{JinHaeXy} When I Fall ~Part 1~

Januari 2010

 

Aku baru saja duduk di depan komputer ruang tengah dormku, dan membuka email baru dari Junjin Oppa, Manajer kami, dan mengkonfirm jadwal Felidis minggu ini, ketika dua dongsengku, Lee Kyorin dan Cho Chihoon muncul dari dalam kamar mereka masing-masing. Kyorin langsung ke kamar mandi, setelah mengucapkan selamat pagi kepadaku, sementara Chihoon, si maknae, seperti biasa, hanya menyapa dengan kantuk, dan mendekati meja makan, lalu menenggak secangkir susu yang kubuatkan untuknya.

Memang aku yang bertanggung jawab kepada mereka berdua, karena selain aku yang paling tua dan menjabat sebagai leader Felidis, keduanya juga usianya terpaut cukup jauh denganku, terlebih si maknae. Keduanya belum cukup umur pula, untuk itulah aku sedikit protektif menjaga mereka, terlebih si maknae.

Perlu kujelaskan disini, kami bertiga adalah Fleur De La Supergirl, girlband besutan JYP Entertainment, yang biasa disingkat Felidis, yang debut di bulan Januari 2009, di acara Music Bank, Music Core, SBS Inkigayo, dan MNet Countdown. Kami bersyukur sekali bahwa sambutan terhadap Felidis cukup banyak, dan fandom kami, Flyers pun semakin bertambah dari hari ke hari.

”Ada jadwal apa, Onnie?” tanya Chihoon sambil duduk dengan imut di kursi makan, aku meliriknya sambil tersenyum. Anak ini memang aegyo! Usianya baru lima belas tahun, tapi dia sudah satu angkatan dengan Kyorin di kelas dua SMA. Chihoon itu pintar sekali, sehingga dia bisa mengikuti kelas akselerasi, bahkan dalam keadaannya sebagai penyanyi.

”Ada tawaran iklan, tapi rasanya harus aku skip!” aku menghapus beberapa data yang tak mungkin kuterima sebagai jadwal kami.

”Wae?” tanya Chihoon heran.

”Ini iklan sebuah tempat wisata renang yang baru, yang jelas aku tidak akan memilihnya…” aku menjawab ringan. ”Mungkin aku bisa, tapi tidak dengan Kyorin dan kau, kalian masih di bawah umur…”

”Aiyaaa… kapan kami boleh menari dengan perut terbuka?!”

”Kau ini! Otakmu itu pintar, tapi terlalu cepat matang!” galakku. ”Sudah sana mandi! Sekolah!”

”Ne…” rajuk Chihoon ke dalam kamar mandi di dalam kamarku. Aku geleng-geleng lagi, ya begitulah! Dia adalah evelitamaknae, bukan sok-sokan mengkopi julukkan Super Junior Kyuhyun Oppa, tapi memang Cho Chihoon, adalah adik kandung dari evilmaknae Super Junior tersebut. Sifat mereka terlalu sama… padahal maknae, tapi Demi Tuhan, kelakuannya… ini mungkin dampak buruk akselerasi, buah matang sebelum waktunya.

Aku menghela napas lagi, beberapa iklan bisa untuk kami ambil, tapi beberapa harus di tolak, dan Coordi Onnie mengirimkan desain baju terbaru untuk syuting kami, rasanya baju Chihoon harus di edit! Mana boleh dia memakai baju seseksi itu, dia masih kecil, ya ampun!

”Onnie, pagi…” Kyorin keluar dari kamar mandi, sudah rapi dengan sergamnya, dan senyumnya. Dia adalah anak tengah dalam keluarga Felidis kami, dia cukup dewasa, tapi cukup kekanakan juga, dia tidak polos-polos amat, tapi dia juga agak kikuk dengan pria. Such a cute baby… hehehehe… Kyorin duduk di atas meja makan, kemudian mengoleskan selai nanas ke roti panggang Chihoon, dan selai blueberry ke rotiku.

Aku masih mengirimkan email kepada Coordi Onnie untuk mengedit baju Chihoon segera, karena kemungkinan syuting dalam waktu dekat, ketika Kyorin berkata, ”Onnie, makan dulu… jadwalnya kan bisa nanti diurusi…”

”Iya…” aku meninggalkan komputer setelah mengirimkan email, lalu beranjak ke meja makan. ”Chihoon-ah, ayo buruan! Kau mandi saja lama sekali… cepat, atau nanti terlambat ke sekolah!”

Chihoon gedubrakan keluar dari dalam kamarnya, dengan baju masih belum semua terkancing, rambut belum tersisir, kaus kaki sebelah, dan dia menjejalkan beberapa binder ke dalam tas ranselnya.

”Astaga! Kau mau image Felidis hancur apa?!” desisku. Segera setelah Chihoon duduk, aku mengambil sisir dan menyisiri rambutnya, lalu mengikatnya dengan rapi, sementara dia dengan wajah bahagia sudah melahap rotinya. Evelita Maknae!

