{JinHaeXy} When I Fall ~Part 3~

Aku tersenyum pada Donghae Sunbae, ”Kumapsumnida, Sunbae… mianhamnida…”

”Berarti kemarin kau menangis ya?”

”Kapan?”

”Ketika di depan kamar mandi, lalu semalam di dorm…” kata Donghae Sunbae, telak sekali. Bagaimana mungkin dia bisa menebak segitu jitunya, aku yang terkejut, tidak sempat mengontrol ekspresiku, dan sepertinya ekspresiku sudah menjadi sebuah jawaban bagi Donghae Sunbae, dia masih menatapku prihatin, lalu dia mengelus kepalaku. ”Siapa yang berbuat begitu?”

”Eh?”

”Siapa sih, yang menyakitimu begitu dalam?” tanyanya penasaran, tapi  lirih. ”Aku tidak pernah melihat seorang gadis seperti ini…”

Benar, aku juga belum pernah lihat, Sunbae.

”Aku pernah patah hati,” kata Donghae Sunbae tiba-tiba. ”Dia cinta pertamaku, waktu aku SMP dulu, dia lebih tua dariku… ketika putus, aku menangis dan mengurung diriku di dalam kamar selama seminggu…” dia menatapku dalam. ”Lalu ada seorang gadis yang menghapus air mataku…” lalu dia mengusap mataku. ”Kuharap, ada pria yang bisa menghapus air mata, dan sakit hatimu… seperti gadis itu melakukannya untukku…”

Aku tersenyum. ”Amin, terima kasih, Sunbae, doanya…”

Dia tersenyum, lalu menepuk bahuku, dan berjalan pergi, sementara aku menghela napas lagi. Apa aku masih bisa jatuh cinta? Apa aku masih bisa berdebar-debar menatap seorang pria? Apa aku masih bisa merasakan rasanya disayangi? Merasakan indahnya tanganmu di genggam? Hangatnya dipeluk, dan panasnya dicium? Apakah aku masih bisa merasakan itu?

Aku sangsi, rasanya aku tidak bisa merasakan hal itu lagi. Setelah itu aku mengganti bajuku, dengan baju biasa, baju longgar dengan bahu turun, dan celana pendek, lalu bersama Junjin Oppa kembali ke van, dan pulang ke dorm. Sesampainya di dorm sepertinya Kyorin dan Chihoon masih ada jadwal, sehingga aku sendirian lagi. Aku langsung mandi air hangat, dan memeriksa komputerku lagi, besok ada syuting Star King.

Dan aku harus menari ballet, ya ampun, sudah lama aku tidak menari ballet, setelah masuk JYP, aku jarang disuruh menari ballet, lebih sering disuruh modern dance tentunya, apalagi setelah wave dance-ku diberi sambutan meriah oleh Flyers dan Netizen, makin seringlah aku belajar wave dance. Berhubung dua member lain Felidis, di bawah umur, maka akulah yang terlihat paling sering dapat image seksi di Felidis, dan besok aku akan kembali menari ballet? Aaah, aku rindu sekali…

Aku memeriksa lagi list bintang tamu untuk acara Star King tersebut, ada Secret, Super Junior, U-Kiss, dan Felidis. Syukurlah tidak ada 2PM, aku menguap dan akhirnya pergi ke kamarku untuk tidur.

Keesokan paginya, setelah Kyorin dan Chihoon pergi ke sekolah, aku memutuskan untuk berlatih ballet di gedung JYP, Junjin Oppa malah mendukungku, agar di syuting Star King nanti, saat unjuk kebolehan, aku tidak kaku lagi. Aku tiba di gedung JYP sekitar jam sembilan pagi, karena syuting Star King akan dimulai pukul satu siang. Begitu masuk ke dalam gedung JYP, kulihat ada beberapa orang gadis yang sangat kukenal, dan sudah lama tak kulihat.

”Onnie!” teriakku.

Yang merasa di panggil menoleh, Sunye Onnie, leader Wonder Girls, sahabatku semasa trainee. Dia juga bersorak dan langsung berlari memelukku, ”Aigoyaaaa, Haejin-ah… apa kabarmu?”

”Baik, Onnie… halo Onnie!” aku juga memeluk YeEun Onnie dan Yoobin Onnie, serta Sohee dan Hyerim. Mereka akhirnya pulang juga, ke Amerika melulu sih… heuuu, setelah ngobrol sebentar, Sunye Onnie berbisik padaku.

”Bagaimana dengan dia?!”

”Bagaimana apanya? Bubar ya bubar…” kataku merana, sambil mencoba tetap tersenyum.

Sunye Onnie menghela napas, kemudian menepuk bahunya. ”Sudahlah, Haejin-ah, lupakan dia!”

”Dan semua orang sudah memberitahukanku hal yang sama, Onnie…”

”Ah kau mau ku kenalkan dengan Nick Jonas, atau Joe Jonas?” tawar YeEun Onnie yang mendengarkan.

