Murder Admirer ~Part 4~

*Esoknya*

Super Junior Leader, Park Jungsoo, atau lebih dikenal dengan sapaan Leeteuk, Sukira DJ, Love Chaser MC, dan berbagai macam lagi profesi yang digelutinya, diperkirakan meninggal dunia karena bunuh diri kemarin di apartemennya di kawasan Seoul. Park Jungsoo diperkirakan menderita depresi berkepanjangan mengingat para anggota Super Junior, satu persatu menemui ajal mereka dalam kurun waktu yang berdekatan. Sebetulnya ada apa di dalam Super Junior? Benarkah rumor yang berkembang bahwa Super Junior adalah tumbal SM Entertainment?!”

Siwon mematikan siaran televisi.

”Tak ada gunanya kita terus menonton televisi!” ujarnya frustasi. ”Yang ada hanya menambah beban pikiran kita saja!”

Donghae mengangguk.

”Sekarang apa yang harus kita lakukan?” tanya Shindong tak ada hentinya. ”Korban semakin banyak, kita tidak mungkin menunggu satu persatu dari kita habis, dan pembunuh gila itu tetap berkeliaran, kan?”

”Kau benar!” Kangin mengangguk berat.

Donghae diam dan bepikir.

”Donghae-ah, apa Hiromi tau sesuatu?”

Donghae mendongak. ”Hiromi cuma bisa memastikan kalau jika memang ada yang menyewa mereka, pastinya orang itu kaya.” Sahut Donghae sambil terus berpikir. Leeteuk Hyung sudah mendekati kebenaran, justru itu mengapa dia dibunuh! Donghae gemetaran, dia menggenggam kesepuluh jarinya, mendekati kebenaran… Leeteuk Hyung sudah mendekati kebenaran…

Donghae berdiri, kemudian beranjak ke dalam kamar Leeteuk, yang sama sekali tak ada yang berani membukanya semenjak kematian sang leader yang tak pernah terganti. Suasana kamar Leeteuk masih sama seperti sebelum sang empunya kamar berpulang. Masih bernuansa putih, dan bersih. Tidak ada yang berubah, seakan-akan Leeteuk masih menempati kamar tersebut.

Donghae duduk di meja kerja Leeteuk dan memandangi seisi kamarnya, termasuk pigura dengan gambar Leeteuk di tepi ranjangnya. Hatinya sakit, Leeteuk adalah pengganti ayah baginya.

Donghae menahan air matanya, tapi seperti usaha-usahanya sebelum ini, sia-sia. Dia menyentuh mouse laptop Leeteuk, dan betapa terkejutnya Donghae bahwa ternyata komputer dalam keadaan sleep, alias tidak mati, hanya ditidurkan. Dan akun Leeteuk terkunci. Donghae penasaran, kemudian dia mencoba menebak apa kira-kira password komputer sang leader.

Super Junior.

Dan benar terbuka, masih ada beberapa tab yang terbuka di komputer Leeteuk. Donghae mengklik tab yang terbuka, dan itu masih tersambung di internet. Donghae sedikit heran dengan pemilihan Google sebagai web source yang dipakai Leeteuk, karena pada umumnya orang Korea menggunkan Daum atau Naver. Donghae membukanya, dan halaman itu total berbahasa Inggris. Tapi Donghae mengerti apa yang dicari oleh Hyungnya itu.

Ninja.

Donghae menghela napas, dan melihat Leeteuk pun menggunakan Google Translate sebagai penerjemahnya, Donghae membukanya, dan membaca artikel yang telah disadur ke dalam bahasa Korea oleh Leeteuk.

 

Legenda Ninja memang telah berurat akar dalam sejarah negara Jepang. Dipercaya untuk saat ini, hanya ada dua klan Ninja terbesar yang ada di dunia. Tomizawa dan Kinomoto. Dua klan ninja yang berbeda arah dan saling bersebrangan dalam mengambil idealisme masing-masing.

