When Sunrise Meet Sunset (Episode 19)

*Rumah Keluarga Lee*

Nara akhirnya tertidur lagi karena kelelahan, juga pengaruh obat, yang minumkan secara paksa oleh Donghae, karena Nara tidak mau minum obat, dan cuma menangis dari tadi. Setelah Nara tertidur, Donghae menyelimutinya. Kemudian dia keluar dari kamar Nara dan menutup pintu kamar adiknya itu. Kamar Haejin ditutup, Donghae berjalan ke arah kamar Haejin dan membuka pintunya.

”Haejin-ah…” Donghae melongok. Tempat tidur rapi, dan tidak ada tanda-tanda Haejin di dalam. ”Haejin-ah…” Donghae akhirnya masuk dan memeriksa kamar mandi, kamar mandi juga kosong. ”Apa turun ya?” Donghae keluar lagi dari dalam kamar Haejin dan turun ke bawah.

Ruang tengah juga sepi.

”Pada kemana?” tanyanya  sendiri.

Sementara ternyata rombongan lain sedang mencari data di internet, berkat pengetahuan Soeyoung, akhirnya data pribadi pemilik Shin Corp terbuka, dan mereka membacanya pelan-pelan.

”Jamkaman!” pekik Sungmin. ”Soeyoung-ah… buka yang ini…” Sungmin menunjuk data keluarga.

Dengan mouse, Soeyoung mengklik link yang dimaksud oleh Sungmin. Kemudian data itu terbuka, dan mereka membacanya bersama-sama.

Shin Donghee, pemilik Shin Corporation, adalah duda beranak satu, dengan istri Jung Nari, dan seorang putra yang sedang kuliah di Universitas Neul Paran, jurusan Hubungan Internasional, yang juga merupakan penerus tunggal Shin Corporation, Shin Changmin.”

”MWO?!” pekik semuanya berbarengan.

”Shin Changmin?!” ulang Kibum.

Minho memberi usul, ”Noona, bukankah kalau memang Changmin Hyung adalah anak pengusaha terkenal, profilnya akan ada jika dicari di google? Atau Daum? Atau Naver?”

”Benar, Minho-ya…” Soeyoung langsung membuka tab baru, dan mengetik web adress yang disebutkan oleh Minho. ”Shin Changmin…” Soeyoung mengetik keywordnya, dan banyak page keluar.

”Yang paling atas…”

Soeyoung memilih halaman paling atas, dan halaman itu terbuka, dan memang memampang foto Changmin, yang sedang memakai jas. Tak salah lagi itu Shin Changmin yang mereka kenal.

”Changmin anak dari… Shin Donghee?” tanya Sungmin kaget.

”Aigoo…”

Mereka semua malah diam.

”Lalu, apa yang harus kita lakukan?” tanya JeSoo pada Sungmin. ”Apakah Changmin Oppa, tau kalau… kalau…”

Sungmin menatap nanar foto Changmin di layar komputer itu. Pintu ruang kerja terbuka masuklah Donghae.

”Kalian disini? Haejin mana?”

”Lho, bukannya di kamar?” tanya Sungmin.

”Nggak ada…”

Sungmin mengernyit. ”Masa sih? Ah iya, Donghae-ya, lihat sini deh…” Sungmin melambai pada Donghae menyuruhnya mendekat. ”Kau tahu, kalau Changmin anak dari pemilik Shin Corp?”

”Mwo?!” pekik Donghae kaget. ”Nggak mungkin!”

”Ini datanya…”

Donghae melongok melihat layar, dan terperangah. ”Changmin? Changmin teman kita?!”

”Ne…”

Telepon berdering, Sungmin berjalan ke arah telepon dan mengangkatnya. ”Ya, keluarga Lee…”

”Halo, Lee Sungmin?”

”Changmin?!” seru Sungmin.

Kibum berlari ke arah telepon dan menekan tombol loudspeaker. Suara Changmin bisa terdengar jelas sekarang.