Aku tertawa. Tak lama aku pamit, karena tetap mau latihan ballet, di ruangan latihan. Aku melakukan pemanasan, kemudian mulai berlatih, mulai dari berjinjit, berputar dengan gemulai, lalu melangkah dengan jinjitan kaki, dan terus berputar diiringi lagu klasik. Lagu klasik itu bunyinya merana sekali… aku mulai melamun…

’Mianhae… aku membohongimu selama empat tahun ini… ternyata yang kurasakan ini bukan cinta… tapi aku sayang padamu… sayang kakak kepada adiknya, aku tidak bisa menganggapmu lebih dari itu…’

’Lebih baik kita akhiri saja, aku tak sanggup berbohong padamu lebih jauh, dan juga membohongi diriku sendiri…’

Aku berputar, dan kakiku tiba-tiba tak kuat menahan tubuhku, aku langsung terjatuh, dengan bunyi krak pada kakiku, air mataku turun lagi, bukan karena sakit di kakiku, tapi karena ingatan itu. Aku coba gerakkan kakiku, sepertinya tidak terlalu parah, aku mencoba berpijak lagi, bisa!

Walaupun sakit, aku tetap bisa menari balet… apakah itu berarti, meski kini aku sakit hati, aku akan dapat pengganti? Aku tiba-tiba menjadi bersemangat, dan terus menari lagi dan lagi, meski kakiku makin sakit. Jam dua belas, aku dan Junjin Oppa pergi ke stasiun televisi SBS, untuk melakukan syuting Star King, disana Kyorin dan Chihoon menunggu, mereka dari sekolah langsung pergi ke studio SBS.

Setelah di make up, kami semua mulai masuk ke studio Star King, dan duduk di kursi yang sudah disediakan, kami semua cukup terhibur dan terpana, dengan aksi-aksi yang para peserta tunjukkan, termasuk sekelompok pria yang dengan lihainya menarikan tarian-tarian girlband, seperti SNSD, Kara, Secret, dan Felidis, aaah… aku bahkan ikut menarikan Aegyo Chu, ketika mereka menarikan lagu tersebut.

”Dan sekarang kita sambut, kelima pria yang tidak mau kalah dengan pria-pria disini… Super Junior!” teriak Kang Hodong Sunbaenim.

Aku terbelalak, dan tertawa terbahak-bahak manakalah Teukcademy, Leeteuk Sunbae, Shindong Sunbae, Eunhyuk Sunbae, Donghae Sunbae, dan Kyuhyun Sunbae keluar dari balik panggung dengan baju mereka yang biasa-biasa saja, sampai musik menghentak.

Kara – Wanna.

Aku tertawa bersama anak-anak U-Kiss yang sudah memegangi perut mereka, apalagi Shindong Sunbae yang menjadi centre.

 

Just wanna think about
I wanna think about
Just wanna think about
I wanna think about
Just wanna think about
I wanna think about
Just wanna think about
I wanna think about

[Leeteuk dengan wajah sok manis dan kesal] Mangseorineun geotdo jeongmal nan jigyeopjanhayo (Oh oh oh oh)
[
Kyuhyun, dengan wajah sok imut] Gidarineun geotdo jeongmal nan eoryeopjanhayo (Oh oh oh oh)
[
Kelimanya melejit-lejit] Oh yeah oh yeah nan Oh yeah oh yeah nan
[
Donghae] Nunchieomneun geudaega miwo (Donghae mendekatiku, dan menunjukku)
[All] Oh yeah oh yeah nan Oh yeah oh yeah nan
[
Shindong]Eoseoppalli malharan mallya
[All] Geudaereul saranghae My Love geudaereul saranghae My Love
Geudaereul saranghae nan geudaereul saranghae nan geudaereul saranghae My Love

Geudaereul saranghae My Love (I wanna think about)
Geudaereul saranghae My Love (Just wanna think about)
Geudaereul saranghae
Nan geudaereul saranghae
Nan geudaereul saranghae My Love

Just wanna think about
I wanna think about
Just wanna think about
I wanna think about

 

Aku masih bingung dengan tindakan Donghae Sunbae tadi, dan jelas semua orang di studio juga, mereka melirikku, Donghae Sunbae menyanyikan bagian Kara Nicole Nunchieomneun geudaega miwo…’ yang artinya I hate you for not noticing me, atau Aku benci, karena kau tidak mengenaliku… ==” Donghae Sunbae itu sakit hati, karena tadi di kamar ganti tidak kusapa? Lebainya… pikirku.

”Donghae-ssi!” kata Hodong Sunbaenim. ”Kita semua melihat tindakanmu tadi ketika bernyanyi… kau menari dan berlari ke arah sini…” Hodong Sunbaenim mendekat ke tempatku duduk. Dan bernyanyi dengan nada sumbang ’Nunchieomneun geudaega miwo…’ dan dia menunjukku.

Seluruh studio bersorak-sorak riuh, sorakan yang meledek tentunya, wajahku jadi memerah. Astaga, bisa gawat ini… urusannya bisa panjang, dan aku bersiap tidak membuka akun Twitterku. ELF kan ganas… apalagi ELFISH, hue…

”Ne…” kata Donghae Sunbae sambil tersenyum.

”Itu, ada maksud apa ya? Haejin-ssi, apa kau tidak kenal dengan Donghae-ssi?”

Aku ternganga, dan menggeleng buru-buru. ”Mana mungkin! Donghae Sunbae kan terkenal! Aku tahu dia kok…” aku buru-buru membela diri. Kalau begini antifansku akan banyak!

”Aniya, kau tidak mengenalku…” kata Donghae Sunbae kemudian.