Tomizawa dan Kinomoto sebetulnya adalah kakak beradik yang akur, namun menurut legenda Jepang terkait, Tomizawa dan Kinomoto berakhir menjadi dua kubu yang bersebrangan dikarenakan keduanya jatuh cinta pada gadis yang sama. Yang dipercaya gadis tersebut adalah wanita asal dataran Korea. Sang Kakak, Kinomoto menikahi gadis Korea yang dicintai sang adik, Tomizawa. Setelah pernikahan Kinomoto dan gadis Korea tersebut, Tomizawa terbakar dendam, dan membunuh habis seluruh keluarga si Gadis. Namun berkat perjuangan Kinomoto, keluarga Gadis Korea tersebut berhasil diselamatkan, meski telah memakan korban.

Turun temurun Kinomoto dan Tomizawa memiliki anak-cucu yang tetap bermusuhan. Bahkan keturunan Kinomoto dan Tomizawa tersebar pula di Korea Selatan dan Korea Utara. Keturunan Kinomoto biasanya berdomisili di daerah pesisir, sementara Tomizawa lebih ke Pulau Jeju.

 

Donghae masih tidak mengerti, Tomizawa dan Pulau Jeju? Apa hubungannya ya? Pikir Donghae lagi, masih sambil memandangi layar komputer di depannya. ”Leeteuk Hyung tidak mungkin mencari ini semua jika dia tidak tahu sesuatu. Pasti ada petunjuk disini…” pikir Donghae pelan. Kemudian dia membuka tab lainnya, dan itu ternyata adalah data dari Cyworld pribadi Leeteuk.

”Kira-kira ada hubungannya tidak ya?” Donghae membukanya, dan sepertinya Leeteuk hanya sedang memposting sesuatu di dalam Cyworld pribadinya, Donghae kembali memeriksa, tapi tak ada yang menarik perhatiannya lagi. ”Berarti Leeteuk Hyung dibunuh pada saat mencari data, kalau memang Leeteuk Hyung dibunuh karena Leeteuk Hyung sudah tahu siapa pelakunya, atau mendekati kebenaran, berarti ada sesuatu disini.

Donghae berdiri dan berusaha berpikir, ”Ayo, pikir… Donghae pikir!” dia menggetuk kepalanya sendiri. ”Kinomoto dan Tomizawa, tapi ada hubungannya dengan Korea…”  ujar Donghae perlahan-lahan. ”Pasti ada sesuatu disitu… tapi kenapa aku sama sekali tidak mengerti??? Aaaarrrgggghhhh…” Donghae menutup matanya perlahan-lahan. ”Donghae, ingat pesan Leeteuk Hyung!”

Berpikir jernih, buang semua curiga, dan energi negatif, biarkan pancaran positif merasukimu. Dengan begitu, kau bisa berpikir jernih…”

Donghae membuka matanya dan menghela napas, ”Apa yang harus aku perbuat Ya Tuhan?” tanyanya. Donghae kembali menoleh kesana kemari, kemudian terlihat bahwa laci lemari Leeteuk sedikit terbuka, Donghae menghampiri laci tersebut, dan menariknya. Sebuah foto dijejalkan secara sembarangan, Donghae menarik keluar foto tersebut.

Foto seorang wanita.

”Ini siapa?” tanya Donghae sambil mengerutkan dahinya. Donghae membalik fotonya, memeriksa apakah ada keterangan, dan terlihat disana sebuah nama. Lee Heenim. ”Kim Jaejin? Namanya familiar… siapa ya?” Donghae bertanya-tanya sendiri. ”Apa pernah ada yang namanya Kim Jaejin? Sudah, ini kusimpan saja…” Donghae memasukkan foto tersebut ke dalam sakunya, dan beranjak keluar dari dalam kamar Leeteuk.

”Aku mau ke gereja ya…” pamit Siwon memakai jaketnya.

”Kau mau ke gereja?” tanya Kangin.

Siwon mengangguk. ”Ne, sudah berapa lama aku tida ke gereja karena ada hal ini. Baiklah aku pergi ya…” pamit Siwon sambil keluar dari pintu.

”Hyung, hati-hati…” pesan Kyuhyun.

Seisi rumah kembali berkumpul di ruang tengah, tak ada yang mereka bicarakan, tapi mereka juga tidak berani sama sekali memejamkan mata.

”Oh iya, ada yang mau aku tanyakan, apakah kalian kenal Kim Jaejin?” tanya Donghae pada yang lain.

