When Sunrise Meet Sunset (Episode 20) ENDING

Setelah Haejin mengabarkan hal itu, para orang tua, Jungsoo, Heechul, Jongwoon, Haneul, dan Jaejoong langsung mendiskusikan hal ini.

”Gwenchana?” tanya Sungmin pada Haejin yang duduk di sofa ruang tunggu dan mengatur napasnya. JeSoo dan Donghae juga mengerubunginya.

Haejin mengangguk, ”Gwenchana…” tapi kemudian dia menyandarkan kepalanya lelah.

”Changmin…” kata Sungmin.

Haejin membuka matanya. ”Aku tidak menyangka Changmin Sunbae ada hubungannya dengan ini semua.”

”Onnie, benar akan menikah dengan Changmin Oppa?”

Haejin menoleh pada JeSoo dan tersenyum. ”Aku harap kita bisa segera menyelesaikan hal ini…”

”Kau yakin?” tanya Sungmin.

Haejin mengangguk.

Akhirnya Sungmin menepuk bahu Haejin, dan beranjak dari situ, begitu juga dengan JeSoo yang menghampiri Minho lagi. Donghae duduk di sebelah Haejin, dan menatapnya khawatir.

”Aku baik-baik saja, Oppa…” sahut Haejin. ”Nara bagaimana?”

”Dia diam saja dari tadi… aku menyerah mengajaknya bicara, dia cuma diam, menunduk, dan tersenyum miris.” Donghae menatap Nara yang duduk di seberang mereka, memakai iPod, tangannya memeluk PSP, tapi tidak dimainkannya mainan kesayangannya itu.

Haejin menatap Nara. Tidak pernah dilihatnya sahabatnya memikirkan seorang pria sampai seperti ini. Cho Kyuhyun benar-benar telah mencuri hati seorang Kwan Nara, sama seperti pria di sebelahnya ini, yang telah mencuri hatinya. Haejin melirik Donghae, Donghae balas melirik Haejin.

Don’t leave me…” bisik Donghae.

Never…” balas Haejin sambil tersenyum. ”Aku percaya Seulong pasti bisa menolong kita.”

”Seulong?!”

Haejin mengangguk.

”Haejin-ah…” Heechul Ahjussi tiba-tiba sudah berada di depan mereka. ”Kami sudah punya kekuatan hukum sekarang, beritahu temanmu…”

Haejin berdiri dengan wajah berbinar, kemudian mengangguk, dan mengeluarkan ponselnya. ”Seulong-ah… oke, sudah ada kekuatan hukumnya sekarang… kau boleh mulai hack, ara… gomawooooo…” ujar Haejin.

”…”

”Berapa lama?”

”…”

”Heeeh?! Kau mau aku keburu menikah ya?!” teriak Haejin.

”…”

”Ara! Ara! Tapi kan…”

”…”

”Oke… kutunggu, tapi pasti bisa kan?”

”…”

”Gomawooooooooo! Annyeong…” Haejin menutup teleponnya. ”Ahjussi, dia butuh sepuluh jam, jadi sekitar jam lima pagi, mungkin datanya sudah bisa keluar, dia akan mengirimkannya ke emailku.”

Heechul mengangguk. ”Baiklah…”

Tiba-tiba pintu ruang operasi terbuka, Jaejoong buru-buru menghampiri, teman-teman Junsu mengekor di belakang Jaejoong.

”Syukurlah, Jaejoong-ssi, operasinya berhasil… Junsu dan Yoonrae sekarang sedang dalam tahap pemulihan.”

Semua langsung menghembuskan napas lega, Ririn memeluk Siwon. Begitu pula dengan adik-adik Junsu yang saling berpelukan. Ririn nampak terharu, dia pasti berharap sekali hal yang sama bisa terjadi pada saudara kembarnya. Kemudian Yoonrae dan Junsu dipindahkan ke ruang rawat. Jaejoong sangat berterima kasih kepada Jungsoo dan Sangmi.

”Kalau perusahaan saya kembali, saya pasti akan membayarnya…”

”Gwenchana, kami ikhlas kok…” sahut Jungsoo.