Wuah, sarap! Dia benar-benar mau membunuhku, dan karierku, siap-siap aku pulang ke rumah nenekku di Busan nih! Lagipula apa sih maksud Donghae Sunbae?! Dia kurang terkenal apa lagi coba, pakai menggunakanku untuk menaikkan popularitasnya, begitu?! Respekku padanya turun semua…

”Hee? Dia tidak mengenalmu?!”

”Bagaimana mungkin?!”

”Astaga…”

Wajahku memanas, aku mau nangis, teganya Donghae Sunbae melakukan ini padaku, aku kenal padanya kok… T___T

”Ne, dia tidak mengenalku… padahal aku begitu mengenalnya,” semua langsung diam, dan aku nyureng, apa maksudnya?! Dia tersenyum ke arahku, sepertinya dia tidak bermaksud jahat sih. ”Haejin-ssi…” katanya.

Aku mengangguk, bingung.

”Lee Haejin, kau bersekolah di SMP Chungdamdong, kan?”

Mataku melebar, ”Sunbae, tahu?!”

”Lalu ketika kau kelas satu SMP, kau mengajar ballet di SMA Mokpo, kan?” tanyanya lagi sambil terus tersenyum ke arahku. Aku mengangguk lagi, bagaimana mungkin dia tahu?!

Leeteuk, Eunhyuk, Shindong, dan Kyuhyun cekikikan.

”Aku bersekolah di SMA Mokpo,” katanya sambil tersenyum. ”Aku juga ikut klub dance, sampai akhirnya aku masuk ke ruang latihan, dan melihat ada gadis kecil sedang menari ballet…” dan seluruh ruangan bersorak riuh.

”Donghae-ssi, jangan bilang kalau gadis itu…”

”Ne, gadis itu adalah Haejin-ssi… aku langsung ingat padanya begitu dia debut, tapi sepertinya dia sama sekali tidak kenal padaku…” suara Donghae Sunbae menjadi lirih, tapi senyuman tidak hilang dari wajahnya.

Aku menekap mulutku tak percaya.

”Onnie… jangan-jangan Donghae Sunbae naksir kau…” ucap Chihoon polos, aku menjitak kepalanya. ”Habisnya, kau SMP coba… itu tahun berapa? Sekarang usiamu dua puluh tahun, tujuh tahun lalu, dan dia masih ingat padamu…”

Aku cuma terkekeh.

”Haejin-ssi? Bagaimana, apa kau tidak ingat?” tanya Hodong Sunbaenim.

Aku menggaruk kepalaku dan nyengir bersalah. ”Mianhaeyo, Sunbae…” aku membungkuk pada Donghae Sunbae. ”Aku benar-benar tidak ingat padamu…” dan seisi studio tertawa. Wajahku pastilah polos sekali.

Kyuhyun menepuk bahu Hyungnya tersebut dan berkata. ”Belum rejeki, Hyung…”

”Donghae-ssi…” panggil Hodong Sunbaenim lagi.

”Ye?” jawab Donghae Sunbae.

”Ada alasan lain kenapa kau mengingat Haejin-ssi sejak dia masih sangat muda?” pancing Hodong Sunbaenim.

Wajahku memerah lagi, benar-benar dikejar penggemar Donghae Sunbae ini! Lolos dari lubang harimau, masuk kandang macan! Harusnya aku tidak datang ke acara Star King hari ini.

”Kuceritakan di Strong Heart saja nanti, kalau aku jadi bintang tamunya…” jawab Donghae Sunbae jahil.

Semua tertawa lagi. Aku tersenyum, tidak menyangka sama sekali?! Benarkah Donghae Sunbae dulu mengenalku? Aigoya, kenapa dia tidak bilang dari kemarin kalau dia seniorku? Aku kan jadi tidak enak. Recording terus berlanjut, dan akhirnya tiba giliranku, aku mengganti bajuku, dengan baju ballet berwarna pink muda, dan mengikat rambut panjangku, lalu memakai sepatu balletku.

”Sebelas tahun menekuni bidang ballet…” kudengar Hodong Sunbaenim memperkenalkan peserta Star King yang akan maju tersebut. ”Dan kita sambut Shin Hyejin!”

Gadis itu keluar dari belakang panggung, dan suara musik klasik mulai terdengar, aku masih menunggu giliranku untuk tampil keluar, dan lima menit kemudian, Hodong Sunbaenim sudah memanggilku.

”Dan menekuni ballet dari usia empat tahun… Electric Leader, Lee Haejin!” teriak Hodong Sunbaenim. Aku mengembuskan napas keras, dan memasang wajah santai, ketika pintu terbuka, dan musik mulai berputar, aku mulai masuk ke panggung, sambil berputar dengan cepat, dengan bertumpu pada jari-jari kakiku, bisa kurasakan semua orang menatapku dan berdecak kagum.

Aaaah, ini memang bidangku, sudah lama aku tidak diberi apresiasi karena ballet, he he he… aku sangat menyukai tari ballet, dan terakhir, aku berputar dengan cepat, tapi kurasakan kakiku yang terkilir agak menganggu, segera kuhentikan putaranku, dan kuakhiri dengan lembut, sebelum aku terjatuh, dan studio kini meledak dengan tepukan tangan, well, meski aku merasa aku bisa melakukan lebih dari ini, tapi jika kupaksa, rasanya aku yang tewas.