”Onnie, kami pergi dulu…”

”Sampai ketemu nanti siang!”

”Bye, Onnie…”

Aku tersenyum mengantar mereka sampai pintu apartemen, ”Iya, kalian belajarlah yang rajin! Chi, jangan tidur di kelas!”

”Arasseo, kalau nggak ngantuk…”

Kyorin menjitak kepalanya. Aku tertawa melihat tingkah mereka, ya mereka adalah kedua adikku, hanya mereka keluargaku di dunia ini, selain Nenekku, dan kakak sepupuku. Aku menutup pintu apartemen, yang langsung terkunci otomatis, lalu mulai mencuci piring dan gelas bekas sarapan tadi, dan kembali dalam kesibukanku mengkonfirm jadwal.

Seharusnya sih tak ada yang sepertiku mengkonfirm jadwal, karena biasanya semua artis harus ready dengan setiap jadwal yang dipersiapkan oleh manajemen, namun demikian, rupanya perkataanku didengarkan oleh JYP Sunsangnim, bahwa Kyorin dan Chihoon masih di bawa umur, kalau pekerjaan-pekerjaan tersebut tidak di seleksi, maka akan menjadi bara dalam sekam bagi JYP, kan? Untuk itulah, aku diberikan izin langsung untuk memilih jadwal-jadwal yang sesuai dengan image Felidis, juga mengedit kostum-kostum panggung kami.

Akhirnya, setelah nyaris seratus email kuperiksa untuk jadwal Felidis hanya dalam seminggu, dan mengeditnya, aku membuka emailku sendiri, memang dari Junjin Oppa, jadwal pribadi langsung dikirimkan ke dalam email masing-masing, meski jadwal untuk Kyorin dan Chihoon masih aku periksa, tapi untuk jadwalku sendiri, akulah yang mengeceknya, tentunya.

Ada dua tawaran pemotretan majalah, dan image-nya cukup cocok dengan Felidis, rasanya harus kuambil, bayarannya lumayan, hehehehe… kemudian yang satunya, adalah pemotretan majalah olahraga, olala… pantas ditawarkan kepadaku, tidak pada Felidis selurunya… tapi, hatiku mencelos. Aku melihat siapa-siapa saja yang akan dijadikan model, dan aku melihat namanya tertera disana…

Hatiku langsung sesak, dan air mataku langsung tumpah! Kenapa namja ini selalu ada disekitarku?! Oh Tuhan… tak bisakah kau hilangkan secepatnya sakit yang menyiksa ini?! Aku sedikit sesenggukan, kemudian ponselku berbunyi, kuangkat tanpa melihat namanya.

”Haejin-ah?”

”Ah, de… Oppa?” tanyaku, Junjin Oppa.

”Sudah liat email, kan? Bagaimana? Jinyoung Sunsangnim meminta kau menerima yang majalah olahraga tersebut… image-mu kan sudah pas, Electric Leader Haejin…” kata Junjin Oppa.

Hatiku perih, haruskah aku menerimanya? Aku akan bertemu dengannya nanti… apa aku sanggup satu pekerjaan dengannya? Apa aku sanggup menyembunyikan perasaanku yang masih belum berubah?! Apakah dia akan menyadari kehadiranku nanti?

”Hei? Kau dengar tidak?”

”Ah, ye… aku dengar, Oppa…”

”Sakit?”

”Ani… lagi membaca email tadi… memang sebanyak itu yang akan jadi model?” tanyaku.

”Keurom! Semua yang berbadan indah, harusnya kau bangga…” celoteh Junjin Oppa. ”Ayo terima saja lah, kau ini pakai banyak pikir segala! Ada Choi Minho lho, katanya kau suka padanya…”

Aku suka pada Minho?! Dasar Junjin Oppa, manajer atau netizen sih dia?! Aku bilang suka pada Minho tapi kan hanya sebagai tipe ideal, lagipula Minho masalah sepele di bandingkan dia…

”Ayolah, kau tunggu apa lagi sih?” desaknya.

”Iya, iya… ya sudah aku terima…” jawabku sedikit setengah hati.

”Nah gitu dong, sudah siap-siap jam sebelas dijemput, kita langsung wawancara di kantor redaksi mereka, pemotretannya besok!”

Jigeum?!”

”Iya, sudah sana siap-siap!”

Dan telepon putus begitu saja! Junjin Oppa memang kebiasaan, gak ada salam penutup main bubar saja, aku menghela napas, haruskah aku menerima pekerjaan ini?! Aku menarik napas dalam-dalam lagi.

’Biasakan pisahkan masalah pribadi, dengan pekerjaan… profesional!’ kata Seera Onnie, Coordie Onnie kami dulu.

”Arasseo, profesional!” desisku.

