannya, aku meraihnya dan menggenggamnya, dia balas menggenggamku, genggamannya kuat, tapi anehnya tetap terasa, lembut, dan membuatku merasa aman.

Aku menguap lagi.

”Ayo tidur…” dia mengelus kepalaku.

”Hmm, sebelum tidur, aku mau bertanya lagi…”

”Apa?” dari nadanya aku bisa menangkap, dia tersenyum.

”Be…besok…” aku agak terbata-bata mengatakannya. ”Aku pulang…”

”Baguslah…” dia benar-benar terdengar lega.

Aku sedikit tidak rela. ”Apakah kalau… kalau aku pulang nanti, aku tidak bisa bertemu denganmu lagi?”

Dia terkesiap. ”Kau… mau bertemu denganku lagi?”

”Hmm…” aku mengangguk.

”Kau yakin?” tanyanya.

Aku mengangguk, ”Aku yakin…”

”Begini saja,” katanya kemudian dia meletakkan tangannya yang satu lagi di tanganku. ”Kalau kau berhasil tahu, siapa aku sebetulnya, aku tidak mau bersembunyi lagi darimu. Tapi kalau di dalam terangpun kau masih tidak bisa mengenaliku…”

Aku menggigit bibir. ”Apakah aku setak acuh itu?”

”Hanya padaku…” dia terkekeh miris. ”Hanya padaku saja…”

”Aniya, kau baik sekali… tidak seharusnya aku memperlakukanmu seperti itu, izinkan aku menebusnya…”

Dia tersenyum. ”Jeongmal?”

”Ne, tapi kenapa kau baik sekali?” tanyaku. ”Padahal seperti katamu tadi, aku tidak acuh padamu… kenapa kau tetap baik padaku?”

”Hahaha…” dia tertawa. ”Kau polos atau bodoh ya?”

Aku merengut.

”Seharusnya kau tahu kenapa seorang pria yang sama sekali tidak diacuhkan, tapi tetap terus mendekatimu, dan baik padamu… padahal sekalipun kau tidak pernah sadar pria itu ada dalam hidupmu.”

Aku diam.

”Kalau kau sudah tahu siapa aku sebetulnya, aku akan beritahu jawabannya, ayo sekarang tidur…”

Aku menguap, dan memejamkan mata, dengan tanganku masih dalam genggaman tangannya. Keesokan harinya aku terbangun, dengan tangan menggenggam setangkai mawar merah lagi, dan Junjin Oppa yang sudah heboh menyuruhku buru-buru mandi, dan bersiap bahwa kami akan langsung ke kantor SM setelah aku disuntik multivitamin.

Aku sendiri sudah merasa segar, dan senang, meski berdebar-debar, pikiranku masih melayang-melayang. ’Kalau kau sudah tahu siapa aku sebetulnya, aku akan beritahu jawabannya…’

Jadi, siapa identitasnya? Dengan kata kunci, ”Kau tidak pernah melihatku, meski saat terang…” apa itu berarti, sebetulnya aku tau dia, tapi tidak sadar kalau dia, memerhatikanku? Tapi ya ampun, prediksiku terlalu pede! Siapalah aku hingga diperhatikan terus?

Aku tahu memang banyak yang memerhatikanku sebagai saudara, sahabat seperti keluarga JYP-ku, tapi kalau menilik dari kata-kata pria itu semalam, perhatian yang dia berikan beda.

Tapi aku kepedean gak sih berpikir seperti itu? Dengan pikiran penuh kata-kata kiasan dari Tuxedo Bertopengku semalam, tak kusadari vanku sudah memasuki pelataran parkir gedung SM Entertainment, dan begitu turun, aku melihat van 2PM juga sudah ada.

Aku menghela napas dalam-dalam. ”Hwaiting, Haejin-ah!” aku menyemangati diriku sendiri, dan mengikuti Junjin Oppa masuk ke dalam gedung. Kyorin dan Chihoon akan menyusul sekitar jam sebelas, setelah mereka dengan formalitas masuk sekolah hari ini. Supir kami sudah menjemput mereka di sekolah sekarang.