”Aaaah, unbelievable!” sorak Hodong Sunbaenim. Diiringi standing ovation padaku. Aku membungkuk dengan langkah sedikit diseret, sepertinya kakiku kini benar-benar sudah tidak bersahabat, aku harus bertahan!

”Shin Hyejin-ssi, dan Haejin-ssi silakan berdiri disini…” Hodong Sunbaenim menunjuk.

Aku dan ballerina itu berdiri di sebelahnya, masih diiringi tepukan tangan dari bintang tamu lainnya, dan para penonton, bangga rasanya. Kemudian Hodong Sunbaenim mewawancarai Hyejin-ssi, dan aku memerhatikan kakiku, dengan nyeri yang semakin terasa, waduuuuh, habis ini aku harus langsung bilang pada Junjin Oppa, kakiku…

”Hyejin-ssi ini, adalah ballerina yang menjadi bintang tamu Super Junior Exploration Human Body, benarkah?” Hodong Sunbaenim tiba-tiba bertanya kepada rombongan Super Junior, yang terdiri dari Teukademy, beserta Kyuhyun dan Donghae Sunbaedeul, mereka berlima menganggukan kepalanya bersemangat, dan langsung maju ke atas panggung.

”Hyejin-ssi adalah bintang tamu kami, dalam episode mencari tahu bagaimana caranya berjalan lurus setelah diputar cepat. Katanya dalam ballet, ada teknik spotting, agar kami tidak pusing…” jelas Leeteuk Sunbae.

Hyejin tersenyum malu-malu.

”Kami semua diputar kurang lebih dua puluh, hingga tiga puluh putaran, dan tak ada satu pun yang berhasil jalan lurus setelahnya kecuali Hankyung, yang memang pernah ballet…” jelas Shindong kemudian.

Hodong mengangguk-angguk sok paham. ”Haejin-ssi, apakah kau bisa melakukan spotting?”

”Keuromnyo…” jawabku sambil tertawa. ”Hal itu adalah teknik penting dalam belajar ballet, karena dalam menari ballet, akan banyak sekali gerakan berputar secara cepat, dan setelahnya kita harus bisa menari dengan gemulai lagi.” Jelasku.

”Dan Hodong Hyungnim, dulu… ketika syuting EHB, Hyejin-ssi, mengaku suka pada Donghae…” celetuk Eunhyuk tiba-tiba. Dan kontan saja membuat seluruh ruangan heboh dan bersorak-sorak, termasuk aku yang ikut bersuit-suit dan bertepuk tangan heboh.

Wajah Donghae Sunbae memerah, begitu pula wajah Hyejin.

”Dan dulu, waktu syuting… Hyejin-ssi diberi misi, melakukan berapa ratus putaran, Hyung?” tanya Shindong Sunbae.

”Tiga ratus putaran…” jawab Leeteuk.

”De, tiga ratus putaran, dan Donghae menunggu di garis finishnya, kemudian Donghae mau mengajaknya kawin lari…” ledek Eunhyuk.

Makinlah keduanya di ledek, aigooo… manisnya, mereka berdua pastilah akan cocok jika menjadi pasangan.

”Jadi, bagaimana Hyejin-ssi, apa kau masih menyukai Donghae-ssi?”

Hyejin tersenyum malu. ”Donghae-ssi itu kan tampan…”

Setelah percakapan-percakapan tidak penting itu, akhirnya recording selesai, karena recording ketika aku menari ballet adalah scene terakhir, aku masih memakai pakaian balletku ketika keluar dari studio, dan melayani para fans yang berasal dari SBS untuk berfoto dan meminta tanda tangan, bahkan ada yang meminta wawancara meski. Aku mau saja melayani, meski kakiku sakit, toh setelah ini aku akan langsung bilang pada Junjin Oppa, meski sepertinya Kyorin dan Chihoon sudah tahu ada yang tidak beres pada kakiku.

Akhirnya setelah melayani foto, tanda tangan, dan wawancara singkat, aku berhasil mengambil tasku, dan aku berjalan mencari kamar mandi, karena di kamar ganti ada anak-anak 2AM yang mau recording salah satu acara SBS juga, mereka pastilah datang untuk mengganggu kami, mereka memang hobi menjahili kami, saking dekatnya hubungan kami.

Aku melewati studio Strong Heart, yang juga sedang recording, mengintip sekilas, dan hatiku mencelos. Taecyeon sedang syuting disana, dan duduk bersama YoonA Sunbae, aku menatap lurus ke dalam, para staff membiarkan, karena aku pastilah tidak akan mengganggu recording. Tepat pada saat itu, Hodong Sunbaenim bertanya, tentang skandal antara YoonA Sunbae dan Taecyeon.

Aku menunduk, aku lebih baik pergi dari sini! Dengan langkah di seret, kaki sakit, aku tidak peduli, aku terus berlari, melewati kamar-kamar ganti para artis yang recording, dan berhenti di depan pintu darurat, aku membukanya, dan ternyata langsung anak tangga, aku terguling beberapa anak tangga, dan kakiku terkilir semakin parah.

Aku menangis! Sakit, perih… meski seluruh badanku, dan kakiku sakit, tapi hatiku lebih perih lagi, aku memegang kepalaku, sepertinya sedikit berdarah, dan tiba-tiba pintu tersebut terbuka.

”Haejin-ah!”