 

*           *           *

Dalam perjalanan menuju kantor redaksi, aku tak bisa menyembunyikan kecemasanku, aku gugup! Tapi, pastilah Junjin Oppa merasa kala aku gugup dalam pemotretan perdanaku di majalah olahraga, kalau di majalah lain sih sudah biasa, sudah satu tahun juga kami debut. Kubiarkan Junjin Oppa menasehatiku ini-itu, padahal yang kupikirkan hanya bagaimana nanti kalau aku bertemu dia.

Akhirnya aku sampai di kantor redaksi, Junjin Oppa ikut turun, sementara van hitam tersebut pergi ke sekolah Kyorin dan Chihoon, yang berbeda tempat. Keduanya memang seharusnya belum pulang, tapi Kyorin harus syuting variety show, sementara Chihoon harus rekaman solonya karena dia di daulat menyanyikan sebuah OST drama. Aku melihat sudah ada beberapa van, kemudian aku dan Junjin Oppa berjalan pelan masuk ke dalam kantor redaksi.

Kami disambut hangat, tentu saja, aku membungkuk beberapa kali pada beberapa staff disana, termasuk seorang OB yang meminta tanda tanganku, lalu aku langsung diajak naik ke atas, dan melihat beberapa artis yang merupakan Sunbae-ku di bidang entertainment sudah ada disana, duduk bersama manajer mereka, gugupku naik berkali-kali lipat.

Aku membungkuk pada mereka begitu masuk, mereka tersenyum dan balas membungkuk. Aku mengekori Junjin Oppa duduk, aku melihat sekeliling, syukurklah dia belum datang, baru ada B2ST Dongwoon, MBLAQ Lee Joon, SS501 Park Jungmin, SNSD YoonA, Afterschool Jooyeon, Brown Eyed Girls Gain, dan aku.

Sejujurnya, aku ingin dia datang, tapi aku lebih takut lagi kalau dia datang dan aku justru menangis. Menyebut namanya saja aku tidak mau, bertatapan dengannya di kantor manajemen saja aku nangis, dan berlari pergi, aku tetap rapuh seperti pertama kali dia meninggalkanku dulu.

Junjin Oppa tidak tahu apa yang bergolak dalam diriku, wajahku murung, aku menunduk, dan memilih memainkan ponselku, ekspresi wajahku pastilah buruk sekali, karena tak ada yang mau menyapaku, sampai kemudian Kara Goo Hara datang dan dengan heboh menyapaku, kami memang seumuran, dan dia termasuk orang yang ramah. Dia mewakili Kara rupanya, kami ngobrol sebentar begitu pintu terbuka lagi, dan muncullah tiga orang pria, yang tertangkap mataku pertama adalah SHINee Minho, yang tegap dan cool.

Aku langsung lemas, dan berbunga-bunga.

Resahku berkurang begitu melihat flaming charisma-nya, aaaaahhh… hatiku berdebar, Junjin Oppa sudah melirikku dengan cengiran lebar. Aku menyikutnya, dan dia terkekeh. Di belakangnya ada Super Junior Donghae, dan sepertinya manajer entah siapa.

Aku langsung menunduk malu, ya Tuhan Minho tampan sekali, aku deg-degan, dia duduk di seberangku, dan ngobrol dengan Donghae dari Super Junior. Yah, kudengar mereka memang akrab sih, tapi kemudian aku melihat Minho dan Hara ngobrol cukup akrab. Hara pastilah sudah akrab dengan Minho, ujarku iri, aku kembali memainkan ponselku.

Pintu terbuka lagi, dan orang itu muncul, bersama 2AM Seulong, mataku membelalak, kemudian langsung menunduk, sepertinya dia melihatku karena langkahnya terhenti, Seulong di belakangnya ikut berhenti dan menatapnya bingung, tapi kemudian Seulong melihatku, dan langsung paham kenapa.

Hubungan kami dulu memang rahasia umum diantara para trainee.

Aku berhasil mati-matian menahan air mataku agar tidak tumpah, ketika akhirnya wawancara dimulai, aku tidak menjawab apa-apa, aku tidak komentar apa-apa, aku hanya diam dan menunduk, tidak berkata sepatah katapun.

Seulong terus menerus melihat ke arahku, yaaaaah, Seulong adalah sahabatku, meski usia kami terpaut cukup jauh! Aku bahkan tidak memanggilnya dengan sebutan Oppa, karena saking dekatnya kami! Dialah saksi hidup hubunganku dulu dengan pria yang duduk dan menunduk di sebelahnya kini, selain Kyorin dan Chihoon.

Aku bahkan tidak mendengar ketika seorang staff mereka memanggilku, sampai Junjin Oppa menyenggolku, dan aku mendongak.

”Ah ye, mianhamnida…” aku menunduk.

”Tak apa, Haejin-ssi, sepertinya Anda sedang tidak enak badan ya?”

