{JinHaeXy} Love Should Go On!

”Oke pemberitaan diluar udah bener-bener berlebihan banget nih…” Seunghwan Hyung menatap Galaxy Tab-nya. ”Donghae, kau benar-benar harus membereskan semua ini…”

Seisi ruangan melirik Donghae.

”Gadis-gadis itu, tidak bisa diberikan perhatian seperti itu… salah-salah, seperti ini, dia menulis di akun pribadinya, seolah-olah kau suka padanya kan? Kalau memang kau suka padanya tidak apa-apa, tapi apa kau siap kalau nanti ELF, terutama ELFISH berang?”

Wajah Siwon, Kyuhyun, Eunhyuk, Sungmin, dan Ryeowook langsung keruh, mereka tau sekali, akan keberadaan ELFISH yang akan marah besar melihat berita ini. Zhoumi dan Henry terkekeh, mereka sepertinya belum tahu bahaya besar yang menghadang dan menanti mereka.

Seunghwan Hyung kemudian keluar dari ruang briefing di gedung SM Beijing, segera setelah itu, Siwon menatap tajam Donghae. ”Cari masalah deh, kau!”

”Apaan?” tanya Donghae polos.

”Hyung suka nggak kapok deh…” Ryeowook ikutan menatap Donghae dengan wajah kesal.

Donghae menggaruk kepalanya.

”Memang ada apa sih?” tanya Henry polos.

”Nih, dia!” Sungmin menunjuk Donghae sengit. ”Senang sekali cari gara-gara… kalau nanti ada apa-apa, aku gak mau ikutan!”

Donghae memanyunkan bibirnya.

”Kan dia memberi perhatian khusus pada satu ELF di setiap konser sudah wajar, Hyung… kalau gak dicium tangannya, dikasih bunga deh…” sindir Kyuhyun sambil meletakkan tangan di belakang kepalanya. ”Emang kayaknya gatel gitu tangan, kalau nggak ngasih bunga… atau nggak nyium tangan satu ELF ya?” benar-benar sindiran maut.

Donghae meliriknya sinis, tapi jatuhnya malah lucu.

”Dewasa sedikit lah, Donghae-ya…” Eunhyuk benar-benar frustasi. ”Kalau kau begini terus, aku yang akan disalahkan oleh si Tante Galau!”

”Tante Galau?” tanya Zhoumi dan Henry kompak.

”Siapa tuh?”

”Lee Haejin…” jawab Kyuhyun, Sungmin, Eunhyuk, Ryeowook, dan Siwon kompak.

 

*Seoul, Korea Selatan*

”Onnie… lagi apa?”

Haejin panik memerhatikan ponsel barunya, yang baru dibelikan oleh Donghae sekitar sebulan yang lalu, BlackBerry Bold 9000 berwarna putih, dia dengan panik mengutak-atik ponselnya, wajahnya pucat.

”Hapeku tidak mau hidup!”

”Hee?!” pekik kedua member Felidis lainnya, Lee Kyorin dan Cho Chihoon.

”Huaaaa…” Haejin panik dan menangis. ”Hapeku mati?! Bagaimana ini?!” dia terus menerus mencabut dan memasang kembali batrei ponselnya, namun nihil! Ponselnya tetap tidak mau menyala!

”Kau apakan Onnie?” tuduh Chihoon langsung.

Haejin menatapnya dengan tampang menyedihkan, ”Aku nggak tau! Tadi lagi BBM-an sama Taecyeon dan Ongie, tapi tiba-tiba mati begini… aaaaaaah!” Haejin menangis lagi seperti anak kecil. ”Hapenya kan belum ada dua bulaaaaaaaaaan…” rengeknya terus menerus.

”Tanganmu benar-benar tangan perusak! Tak jauh dari Donghae Oppa!” kecam Chihoon, sementara Kyorin menjitak kepalanya.

”Sudah bilang pada Hae Oppa?” tanya Kyorin.