Donghae Sunbae yang berwajah terkejut berdiri di tepi tangga, dia langsung berlari turun ke bawah, dan melihatku menangis.

”Gwenchana?! Kau terjatuh ya?!” suaranya panik sekali. ”Astaga… keningmu luka… kakimu, kakimu terkilir kan?! Ya Tuhan, badanmu… sikumu…” dia panik dan mengeksplorasi bagian tubuhku, tapi aku tidak peduli, aku terus menangis dan semakin lama semakin keras.

Dia memandangku bingung, wajahnya cemas. ”Haejin, sakit ya? Sudah, sudah… aku akan telepon ambulance, kau disini… kau, tenang saja… kau…” dia panik, benar-benar panik, dan aku tetap tidak peduli! Aku menangis dengan keras, semakin keras, dan semakin keras lagi.

Dia langsung menelepon rumah sakit, lalu menelepon manajernya untuk menghubungi Junjin Oppa.

”Sshhh… gwenchana, gwenchana… kau tak apa-apa, makanya jangan lari-lari seperti tadi, apalagi dalam keadaan kaki sakit! Tangga darurat disini memang seperti ini, bisa membuat celaka!” dia terus menenangkanku, lalu dia mengeluarkan sapu tangan, dan menyeka dahiku yang berdarah. ”Sudah, jangan menangis… kau tak apa-apa, mana yang sakit?” tanyanya.

Aku tetap menangis, tapi tangisku semakin lama semakin mereda tatkala, dia memijat lembut pergelangan kakiku. Dia menatap kakiku, wajahnya khawatir sekali, ”Sudah ya… Haejin, jangan menangis lagi…” bujuknya.

Pintu tangga darurat tersebut terbuka lagi.

”Haejin-ah!” teriak Changmin, Seulong, JoKwon, Jinwoon, Junjin Oppa panik, langsung turun ke bawah.

”Kau kenapa?!” tanya Changmin panik.

”Onnie!” ternyata Chihoon dan Kyorin juga muncul dengan wajah panik, dan berlarian turun menghampiri aku dan Donghae Sunbae.

Lalu member Super Junior lain juga muncul bersama manajer mereka.

”Gwenchana?! Ya Tuhan, dahinya… dahinya berdarah!” Jinwoon menunjuk dahiku. ”Apa yang terjadi?!”

”Onnie kau tidak mencoba bunuh diri, kan?!”

”ANDWE!” teriak Changmin dan JoKwon bareng.

Aku malah semakin menangis mendengar semua panik, akhirnya Seulong berkata. ”Sudah, sudah, sudah, para medis sudah sampai belum? Sudah, kalian minggir dulu…” perintahnya.

Semua nurut. Kemudian dia perlahan-lahan berusaha menggendongku di punggungnya, dibantu oleh Changmin dan Junjin Oppa, sementara anak-anak Super Junior melihat kami dengan bingung, karena tangisku mereda setelah berada di gendongan Seulong.

”Kau nonton Strong Heart tadi ya?!” tanya Seulong galak.

Aku mengangguk.

”Onnie!” teriak Chihoon dan Kyorin.

”Ck! Kau memang suka cari gara-gara deh…” keluh Jinwoon.

”Ssstt! Sudah, sudah…” lerai Changmin mengedik ke arah Super Junior, jelas Changmin tidak mau masalah ini tersebar ke kantor manajemen lain, dan akhirnya Seulong menggendongku naik ke atas.

”Terima kasih, Donghae-ssi…”

”Donghae Sunbae, bagaimana kejadiannya?” tanya Kyorin.

Kudengar sayup-sayup Donghae Sunbae menjelaskan bagaimana kejadian aku terjatuh, dan kemudian aku sudah dibawa Seulong keluar. Sambil menggendongku dia terus menenangkanku, sahabatku ini memang baik. Dan petugas medis datang, tepat ketika kepalaku menjadi berat dan aku tidak sadarkan diri.

 

*           *           *

Aku sadar malam harinya, dan aku sudah ada di rumah sakit. Dengan Kyorin dan Chihoon ada di sisiku, begitu pula dengan anak-anak 2AM, bahkan Sunye Onnie dan YeEun Onnie datang.

”Syukurlah dia sadar…” desah Seulong lega.

”Kau membuat kami nyaris mati cemas!” desis Sunye Onnie dan menepuk bahuku. ”Astaga, Haejin-ah…”

Aku memejamkan mataku, perlahan, lalu membukanya lagi, rasanya berat sekali, semua menatapku sedih. Memang apa yang terjadi? Bukankah, kakiku terkilir, dan aku hanya terjatuh? Apa aku gegar otak ringan ya?

”Tekanan darahmu turun drastis, leukositmu juga turun, rasanya kau terlalu banyak pikiran… migrainmu parah sekali, karena terlalu banyak menangis…” jelas Changmin sedih. ”Kami tidak jadi syuting begitu kau tidak sadarkan diri, dan oleh paramedis pun kau tidak bangun-bangun! Kami kira…” Changmin tidak bisa melanjutkan ucapannya.

Aku tahu apa yang mereka pikirkan.

”Onnie… jangan begitu lagi…” Kyorin menggenggam tanganku. ”Seluruh badanmu itu luka, karena hatimu terluka… semua itu berpengaruh. Onnie, sayangilah dirimu… jangan seperti ini terus…” dia berkaca-kaca.