Aigooo, pastilah wajahku yang merana ini sangat terlihat, aku memerhatikan seisi ruangan memandang ke arahku, wajahku memerah, aku mencoba tersenyum, tapi tenggorokanku rasanya tercekat, aku berdeham sedikit dan tersenyum kepadanya, lalu menjawab. ”Mianhamnida…” lalu membungkuk.

”Tak apa, begini Haejin-ssi, saya ulangi lagi pertanyaannya ya…” kata staff itu baik hati. ”Apakah kau keberatan kalau kami pasangkan dengan salah seorang namja idol disini?”

Aku melirik Junjin Oppa, dia mengangguk, aku mengangguk. ”Ah, gwenchana, tak apa…”

”Kalau begitu, Jooyeon-ssi, YoonA-ssi, Gain-ssi, Hara-ssi, dan Haejin-ssi sudah setuju, begitu pula dengan pihak laki-lakinya, kita bisa mulai besok pemotretan, berpasangan ya…”

Aku menunduk lagi. Staff itu mulai bertanya satu persatu tentang kesan-kesan kami sebagai model di majalah ini, satu persatu menjawab, kemudian ketika giliranku aku menjawab seadanya, karena memang aku baru pertama kali jadi model majalah olahraga. Ketika menjawab, aku sempat melihat dia melihat ke arahku, aku berusaha keras agar tidak memerhatikannya, tapi rasanya mustahil!

Akhirnya ketika wawancara selesai, aku berdiri dan pamit ke kamar mandi, karena setelah ini akan diumumkan siapa partner kami untuk pemotretan besok. Begitu di kamar mandi, aku langsung menangis.

Syukurlah air mata ini tidak tumpah saat di dalam tadi, bisa gawat kalau lagi-lagi aku menangis di hadapannya. Bukan apa-apa, mending kalau dia memerhatikanku, yang ada dia hanya iba padaku, dan bukan itu yang kuharapkan. Yang kuharapkan adalah, Tuhan, sadarkanlah dia, bahwa aku masih… masih mencintainya… air mataku meleleh lagi.

Cepat-cepat kuhapus air mataku, dan memeriksa riasanku! Yah, mata merahku memang tidak bisa disembunyikan, aku mencuci mukaku, dan keluar dari kamar mandi, mendapati Seulong sudah bersandar di dinding sebelah pintu kamar mandi dan menatapku.

”Cengeng!” ledeknya.

”Aish! Aku tidak minta kau ledek, Ongie-ya…” kataku kesal, tapi mataku malah memanas lagi.

”Tuh kan nangis lagi!” katanya sambil mengeluarkan sapu tangannya, dan dengan tenaga laki-lakinya yang tidak dilembutkan sedikitpun, dia mengusap mukaku begitu saja.

Aku meringis. ”Sakit! Kau kasar sekali sih!”

”Daripada dia lihat!” balas Seulong terus menyeka mukaku.

Aku menghela napas dalam-dalam, kemudian melirik bayanganku di kaca kecil yang kubawa. ”Aish! Mataku panda…”

”Sudahlah, jangan menangis lagi…” katanya prihatin, dia memandangku serius kali ini. ”Kalian sudah dua tahun berpisah, Haejin-ah, lupakanlah dia…” mohon Seulong. ”Aku tidak bisa melihat dua sahabatku saling diam seperti ini…”

”Aku mau begitu, tapi hatiku tidak mau!” balasku.

”Liriklah pria lain, Haejin-ah, cobalah! Choi Minho, kau lihat kan? Kau bilang kau ngefans padanya, dekati dia, cari pria baru!” kata Seulong menggebu-gebu. ”Hidupnya terus berjalan, dan begitu pula harusnya hidupmu!”

Aku hanya diam, semua yang Seulong katakan benar, tapi bagaimana caranya? Aku menghela napas dalam-dalam, sambil menunduk, sampai kemudian Seulong menyapa seseorang.

”Hyung…” sapanya ramah.

Aku mendongak, rupanya Super Junior Donghae Sunbae yang lewat, dia tersenyum ramah pada kami berdua, mau tak mau aku membungkuk dan menyapanya juga. Aduuuuh, orang lagi curhat, ada aja gangguannya.

”Hyung mau kemana?” tanya Seulong ramah.

”Aku mau ke kamar mandi, dimana ya?” tanyanya.

”Ini, Sunbae…” aku menjawab dan menunjuk kamar mandi kantor redaksi majalah tersebut yang memang tidak terpisah antara toilet laki-laki dan perempuan. Dia melirik pintu toilet, kemudian padaku dan Seulong.

==” Sunbae, jangan berpikir aneh-aneh ya…

”Hee, kalian berduaan di depan toilet? Ckckckck…” ledeknya ramah.

”Aniya, Hyung…” Seulong tertawa, aku cuma tersenyum kecil, dan dia masuk ke dalam kamar mandi.

Aku memandang Seulong lagi, ”Othe?”