”Kim Jaejin?!”

”Kim Jaejoong kali?” tanya Shindong.

Donghae menggeleng. ”Kim Jaejin, rasanya aku pernah mengenal, atau barangkali mendengar siapa Kim Jaejin itu.” Donghae mengurut pelipisnya.

”Ne, aku juga merasa nama itu familiar lho, Hyung…” ucap Kyuhyun sambil berusaha mengingat-ingat.

”Memangnya ada apa kau mencari nama itu?”

Donghae menggeleng. ”Hanya ingin tahu saja… perasaanku kuat mengenai nama tersebut.”

”Tunggu sebentar, dimana ya rasanya aku memang pernah mendengar nama tersebut.” Sungmin ikut berpikir.

Ryeowook bangkit dan berkata. ”Kurasa aku harus ke ruangan laundry sekarang. Baju kita sudah bertumpuk banyak sekali, dan kalau tidak di cuci kita tidak akan memiliki baju.”

”Ah, iya…” sahut Hankyung sambil berdiri. ”Kubantu, Wookie-ya…”

”Ne, gomawo, Hyung…” jawab Ryeowook.

Keduanya bangkit dan mulai mengambil baju di keranjang cucian, sementara yang di ruang tengah masih mikir-mikir.

”Kim Jaejin, siapa ya?” pikir Kangin.

”Oiya, Hyung… tolong telepon Siwon Hyung ya…” ucap Ryeowook sebelum keluar.

”Wae?” tanya Sungmin

”Sepertinya kita butuh pengurus rumah tangga juga, untuk membayarnya kurasa uang kita masih cukup. Kasihan kalau Ryeowook harus selalu mencuci…” sahut Hankyung.

Sungmin mengangguk, sementara Hankyung dan Ryeowook keluar dari dalam ruangan.

”Kalau begitu kita beres-beres rumah saja, yuk… biar kelihatan nyaman.” Ajak Sungmin.

”Ne…”

Semua kemudian bangkit dan bahu membahu membersihkan apartemen, termasuk kamar mereka masing-masing. Setelah itu Sungmin menghubungi Siwon untuk mampir di salah satu agen pengurus rumah tangga, dan menyewa jasa pengurus rumah tangga.

”Coba saja Bibi Kim masih bisa mengurus kita ya…” kata Yesung sambil mengelus cangkang kura-kuranya.

Semua mengangguk.

”Eh! Bibi Kim!” Kangin menunjuk. ”Kim Jaejin bukannya nama putrinya Bibi Kim ya?”

Donghae langsung duduk tegak. ”Ne, dia anaknya Bibi Kim! Tapi kenapa fotonya ada pada Leeteuk Hyung, ya?”

”Foto?”

”Ne…” Donghae merogoh sakunya dan mengeluarkan foto yang lecek tersebut, kemudian menyerahkannya pada Kangin. ”Awalnya aku tidak tahu dia siapa, tapi dibelakanganya ada namanya, Kim Jaejin.”

Kangin meraihnya, sementara yang lain ikut melihatnya.

”Ini orangnya…”

”Kau dapat darimana?” tanya Sungmin pada Donghae.

Donghae menghela napas. ”Aku ke kamar Leeteuk Hyung dan memeriksa… menurutku, Leeteuk Hyung sudah mulai tahu siapa pelakunya. Jadilah Leeteuk Hyung… dibunuh.”

”Mwo?!” pekik semua yang ada di ruang tengah.

”Ya, kalau dipikir-pikir… tidak biasanya si pembunuh, melancarakan aksinya seolah-oleh korban bunuh diri, pasti biasanya dia langsung membunuh!” kata Kyuhyun mengerti. ”Berarti, pembunuhan yang ini tidak direncakan, mendadak!”

”Kalau begitu, Leeteuk Hyung kemungkinan sudah tahu siapa pelakunya, makanya dia dibunuh?” tanya Shindong gemetar.

Semua mengangguk.

”Kalau begitu Leeteuk Hyung…” lanjut Donghae, ”Pasti tahu, dia pasti menyimpan sesuatu, maka aku ke kamarnya dan mencari… dan aku menemukan itu. Aku masih tidak tahu pasti apakah itu ada hubungannya dan semua pembunuhan ini, tapi yang jelas aku menemukan itu.”