Kami disambut dengan cukup ramah, dan aku serta Junjin Oppa sudah dibawa ke lantai tiga, menuju ruang latihan, dan disana, aku melihat SNSD Sunbaenim sudah berkumpul, begitu juga dengan Super Junior.

Yaaaah, gak jadi sama SHINee deh, hiks… ya sudahlah, tak apa-apa, kemudian kulihat sepertinya 2PM juga sudah ada, oooh tidak!

”Annyeonghaseyo…” sapa Junjin Oppa begitu mendekat.

”Annyeonghaseyo…” koor jawaban terdengar begitu saja, semua mata menoleh pada kami, dan tersenyum ramah, aku membungkuk dan mengucapkan sapaan juga kepada semuanya.

Aku merapat pada Junjin Oppa saja akhirnya.

”Kalau begitu, karena 2PM dan SNSD sudah ada, mereka latihan duluan saja di ruangan sebelah… banyak yang masih ada schedule.” Ucap Manajer SNSD.

SNSD mengangguk patuh, dan satu persatu membawa tas mereka keluar, kemudian manajer 2PM mengajak pasukannya untuk mengikuti anak-anak SNSD.

”Hei, sudah keluar dari rumah sakit?” tanya Junsu kaget mendekatiku.

”Sudah, Oppa…”

”Sudah sehat? Ya ampun, lain kali jangan sampai terkilir ya…” pesan Nickhun. ”Eh, Haejin-ah, tapi kau yakin akan langsung menari?”

”Iya kau kan baru keluar dari rumah sakit…” komentar Junho.

”Kaki sudah benar?”

”Istirahat saja, Haejin-ah…”

Aku tersenyum. ”Gwenchana, aku tak apa-apa, hanya menari, bukan pekerjaan berat. Kalian latihanlah…”

”Oke, take care ya…” pesan Nickhun.

”Ne…”

Mereka keluar dari dalam ruangan, aku hanya menunduk begitu Taecyeon melewatiku, tanpa bertanya bagaimana keadaanku, aku kemudian tersenyum pada rombongan Super Junior, yang kemudian mengajukan pertanyaan yang tak jauh berbeda dari anak-anak 2PM tadi.

Jam sebelas, Kyorin dan Chihoon datang.

”Kolaborasi lagunya, kita cuma exchange lagu satu sama lain aja…” Manajer Super Junior menjelaskan. ”Felidis kemarin kami usulkan untuk menarikan lagu Sorry, Sorry… mereka sudah mengajarkan pada Kyorin-ssi dan Chihoon-ssi, tinggal di perlancar saja, dan sekarang Haejin-ssi mungkin bisa tolong di perlancar…”

Aku mengangguk.

”Gak usah ngajarin Onnie, Onnie mah sekali lihat gerakan langsung hapal…” kata Chihoon iri.

Aku menjitak kepalanya. ”Bukan aku yang langsung hapal, tapi kau yang tidak serius, makanya tidak hapal-hapal!”

Semua nyengir.

”Aku paham perasaanmu, Haejin-ssi… begitulah kami kalau mengajarkan Cho Kyuhyun.” Komentar Eunhyuk Sunbae.

”Mwo?!” teriak Kyuhyun.

Semua tertawa.

”Lalu kemudian akan dibagi menjadi tiga pertunjukan, ada bagian vokal, tari, dan instrumen… jadi nanti Felidis menari dan menyanyikan Super Junior Sorry Sorry, sementara Super Junior akan menarikan Felidis Hysteria. Lalu dari Super Junior dan Felidis akan digabung dan mempertunjukan aksi vokal, juga ada yang bagian dance, dan instrumen.” Manajer Super Junior menjelaskan lagi.

Aku mengangguk paham.

”Nah untuk sementara, lagu yang diputuskan untuk pertunjukan kalian masih sebatas Sorry Sorry dan Hysteria. Jadi ada baiknya sekarang, kita putuskan siapa-siapa saja yang tampil bernyanyi, kemudian tampil menari, dan yang main alat musik…” kata Manajer Super Junior lagi, dia memandang Junjin Oppa memberi kesempatan untuk Junjin Oppa bicara.