Miyoung, ibunda Yoonrae tidak bisa menahan tangis bahagianya, karena anaknya selamat sekarang. Jaejoong menggenggam tangan istrinya, sementara Jonghyun, Key, dan Wookie bisa bernapas lega.

”Oh ya, Wookie-ya… katanya pacarmu mau kesini…?” tanya Key.

Wookie mengangguk. ”Molla, Hyung… dia masih tidak menjawab teleponku, padahal sudah dari tadi dia berangkat.”

”Dia kemana ya?” Jonghyun juga nampak heran.

”Ya sudah tunggu saja lah, mudah-mudahan cepat sampai…” kata Key sambil menepuk bahu Wookie.

 

*Kamar Rawat Yoonrae & Junsu*

Obat bius perlahan-lahan meninggalkan tubuh Yoonrae, perlahan dia bisa membuka kedua matanya. Dia merasakan sakit yang teramat sangat di bagian perutnya, dan tangannya terasa berat.

Pandangannya kabur sekali, sudah berapa lama dia tak sadarkan diri, dan sekarang dia sadar kembali. Apakah itu berarti bayang-bayang malaikat maut akhirnya telah meninggalkannya? Yoonrae sama sekali tidak tahu, dia menoleh ke sebelah kanannya, di ruangan serba putih ini, dia tidak sendirian, ada seorang pasien yang sedang tertidur juga.

Rasanya dia kenal wajah dan rambut itu.

”Oppa…” bisik Yoonrae, suaranya mengabur, karena sudah beberapa hari tidak digunakan sama sekali.

”Yoonrae-ya…”

Yoonrae mengerling, Miyoung dan Jaejoong, diikuti Jonghyun, Key, dan Kibum masuk ke dalam kamarnya. Tak ada wajah sinis dalam diri Jonghyun dan Key, keduanya justru nampak bersalah, dan saling merapat satu sama lain.

”Yoonrae-ya, gwenchana?”

Yoonrae tersenyum lemah. ”Gwenchana… Junsu Oppa, wae…”

”Junsu Hyung… mendonorkan ginjalnya untukmu…” sahut Jonghyun pelan. ”Maka, kau… harus cepat sembuh.”

Yoonrae terkejut, tapi dia tidak bisa banyak bergerak. ”Eh… wae?! Wae?!” air mata meleleh. Kenapa Oppa melakukan hal itu?! Isaknya dalam hati karena tidak sanggup mengeluarkan banyak kata-kata.

 

*Diluar Kamar*

”Aigooo…” Kibum duduk di sofa sambil menghela napas lega. Dia baru saja dari luar untuk membeli minuman. ”Diluar ramai sekali…”

”Ada apa?”

”Sepertinya ada kecelakaan, seorang anak perempuan gitu… kakinya patah, aku sendiri tidak bisa melihatnya, karena diluar sudah ramai sekali…” kata Kibum sambil geleng-geleng.

”Ya ampun, udah mau lebaran makin banyak aja ya yang kecelakaan…” gumam teman-teman Kibum yang lain.

 

*Rumah Keluarga Cho*

Yunho benar-benar geram. Kyuhyun tidak mau bicara, dan keadaannya sudah benar-benar lemah sehingga tidak mungkin untuk disiksa kembali, dan sekarang malah Hyunmi yang kabur.

”Cepat temukan Hyunmi!” perintahnya pada para pengawal Kyuhyun yang tersisa. Kyuhyun juga sudah tidak bertenaga untuk melawan sekarang. ”Brengsek! Brengsek!” teriak Yunho sambil membanting segala macam barang pecah belah yang ada di ruang tamu sekarang.

Telepon berdering.

Immonim mengangkatnya. ”Yeoboseyo, Keluarga Cho…”

Immonim nampak kaget dan gemetaran nyaris menjatuhkan teleponnya, kemudian berlari menghampri Tuannya. ”Tuan… Tuan… ada telepon dari Kepolisan, Nona Hyunmi…”

”Ada apa?!” tanya Yunho galak.

”Nona Hyunmi kecelakaan, dan sekarang sedang kritis…”

Dan dunia Yunho seakan luluh lantak begitu saja. Putrinya kecelakaan! Dia langsung berlari seperti orang kesetanan mengambil kunci mobilnya dan melarikan mobilnya ke rumah sakit.