”Mwo othe? Aaah, aku punya ide, Haejin-ah…”

”Apa? Jangan yang aneh-aneh…” aku langsung curiga kalau ide tersebut datang dari otak Ongie.

Dia hanya tersenyum simpul, sampai kemudian pintu kamar mandi terbuka lagi, dan Donghae Sunbae memandang kami terheran-heran. ”Kalian jagain pintu kamar mandi ya?” pastilah Donghae Sunbae membayangkan petugas kamar mandi umum.

Ahahaha, dia pandai bercanda, lumayan disaat aku sedang sedih begini. Seulong ikut ngakak, ”Oiya, Hyung… aku mau minta bantuanmu dong… boleh kan? Jebal, Hyung…”

”Bantuan apa?” bisikku pada Ongie heran.

Donghae mengangguk. ”Keurom, kalau ada yang bisa kubantu, katakan saja, ada apa?”

”Begini, Haejin…” Seulong menunjukku, aku langsung meliriknya tajam! Otak orang ini benar kan harus di waspadai! Rencana apa lagi yang ada di otaknya itu?! Sekarang Donghae Sunbae memandangku sambil mengangguk, dan Seulong meneruskan kata-katanya. ”Haejin kan suka pada Minho, bantu kami ya, Hyung…”

Aku ternganga! Im Seulong, kau benar-benar cari mati! Aku menatapnya sadis, dan mau menjambaknya sampai Donghae Sunbae menatapku kaget. ”Ah, jinjayo, Haejin-ssi? Kau suka pada adikku?”

”Aniya…” aku menggeleng.

”Dia malu, Hyung…” sahut Seulong seenaknya.

”Im Seulong!” desisku.

Donghae mengangguk, ”Ah kalau bantu mencomblangi tentu saja aku bisa, Haejin-ssi…” dan dia menepuk bahuku! Aduh, matilah aku, Seulong minta di bantai memang! ”Katakan saja padaku, kita kan sama-sama berasal dari Mokpo, Haejin-ssi, aku pasti membantumu!”

”Aigo, aniya Sunbae…” Haejin meringis, tapi Seulong menekap mulutnya.

”Gomawo, Hyung… dia baru patah hati, dan obatnya hanya Choi Minho, dia penggemar SHINee, Hyung…” sementara aku sudah megap-megap karena tangan Seulong yang menutup mulut serta hidungku sekaligus.

Donghae tersenyum dan terkekeh. ”Seulong-ah, kasihan itu, dia kehabisan napas…” dan Donghae Sunbae melepaskan tangan Seulong dari mulutku. Aku menarik napas dalam-dalam.

”Kamsahamnida, Sunbae… untung ada kau, atau aku mati… Sunbae, jangan dengarkan dia… dia bohong!” ringisku pelan.

Donghae tertawa. ”Tenang saja, Haejin-ssi, aku sudah nonton kok acara Star Golden Bell waktu kau bilang tipe idealmu itu Minho, he he he… tak perlu malu padaku, pasti kubantu.”

Aduuuuuh, matilah!

 

*           *           *

Akhirnya pembacaan partner di mulai, aku duduk menahan malu, karena Donghae Sunbae dari tadi melempar senyum padaku, pastilah dia menertawaiku karena Seulong tadi! Anak itu memang minta di hajar, aaaaah… aku mau meremas-remas kepalanya supaya dia berhenti bersikap seperti anak kecil! Ongie-ya, babo! Ne, aku memang suka pada Minho, tapi cuma ngefans!

”Karena jumlah model wanitanya ganjil, dan jumlah model prianya genap, jadi ada dua wanita yang menjadi model dengan dua pria, ya?” kata staff itu memulai. Aku mendengarkan ketika dia mulai membacakan pasangan-pasangan satu persatu. ”Gain-ssi, kau dengan Dongwoon-ssi. Kemudian Jooyeon-ssi dengan Lee Joon-ssi. Lalu Hara-ssi dengan Jungmin-ssi. Jadi, Haejin-ssi dan YoonA-ssi yang akan bersama dengan dua pria…”

Aku langsung gugup, namanya juga belum disebut.

”Kalau begitu, mengikuti pemberitaan yang ada, SNSD YoonA-ssi akan dipasangkan dengan Taecyeon-ssi dan Donghae-ssi, sementara Haejin-ssi dengan Seulong-ssi dan Minho-ssi.”

”Suit-suit…” Seulong bersiul.

Aku tidak menggubrisnya, aku menunduk sedih, dia dipasangkan dengan YoonA, apakah semua pemberitaan belakangan ini kalau mereka dekat itu benar? Aku menunduk dalam, sampai kulihat Donghae Sunbae mendatangiku dengan Minho di sebelahnya.

”Haejin-ssi, kenalkan ini Choi Minho adikku…”

Aku mendongak, dan berusaha tersenyum, ”Ah, annyeonghaseyo, Minho-ssi… bangapsumnida…” aku menunduk.