Semua kembali menoleh pada foto yang berada dalam genggaman Kangin.

”Apa saja yang kau temukan di dalam kamar Leeteuk Hyung, Hae?” tanya Sungmin.

Donghae menjelaskan semuanya.

”Masih berkaitan dengan Ninja…” Kangin mengangguk. ”Berarti memang bisa ditarik kesimpulan, kalau meski Ninja itu dari Jepang, yang menyerang kita memang orang Korea, kalau dilihat dari sejarah yang Donghae beritahu pada kita.”

Sungmin mengangguk. ”Ne… lalu foto ini…”

”Leeteuk Hyung pasti sebetulnya hendak memberitahu kita, namun orang itu tahu kalau Leeteuk Hyung sudah tahu siapa pelakunya!”

”Mendekati kebenaran…” Kangin menangkupkan kedua tangannya di dagu.

Yesung menghela napas. ”Kita buat kesepakatan saja, siapa pun yang berhasil memecahkan masalah ini, sudah dapat dipastikan kalau dia yang berikutnya dibunuh, meskipun si pembunuh sendiri pasti sudah punya rentetan daftar siapa yang berikutnya dibunuh, karena kalau dilihat dari kasus Heechul Hyung, si pembunuh random saja!”

Semua mengangguk menatap Yesung serius.

”Nah sekarang, kurasa si pembunuh sudah memerhatikan kita dengan detil, karena bagaimanapun dia mempermainkan kita agar kita mengungkap identitasnya, kalau sampai kita tahu, kita yang dibunuh! Jadi, kalau nanti ada yang sudah tahu siapa pembunuhnya, kita harus berusaha memberitahu satu sama lain… meskipun… maut… sudah di depan kita.” Tambah Yesung berat.

Semua mengangguk.

”Ngomong-ngomong yang nyuci baju lama amat ya…”

”Siwon juga belum pulang…”

”Dia sih ke Gereja, sama kayak kita ke taman hiburan tau!”

 

*Gereja*

Setelah berdoa, dan mendengarkan siraman rohani dari Pendeta, Siwon merasa lebih nyaman, hatinya lebih tenang. Siwon juga tidak lupa berdoa, memohon keselamatan bagi dirinya, dan membernya. Juga agar Kibum, Eunhyuk, Heechul, dan Leeteuk Hyung tenang di alam sana.

Siwon beranjak ke basement untuk mengambil motornya, wajar basement sepi karena pada hari biasa seperti ini, jarang yang ke gereja, tapi Siwon heran juga karena tidak ada satu kendaraan pun yang ada disini. Siwon menghampiri parkiran motor dan mencari Ducati merahnya, yang diparkir disana, dahi Siwon mengerut. Dimana motornya?

Ketika Siwon sedang sibuk mencari-cari cahaya menyilaukan datang dari depan, Siwon menoleh, dan Siwon yakin itu motornyaa. Motor itu menyala, dan ada orang yang mengendarainya.

”Nuguya? Kenapa motorku kau pakai?” tanya Siwon heran.

Orang itu menggas motornya sehingga bunyi derum mesin makin keras, dan tanpa tedeng aling-aling motor itu menyerbu ke arah Siwon, Siwon yang panik berusaha lari namun dia terjatuh tepat ketika motor itu nyaris mengenainya. Namun sesuatu yang tajam menggores sebelah bagian badan Siwon, Siwon meringis dan melihat darah merembes. Dia menoleh dan melihat sisi kiri dan kanan ban motornya yang sudah jauh di depan.

Banyak jeruji-jeruji besi tajam.

Belum sempat Siwon bangun, motor itu sudah berbalik dan menerjang lagi dengan besi-besinya. Siwon menjerit, dan merasakan semakin banyak darah yang keluar, Siwon tersungkur, dan menangis. Apakah dia akan berakhir seperti ini?

Motor itu datang lagi, dan kesadaran Siwon perlahan menghilang. Siwon akhirnya pergi, menyusul keempat kawannya, ketika besi itu melewati siwon dan merobek-robek wajah dan dadanya, yang sempurna.