”Aaah, nanti dia maraaaaah… hapenya rusak…” Haejin terus mencoba menyalakan ponselnya. ”Nanti kalau dia BBM bagaimana? Aaduuuuh, hapeku kenapa siiiiih?!” dan Haejin buru-buru mencari ponselnya yang lain untuk menelepon entah siapa, dan menghilang ke dalam kamarnya.

 

*Beijing, Hotel Super Junior M*

’Nomor yang Anda tuju, sedang tidak dapat di hubungi, atau berada di luar service area…’ Donghae langsung panik, kenapa Haejin tidak bisa dihubungi? Dia langsung menekan speed dial nomor Haejin, dan menempelkan BlackBerry Bold Hitam 9000 miliknya, yang diakuinya pada publik telah hilang! Padahal sebetulnya tidak, dia menyimpannya, sebagai ponsel khusus, hanya untuk berdua dengan Haejin, couple phone, dan teman-teman dekat saja.

Bolak-balik Donghae mencoba menghubungi Haejin, tapi nihil! Ponsel Haejin tidak bisa dihubungi, terakhir kali hanya masuk BBM dari Haejin :

 

Chochoilee_LHJ

Schedule – @donghae861015 miss you Poppa :*

 

Poppa sayang, aku syuting dulu… kalo udah selesai aku PING!’

’Kalo Poppa belum selesai, pas udah selesai PING aku…’

’Love you :*’

 

Setelah itu karena Donghae masih sibuk, dan Haejin juga mau syuting, mereka tidak berkirim sms, dan ketika dihubungi, ponsel Haejin tidak aktif, padahal Haejin tidak pernah menonaktifkan ponselnya.

”Kemana sih dia?!” Donghae panik mencoba terus menghubungi Haejin.

”Nggak bisa di telepon, ya?” tanya Kyuhyun yakin sambil masuk ke dalam kamar suite khusus Super Junior M, yang disewa selama tiga bulan full. Kyuhyun duduk dan merobek bungkus eskrim cokelat yang dibawanya dari kulkas. ”Cari gara-gara sih…” dengan santainya dia menggigit eskrimnya.

Donghae meliriknya sinis.

”Kenyataan! Aku selalu menasehati Hyung… kalau Haejin galau gara-gara tindak-tanduk Hyung yang suka gatel itu, eh Hyung nggak pernah mendengarkan…” katanya santai. ”Sekarang tinggal tuai hasilnya…”

”Kau sok tua sekali, Cho Kyuhyun…” celetuk Sungmin.

Donghae menghela napas. ”Kok nggak bisa ditelepon sih?!” gusar Donghae. ”Aduuuuuuh… apa jaringan di Korea lagi ngadat ya?” dia mengeluarkan alasan random untuk menutupi kecemasannya.

Berbarengan, Siwon, Kyuhyun, Sungmin, Ryeowook, Zhoumi, dan Henry, mengeluarkan ponsel dan menghubungi kekasih mereka masing-masing. Ya Mimi dan Henry secara tak sengaja, mendapatkan kekasih gadis berkebangsaan Korea juga. Dan langsung saja ketujuh orang itu bicara pada ponsel mereka.

”Baby… udah makan belum?” tanya Siwon.

”Hei, Kwan Nara sayang… ujianmu bagaimana? Jelek kan?” tanya Kyuhyun.

”Hyorin-ah… halo Sayang… sedang apa?” sapa Sungmin.

”Halo, Hyunmi… hai, udah selesai kerjanya?” tanya Ryeowook.

”Miyoung-ah… sayang, sori tadi aku tidak membalas pesanmu…” Zhoumi langsung minta maaf pada pacarnya.

”Chanra, Sayang… aku kangen!” kata Henry pada kekasihnya.

Dan Donghae langsung manyun seperti anak kecil melihat ketujuh orang di hadapannya bertelponan. Perasaan dia yang mau menelepon kekasihnya, tapi kenapa justru orang-orang ini yang pacaran? Dengan perasaan gundah gulana, Donghae keluar menuju balkon, dan mencoba menghubungi Haejin lagi, tapi ponselnya tetap mati.