”Hai…” sapanya kalem.

”Haejin-ah!” Hara mengalungkan tangannya di leherku. ”Tak usah terlalu formal dengan Minho, kita bertiga seumuran, ya kan?” tanyanya pada Minho, Minho mengangguk.

”Panggil saja Minho-ya…”

Aku mengangguk, tapi begitu kulihat dia dan YoonA Sunbae ngobrol berdua, aku tetap tidak bisa mengalihkan pandanganku! Meski ada Choi Minho di hadapanku, aku tersenyum lalu buru-buru berdiri, tidak kuat melihat pemandangan itu.

”Permisi, aku ke kamar mandi sebentar!” lalu aku kabur dari Minho, Hara, dan Donghae Sunbae, sementara kurasakan Seulong berdiri dan berlari mengejarku buru-buru. Aku menangis lagi, dan Seulong kini menepuk-nepuk bahuku, dan menemaniku menangis.

Bagaimana ini? Ok Taecyeon…

 

*Dorm Felidis*

”Onnie…” rengek Chihoon tiba-tiba.

”Wae? Ada apa?” tanyaku kaget karena melihatnya keluar tiba-tiba dari kamar sambil merengek. Kyorin yang sedang mengerjakan tugasnya di komputer ruang tengah pun ikut menoleh.

Chihoon duduk di sampingku. ”Onnie, aku kangen Oppa…” katanya sedih.

”Kyuhyun Oppa?” tanyaku.

”Ne…”

”Chihoon-ah… teleponlah…”

”Gak mau! Aku mau ketemu, Oppa… aku kangen Oppa…” kata Chihoon terus merengek. ”Onnie-ya… temani aku bertemu dengannya, jebal, jebal…” dan dengan puppy eyes andalan evelitamaknae itu, akhirnya kini aku dan Chihoon sudah berada di lift Sky City Apartement.

”Onnie memang baik…” kata Chihoon bahagia.

Aku menjitak kepalanya. ”Kau menyusahkan saja! Seperti bayi minta bertemu Oppamu, memang tidak bisa apa kalian bertemu diluar saja sampai kita harus kesini? Aku kan malu…”

”Habis aku kangen Oppa… mau ketemu…” katanya sok imut, meski dia memang imut sih, aku hanya bisa mendesah kesal.

Pintu lift berhenti di lantai sepuluh, dan betapa kagetnya kami berdua begitu melihat Super Junior Donghae dan Eunhyuk masuk.

”Eh?!” pekik kami berempat bareng.

”Annyeonghaseyo, Sunbae…” aku dan Chihoon langsung membungkuk kompak pada mereka.

”Hai… Chihoonnie… Haejin-ssi, annyeonghaseyo…” sapa Eunhyuk.

Donghae juga tak kalah ramahnya. ”Haejin-ssi, Chihoonnie, annyeong… tumben kesini, Chihoon kangen Kyu, ya?”

”Ne…” sahut Chihoon bangga.

”Kyuhyun sedang di lantai kami, langsung kesana saja…” Donghae menekan tombol dua belas. ”Tumben Chihoon sama Haejin kesini, biasanya sendirian aja…”

”Ah, yee… mianhamnida kalau merepotkan Sunbae.” Aku langsung merasa tak enak. ”Sebetulnya aku tidak tahu kalau Chihoon suka kesini, aku kan yang bertanggung jawab pada orangtuanya… dia masih kecil!” sementara Chihoon senyum-senyum tak berdosa.

”Aniya, kami tidak keberatan…” kata Eunhyuk meluruskan. ”Kami justru heran, kenapa kau dan Kyorin tidak ikut, tapi akhirnya kau mampir… ayo,” ajaknya begitu tiba di lantai dua belas.

Donghae Sunbae memasukkan kombinasi angka di depan apartemen mereka, lalu mempersilakan semuanya masuk. ”Kyunnie, ada adikmu!” teriak Eunhyuk ke dalam ruangan.

”Nugu? Chi?” sahut Kyuhyun buru-buru keluar. ”Kyaaaa, uri Chihoonie…” dia langsung memeluk adiknya, sementara aku tersenyum melihat reuni kakak beradik tersebut.

Dan segera saja Chihoon lenyap bersama Kyuhyun.

”Haejin-ssi, ayo masuk… jangan bengong disini…” kata Donghae Sunbae, ah pastilah aku melamun.

”Ah ye, permisi, maaf merepotkan, Sunbae…”

”Aniya, masuk saja, ayo…”

Aku masuk, apartemen mereka rapi, dan penuh barang-barang yang terlihat berkelas. Donghae Sunbae mempersilakanku duduk di satu-satunya sofa yang ada di ruang tengah mereka.

”Mianhae, Kyuhyun pasti tidak sadar kalau ada kau, dia memang suka lupa pada sekitar kalau sudah bertemu adiknya…” kata Donghae baik hati.