”Kami mohon, Haejin-ah… lupakan dia, lupakan dia…” kata YeEun Onnie.

”Diluar sana, suatu saat nanti, pasti ada orang yang akan balas mencintaimu… percayalah! Jangan sakiti lagi dirimu sendiri, bangkitlah… hiduplah untuk kami, kami disini mencintaimu juga Haejin-ah…” kata Seulong.

Aku tersenyum, dan menangis lagi.

”Sudah, jangan nangis lagi…” kata Sunye Onnie terisak.

Aku mengangguk. Rasanya aku sudah terlalu kejam pada diriku sendiri, aku juga capek, aku tidak mau seperti ini. Dan aku sudah merepotkan begitu banyak orang, semua orang cemas kepadaku, semua orang menyayangiku, kenapa aku tidak menyayangi diriku sendiri?

Aku harus bisa! Aku pasti bisa! Kemudian aku diberikan obat lagi, dan aku tertidur, hingga keesokan harinya. Tadinya Kyorin dan Chihoon mau menemaniku di rumah sakit, tapi aku berkeras agar mereka mau sekolah, hingga aku tidak ditemani siapa-siapa.

Esok siangnya, tamu-tamu berdatangan untukku, kebanyakan dari keluarga JYP. Seulong sendiri dari jam delapan pagi sudah datang untuk menemaniku, siangnya JoKwon, Changmin, dan Jinwoon juga datang. Begitu makan siang, Sunye Onnie dan YeEun Onnie juga datang.

”Bagaimana keadaanmu?”

”Sudah baikkan…” sahutku sambil terus bersandar di bantalku. ”Kakiku sepertinya terkilir parah tapi…”

”Itu gara-gara jatuh di tangga?” tanya YeEun Onnie sambil mengupaskan apel untukku.

Aku menggeleng. ”Sebelum syuting Star King, aku sudah terkilir, waktu latihan ballet di kantor, kemarin ketika menari sakit lagi…”

”Lalu di tambah lari, aduuuuh… kau ini benar-benar!” kata JoKwon tak habis pikir.

Ponsel Jinwoon berbunyi, Jinwoon mengangkatnya. ”Halo? De… iya, kami di rumah sakit sekarang. Hyung dimana? Ooooh, mau kesini juga? Siapa saja?” tiba-tiba Jinwoon terdiam. Lalu melirikku, kemudian melirik ke arah Sunye Onnie, kemudian melirik ke arah Seulong. ”Ahm…”

Seulong merebut ponsel Jinwoon begitu saja, dan meletakkannya di telinganya. ”Siapa nih?! Oooh, kau…” dia melirikku sekilas. ”Kurasa sebaiknya jangan! Sudah jangan lah!” suara Seulong mengeras.

Kurasa aku tahu apa yang terjadi.

Tak lama kemudian, 2PM datang… tidak lengkap semua sih, tapi Junsu, Wooyoung, Nickhun, Junho, dan Chansung datang. Dia tidak ada… syukurlah, kalau dia ada, entah apa yang terjadi disini. Mereka berlima juga ngomel akan keadaanku, tapi mereka tidak membicarakan Taecyeon, syukurlah… sepertinya kami semua sudah saling mengerti satu sama lain.

Menjelang sore, semua pulang karena ada jadwal lain yang harus mereka hadiri, sebelum pulang juga mereka memberikanku pesan-pesan, kecuali Seulong yang bilang dia tidak ada jadwal dan menemaniku hingga sore, bersama Junsu Oppa, jika dari 2AM aku paling dekat dengan Seulong, di 2PM aku sangat dengan Junsu Oppa. Dia benar-benar seperti kakak bagiku.

Tiba-tiba pintu kamarku di ketuk.

”Masuk…” sahut Junsu Oppa dan Seulong.

”Annyeong…” Chihoon masuk dengan wajah cerah, dan dia tidak sendirian, dia menggandeng Oppanya, Kyuhyun, dan di belakangnya ada Sungmin Sunbae, Donghae Sunbae, dan Yesung Sunbae.

”Ah, Hyung… annyeonghaseyo!” Junsu Oppa dan Seulong yang sedang ikutan baring di ranjangku langsung berdiri dan membungkuk. Mereka semua juga balas membungkuk.

Aku tersenyum penuh terima kasih. ”Annyeonghaseyo, Sunbae…”

”Bagaimana keadaanmu?” tanya Kyuhyun.

”Baik…” jawabku.

Donghae Sunbae menyerahkan kantung pada Seulong. ”Ini, kudengar Haejin tidak suka jeruk…”

”Ne, dia memang aneh…” Seulong menjitak kepalaku pelan. ”Jeruk kan sehat, untuk vitamin C, dia tidak suka… pisang tidak suka, pepaya tidak suka…” dibeberkannya itu semua. Gak penting kan padahal… ckckckck, aku cuma tersenyum. ”Ini apel, Haejin-ah… buah favoritmu…”

”Gomapsumnida, Sunbae…” kataku lagi.

Donghae Sunbae tersenyum, tapi tidak selepas biasanya, pastilah dia sedang ada pikiran juga. Aku jadi ikut prihatin, beberapa hari ini dia baik sekali padaku, jadi aku ikut sedih jika ada yang mengganggu pikirannya, semoga semua bisa diselesaikan dengan baik dan berjalan lancar baginya. Dia duduk di sofa, karena dipersilakan oleh Junsu, dan Donghae Sunbae diam saja. Malah Sungmin Sunbae, Yesung Sunbae, dan Kyuhyun Oppa yang banyak ngobrol.