Donghae hanya punya satu jawaban, Haejin pasti sudah mendengar berita ini, dan sedang ngambek! Masalahnya, mereka berdua sekarang sedang terpisah lautan, kalau dulu, Haejin ngambek, Donghae bisa buru-buru menemuinya meski di sela-sela jadwal padatnya sekalipun. Kalau sekarang? Ya lain cerita, mereka terpisah laut, terpisah negara pula! Setidaknya, Donghae berharap, dalam keadaan seperti ini, Haejin mau mengaktifkan ponselnya, agar bisa diberi penjelasan.

 

*Seoul, Korea*

”Hapenya mati totaaaaaaal, otokhe?” Haejin masih panik. ”Hapeku yang lama kan rusaaaaak, dan aku tidak suka pakai banyak hape, haaaaaa…” Haejin mengeluh. ”Ah ya sudah lah, online saja… lewat DM saja komunikasinya, heuuu… dia pasti marah hapenya rusak!” Haejin buru-buru duduk di meja kerja yang ada di dalam kamar dormnya.

Iseng-iseng dia mau memantau kekasihnya, dan membuka salah satu fansite resmi Super Junior, dan berita itu masih ada di deretan paling atas. Donghae’s Love Allert! Haejin mengernyit, dan melihat gambar seorang gadis memegang bunga matahari, sedang tersenyum. Diburu rasa penasaran, dan hati berdebar, Haejin mengarahkan mouse-nya untuk membuka berita tersebut, dan membaca berita panjang, bersi narasi dari seorang gadis, bagaimana seorang Super Junior Lee Donghae nampak memerhatikan dirinya lebih spesial dibanding fans yang lain, bahkan seorang staff memberikannya bunga matahari yang katanya khusus dari Donghae.

Haejin terkekeh. ”Hoax…” lalu dengan santai justru online Yahoo Messenger bersama Seulong dan Taecyeon lagi. Setelah melihat berita tentang Donghae, Haejin benar-benar lupa bahwa dia mau menghubungi Donghae via DM Twitter.

 

*Beijing, Cina*

”Nggak bisa dihubungin~ Wonnie…” Donghae merengek.

Siwon menghela napas berat, kalau sudah seperti ini, pasti ujung-ujungnya dia juga yang kena! ”Makanya, kubilang juga apa!” desis Siwon gemas. ”Sudah tau punya pacar tukang ngambek, seneeeeeeeeng banget cari gara-gara, heran deh!”

”Tapi pemberitaan diluar yang berlebihan banget, dan orang itu juga berlebihan, aku sama sekali nggak ada maksud lebih kok!”

”Percuma jelasin disini! Yang cemburu buta itu kan Haejin, bukan aku…” sahut Siwon kejam.

”Pokoknya sampe Haejin nyalahin aku lagi, awas kau!” ancam Eunhyuk.

”Hyung, kau ini kenapa bingung sekali sih? Telpon saja Chihoon atau Kyorin, tanyakan kabar Haejin, apakah benar dia sedang marah atau tidak, ckckckck…” Ryeowook geleng-geleng sok intelek.

”Ah, bahta!” Donghae langsung mencari nomor ponsel Kyorin.

 

*Seoul, Korea*

 

OngAjibien   : Haejin-ah, aku mau telpon…

LHJ_LDH      : ya udah telpon lah… eh, tapi hapeku rusak… telpon ke Kyo aja deh…

LHJ_LDH      : Chi lagi gak di rumah soalnya, hapenya pasti mati…

OngAjibien   : oke…

 

”Yeoboseyo…”

”Ne, waeyo?” Haejin menempelkan ponsel Kyorin di telinganya. ”Hapeku rusak, Ongie-ya… hueee, padahal dari Donghae, kalau dia ngamuk bagaimana ini? Hapenya mati total!”