”Ya, ada apa, Changmin-ah?” tanya Sungmin gemetaran, semua menahan napas ikut mendengarkan.

Changmin menjawab. ”Adikmu, sekarang ada padaku…”

”He?!”

”Haejin-ah?” desis Donghae.

JeSoo pucat. ”Onnie…”

”Ne… Haejin sekarang ada padaku,” kata Changmin sambil tertawa. ”Jangan khawatir, dia tidak apa-apa. Dia sehat walafiat… mungkin kalian bertanya-tanya kan? Kau sudah tahu, kalau aku adalah Putra dari Shin Donghee pemilik Shin Corp?”

”Apa maksudmu?” tanya Sungmin heran.

”Kau mau ayahmu bebas kan?”

”Astaga…” keluh Soeyoung sambil menepuk dahinya.

”Ayahku?”

”Kalau kau mau ayahmu bebas, datanglah besok… di pernikahanku dan adikmu, Lee Haejin!”

”MWORAGO?!” teriak Donghae langsung menghampiri telepon. ”Shin Changmin! Apa yang kau katakan?!”

”Ah, Lee Donghae… aku senang kau bicara…” kekeh Changmin. ”Donghae-ya, aku yang menang…” bisiknya. ”Kau sudah jatuh miskin, dan kau tidak bisa memberikan apa-apa pada Haejin! Haejin sekarang ada di genggamanku… kalau keluarga Lee mau ayah mereka bebas, maka…”

”Changmin-ah! Kau mengancam Haejin?!” tanya Sungmin marah.

”Ne…” jawab Changmin. ”Haejin setuju… maka ayahnya akan bebas, setelah aku resmi menikah dengannya, besok.”

Telepon putus.

Semua lemas mendengarkan pembicaraan telepon barusan. Shin Changmin yang mereka kenal? Tiba-tiba menusuk mereka dari belakang? Hanya karena persaingan cintanya dengan Haejin?

Donghae masih terpaku menatap telepon itu, dia menoleh pada Sungmin yang gemetar hebat.

”Appa dan Haejin? Pilihannya itu…” isaknya.

JeSoo menangis lagi, Minho merangkulnya dan menepuk-nepuk bahunya. Siwon, Kibum, dan Soeyoung juga ikut menunduk sedih.

 

*Di Restoran Luxurious*

Haejin menangis mendengar percakapan Changmin dan Oppanya, kemudian dia bisa mendengar suara Donghae. Donghae pasti terkejut, Changmin menutup teleponnya dan menatap Haejin senang.

”Sunbae senang melihatku menderita?”

”Kalau kau sudah disisiku kau tidak akan pernah menderita…”

Haejin menggeleng-gelengkan kepalanya tidak percaya. ”Ara! Aku akan menikah dengan Sunbae… tapi lepaskan dulu Appa.”

”Ho?”

”Kalau aku tidak menepati janjiku, Sunbae bisa tangkap kembali Appa…” ujar Haejin dingin.

Changmin mengangguk. ”Oke, akan kubebaskan… dihari kita menikah, kita akan menikah tepat di hadapan Appamu, besok.”

”Besok?!”

”Ya, besok…” ujar Changmin dengan senyum kemenangan.

Haejin mengangguk. ”Algessimnida…” dia menahan tangisnya. ”Kalau begitu biarkan aku pulang!”

”Dan membiarkanmu bertemu dengan Lee Donghae lagi? Sama sekali tidak…”

”Biarkan aku… melepasnya…”

Changmin menatap Haejin lurus, Haejin menunduk. ”Aku harus melepas Donghae dulu…”

”Baik, kupegang omonganmu… tapi nanti malam kau kujemput, kau akan tinggal bersamaku mulai malam ini!”

”Ara!”