”Ah ye, gwenchana… aku justru merasa tak enak mengganggu…”

”Aniya… kau mau minum, kuambilkan ya…” Donghae Sunbae menghilang ke dalam dapur, kemudian Eunhyuk Sunbae keluar dari dalam kamar bersama Heechul Sunbae yang heboh melihatku.

”Woaaah! Leader Felidis… let me kiss you, let me hug you… ah ah ah I give you my aegyo chu…” dan Heechul Sunbae langsung menirukan gerakan tarian Felidis Aegyo Chu, membuatku tertawa.

Aku mengacungkan jempol. ”Sunbae hebat, annyeonghaseyo… senang bertemu denganmu, Sunbae.” Aku membungkuk.

”Aish, aku memang hebat, Haejin-ah…” katanya langsung memakai bahasa tidak formal. ”Sering-sering kesini, sayang Teukie dan Shindong tidak ada… ah aku senang kenalan denganmu.”

Aku merasa tersanjung, harusnya aku yang terharu. Kemudian Donghae Sunbae datang membawakanku segelas air jeruk, aduuuuh, aku kan tidak suka jeruk, tapi demi kesopanan, aku membungkuk dan berterima kasih.

”Baik sekali kau…” Heechul nyureng memerhatikan Donghae.

”Wae? Dia tamu…” kata Donghae membela diri. ”Harus di service…”

”Dia bukan komputer, Donghae-ya…” Eunhyuk geleng-geleng. ”Maklumlah, Haejin-ssi, Donghae itu banyak kenalan tukang servis komputer, karena semua komputer disini sering rusak gara-gara dia…”

”Ya!” hardik Donghae.

Aku tertawa, ”Ah ye…”

”Aku ke kamar dulu ya, Haejin-ssi, anggap saja rumah sendiri… Hyung, Hyuk-ah, temani ya… dia saudara jauh nih, sama-sama dari Mokpo!”

”Eh, jinja?!” pekik Heechul dan Eunhyuk langsung.

Aku tersenyum dan mengangguk. ”Ne, aku berasal dari Mokpo…”

”Oooooh…” Eunhyuk dan Heechul mengangguk-angguk bersamaan dengan hebohnya.

”Pantes Donghae baik,” kata Heechul cuek. ”Biasanya kalau ada tamu, dia di kamaaaar aja gak mau keluar, tapi kau di layani dengan baik! Ternyata sama-sama dari Mokpo, memang KKN itu ada dimana-mana ya…”

”Ne, kau benar, Hyung…” Eunhyuk mengiyakan.

Aku ngobrol-ngobrol sebentar dengan Eunhyuk dan Heechul, tak lama kemudian Eunhyuk pamit untuk kembali ke kamarnya di lantai sebelas, dan Heechul menerima telepon untuk mengurusi kontrak acara radio terbarunya, jadi tinggallah aku sendirian di ruang tamu, menunggu Chihoon yang hilang bermain dengan Kyuhyun Oppanya tercinta.

Aku mulai mengantuk, sambil bersandar, aku mendengar sayup-sayup suara melodi yang indah, memetikkan gitar, dan aku berdiri lalu mencari petikan suara gitar tersebut, tak peduli mau dianggap lancang karena telah mencari-cari ruangan tanpa izin, sampai aku menemukan sumbernya.

Pasti kamar ini, ini kamar siapa ya?”

’You’re like a queen and beautiful, I just can’t be without you girl… you’re like a queen and beautiful I just can’t be without you girl…’

Aku membuka pintu kamar perlahan, dan melihat Donghae Sunbae memetik gitar di atas kasur putih, dan dia tersenyum lembut sambil memejamkan matanya dan terus bernyanyi.

Hatiku berdesir. Déjà vu…

To Be Continued

Akhirnya saya nulis lagi, hehehe… kemaren sempet gak mood, gak tau kenapa… maaf yaaaaa, tapi sekarang mood sudah kembali kok, tapi aku sibuk kerja, jadi kayaknya sambungannya gak bisa dalam waktu cepet deh… maaf yaaaa…

Ini Fanfiction Flashback, buat penggemar JinHae #plakk yang nanyain JinHae tuh pertama kali ketemunya dimana sih? nah, ini kisah dari awal mereka ketemu, sampai nanti mereka……….. *skip* jangan dibocorin sekarang deh pokoknya… wakakakakaka

Kemaren juga ada yang nanya, KyuNara nama penggemarnya KyuNaration, kalo JinHae apa? Waduuuuuh, saya punya penggemar ya? #plakk JinHaeternal aja deh *dicambuk massa karena kepedean* Akhir kata makasih semua yang udah mau baca, apalagi yang mau komen… *bow* saranghae…

 

35 thoughts on “{JinHaeXy} When I Fall ~Part 1~

  1. uda bca d tetangga sebelah..
    tp mau nyampah di sini juga ah.. /plakk

    pas pertama kali jinhae ketemu mereka biasa2 aj..
    gak nyangka kalau mereka jadian sampe ngehasilin sea,sky &cloud ..wkwkwkwkwk #plaakk
    unnie…. i’m jinhaeternal😄

  2. me too. . .