”Coba cabut dulu batreinya, tunggu lima belas menit, pasang lagi, terus langsung dicolok ke charger… eh, tapi aku menelepon bukan mau membicarakan itu. Kukira kau sedang galau?”

”Galau kenapa?” tanya Haejin heran.

”Lha, bukannya Hae Hyung memberikan bunga matahari kepada ELF ya? Denger-denger dia bolak-balik nyamperin itu fans terus waktu kemarin konser di… di… dimana kemarin?”

”Shanghai?”

”Iya…”

”Itu bukannya hoax ya?”

”Molla… kau kan pacarnya, makanya aku bertanya… habis biasanya hoax sekalipun kau sudah merengek-rengek ngajak aku, Taecyeon, Junsu, dan Chansung jalan-jalan… melepas stress!” ledek Seulong.

Haejin jadi tidak yakin, sebetulnya berita itu hoax atau memang kenyataan? Kalau kenyataan, apa alasan Lee Donghae memperlakukan salah satu fansnya seperti itu, apakah memang benar? Tapi benar juga, kalau gadis tadi berbohong, gadis tersebut akan dibash oleh banyak fans Donghae lainnya, kan? Dan gadis itu tak mungkin berbohong, resikonya berat kalau dia berbohong!

Jadi, apakah aksi Donghae itu nyata? Dan untuk apa? Benarkah Donghae suka pada gadis itu?

”Haejin-ah… Haejin-ah? Hei, kau masih hidup, kan?”

”Ah, ye… aku masih disini, ini tadi… ada yang jatuh…” Haejin beralasan dengan kurang meyakinkan.

”Oh gitu, ya sudah… aku mau syuting, kau jangan lupa makan!”

”Ne… kau juga, babai…”

”Bye…”

 

*Beijing, Cina*

”Sibuk! Ponsel Kyorin sibuk! Ponsel Chihoon mati… aaaaaaaahhhh!” Donghae benar-benar frustasi.

”Itu namanya karma, Mr Aiden Lee…”

Sungmin terkekeh. ”Haejin kalau sudah galau, ponsel mati, dan kemudian dia bersenang-senang bersama Geng Lawak. Kim Junsu… Hwang Chansung… Im Seulong… dan siapa?” tanya Sungmin keras.

”OK TAECYEON!” sahut yang lain kompak.

”Cinta Lama Belum Kelar aja entar… rasain!” hardik Kyuhyun.

”Ahhh…” dan Donghae tiba-tiba duduk lemas di lantai, dan menangis, membuat semua orang ternganga. Cuma di gangguin gitu doang Donghae malah nangis? Semua saling lirik nggak ada yang mau disalahin.

”Kau sih…” Sungmin melirik Kyuhyun.

”Kau Hyung yang mancing!” balas Kyuhyun.

”Yang bilang cinta lama belum kelar kan kau, Kyu!” kata Siwon lagi. ”Nggak ikutan ah, tuh temenin si Donghae!”

”Nggak mau! Nggak mau! Aku gak mau ikutan!” Eunhyuk menyikut Ryeowook.

Ryeowook menggeleng. ”Yang nangisin siapa?”

”Itu tuh Kyuhyun!” tunjuk ZhouMi.

”Mwooo? Yang ganjen dan gatel siapa?”

”Donghae!” tunjuk keenam rekannya.

”Ya udah, emang dia yang salah sih… kita tidak bertanggung jawab atas air matanya, setuju?!”

”Setuju!”

”Huaaaaa…” Donghae menangis semakin kencang.

 

*Seoul, Korea*

Haejin melamun menatap berita di depannya, benar atau tidak, benar atau tidak, hanya dua kata itu yang menetap di kepalanya, kali ini dia memutuskan untuk tidak langsung marah tanpa alasan. Dia berpikir, dia sudah dewasa, begitu juga dengan Donghae. Haejin memutuskan untuk percaya terlebih dahulu, seperti yang Donghae minta ketika dia kecelakaan di Pattaya, kata percaya… dia tidak akan marah sebelum ada bukti. Tapi pikiran buruk terus membuntutinya.