Padahal biasanya Donghae Sunbae suka ngobrol, tapi disini, wajahnya keruh, dia diam dan terus menunduk. Tidak menyapaku, dan mengajakku bicara lagi, apa yang terjadi padanya? Gara-gara sibuk memikirkan dan menebak-nebak apa yang terjadi pada Donghae Sunbae, jadilah yang ngobrol justru Junsu Oppa, Taecyeon, Kyuhyun Oppa, Yesung Sunbae, Sungmin Sunbae, dan Chihoon yang ikut nyeletuk sekali-sekali saja. Chihoon sepertinya bahagia sekali, entah karena apa, dia bersenandung terus, dan aku merebahkan tubuhku lagi.

”Hee, kau mau tidur?” tanya Seulong tiba-tiba.

”Ani..”

”Tidur deh, tidur…” kata Yesung Sunbae. ”Kami sudah mau pulang kok,”

Aku cuma tersenyum, dan kemudian Seulong mengangsurkanku air putih, untuk memaksaku terus minum. Dia lalu berkata, ”Haejin ini bandel banget… kurang minum air putih, Hyung… leukositnya sampai turun parah, dia kalau stress begini nih… semua penyakit di tumpuk!” sudah seperti ibu-ibu yang menjelaskan kenalakan anaknya.

”Kau baik sekali pada Haejin…” celetuk Sungmin. ”Kenapa tidak jadi pacarnya saja?!”

Lalu aku dan Seulong tertawa hambar, bareng.

”Sunbae, aku sudah tahu Seulong luar-dalam… dari wajahnya baru bangun tidur, sampai dia di panggung, aku sudah pernah lihat! Tidak seru ah Sunbae kalau pacaran dengannya…”

Seulong manggut-manggut, sangat setuju dengan kata-kataku. ”Aku sudah tau dia sampai ke yang jeleknya sekali pun, Hyung!”

”Mereka berdua ini memang sahabatan dari jaman trainee Hyung… orang yang melihat pasti mengira mereka pacaran,” jelas Junsu sambil tersenyum. ”Jangan terlalu dekat nanti kalau sudah punya pacar, salah-salah pacar kalian bisa salah paham lho…” kata Junsu lagi.

Kami tertawa. Aku diam lagi, yang lain terus mengobrol, aku melirik Donghae Sunbae yang tersenyum kecil memandang percakapan di depannya, tapi wajahnya masih ada kerut, senyumnya masih tidak lepas. Dia menangkap mataku yang menatapnya, dan tersenyum, masih senyum tak enak.

”Sunbae, kok diam saja?” tanyaku.

Dia menjawab. ”Gwenchana…”

Aku mengangguk, kemudian memalingkan wajah, kepalaku pening lagi, ”Ongie-ya… kepalaku pusing…”

”Kau tidak istirahat sih dari tadi! Sudah tidur…” kata Seulong sambil menurunkan sandaran kasurku, sehingga rata lagi, dan aku bisa tidur. Aku memejamkan mataku perlahan, dan mencoba tertidur lagi. Ketika terbangun, rasanya sudah nyaris tengah malam, aku bisa merasakan sekelilingku sepi.

Kurasa Seulong dan Junsu Oppa pastilah sudah pulang, Chihoon juga tidak ada, kepalaku sudah mendingan. Kamar rawatku gelap, tapi aku merasa ada orang yang menungguku. Dia duduk di sofa kamar rawatku, meski gelap, bayangannya terlihat, dan aku mulai takut. Siapa dia?!

”Oppa?” panggilku memastikan. ”Junjin Oppa?!”

Dia bergerak, tapi berusaha mundur, sepertinya dia tidak mau kuketahui identitasnya, dan dia bukan manajerku. Siapa dia?! ”Ongie-ya? Junsu Oppa?” panggilku lagi, orang itu tetap diam.

”Nuguya?!” teriakku panik dan berusaha meraih-raih tombol untuk memanggil suster. Tapi dia bergerak dan menahan tanganku, sentuhannya lembut di tanganku, dan entah kenapa aku tidak mencari tombol lagi. ”Nuguya?” tanyaku lebih lembut.

Dia tidak menjawab, dia mengelus pipiku pelan. Sentuhannya menjalari seluruh tubuhku, dan merasuk di setiap nadiku, hatiku menghangat. Aku tahu, ini tangan seorang pria.

”Jangan sakit lagi ya…” ucap suara itu.

Aku terhenyak, aku kenal suara ini. ”Ini siapa?” aku terus meraba, dan aku menemukan tangannya yang lain yang menahan tanganku lembut, dan menurunkannya! Tapi aku penasaran, aku menyentuh wajahnya, lembut sekali, suaranya juga lembut.

Dia tidak bergeming ketika aku meraba wajahnya, lalu dia mengecup keningku tiba-tiba, dan keluar buru-buru sebelum aku berhasil menahannya. Begitu aku berhasil menyalakan lampu, aku menemukan sebuah mawar merah di atas ranjangku berikut kartu dengan tulisan, cepat sembuh, jangan buat aku mengkhawatirkanmu terus… SA.