Tanpa dia tahu bahwa putra pertamanya, sedang bertarung melawan maut di atas. Kyuhyun sudah tidak kuat lagi, segala pertahannya runtuh, kesadarannya mulai menghilang, Kyuhyun terbatuk, dan dunia gelap seketika.

Yunho tiba di rumah sakit, ketika ponselnya bergetar lagi dan memberitahukan bahwa Kyuhyun pingsan, Kyuhyun akhirnya juga dilarikan ke rumah sakit yang sama dengan Hyunmi. Rumah Sakit Internasional Seoul, Yunho benar-benar kalut, sementara Eunji  bersama para pelayan di rumah mereka.

Tanpa Yunho sadari, mantan istrinya sekarang juga berada di tempat yang sama. Miyoung pergi ke apotek di rumah sakit tersebut untuk mengambil obat, dan tak disangka Miyoung justru melihat Yunho.

”Yunho-ya?”

Yunho menoleh, wajahnya kalut. ”Miyoung-ah…”

”Apa yang kau lakukan disini?!” tanya Miyoung heran.

”Miyoung-ah…” Yunho nampak memohon. ”Kyuhyun… Kyuhyun… Hyunmi… Hyunmi…”

”Apa yang terjadi?!”

”Mereka masuk rumah sakit?!”

”MWORAGO?!” teriak Miyoung. ”Kau bilang mereka sudah mati! Kau bilang mereka mati pada kecelakaan itu?!” teriak Miyoung histeris dan mengundang perhatian orang-orang disekitar mereka. Miyoung tidak mau tahu lagi, dia sudah terlalu banyak disakiti dan dibohongi, bahkan diancam oleh Yunho. ”JADI MEREKA MASIH HIDUP?! DAN KENAPA MEREKA SEKARANG?!”

Orang-orang mulai berkerumun memerhatikan mereka, termasuk akhirnya Jaejoong yang datang menghampiri istrinya dan Yunho, yang kemudian diikuti oleh anak-anak yang ada disana menunggui Junsu dan Yoonrae, serta hasil tes donor untuk Yoochun.

”Jadi ini yang kau harapkan?! Bertindak keji, demi kepuasan pribadi! Kau lihat hasilnya pada anak-anakmu!” teriak Miyoung tepat di wajah Yunho.

Nara menekap wajahnya. Jadi Kyuhyun itu, anak kandung dari ibu tirinya Junsu? Omona…

Yunho menunduk, akhirnya dokter memperbolehkannya masuk melihat Kyuhyun. Keadaan Kyuhyun sangat lemah, begitu juga dengan Hyunmi. Yunho duduk diantara keduanya.

Pintu kamar rawat mereka diketuk, Yunho menoleh. Masuklah Nara, dia membungkuk pada Yunho. Yunho menatapnya dalam-dalam.

”Ahjussi… aku hanya ingin menyampaikan sesuatu.” Kata Nara pelan. ”Kyuhyun bercerita banyak padaku, mengenai Ahjussi… Kyuhyun bilang…” Nara tersenyum. ”Ahjussi adalah pria hangat yang sangat sayang pada keluarganya… dan Kyuhyun bilang, dia sangat sayang pada Ahjussi… dia kembali juga… juga karena rasa sayangnya pada Ahjussi…”

Yunho berusaha menahan luapan air matanya.

”Ahjussi… kembalilah menjadi Ahjussi yang dulu, yang Kyuhyun kenal… yang Kyuhyun sayang… yang Kyuhyun banggakan sebagai figur seorang ayah.” Ujar Nara, lalu Nara menghampiri Kyuhyun, dan menggenggam tangannya. ”Kyuhyun-ah… cepat sembuh ya…”

Nara membungkuk lagi, dan keluar dari ruang rawatnya. Yunho menangis tersedu-sedu sendirian. ”Mianhae, Kyuhyun-ah… mianhae, Hyunmi-ah… maafkan Appa…”

*Rumah Keluarga Shin*

”Aku mau dekorasi mewah… dan aku mau seluruh teman-teman kampusku datang, dan aku mau Lee Donghae menyaksikan kemenanganku yang telak atas pribadi manis dan heroiknya…” racau Changmin.