Bagaimana kalau itu benar?

Bagaimana kalau memang Donghae sudah jatuh cinta pada gadis lain?

Gadis itu semoga gadis baik…

Gadis itu harus bisa membahagiakan Donghae…

Gadis itu harus bisa menerima Donghae apa adanya…

Gadis itu pasti gadis yang lembut…

Gadis itu pasti gadis yang baik hati…

Gadis itu pasti memikat Donghae dengan senyum teduhnya…

Tidak arogan… seperti dirinya…

Tidak gampang ngambek… seperti dirinya…

Tidak egois… seperti dirinya…

Tidak selalu harus membuat Donghae meminta maaf…

 

Air mata Haejin turun dan tersenyum kecil, jika itu benar… aku ikhlas, berulang kali itulah yang diucapkan Haejin, dia menyadari dirinya memiliki banyak kekurangan untuk seorang Donghae, dan Donghae mau menerimanya. Tapi dia tetap seperti itu, Donghae pasti lama kelamaan akan lelah akan sikapnya, dan Haejin memang memiliki pikiran, meski jauuuuh…

Suatu saat, Donghae akan meninggalkannya…

Dan jika memang waktunya adalah sekarang, Haejin ikhlas… dan ponsel Kyorin berdering, Haejin menoleh lagi.

Donghae Oppa-

”Yeoboseyo…” sapa Haejin.

”Haejin-ah…”

”Hmm… ne… mian aku mengangkat ponsel Kyorin… ponselku rusak…” jelas Haejin pelan. ”Kupanggilkan Kyorinnya ya…” Haejin berdiri.

”Ani! Aku mau bicara denganmu…”

Haejin menghela napas berat. ”Ada apa?”

”Kau kenapa?” tanya Donghae. ”Suaramu lemah sekali… kau sakit, Sayang?”

”Ani… aku tidak apa-apa.”

”Momma Sayang…” kata Donghae terdengar berat. ”Kau tidak… kau… tidak apa-apa, kan?”

Hati Haejin mencelos, Donghae pasti yakin dia sudah mendapatkan berita ini. ”Aku tidak apa-apa… aku baik-baik saja…”

”Jinja?!”

”Ne, aku baik-baik saja… kau tidak sibuk? Kerjalah kalau sibuk…”

”Ani! Ini tidak benar!”

”Apanya yang tidak benar?” tanya Haejin lagi, suaranya benar-benar pelan sekali, dan agak lemah. ”Aku tidak apa-apa, Donghae-ya…”

”Mwo?! Kau memanggil namaku!”

”Memangnya salah?”

Donghae meringis frustasi, dan terdengar bunyi pukulan. Kalau Haejin tidak salah kira, Donghae pasti meninju sesuatu. Haejin pernah melihat Donghae semarah ini, dan itu ketika dia dan SHINee Minho menari dengan sangat intim sekali.

”Kau kenapa?” tanya Haejin lemah. ”Tanganmu luka lagi deh pasti… jangan lukai dirimu sendiri… jebal!”

”Kau yang kenapa! Kenapa kau tidak marah?! Kenapa kau tidak memakiku?! Kenapa kau tidak mengancam akan meninggalkanku?! Jebaaaaal, aku tidak tahan kalau kau seperti ini…” didengarnya Donghae menangis. ”Aku merasa buruk sekali! Aku menyakitimu terus!”

”Gwenchana…”

”Mwo?! Otakmu sudah rusak, ya?!” teriak Donghae.

”Gwenchana, Donghae-ya… aku tidak apa-apa, aku tidak marah padamu…” jelas Haejin berusaha membuat tenggorokannya tetap stabil, meski kenyataannya dia sudah menangis.

”Lebih baik aku mendengarmu marah, daripada kau seperti ini, Haejin-ah…” Donghae terisak. ”Aku tahu kau pasti sakit hati sekali…”

Haejin mengusap matanya. ”Aku tidak apa-apa…”

”Bohong!” teriak Donghae. ”Aku selalu menyakitimu!”