Junjin Oppa mengangguk. ”Karena member Felidis hanya ada tiga, yang ketiganya memang memiliki kelebihan spesifik di tiga bidang yang disarankan, ya aku bisa menentukan. Chihoon akan ke vokal, Kyorin main alat musik, dan Haejin tentunya yang dance.”

”Haejin ikutan?!” pekik Eunhyuk.

Aku nyengir.

”Memang kau sudah sembuh?” Leeteuk Sunbae justru bertanya padaku, tapi mengarahkan tatapan pada Junjin Oppa.

Junjin Oppa mengangguk. ”Tadi sudah disuntik multivitamin, dan dia…” Junjin Oppa menunjukku. ”Sudah tidak betah di rumah sakit…”

Anak-anak Super Junior melirikku dengan tatapan aneh.

Kemudian akhirnya diputuskan Super Junior KRY akan featuring dengan Chihoon membawakan lagu Il Divo feat. Celine Dion yang berjudul I Believe In You, aku suka sekali lagu itu, dan vokal Chihoon memang paling pas membawakan lagu tersebut. Lalu yang akan bermain alat musik adalah Siwon Sunbae, Sungmin Sunbae akan featuring dengan Kyorin membawakan lagu Bon Jovi, It’s My Life dan Livin On A Prayer dengan Heechul Sunbae yang akan jadi vokalisnya.

Dan terakhir, sudah bisa ditebak, Eunhyuk Sunbae, Shindong Sunbae, Donghae Sunbae, dan Leeteuk Sunbae, akan featuring denganku ngedance. Masalahnya, dance apa yang dicampur cewek-cowok dan lima-limanya jadi centre coba?

Jadi, beginilah aku dan keempat anak Super Junior lain, duduk di ruang latihan, sementara SJ KRY sudah cabut ke ruang latihan vokal, dan yang ngeband juga sudah ke studio band.

Hanya tim dancer yang belum punya ’masa depan’. Karena itulah Junjin Oppa menemaniku, dan tidak mengikuti Chihoon dan Kyorin.

”Jadi gimana nih?” tanya Leeteuk Sunbae pada kami semua, aku duduk di sebelahnya, diantara Leeteuk Sunbae dan Eunhyuk Sunbae. Shindong Sunbae dan Donghae Sunbae duduk di depan kami.

Eunhyuk Sunbae berpikir keras. ”Apa ya enaknya? Masalahnya dancenya harus mikirin image Super Junior, campur Felidis… kalo Super Junior kita masih pake konsep Sorry Sorry, terus kalo Felidis?” dia menoleh padaku.

”Masih belum pindah konsep…” sahut Junjin Oppa. ”Masih Hysteria kemarin, cuma ada perintah dari perusahaan,” dia melirikku penuh arti, aku mengangguk. ”Mereka bertiga punya image yang harus masing-masing ditonjolkan…” jelas Junjin Oppa lagi. ”Dan aku berharap Super Junior yeorobun disini bisa membantu Haejin untuk menonjolkan image-nya ke depan… image barunya…”

Aku menghela napas, sexy, yes… I’m the charge of it.

”Oke, semoga kami bisa bantu…” Leeteuk Sunbae menjawab.

Junjin Oppa mengangguk, ”Hanya itu yang mau aku luruskan, kurasa Haejin sudah mengerti bagaimana image yang harus dia tonjolkan, aku percaya padanya… sekarang aku mau melihat Chihoon dan Kyorin, terima kasih.” Junjin Oppa pamit, dan menepuk bahuku, aku mengangguk lagi.

”Hmm… imagemu berarti mau bikin yang baru ya? Yang beda dari yang diliat sama masyarakat sekarang?” tanya Leeteuk Sunbae padaku.

”Ne…” aku mengangguk.

”Hmm, image Aegyo Chu dan Hysteria sebetulnya tidak terlalu berbeda… fresh and cute,” Leeteuk Sunbae menganalisis. ”Dan sejujurnya sudah tidak masuk oleh usiamu yang 20 tahun, kan?”