Shindong terkekeh melihat putranya mabuk.

”Lee Donghae… beraninya dia! Dia selalu bermain dengan adiknya saja… ya! Dia tidak mengenal dekat keluarga Sungmin… hik…” Changmin cegukan. ”Aku mengenal Haejin jauh…lebih,…dulu…dari…dia… dan dia datang begitu saja! Hanya karena Haejin tersayat… dan dia membebatnya!”

Anak ini jatuh cinta, pikir Shindong, syukurlah akhirnya senjatanya keluar. ”Jadi, kapan kau menikah dengan Haejin pujaan hatimu itu, hah?” tanya Shindong sambil tertawa.

”Hah… besok! Aku harus menikah dengannya besok! Tidak peduli apa pun, harus menikah dengannya besok! Hah! Tidak peduli… apa katanya? Dihatinya hanya ada Lee Donghae?! Mustahil, seorang Changmin bisa dikalahkan bocah angkat dari keluarga Kwan, Lee Donghae itu…”

”Iya… baik, Appa akan turuti semua kemauanmu…”

 

*Pukul 5 Pagi*

Semua menginap bersama di ruang tunggu, tak ada yang berani memejamkan mata mereka meski kelelahan. Wajah mereka terlihat tegang, apalagi setelah sahur. Mereka semua solat tahajud bersama, memohon pertolongan, dengan Leeteuk sebagai imamnya.

Tepat pukul lima kurang sepuluh menit, ponsel Haejin berdering lagi. Semua menatap Haejin tegang. Haejin mengangkat ponselnya. ”Oh, Seulong-ah… othe?”

”…”
”Lalu?”

”…”

”Mwo?!” wajah Haejin semakin tegang. JeSoo mengenggam erat tangan Sungmin, dan yang lainnya juga menahan napas. Wajah Haejin mengerut, kemudian mengangguk. ”Ne, arasseo… gomawo, Seulong-ah…” Haejin menutup kembali flip ponsel putihnya.

”Bagaimana, Haejin-ah?” tanya Jongwoon.

Haejin memandang berkeliling dan menghela napas dalam-dalam. ”Seulong… tidak berhasil menemukan datanya…”

”Aish…” semua mengeluh.

”Tapi, Seulong menemukan seluruh data mengerikan mengenai Cho Corp dan Shin Corp…” Haejin mengeluarkan evil smirk mautnya. ”Itu artinya, kita punya poker!”

”MWO?!”

”Haejin-ah! Kau tegaaaaaaa!”

”Alhamdulillah…” Sungmin menangis terharu sambil sujud syukur. Segala beban yang selama ini ditahannya, karena dia berusaha tegar demi adik-adiknya, bisa terangkat, dan dia tidak bisa menahan rasa bahagianya yang begitu besar.

Mereka berpelukan penuh haru. Sementara Soeyoung sudah membantu Heechul, Jongwoon, dan Haneul untuk mengakses email Haejin. Seulong benar-benar mengirimkan banyak data yang ’mengerikan’ dari Shin Corp, berhubung Cho Corp adalah anak buah Shin Corp, maka data-data di Cho Corp tidak terlalu banyak.

”Data ini lebih dari cukup untuk menggulingkan mereka…”

”Lalu bagaimana sekarang? Aku tidak mau adikku menikah dengan Changmin, kecuali memang Haejin sendiri ingin menikah dengannya…” kata Sungmin.

”Tenanglah, Haejin-ah…” senyum Jongwoon.

Haejin tersenyum.

”Kalau bukan karena Im Seulong yang misterius itu, kita tidak akan bisa seperti ini. Aigo, Haejin-ah… siapa sih dia?” tanya Siwon.

Haejin cuma tersenyum.

Tepat pukul enam pagi, Changmin menghubungi Haejin lagi, Haejin mengangkat ponselnya. ”Yeoboseyo…”

”Siap jadi pengantin?!”

”Siap tidak siap harus siap…”

”Itu baru pengantinku, kau ada dimana?”

”Rumah sakit Internasional Seoul…”

”Apa yang kau lakukan disana?”