”Ani, kau tidak menyakitiku…”

”Haejin… jangan tinggalkan aku…” kata Donghae tiba-tiba. ”Aku tidak tahu, aku memang pria yang tidak pernah berpikir apa-apa, aku selalu melakukan apa pun tanpa pernah berpikir… seperti yang dulu kau katakan ketika aku dan Hara…” Haejin memejamkan matanya kuat-kuat mendengarkan kalimat Donghae. ”Aku tidak memikirkan bagaimana perasaanmu… bagaimana mungkin aku bisa begini, selalu menyakiti orang yang kucintai?”

”Kembalikan pertanyaannya kepadamu, apakah kau benar-benar cinta padaku?” tanya Haejin lagi. ”Kuserahkan semuanya kembali padamu, kau menitipkan hatimu padaku, kalau kau mau memintanya lagi… akan kuberikan kembali, aku tidak akan menahannya… tidak akan pernah menahannya…”

Isak Donghae semakin keras. ”Kau meragukanku sekarang! Dan itu semua salahku… Haejin-ah, jebal! Maki aku… marahi aku! Buat aku berlutut dan memohon di kakimu agar kau tidak meninggalkanku‼!”

”Aku tidak akan pernah berbuat begitu, Donghae-ya… karena perasaan suka itu tidak bisa di atur, kalau kau memang suka padanya… aku tidak apa-apa…”

”ANIYA!” seru Donghae keras sekali. ”Kenapa kau seperti ini? Kenapa kau tidak marah?! Lebih baik kau marah, daripada kau membuatku merasa buruk sekali… itu tidak berarti apa-apa, Haejin-ah.”

”Lalu sekarang kita mau apa?” tanya Haejin menatap langit luar. ”Aku tidak mau membebanimu…”

”Ani…”

”Aku selalu merasa buruk, Donghae-ya… dan kini aku tidak mau seperti itu lagi… kalau kau memang tidak ada perasaan apa-apa padanya, aku akan percaya, dan aku bersyukur sekali, bahwa kau menjaga kepercayaanmu, dan aku pun menjaga kepercayaanmu padaku…” jelas Haejin sambil berusaha tersenyum. ”Aku cinta padamu, tanpa syarat kau harus kembali cinta padaku… tapi aku bersyukur kalau kau kembali cinta padaku…”

”Aku cinta padamu!”

”Ne, aku percaya… pemberitaan itu tidak berarti apa-apa, aku percaya padamu… aku percaya padamu…” dia merasakan semua kata-kata itu merasuk ke dalam seluruh sukmanya, dan merasuki aliran darahnya.

”Gomawo… saranghae, jeongmal saranghae, Haejin-ah…”

”Nado saranghae, Poppa…”

”Momma… bogoshipo…”

”Nado bogoshipo… jaga hatiku yang kutitip padamu, sampai kita bertemu nanti ya…”

”Ne… jaga pula hatiku yang kuberikan padamu!” tekan Donghae.

Haejin tersenyum.

ENDING

Jadi, meski banyak yang bilang itu hoax… ada yang bilang itu beneran! gak peduli deh… aku cinta padanya tanpa syaraaaaaaat… mau ngambek, juga percuma… begitu liat foto barunya, udah klepek-klepek lagi. Hahahahaha

jinhaexy.wordpress.com

29 thoughts on “{JinHaeXy} Love Should Go On!

  1. 1st kah?
    huaaaa… lgsng ada ff si bunga matahari…
    haejin jg mulai dewasa. cara galaunya beda euy… tp jd gd banjir”an lagi, pdhl seru(?)

    hahaha… hwaiting haejin!! cinta tak bersyarat–hoo,,wht a romantic way dh.. ^^

  2. CHANRA SIAPA MOCHI?! #gigitpipihenry
    gakkan di bukain pintu awas aja kau!
    #sarap
    asa aneh liat hejin jadi pengertian #rajammer
    e cieee, gitu dong saling percaya ikan couple daebak!