”Nuguya?” tanyaku sambil tersenyum, wajahku memerah. Apa yang terjadi padaku?! Orang itu siapa? Rasanya aku kenal… suaranya familiar, lembut, sentuhannya juga lembut.

Masa iya aku tiba-tiba jatuh cinta pada orang tak berwajah?! Tuxedo Bertopeng? Sudah seperti Sailoor Moon saja, aku tertawa, tapi aku cukup senang. Aku rindu perasaan ini, aku rindu jatuh cinta lagi.

To Be Continued

Hueee, makasih banyak buat JinHaeternal dan readers setia yang mau baca ff aku, hahahaha… kangen Jinhae skinship ya? ahahaha, perjalanan cinta JinHae emang lamaaaaa, pokoknya tungguin aja ya… saya akan berusaha update segera…

FYI, kisah cinta Haejin – Taecyeon itu murni 100 % pengalaman pribadi author, lhooooo #plakk, dari mulai jatuh cinta pada pandangan pertama lewat gitar, sampe terus menerus nangis dan jerit di tengah malem, dan dua tahun gak bisa ngelupain itu bener-bener pernah saya rasakan, wakakakakaka… lalu poster, nyahahaha… ada yang special req mw pake foto asli saya… ya bole deeeh, wakakaka biar kata malu…

Akhir kata, makasih ya yang udah mau baca… apalagi yang mau komen… *bow* saranghae, tungguin terus yaaa kisah cinta Nemo dan Maskoki, hehehe

31 thoughts on “{JinHaeXy} When I Fall ~Part 3~

    • ahaaha iya sabar ya…
      Haejin orangnya moody-an, jadi nunggu Moodku baek ya…
      hehehe, makasih mau mampir…
      sering2 kesini yaaa ^^

  1. wehehhehe,,, kyknya q dah comment di SJFF,,
    tpi baca cerita antara donghae ma haejin emang ga ngebosenin…
    wohohohoho.. mkn penasaran aja nich ma kelanjutannya…
    donghae,,, ingatannya kuat aja,,, tpi kasihan, si haejin ga ingetttt…

    • ahahaha…
      gomawoyo Ticko onn…
      hehehehe, iya si Donge ingeeeet aja, saya aja gak inget sama dy #plakk
      makasih ya onn

      • tapi nis, km akan ttp publish ff km di sjff khan???
        trus2 km jgn bkn pnsaran ya!!!!

  2. Moody-an, khas goldar B bangeet, aku doain cepet membaik deh moodnya^^
    oiya onn, kali2 bikin ff yg heechulnya kebagian banyak peran dong, gak usah jadi tokoh utama deh tapi perannya rada banyak. okee?

  3. Onnie, sejujurnya, udah hampir tiap jam kali aku buka blog ini cuman buat nungguin lanjutan chapter ini, ayo dong onn, publish… u.u

  4. huwaaa keren..
    haejin emank dasar miss galau.. haepa baik banged sii..
    aku juga jinhaeternal.. suka bnged sma ni couple..
    jangan lama lama yah TBCnya..
    btw,, pendatang baru dsni,, annyeong^^
    pas baca d sujuff,, jinhae punya blog sendrii.. seneng,, langsung buka dhh.. hihihi

  5. aah, pria yang meninggalkan mawar merah. Pasti Donghae oppa ! *keinget mv bonamana dan no other* Duh, udah penasaran banget onnie sama kelanjutan nya! HWAITING !

  6. aku udah baca dan komen di sjff tp aku mau disini juga ah *ngeksis
    komennya samaa ama yg disono, ada typo taec tuh eon pas di rs xD
    gemes sama jinhae *gigitjinhae
    berhubung aku yeodongnya hae, eon jd eonni aku berarti *hugeonni xDD

  7. Pingback: {JinHaeXy} When I Fall ~Part 12~ « JinHaeXy

  8. Ciecie abang ikan…
    Sok rahasiaan, ckckck….

    Itu yg pas jatoh…
    Abang ikan berubah jd Clark Kent..
    NeXT Chap…

    *lirik jam, lnjutlah penasaran*

  9. Betul tu Hyejin eonni.. Donghae emg ckep… hahahaha
    Deg2an nih baca ni ff part terakhir..
    Hue… pengen..
    *plakk

  10. omo, haejin ampe jatoh bgtu cuma gara2 taecyeon ampun dah,,,
    trus hae knp diem aja gtu sih pas jenguk haejin,,,,
    trus2 yg jadi X man siapa? hae kah? taw taecyeon?
    aku stuju nya he,,, hahahaha

    makin seru tambah suka n mw tw klanjutannya,,,,

  11. .onnie bner tuh lupain ja taecyeon oppa..ntr bza q’tmpung kq..hhe#plakk
    ..deg”n bca bgian ahir’a…ak jg pngent..>.<
    ,ok..jinhae hwaitting,^^
    ,

  12. Ahh, haejin beruntung banget disayang banyak org, tp kasian juga kisah cintanya..😦
    Whooaa, donghae oppa kykx udah mulai melancarkan serangan (?)😀

  13. jd itu pengalaman pribadi kamu ya chingu? trus bs smpe nangis tgh mlm gtu knp chingu? apa yg udah dilakuin taecyeon oppa😄.. kyknya yg ada dikmr haejin itu donghae oppa ya? jd pnsrn ~_~..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s