”Junsu di operasi, Yoochun juga sedang di rumah sakit, begitu pula dengan Kyuhyun dan adiknya.”

Changmin mengeluarkan seringai anehnya. ”Kau mau kita menikah di rumah sakit, Haejin-ah?”

”Aku hanya mengikuti kemauanmu.”

”Baik, aku akan menjemputmu… Penghulu sudah kusiapkan… kita bisa menikah, dan setelah lebaran resepsi…”

”Oke…”

Haejin menutup flip ponselnya. ”Plan A sudah berjalan, Plan B…”

Haneul langsung menelpon suaminya. ”Yeobo, Changmin sudah meninggalkan rumahnya untuk menjemput Haejin disini. Sepertinya Changmin akan membawa Haejin menemui penghulu, kau dimana?”

”Aku sudah di kantor pengacara, Heechul dan Jungsoo sudah ke kantor polisi, Hyukjae akan segera bebas.”

”Arasseo… oke…”

Sungmin menatap berkeliling Kibum, Soeyoung, Donghae, Nara, Siwon, Ririn, Minho, dan JeSoo. ”Jadi nanti, kalau kita di ajak oleh Changmin ke tempat dimana dia mau menikahi Haejin, kita harus berakting kalau kita kaget, dan nampak menentang, tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Donghae, jaga emosimu ya…”

Donghae mengangguk kaku.

Haejin menggandeng tangannya, sambil tersenyum. ”Gwenchana, gwenhcana… aku tidak akan menikahinya…”

”Oke… kita bersiap sekarang… bisa kapan saja Changmin sampai disini.”

 

*Kantor Polisi Seoul*

”Saudara Lee Hyukjae, Anda dibebaskan…”

Hyukjae yang nampak letih dan sakit, karena banyak pikiran nampak kaget, ”Saya bebas?”

”Ya…”

Hyukjae keluar dari dalam jeruji besi yang mengungkungnya selama beberapa hari ini, dan menuju ruang tunggu yang bersih berwarna putih bersih. Dia melihat Heechul dan Jungsoo sedang menunggunya.

”Lee Hyukjae-ssi?” tanya Jungsoo.

Hyukjae mengangguk. ”Ne…”

”Saya Park Jungsoo, dan ini rekan saya Heechul, kami dari Badan Pemeriksa Keuangan Korea Selatan. Kami berhasil mengumpulkan bukti, bahwa Anda tidak bersalah.”
Hyukjae nampak terperangah. ”Eh? Tapi bukankah Shin Corp…”

”Berterimakasihlah pada anak-anak Anda, dan teman-teman anak Anda, mereka yang membantu…” senyum Heechul. ”Kebetulan anak saya, anak Jungsoo, dan anak Anda berteman…”

”Oh jinjayo? Kamsahamnida…” Hyukjae membungkuk dalam-dalam. ”Saya benar-benar berterima kasih…” keharuan muncul di mata Hyukjae.

 

*Rumah Sakit Internasional Seoul*

Seorang pemuda turun dari mobil mewahnya, sambil memakai kacamata hitamnya, dan memerhatikan keadaan sekitarnya. Rambut hitamnya bergerak karena desau angin.

Dia berjalan lurus menyusuri koridor-koridor rumah sakit, dan menuju ruang tunggu yang sudah diberitahukan sebelumnya oleh Haejin bahwa dia berada disana. Changmin masuk ke dalam ruang tunggu, gerakannya yang mendadak membuat semua orang kaget.

Haejin sedang berdiri di dekat jendela, terperangah melihatnya.

”Halo, Yeobo… siap menikah hari ini?”

Seluruh mata meliriknya.

”Ada apa?” Changmin terkekeh. ”Tidak ada yang menyambutku datang lagi sekarang? Tidak ada yang mengharapkan kedatanganku?! Sungmin-ah, Kibum-ah… dan Donghae-ah…” Changmin menoleh pada Donghae, sambil tersenyum sinis. Donghae yang duduk disebelah Nara tegang sekali.

Kibum diam saja.