  3. Hahahaahhaahh ampunnnn itu kyu evil bgd ampe ngakak

    Siwon jg ihhhh

    Hubby : waeee! Itu2 napa manggil2 nama
    Me : smirk, molla *melet*

    Bnran ya anak suju M udh angkat tangan klo ikan kapel udh bgono

    Hah onggie? Kaga slh
    Yg dteror siapa she (¬˛¬”) kekekekek

    Mase ngakak liat kelakuan suju M nganggui ikan hahahahahahh

    Cie yadonggg matureeee bgd hahahhaha
    Ikan2 ga dimarah minta dimarah napa ga sekalian aja minta digampar *siap2 mao gampar / eh? Lol

  4. Huaaa…. Dewasa, ga ngambek. >.<
    Padahal sumpah si donghae ganjen.
    Tp setuju, kalo udh liat fotonya, pasti langsung kelepek2 lg.hehe
    Keren ffnya!

  5. aaaa akhirnya keluar ff baru wkwkwkw
    aku nungguin loh eon ngecek tiap hari di blog ini buakakakaka kangen jinhae skinship euy *plak

  6. dewasa🙂
    tapi kalo gak ada berantem2an berasa kuragn gthu #digetok
    kyu astajim evil kapankau sadar nak???
    hyung malah manas2in,, bukannya nyiram air biar adem
    malah ikutan nyulut ckckckc

  7. ehem~
    komen lg, padahal klo baca beritanya.. saia itu ketawa ngakak, ngetawain kegenitan si donghae klo emang bener tuh bunga dari dia
    tapi klo di ff ini kenapa sedih~~??

  8. Anak SJ M kompak amat dech klau di suruh bikin si Ikan nangis
    Giliran udah nangis aja bingung ! ndak ada yg mau di salahin
    Kyu Busett dagh makin lama makin Evil…..
    Si Hae aneh ih mza giliran Haejin ndak marah malah Minta d marahin!Gubrakkkk
    kata-kata terakhirnya saiia suka…saiia suka🙂

  9. huaaa…
    keren-kren…
    mian baru sempat komment..
    bacanya udah dri sore..
    hiks…

    ditunggu, kisah2 mereka berikutnya…

    chochoilee dong…

    nais epep..

  10. udah koment di sjff,, tpi mampir kesini baca lagi dah..
    si ikan cengeng n aneh banget ya… haejin galau dia bingung, haejin jadi dewasa juga bingung… haejin sabar ya hadepin donghae oppa yang aneh #kabuuuuur sebelum dibunuh haejin…
    #balik lagi..
    ff na bagus lhoh… suka banget #kabur lagi….

  11. sumpah aneh bnged bacanya haejin kyak gnii..
    tumben bnged haejin jdi kalem *ditendang..
    padahal awalnya garagara HP rusak ehh tapi emank sii ikan juga yg suka nyari garagara..
    jujur eonn.. saya lebih suka haejin marah marah trus sii ikan dhh yg mohon mohon.. hahaha *plakk :p

  12. “”Ya udah, emang dia yang salah sih… kita tidak bertanggung jawab atas air matanya, setuju?!”
    ”Setuju!”” <///<
    soal gosip cwe tadi, kayaknya emg lebay di dia deh, hae kan matanya emg teduh, siapapun yg diliatnya pasti ngerasa hae perhatian/ada rasa ama dia…padahal kan emg matanya emg udah begono sejak lahir xoxoxoxoxo
    *jinhaeeeee <333333

  13. Emang kayaknya gatel gitu tangan, kalau nggak ngasih bunga… atau nggak nyium tangan satu ELF ya? sumpah tuh sindiran Kyu pedes banget kekekek

  14. Buahahaha, ngakak smp dkt2 ending…
    Lagi asyik2nya ngakak, baca obrolan JinHae, eh malah pengen nangis…
    Aigooo, si bungamatahari, apa kbrnya yah skrg? ㅋㅋㅋ

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s