”Itulah kenapa…” aku tertawa.

Shindong Sunbae menjawab. ”Kalau begitu, pencitraan seperti apa yang mau dibuat?”

”Ya, sedikit lebih dewasa aja…” aku menjawab dengan tidak enak hati.

”Hmm…” Leeteuk Sunbae, Eunhyuk Sunbae, dan Shindong Sunbae menggumam bareng.

Hanya Donghae Sunbae yang diam, dari tadi dia diam, dan menunduk, memainkan jari-jarinya saja, tidak banyak berkomentar. Apakah masalahnya tempo hari masih belum selesai, ya?

Kasihan…

”Gini aja deh,” kata Leeteuk Sunbae pada akhirnya. ”Kalau untuk pencitraan lebih dewasa buat Haejin, aku lebih condong kalo bisa kita covering dance lagu barat aja. Dan ini ceweknya cuma satu sih…” dia menggaruk kepalanya bingung. ”Kalo couple dance entar gak adil…”

Eunhyuk Sunbae menjawab. ”Lagu barat apa, yang dibawain cewek sama cowok gitu, biar kita juga gampang!”

”Apa?”

”Michael Jackson? Kayak kita di KBS Gayo Daejun?” usul Shindong Sunbae. ”Smooth Criminal, kan bisa tuh kayak kita kemaren, sama SNSD dan SHINee?”

”Yah, masa baru Smooth Criminal udah Smooth Criminal lagi?”

Semua diam.

Otakku ngebul lama-lama! Memang gak ada yang cocooooook… mana ada lagu luar yang cewek-cowok nari sama-sama coba? Kecuali ada yang mau ngalah… atau, ”Eh…” aku memekik.

”Kenapa?” keempatnya mendongak padaku.

”Lagu lama, mau gak?” tanyaku. ”Aku tau ada duet gitu, soundtrack-nya film Grease!”

”Aaaaah! You’re The One That I Want?!” pekik Leeteuk Sunbae semangat.

”Iyaaaa…” aku mengangguk semangat.

”Oke, retro-retro gitu… tapi Haejin juga bisa image dewasa, oke itu aja!”

”Gini aja deh, tapi Haejin bakal capek nih kalo begini… terserah setuju apa nggak, berhubung cowoknya ada empat, Haejin kolaborasi sama kita sendiri-sendiri, gimana? Contoh, sama Eunhyuk pake lagu tadi misalnya… trus sama aku apa, sama Leeteuk Hyung apa, sama Donghae apa…”

Donghae Sunbae komentar, ”Dia kan baru sembuh, Hyung…”

”Ah, bahta! Lupa…” Shindong Hyung menepuk dahinya.

”Aish gwenchana!” kataku cuek.

”Nggak!” Leeteuk Sunbae menatap Shindong Sunbae tajam. ”Satu lagu aja, kan?”

”Ne…” Shindong Sunbae mengangguk.

Aku menghela napas, susah juga mau nari-nari kalo lagi baru sembuh begini, akhirnya kami memutuskan menarikan lagu tersebut.

”Kenapa nggak di pair aja?” tanya Leeteuk Sunbae sambil nyengir, ada sesuatu dalam cengirannya kurasakan.

”Aaah iya…” Eunhyuk Sunbae mengangguk-angguk.

”Maksudnya?” tanyaku.

”Ada kayak pemeran utamanya gitu, kayak di filmnya aja lah… jadi nanti kita bikin kayak drama-drama gitu…” jelas Shindong Sunbae. Leeteuk Sunbae dan Eunhyuk Sunbae angguk-angguk antusias.

”Ooooh…”

”Nah, berhubung ceweknya cuma satu, jadi kau yang jadi ceweknya, dan yang jadi cowoknya…” Eunhyuk Sunbae memandang berkeliling, Leeteuk Sunbae dan Shindong Sunbae batuk-batuk gak jelas.

Hahahaha, mereka pasti pura-pura gugup biar kepilih, nggak di televisi nggak aslinya, mereka sama kocaknya.