”Kalau begitu ayo,” tanpa tedeng aling-aling Changmin menarik tangan Haejin, Haejin mengikutinya terus. Tapi, Changmin menoleh lagi ke belakang. ”Aku mau kalian juga ikut sebagai saksi pernikahanku…”

Semua diam seribu bahasa.

 

*Aula Pernikahan Shin Corporation*

Shindong tersenyum puas melihat kini, Changmin dan Haejin sudah duduk di hadapan penghulu. Teman-teman Haejin menunggu dengan harap-harap cemas kedatangan penyelamat mereka.

Sungmin duduk di meja itu juga, dia bertindak sebagai wali nikah adiknya, karena sang ayah ’sedang’ dalam penjara.

”Mari dimulai…”

Sungmin menghela napas dan mengulurkan tangannya kepada Changmin, Changmin menjabatnya.

Dibarisan teman-teman Haejin-Sungmin…

”Jagiya… kalau misalnya Hyukjae Ahjussi tidak datang sekarang, apa yang terjadi pada Haejin?” tanya Ririn cemas.

Siwon menggenggam tangan Ririn. ”Gwenchana, Appa akan membawa Hyukjae Ahjussi kesini segera.”

JeSoo menunduk dalam-dalam, ”Aku tidak mau punya kakak ipar seperti itu…”

”Gwenchana, Appamu akan kembali…” Minho mengelus kepala JeSoo perlahan, dan merangkulnya juga.

”Hae… apa yang akan kau lakukan jika Hyukjae Ahjussi tidak segera kesini?” tanya Nara.

”Aku akan kesana, dan menghentikan pernikahannya saat ini juga!”

Suara Sungmin yang terdengar keras karena mikrofonnnya terdengar. ”Saya nikahkan adik saya, Lee Haejin, kepadamu Shin Changmin, dengan mas kawin yang disebutkan, dibayar tunai…”

”Ya Tuhan sudah ijab kabul!” pekik Soeyoung.

Pintu menjeblak terbuka. ”SAUDARA SHIN DONGHEE, ANDA DITANGKAP KARENA TUDUHAN PENIPUAN DAN PERENCANAAN PEMBUNUHAN!”

”Dan saya tidak pernah setuju anak saya menikah hari ini!”

Semua menoleh kaget.

Haejin dan Sungmin berdiri lalu berlari menyongsong sang ayah yang berdiri di depan pintu bersama Jongwoon, Heechul, dan Jungsoo. ”Appaaa…” JeSoo ikut berlari menghampiri ayahnya.

Shindong berusaha meronta melepaskan tangannya, sementara Changmin terpaku di tempatnya. Bingung dengan apa yang terjadi.

”Perencanaan pembunuhan?” tanya Siwon heran pada ayahnya.

”Yunho menyerahkan diri tadi pagi, dan mengakui bahwa kecelakaan kedua orang tua Donghae dan Nara adalah perbuatan mereka.”

”Mwo?!”

”Ayah Kyunnie?”

Ponsel Jungsoo berdering. ”Yeoboseyo…”

”Yeoboooo‼!” jerit Sangmi histeris. ”Cocok! Cocok! Sumsum tulang belakang Choi Siwon cocok dengan Yoochun!”

”Mwo?!”

 

*Idul Fitri 1431 Hijriah, KST*

Hari ini cerah sekali. Membuat siapa pun yang melihatnya merasakan bahwa indahnya dan putihnya awan hari ini mengembalikan kesucian mereka, di hari yang Fitri ini.

”Ciyee Yoochun solaaaaat!” ledek Junsu.

”Heh! Iseng ya!” Yoochun menjitak kepala Junsu.

Ya, mereka baru selesai menunaikan solat Ied di masjid dekat rumah keluarga Kwan. Ya, rumah itu kembali menjadi milik keluarga Kwan. Tapi ada yang tidak biasa, setelah seluruh jamaat solat Ied pergi, geng Fisip Neul Paran, beserta adik-adik dan keluarga mereka tetap berada di Masjid.

Hari ini Cho Kyuhyun dan Kwan Nara menikah. Setelah Kyuhyun sembuh, dan ayahnya menyerahkan diri, ibunya memutuskan berpisah dari Kim Jaejoong dan memilih untuk menjaga kedamaian di keluarga Jaejoong, dan kembali merawat Kyuhyun, Hyunmi, dan Eunji yang terpisah lama dari Miyoung dan Yoonrae.