”Bagus…”

Haejin berdiri dan berlari keluar. Sesudah berjalan menjauh dari restoran itu, dia berbelok di sebuah taman, dan duduk di kursinya. Kebetulan taman itu sepi, disitu dia menangis sejadi-jadinya.

Kenapa cobaan ini begitu berat? Ya Tuhan, kirimkanlah Malaikat-Mu untuk membantu keluargaku, keluarga Donghae dan Nara, serta keluarga-keluarga yang disakiti dan didzolimi oleh orang-orang jahat itu.

Ponselnya begergetar, Haejin menarik keluar ponsel flip putihnya dan melihat nama yang tertera di layar.

Im Seulong.

”Seulong-ah…” Haejin langsung menangis deras begitu mengangkat telepon dari Seulong. ”Tolong aku…” dan setelah itu mengalir semua cobaan yang tengah ia terima pada Seulong.

”…”

”Eh?!” Haejin terperangah. ”Kau yakin?”

 

*Rumah Keluarga Lee*

”Hyung, kita harus cari sekutu…” kata Minho pada Siwon. ”Kalau memang keluarga Lee ditipu oleh Shin Corp dan Cho Corp, sekarang kan mereka sedang mengincar Kim Corp, ya kan?”

Siwon mengangguk.

”Aku mengerti maksud Minho, kita cari keterangan tentang Kim Corp, dan kita bisa bersatu dengan Kim Corp untuk melawan Cho Corp dan Shin Corp!” sahut Kibum.

”Benar! Benar! Soeyoung-ah… coba cari…”

Soeyoung langsung mencari data tentang Kim Corp, yang profilnya juga langsung terbuka. ”Milik duda beranak empat, Kim Jaejoong, yang menikah lagi dengan janda beranak satu, Kim Haneul. Anak : Kim Junsu, Kim Jonghyun, Kim Kibum, Kim Yoonrae, dan Kim Ryeowook!”

”Heee???‼!”

”Junsu?!” pekik Siwon.

”Jonghyun Hyung… Yoonrae… Kim Kibum disini Key…”

”Ryeowook…”

”Jangan bilang ini Junsu teman kita…”

”Ada fotonya?” tanya Siwon.

Soeyoung langsung mencari lagi, dan foto keluarga mereka keluar. Dan terperangahlah mereka. Junsu, Jonghyun, Key, Yoonrae, dan Ryeowook yang mereka kenal.

”Jangan-jangan selama ini Junsu nggak masuk karena ini lagi?”

”Bukan, Junsu sedang dirumah sakit, Yoonrae sedang sakit…” sahut Siwon. ”Aku diberitahu Ririn, Yoochun juga kan masuk rumah sakit.”

”Kalau begitu begini saja, kita sekarang ke rumah sakit, siapa tau kita bisa bertemu dengan keluarga Kim disana. Lalu ada yang ke Jongwoon Ahjussi dan Heechul Ahjussi tentang ini, jadi kita bisa sama-sama ke Kim Corp.” saran Sungmin.

”Oke, kalau begitu, Siwon, Minho, JeSoo, Kibum kalian ke rumah sakit, aku, Soeyoung, Donghae, dan Nara akan ke kantor Jongwoon Ahjussi.”

”Oke!”

 

*Rumah Keluarga Cho*

Kyuhyun benar-benar melancarkan aksi diamnya. Meski ayahnya sudah mendatangi kamarnya, bahkan menamparnya, Kyuhyun tidak mau buka mulut. Tidak mau makan, dan tidak mau minum. Ayahnya yang kesal, akhirnya mengikat Kyuhyun, Kyuhyun tetap tidak mau bilang apa-apa.

Kyuhyun diam saja.

”Jadi kau tidak mau memberitahu kau kemana selama ini? Dan kau tetap tidak mau masuk perusahaan Appa?”

Kyuhyun diam.

Yunho sebetulnya sudah tidak tega, melihat Kyuhyun tidak makan dan minum, tenaganya sudah melemah, tapi Kyuhyun tetap melawan, maka Yunho semakin menambah hukumannya. Kyuhyun tetap diam.