    Q pnggmar ff jinhaexy. . .
    I’m jinhaeternal. . .
    Annyeong. . .

    Akhr’y stelah lma menunggu n mencri blog ne,finally ktmu uga. . .

    Akh,my lovely hae,
    Q kangen dweh. . .

    Nice ff chingu,

  3. Emm….
    Mampir Jin-ah….
    Udah tau lama ttg ni FF
    Cm blm sempet baca, mampir pertma kali
    Pas JinHae galau…
    N lupa tuk baca FF ini LG, cz LG nyelesaiin
    Hutang FF…
    Eon lanjut dlu ya….
    Boleh rapel KOMEN ga?
    Wakakak, ga Deng Nti KOMEN perpart..

  4. ini awal cerita haejin sama donghae pacaran? Kasian juga ya haejin hoohoho aku baru tau juga donghae mau jodohin haejin sama minho xp okelah mau lanjut baca ahaha saya excited sama ceritanya ;D

  5. annyeong eonni ^^ salam kenal ya Ayu imnida. iseng-iseng gak ada bacaan buka blok eonni deh, eh gak tau nya dapat ff yang seru kkk~ yaudah deh, lanjut part selanjutnya. ^^

  6. anyyeong,,,
    mia imnida,,,

    pas bka wp ini ada jdul ff ini tp part 16,,,
    karena penasaran sama ceritanya jadi aku langsung search deh k part 1 biar ngerti gtu ceritanya hehehe
    kirain karena judulnya jinhaexy, si haejin sama hae udah jadian eh ternyata bau kenal,,,
    wah,, wah,, ternyata awal pertemuan y… hehehe

    saya suka sama ceritanya,,,
    tp ternyata awalnya haejin cinta ma taecyon toh…

    mw lanjut baca y chingu,, ohy chingu sblmnya minta maaf klo nanti mungkin ada bbrapa part yg ngga bsa komen soalnya ngga selalu baca di laptop, tp lwat hp,, kadang tuh susah bgt komennya masuk..
    tapi ttp aku usahain untuk komen kok,,,, hehe

  7. weoooooow aku plng telat komen,maklum bru nemu blognya,,,,,
    pertama liat mangap” gila sampai 16 part bo,,,,,,,,,

    aku pkr mantannya hea jin it donghae ternyata taecyeon????awal yg bgs
    it kyu ma adiknya akur bnr g kya biasanya apa karna sama” evil makanya akrab gt,,,,,,
    dah ah mau lanjut dlu,,,,,,

  8. Onnie~.. Annyeong ayu imnida,slm knal ja klo blum tw sya😀
    hhe ahirny sya bza bca mlai awl ff’ni jujur sya bca’a tuh lmpat”,mian onnie*bngkuk*,.
    awl ktmu ma blog ni tuh d’rkomendzikn ma tmen..kta”a ff d’zni crita’a bgus”,pnasran jg ahirny q search..eh emng bner bgus sya sllu kgum ma onnie,daebak deh pkok’a..hhe
    ,ok JinHae..hwaitting!!:)

  9. anyeong…ku reader bru…omoo akhrny nemu ff nya donghae @lari keliling kampung@ bru part 1 udah bkin ngakak…mo lanjt bca dlu…

  10. annyeon6 reader bru..
    Hemmm bca dr snie k’lihtn bkl asyik.. Wahhh bahaya bahaya.. Hrs siap” brlindun6 d’bawh lindun6an TUHAN y6 MAHA ESA.. ada duwo evil bersaudara.. Berlindun6666.. Komat kamit bca mantra eh slh baca do’a..

  11. salam kenal aku reader baru nih.. hehe
    udah baca ini sampe part 19.. wow bagus banged gaya bahasa yang dibawain.. aku bacanya sampe terbawa suasana..
    suka suka sama karakternya disini meskipun akhirnya ada yadongnya *yes #plakk.. haha
    keep writing.. i’ll wait for next part..

  12. Wah crita yg roman n lucu keknya, n ternyata haejin itu mantanya taecyeon ya? Ckckck ditnggal taec dpet ikan dong2 gk msalah

  13. jd ini awal mula donghae-haejin bs ktmu ya^^.. q udah satu-dua ff ttg haejin tp q bngng krn q ga urutannya, tp pas liat ada postingan urutan ceritanya jd gampang n enak bcnya.. kyknya q jg jd fans haejin couple nich😉

  14. jd ini awal mula donghae-haejin bs ktmu ya^^.. q udah baca satu/dua ff ttg haejin tp q bngng krn q ga urutannya, tp pas liat ada postingan urutan ceritanya jd gampang n enak bcnya.. kyknya q jg jd fans haejin couple nich😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s