”Sama Donghae aja ya?” tanya Eunhyuk padaku.

Donghae Sunbae mendongak tiba-tiba, wajahnya kaget. Aku senyum aja, ”Terserah… sama aja kok, semua kan Sunbaeku…”

Dan Eunhyuk Sunbae, Leeteuk Sunbae, serta Shindong Sunbae batuk-batuk lagi makin parah, aku tertawa. Mereka memang suka bercanda ya, sementara Donghae Sunbae hanya menunduk, tapi tersenyum hambar. Aku baru tahu kalau Donghae Sunbae itu moody sama sepertiku, hahahaha…

 

*           *           *

Setelah berlatih koreografi selama dua jam, kami break, aku izin ke kamar mandi, dan aku keluar sendiri, setelah ditunjukkan jalannya oleh Sunbaedeul, aku ke kamar mandi, tapi begitu balik, aku lupa jalan!

Aduuuuh, nggak lucu banget nyasar di kantor orang! Aku celingukan, dan nggak ada tanda-tanda apa-apa, akhirnya mengikuti perasaan saja, aku belok-belok di koridor, dan mendengar ada musik-musik Saturday Night Fever, itu kan lagu yang dibawakan oleh 2PM dan SNSD ketika MBC Gayo Daejun akhir tahun lalu, aku berlari mengikuti suara tersebut, dan mendengar sorak-sorak riuh dari dalam.

Aku mengintip, dan mataku nyaris keluar melihat apa yang dilakukan oleh Taecyeon dan YoonA Sunbae di dalam, sementara member lain meledek mereka, aku menekap mulutku menahan suaraku. Ternyata, meski aku senang semalam, hatiku tetap sakit juga melihat pemandangan ini, tapi aku tidak bisa mengalihkan pandanganku dari situ…

Padahal setiap detik rasanya seperti satu tusukan di hatiku, melihat itu… aku menekap mulutku semakin kuat, sampai seseorang dibelakangku menarik tubuhku dalam pelukannya.

”Jangan dilihat!” bentaknya gusar, aku menangis di pelukannya, dan dia menyeretku pergi dari situ.

To Be Continued

Untuk sementara aku nggak akan publish JinHaeXy di SJFF, karena alesan pribadi, jadi publishnya pasti disini… comment and like are love…

Trus kalo nanti kalian pada komen, pasti aku bales, jadi sering2 cek ya… hahahaha, jadi kita bisa ngobrol gitu, aku kan mau kenal deket sama readersku… dan JinHaeternal… hehehehehe #plakk

Makasih semua… ^^ saranghae


163 thoughts on “{JinHaeXy} When I Fall ~Part 4~

  1. anyong reader baru imnida,, salam knal*bow*^^
    bacanya ngebut dari part 1,, comennya dsni aja yaa^^
    kok dah tbc seh, kan cwonya lum ktahuan(-_-“)..
    tuxedo b’topengnya donghe ya?? tp kok inisialnya SA??
    penasaraaaan, lanjutannya jgn lama ya thor^^

  2. duhh, rasanya aku ko jadi ikut deg2an yaa?? kaya ngerasain gimana rasanya jd si ikan mokpo…hahahaha….
    itu tuxedo bertopenmgnya donghae kan? bener kan? iya kan? *plakk*
    untuk author…salam kenaalll *bow..*
    aku jinhaeternal…hohoho….

    • oh iya, kira2 junjin oppa kenapa ga curiga ya haejin dpt mawar?? harusnya kan dia interogasi haejin *emang polisi??* tp dia malah keluar…hohoho…
      nis.. *sok kenal!* ditunggu yo apdetannya, buruaaaaannn…..