Tapi bagaimana Kyuhyun dan Nara bisa menikah?! Karena Kyuhyun melamar Nara, dan Donghae sebagai wali kedua orangtua Nara menyetujuinya, karena amanat terakhir kedua orang tua Nara sebelum meninggal adalah mencarikan Nara jodoh. Dan kriteria Nara untuk pria itu sudah pas : Diplomat yang suka main game. Nara kaget ketika Kyuhyun melamarnya, tapi Nara tidak menolak.

Cho Corporation masih berdiri, Hyukjae, Jongwoon, Haneul, Heechul dan Siwon membantunya, dan Kyuhyun akan mengelolanya sambil terus berkuliah, hingga dia bisa menafkahi Nara, dan Nara menyerahkan perusahaan K2 Enterpraise untuk kakak angkat, yang sekaligus telah menjaganya dari kecil hingga sekarang, Donghae.

Junsu dan Yoonrae pun berani go public sekarang, setelah Jaejoong merasa bahwa keluarganya memang tidak bisa menerima orang lain selain ibu mereka. Begitu juga dengan Hyunmi yang ternyata kekasih Wookie.

Yoochun? Ya, ternyata justru sumsum tulang belakang Siwon yang cocok dengannya, Yoochun sangat berterima kasih. ”Tapi tahukah kau kenapa aku jahat padamu? Karena aku mau melihat, sekuat apa kau menjaga Ririn? Karena mungkin aku tidak akan bisa menjaganya lama…”

”Tapi kau hidup… Ririn menyayangimu…”

”Dan kau membantuku, jadi mari bahagiakan anak ini…” Yoochun mengerling jail saudari kembarnya. Mereka bertiga berangkulan.

JeSoo dan Minho? Mereka lancar-lancar saja, malah semakin romantis dari hari ke hari. Hampir sama dengan pasangan Haejin dan Donghae, mereka duduk bersila menunggu penghulu menikahkan Nara dan Kyu.

Donghae menjadi wali nikah Nara.

”Saya nikahkan kau, Cho Kyuhyun, dengan adik saya, Kwan Nara, dengan mas kawin…” Donghae terdiam sebentar, lalu menghela napas dalam-dalam dan meneruskan. ”Seperangkat Playstation 4, dibayar tunai…”

Seluruh kening mengerut mendengar mas kawinnya.

”Saya terima nikahnya dan kawinnya, Kwan Nara, dengan mas kawin seperangkat Playstation 4, dibayar tunai…”

Penghulu menoleh pada Hyukjae dan Jongwoon, yang merupakan saksi nikah dari Kyuhyun dan Nara.

”Sah?”

”Sah…”

”Alhamdulillah…”

Mereka langsung berdoa bersama. Kyuhyun dan Nara bertukar cincin kawin, dan kemudian Nara mencium tangan suaminya, dan Kyuhyun mengecup kening Nara. Seharusnya pemandangan itu romantis, tapi…

”PS 4???” tanya Junsu.

”Aku gak mau dinikahin pake PS…” kata Yoonrae.

”Iya, aku gak segila itu…” peluk Junsu.

Siwon, Ririn, dan Yoochun geleng-geleng.

”Playstation 4…” Minho tertawa terbahak-bahak disebelah JeSoo.

JeSoo geleng-geleng. ”Aku lebih baik boneka Nemo daripada itu…”

”Kalau mas kawinnya aku aja gimana?” lirik Minho.

Wajah JeSoo memerah.

Setelah akad nikah selesai, mereka dengan berjalan kaki langsung kembali ke rumah Nara untuk menikmati hidangan lebaran bersama, karena memang pernikahan Kyuhyun dan Nara hanya ingin dibuat sederhana, hanya akad nikah, tanpa perlu pesta.

Donghae merangkul Haejin dan membawanya ke rumahnya mengikuti pasangan-pasangan lain yang bergandengan di depan mereka.

”Aku yakin mereka tidak mau resepsi bukan karena mau sederhana…”

”Wae?”