”Appa! Kenapa Appa tega pada Oppa?!” teriak Hyunmi. ”Lepaskan Oppa! Oppa bisa mati, Appa…”

”Oppamu itu pembangkang!”

”Appa!” Hyunmi menangis. ”Kenapa Appa berubah? Appa tidak pernah begini sejak dulu…”

Yunho pergi meninggalkan anak gadisnya itu menangis. Hyunmi masuk ke dalam kamarnya dan mengambil ponselnya, menghubungi Wookie. Dia tahu kekasihnya itu, ya dia dan Wookie kini telah menjadi sepasang kekasih karena kebersamaan mereka yang intens.

”Wookie…”

”Ne, Hyunmi-ah…”

Suara Wookie seperti orang habis menangis. Hyunmi tahu masalahnya, keluarga Wookie sekarang sedang bangkrut parah. ”Wookie-ya, gwenchanayo?”

”Ada apa? Kau sepertinya habis menangis…” bisik Wookie.

”Appa mengurung Oppa, Wookie-ya…” lalu Hyunmi mengusap air matanya. ”Aku akan membuat Appa menyesal! Wookie, biarkan aku pergi bersamamu, ya… jebal!”

”Eh?!”

Hyunmi sudah memutuskan sambungan telepon dan sekarang sudah mengumpulkan barang-barang pentingnya, dengan menyelinap dia langsung kabur keluar tanpa dicurigai para pengawal, karena para pengawal hanya ditugaskan untuk mengurung Kyuhyun.

”Appa akan menyesal… semoga!” doa Hyunmi sambil pergi menjauh.

 

*Kantor Jongwoon dan Haneul*

Sungmin, Soeyoung, Donghae, dan Nara yang masih nampak sakit mendatangi  kantor Jongwoon dan Haneul, mereka menjelaskan keterangan yang mereka punya mengenai Kim Corp, bahwa ternyata mereka kenal baik dengan anak-anak pemilik Kim Corp, Jongwoon langsung menghubungi Heechul, dan Heechul mengajak mereka segera bertemu di Rumah Sakit.

Siwon menghubungi Sungmin dan mengatakan bahwa keluarga Kim sedang berkumpul di rumah sakit, karena putri di keluarga Kim, yakni Yoonrae serta Junsu akan dioperasi untuk mendonorkan ginjal kepada sang adik.

Jadilah sekarang mereka beramai-ramai ke Rumah Sakit Internasional Seoul. Sesampainya disana, teman-teman Junsu memberi semangat pada Junsu sebelum ranjangnya dibawa masuk ruang operasi, sementara Yoonrae yang masih tidak sadarkan diri sudah masuk ke dalam ruangan operasi.

”Good luck ya, Junsu…” kata mereka semua.

Junsu mengangguk sambil tersenyum, lalu menatap Ririn. ”Gomawo ya, Ririn-ah… kebaikanmu pasti akan dibalas, Yoochun pasti sembuh.”

”Ne, cheonmaneyo…”

Dan ranjang beserta Junsunya didorong masuk ke dalam ruang operasi, Siwon tersenyum pada Ririn, dan mengecup keningnya, sambil merangkulnya. ”Yoochun pasti sembuh…”

”Ne…” senyum Ririn.

Jungsoo dan Heechul disitu, bersama Jongwoon dan Haneul, langsung berbicara dengan Kim Jaejoong, ayah dari Junsu, mereka bicara di kafetaria rumah sakit, sementara anak-anak yang lain menjenguk Yoochun. Yoochun di kemoterapi, Ririn mau menangis melihatnya.

Siwon kali ini ada di sampingnya dan menenangkannya. Tapi tidak semua dalam keadaan senang hari itu, tentu saja Lee bersaudara, dan Donghae serta Nara gloomy. Nara sesekali masih menangis, sementara wajah Donghae sama pucatnya dengan JeSoo dan Sungmin.