  3. ahhh~~~ aku jarang buka ni blog, jdi ketinggalan ff onnie bnyak deh.😦
    miaannnn onnie~ya^^
    ku akan sering2 mampir ke sini deh😉

    pertama ku nebak thu seulong, trnyata salah. dan sekarang dugaan ku tertju ke donghae. kyknya yg ini bener deh. di sini juga ada gelagat dri hae.
    thu yg teriak hae juga kn?keukeukeeeuu~
    udh mule ni pasangan jinhae nya🙂
    klo bisa cepetan ya onn~ publish nya^^
    fighting jinhae!!^-^

  4. Msh penasarn bgt nih sma cerita’y..
    aplg sma inisial’y..
    SA..
    ap ya itu SA??
    yg meluk hyejin pasti donghae ya??

    aduh!! tmbh pnasarn dh..
    di tunggu lah lanjutannya^^🙂

  5. Padahal setiap detik rasanya seperti satu tusukan di hatiku, melihat itu… aku menekap mulutku semakin kuat, sampai seseorang dibelakangku menarik tubuhku dalam pelukannya.

    ”Jangan dilihat!” bentaknya gusar, aku menangis di pelukannya, dan dia menyeretku pergi dari situ.

    i2 Hae or minho unni??????
    aq penasaran banget….
    unni…. follow balik aq ya…

  6. Onniee aku JinHaeternal, Chitra imnida \m/ Waa ayo terus onn lanjut. Jangan lama lama. Penasaran >.< Keep writing onnie cantik🙂

  7. Aaah penasaran deh sama laki-laki tuxedo bertopeng😀

    Kayaknya lucu deh ngebayngin kalo tiap malem didatangin ama dy.. /plak

    Yg meluk si hae yaa??

    Ayook unn, next part ditunggu ya😀

  8. eon aku penasaran s.a itu hae kan? tp singkatan dari apaaaaaa?
    aku jga penasaran yuntaec ngapain emg? aigoo- kasian haejin T.T
    aku gemes ama eunhyuk, yeobo!! ><
    sukaaaaa part haejin ngobrol ama eonnideul wg❤
    aku jadi pengen baca taec pov eon, bikin yaaaaah? n.n
    jeongmal aku sukaaaaa ff ini. abangku sweet banget ama kaka ipar *peluk hae*🙂
    sekiaaan eon, aku udh rcl yaaaa- dadah *bow

  9. Pingback: {JinHaeXy} When I Fall ~Part 12~ « JinHaeXy

  10. Satu kata bwt super junior
    RUSUUH…..
    Dehem kompak, batuk kompak..
    Asal jgn diare kompak,
    Pinter bnr bikin haejin bingung…

    Haejin, mang ga kecium bau amis
    Abang ikan apa yack….
    NeXT Chap….

  11. Haejin nih.. ada taecyeon ma YoonA malah di deketin..
    sakit hati ntar tau..
    lupakan di..
    *plakk
    tuh tueki oppa. eunhyuk ma shindong oppa pastilah juga di buat2 tuh batuknya..

  12. aish,,,, pesona taecyeon emng benar” melekat pd dri haejin,,,,,,,
    emng tu si taecyeon lg ngapain ma yonna ampe haejin nangis lg,,,,,
    aku tebak pasti yg ada d gelap” it donghae,,,,,,,,

  13. wahhh pnasran ma tuxedo bertopengnya
    siapa yaaa ??
    curiga hae oppa
    tapi so sweeeeeet bgt tuxedo bertopengnya
    aigoo haejin eonni kasian hrus nngis trus krna msa lalunya
    itu siapa yg meluknya ??

  14. ..tu tuxedo brtopeng pstiny si donghae..tp insial SA tu arti’a p onnie,,?
    ,smpet mkir seulong jg sih..tp g mngkin ah,.
    ..aduh haejin b’arti dh skit hti prah bngt y..
    ,pnasaran siapa yg meluk dia..hhe😀
    ,Donghae kh??
    .ok.ak k’part slnjut’a onnie..

  15. Laaaah part ini sungguh bikin nebak2 :O
    Itu tuxedo bertopeng yang kebayang malah Kaito Kid di Detective Conan (-_-”) *plakk
    Tapi tebakanku itu si Hae .. Bener nggak yaa? Lari ke part 5 deh …

  16. annyeong… aku reader baru disini😀
    ommo….. baru baca dr kemaren lgs jatuh cinta sama couple JinHae iniiiii.
    yuk mari kita capcus ke part berikutnyaaa ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s