”Mereka tidak sabar main PS4…”

Haejin terbahak. ”Kau ada-ada saja…”

Sementara Sungmin menghela napas dalam-dalam menatap banyak teman, bahkan adiknya yang bergandengan tangan. ”Kapan aku begitu?”

”Gwenchana, Sunbae… aku juga ditinggalkan adikmu…”

Sungmin menoleh. ”Hyorin-ah?”

”JeSoo jahat! Sejak ada Minho dia lupa…” kekeh Hyorin. ”Tapi syukurlah, JeSoo bahagia…”

”Kau baik sekali… ayo pulang, kita makan di rumah Nara…” ajak Sungmin sambil merangkul Hyorin.

Yang disebut happy ending itu memang ada, apalagi karena kesungguhan, kebaikan hati, dan keikhlasan. Yang jahat, meski nampak berkuasa, pada akhirnya pun akan mendapatkan ganjaran yang setimpal. Begitu juga yang berkhianat seperti Changmin, yang hukumannya justru lebih berat, sudah ayah masuk penjara, teman-temannya meninggalkannya, karena ulahnya sendiri.

Pintu tobat masih terbuka, apalagi di hari yang Fitri… Changmin cuma bisa bertobat dan menyesali kesalahannya di masa lalu, tapi teman-temannya ternyata tidak pendendam, mereka memaafkan Changmin. Termasuk JooEun dan Hyukjae. Setiap manusia memang bisa bersalah, kok. Tapi yang mau memaafkan yang sedikit… semoga dengan dibuatnya Fanfiction ini kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Amin.

 

*Behind The Scene*

Bayangin aja seluruh Cast lagi pada pake baju koko sama gamis warna putih berdiri rame-rame, kayak di film-film atau sinetron-sinetron Ramadhan gitu.

Seluruh Cast : ”Annyeonghaseyo, When Sunrise Meet Sunset-imnida…”

Siwon             : ”Maafkan keterlambatan episode terakhir ya…”

Ririn               : ”Iya, authornya sibuk keliling-keliling, dan sampe rumah udah tidur, sampe perlu digendong sama Papanya masuk rumah…”

Yoochun        : ”Semoga ceritanya bermanfaat bagi temen-temen semua, dan kalau ada kekurangan mohon maaf yang sebesar-besarnya.”

Nara               : ”Oiya… kita juga mau mengucapkan…”

Seluruh Cast : ”SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN…”

Kyuhyun       : ”Semoga amal ibadah kita di bulan Ramadhan kemarin diterima oleh Tuhan YME, dan kita masih bisa di pertemukan di Ramdhan berikutnya…”

Donghae        : ”Amin… maafkan kami kalau ada salah-salah kata atau perbuatan baik yang disengaja maupun tidak disengaja…”

Haejin              : ”Kalau begitu kami pamit undur diri… URINEUN…”

Seluruh Cast : ”WHEN SUNRISE MEET SUNSET-IYEO…”

Donghae        : ”Eh, Haejin-ah, nanti dulu… jelaskan padaku… Im Seulong itu siapa?”

Haejin                        : ”Ahahahahaha…

Tamat

2 thoughts on “When Sunrise Meet Sunset (Episode 20) ENDING

  1. Halo Nisya,, maaf y komen dipart ending aja,,^^
    ngebut bc dri part 1.. Ehm, sbnrnya liat ff ni dah lama, sejak msh disjff wkt blan puasa tp krn lg KKN jd rada males bca ff.. Trnyata ffnya keren bgt.. Sinetro mah kalah… Ini lbh ketipe serial korea yg konfliknya ngejelimet tp penyelesaiannya gak dibkin ribet…
    Suka bgt ma krakter2nya… Haejin yg lola, Hae yg gak mau ngmong lngsng,,
    Ririn ma Yochun tengkar2 tp syang,,
    minho kulkas hangat.. Ckckck… Jesoo mah 11 12 ma Haejin gak nyadar klo disukain ma cwo2…kkkk
    KyuNara ttp gila game.. Ska adegan yg dikolam renang.. Hehe
    Semua dpt peran… Suka bgt dah pkknya…
    Gomawo dah buat FF YANG SUPER kya gini… Season 2 ditnggu ya…^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s