JeSoo masih enak, ada Minho di sebelahnya, yang meski tidak banyak bicara, bahasa tubuhnya yang protektif menunjukkan bahwa dia sangat menjaga gadis yang duduk di sebelahnya ini. Mereka mau memberitahu JooEun mengenai Haejin, tapi takut JooEun tambah stress lagi.

Sekarang Ibunda mereka istirahat di rumah.

Jonghyun, Key, dan Wookie juga ada disini, Key nampak sedih melihat pasangan JeSoo dan Minho. Tapi mereka bertiga tidak berkata apa-apa, karena memang tidak terlalu dekat juga.

”Ririn-ah… Yoochun perlu donor sumsum tulang belakang ya?” tanya Kibum saat mereka semua sudah duduk bersama di ruang tunggu.

Ririn mengangguk.

”Apa harus dari keluarga yang donor?”

Ririn menggeleng. ”Appa, Eomma, dan aku saja diperiksa tak ada yang sumsum tulang belakangnya cocok dengan dia…”

”Kalau begitu, kita saja diperiksa bagaimana?” usul Kibum.

Semua menoleh pada Kibum.

”Yah, namanya juga usaha… barangkali aja, ada yang sumsum tulang belakangnya cocok sama Yoochun.”

Ririn mengangguk. ”Gomawo, Sunbae…”

”Gwenchana, ayo siapa saja yang mau diperiksa? Barangkali kita bisa membantu Yoochun…”

”Aku mau…” kata Sungmin.

”Ne, aku juga mau…” kata Siwon sambil memeluk Ririn.

”Kami juga mau…”

”Gomawo… gomawo…” Ririn nyaris menangis melihat kebaikan teman-temannya padanya dan Yoochun. Langsung saja, setelah mengajukannya langsung kepada dokter, Kibum, Sungmin, Donghae, Sungmin, Soeyoung, JeSoo, Minho, dan Nara langsung diperiksa jika ada kemungkinan meski kecil, sumsum tulang mereka sama.

Dokter tersenyum pada Ririn dan Sangmi, yang menunggu satu persatu teman mereka diperiksa. ”Mudah-mudahan ada jalan… Tuhan pasti membantu… hasilnya akan keluar besok.”

Setelah selesai melakukan pemeriksaan, yang memakan waktu ternyata cukup lama, hingga bedug maghrib, mereka melakukan buka puasa bersama. Sambil berbincang-bincang.

”Jadi kita masih belum bisa menangkap Cho Corp dan Shin Corp?” tanya Jonghyun pada Ayahnya.

Jaejoong tersenyum. ”Kita harus punya bukti kuat…”

”Bukti…”

”Iya, bagaimana buktinya?”

Tak lama kemudian terdengar derap langkah seseorang semua menoleh ketika pintu ruang tunggu terbuka, Haejin muncul terengah-engah. ”Syukurlah kalian semua ada disini…”

”Haejin-ah?!” semua terpekik.

”Gwenchana?!” JeSoo dan Sungmin berlari menyongsongnya dan memeluknya.

Haejin mengangguk sambil tersenyum. ”Oppa… Ahjussi, Ahjumma… kita bisa menyelamatkan Appa… dan perusahaan lain.”

”Tapi kau akan menikah dengan Changmin…” desah Donghae sambil menghampiri Haejin juga.

Haejin menggeleng, dan menatap semuanya. ”Aku punya orang yang bisa menjadi hacker untuk perusahaan itu! Kita bisa dapatkan buktinya! Kita bisa hack data Cho Corp dan Shin Corp untuk mencari bukti…”

”Jinja???‼!”

Bersambung

Pendekkah? hehehehehe… ya emang sengaja, karena disini udah mulai part cooling down… hehehehehe, sampe ketemu besok di Part akhir… kritik, komen, saran ditunggu…

Saranghae… kamsahamnida…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s