*Apartemen*

Pintu apartemen terbuka, dan masuklah Hankyung dengan beberapa baju. ”Ini baju kemarin yang sudah disetrika…”

Sungmin dan Yesung membantu Hankyung menyortir baju-baju.

”Wookie dimana?” tanya Kangin.

”Masih mencuci dibawah…” sahut Hankyung.

Donghae masuk kembali ke dalam kamarnya, dan menyalakan komputernya, rasa penasarannya sudah berada di puncak. Setelah tersambung dengan internet, Donghae langsung mengetikkan nama Kim Jaejin sebagai keyword di kolom search situs Daum.

Yang muncul adalah akun pribadi Cyworld Kim Jaejin, Donghae langsung mengklik link Cyworld pribadi Kim Jaejin, dan melihat isinya. Tapi sepertinya gadis itu sudah lama tidak memposting sesuatu di Cyworldnya lagi. Donghae tidak kehilangan akal, dia langsung membuka salah satu link Twitter Kim Jaejin.

Timeline terakhirnya adalah sekitar dua bulan yang lalu. Donghae mendengus kecewa, tidak ada satu hal pun yang bisa menghubungi dirinya dengan Kim Jaejin. Apa sebaiknya dia menghubungi keluarga Bibi Kim? Donghae langsung meraih ponselnya, dan mencari nama Bibi Kim, tapi nomor tersebut sudah tidak aktif.

Entah mengapa Donghae punya perasaan yang kuat mengenai Kim Jaejin, tapi tidak tahu apa.

 

*Ruangan Laundry Apartemen Sheraton*

Ryeowook memisahkan tumpukan baju-baju dan memasukkannya ke banyak mesin cuci berbeda. Setelah memasukkan tumpukan baju kotor Donghae ke dalam mesin cuci terakhir, dan memasukkan deterjen ke dalam kotak kecil, Ryeowook mengatur kekuatan putaran mesin cuci dan meregangkan ototnya.

”Pegal juga… cucian sudah menumpuk banyak…” Ryeowook bersandar pada salah satu mesin cuci.

Perhatian Ryeowook teralih ketika lampu ruangan laundry berkedip-kedip sendiri, Ryeowook mendongak. ”Lampunya kenapa ya?” Ryeowook menggelengkan kepalanya, dan mengeluarkan baju Shindong dari dalam mesin cuci pertama, lalu memindahkannya ke mesin cuci khusus pengering.

Ryeowook bisa merasakan siulan angin, namun ketika Ryeowook hendak menoleh sesuatu yang keras sudah menghantam tulang tengkoraknya. Kesadarannya menghilang, dan jatuh terpuruk. Orang di belakangnya menggendongnya begitu saja, dan menjejalkan tubuh Ryeowook yang kecil ke dalam mesin cuci, lalu memutarnya. Ryeowook sebetulnya masih hidup, namun dapat dipastikan melihat darah yang merembes keluar dari dalam mesin cuci, kalau Ryeowook sudah meninggalkan dunia ini begitu saja.

To Be Continued

Annyeong, mian untuk lama nggak post… berhubung suami saya mau ultah, saya konsentrasi bikin FF untuk dia dulu, dan konsen kuliah. Tapi, FF untuk suami saya sudah selesai, dan sekarang sudah bisa post Murder Admirer. Jujur untuk episode kali ini saya keranjingan karena nonton Death Bell 2, hahahahaha… jadi cara ngebunuh Siwon dan Ryeowooknya pun mirip kayak Death Bell 2. seperti biasa, pastinya komen, kritik, dan saran ditunggu…

Facebook : Nisya Mutiara Busel-Siregar

Twitter : nisya910716

Makasih buat semuanya yang udah komen di part-part sebelumnya, mian nggak dibalesin satu-satu… sibuk banget kemaren T___T kalo sempet pasti aku balesin deh.

3 thoughts on “Murder Admirer ~Part 4~

  1. OMO! sadis #miris
    siwon-ah T.T
    aaaaaa teka teki itu bikin aku gilaaaaa >,< *abaikan*
    baca lgy😀 *ngebut*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s