Murder Admirer ~Introduction~

Super Junior, Boyband asal Korea Selatan yang sekarang ketenarannya sedang menanjak ke seluruh dunia. Super Junior dinobatkan sebagai Raja Asia, terdiri dari total lima belas member. Tiga belas member inti, dan dua anggota Super Junior M, yang sekarang juga sedang sibuk bersama Super Junior.

Leeteuk, Heechul, Hankyung, Yesung, Kangin, Shindong, Sungmin, Eunhyuk, Donghae, Siwon, Kibum, Ryeowook, Kyuhyun, Zhoumi, dan Henry. Kelima belas pemuda itu begitu bersinar di atas panggung, dengan segala kelebihan mereka masing-masing. Kharisma, kehangatan mereka, kedekatan mereka, dan kekocakan mereka membuat mereka begitu dicintai terlalu dalam oleh para penggemar mereka.

Super Junior tidak pernah menyangka, bahwa ada seseorang yang membenci mereka. Membenci mereka dengan segenap urat nadinya, dengan setiap pembuluh darah di dalam tubuhnya, dengan setiap nafas yang berhembus selama hidupnya. Dia akan mempertaruhkan segenap hidupnya untuk menghabisi nyawa kelimabelas pemuda tampan tersebut. Tidak perduli, bagaimanapun caranya, bagaimanapun hukumannya, atau bahkan dia sendiri bisa mati, dia tidak lagi peduli. Yang ada di pikirannya, habisi nyawa mereka!

*           *           *

Dorm Super Junior, Lantai 11

Pintu bel dorm berbunyi, dengan langkah malas-malasan Eunhyuk menghampiri pintu dan menekan interkom, tidak ada siapa-siapa di luar, tapi bel terus berbunyi. Eunhyuk mengernyit, apa matanya yang salah? Karena semalam pulang larut setelah siaran Sukira.

”Hyuk-ah, palli! Buka pintunya…” teriak Yesung yang sudah tidak tahan mendengar dering bel.

”Ah, ye… Hyung…” Eunhyuk dengan perlahan membuka pintu apartemen, dan Eunhyuk tersentak.

Tak ada siapa-siapa.

Hanya ada sebuah kotak kecil, dengan surat. Eunhyuk menghela napas dalam-dalam. ”Ternyata surat penggemar…” Eunhyuk mengambilnya dan membawanya masuk ke dalam.

”Nugu?” tanya Sungmin yang baru keluar dari kamar mandi, dengan kepala masih basah, namun sudah berpakaian lengkap.

”Sepertinya surat penggemar…”

Eunhyuk duduk di sofa, sementara Sungmin masuk ke kamarnya. Yesung muncul dari dapur membawa segelas susu, dan duduk di hadapan Eunhyuk, dan mengambil remote, lalu menyalakan televisi.

”Itu apa Hyung?” Wookie muncul juga sambil membawa susu juga dari dapur. YeWook memang butuh nutrisi untuk meninggikan badan mereka. (Kabur sebelum dimutilasi Lia dan Carine Onn).

Eunhyuk tersenyum. ”Sepertinya bingkisan dari penggemar…”

”Ah…”

”Eh, ada suratnya…”

Eunhyuk membuka tutup kotak berwarna merah jambu itu sambil tersenyum. Ah, begitu banyak cinta dari ELF untuk mereka. Tapi wajahnya berubah begitu melihat isi kotak, Eunhyuk refleks melemparnya.

”Mwoya?!” pekik Yesung yang melonjak.

Wookie meraih kotak tersebut, dan ikut kaget. ”Apa ini?!” Ryeowook langsung merinding.

Eunhyuk mengatur napasnya. ”Wookie-ya, baca kartunya…”

Yesung membungkuk mendekati kotak yang sekarang tengkurap di lantai itu, dan membaliknya. Lima kepala anak anjing kecil terpotong, Yesung terperangah, bulu kuduknya meremang.

Wookie membuka kartunya.

 

Pagi…

Hadiah spesial untuk lima orang yang SANGAT spesial…

Hei, Lee Hyukjae… mau tahu rasanya terpengggal kah?

Kim Ryeowook? Bagaimana rasanya saat urat nadimu lepas dari tanganmu?

Kim Jongwoon, sudah pikirkan siapa yang merawat Ddangkoma begitu kau mati?

Cho Kyuhyun, sebaiknya selesaikan Starcraftmu sebelum nyawamu melayang…

Lee Sungmin, bertingkah aegyo sepuasmu sampai waktunya nanti…

Jangan kira ancamanku sembarangan ya pria-pria tampan…

Karena aku bisa membuat lima kepala kalian ditaruh di dalam kotak seperti itu lho…

 

Eunhyuk, Ryeowook, dan Yesung merinding membaca kalimat-kalimat ini.

”Hyung…” bisik Ryeowook.

Eunhyuk menenangkan dirinya dengan menghela napas dalam-dalam. ”Antis, hanya antis, tenanglah…”

”Iya dia tidak mungkin menyakiti kita kok…” tambah Yesung.

 

*Dorm Super Junior Lantai 12*

”AAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRGGGGGHHHHHHHHH‼!”

Semua menoleh ke arah sumber suara, kamar Heechul. Seumur hidup mereka mengenal Kim Heechul, Kim Heechul tidak pernah berteriak mengenaskan seperti itu. Donghae yang sedang menonton televisi langsung bangkit, Hankyung yang sedang memasak langsung keluar dari dapur, Shindong yang duduk di lantai sambil makan cemilan juga langsung berlari ke arah kamar Heechul.

”Hyung! Hyung!” Donghae menggedor pintu kamar Heechul.

”Chul-ah!” teriak Hankyung. ”Gwenchana?”

Heechul membuka pintu kamarnya dan dia gemetaran dari ujung rambut hingga ujung kaki.

”Hyung, waekeurae?” tanya Donghae cemas.

”Heebum dan Baengshin… hanya… hanya… badannya saja… kepalanya tidak ada…” sahut Heechul gemetaran.

”He?!”

Semua melongok.

Tergeletak di atas ranjang Heechul dua tubuh tanpa kepala, dua kucing kesayangan seorang Kim Heechul, Heebum dan Baengshin, berlumuran darah.

”Apa yang terjadi?!” tanya Leeteuk kaget, baru datang dari kamar sebelah.

Bel berbunyi.

Shindong berbalik dan menghampiri pintu lalu menekan tombol interkom, tidak ada siapa-siapa. Tapi bel masih berdering, akhirnya Shindong membuka pintunya, dan di hadapannya terdapat sebuah kotak berwarna merah jambu, dengan surat di atasnya. Shindong mengernyit, lalu mengambil kotak itu dan menutup pintu kembali.

”Siapa?” tanya Donghae.

”Molla… hanya ada kotak ini…” Shindong menyerahkannya pada Donghae, sementara dia membuka suratnya.

Bertepatan dengan Shindong yang membuka lipatan kartu yang dikirimkan, juga tepat ketika Donghae membuka tutup kotak tersebut dan tersentak, lalu membuang kotak tersebut.

”Hyuuuuung!” jerit Donghae.

Leeteuk keluar dan melihat kepala-kepala anjing kecil berhamburan di lantai, juga Donghae yang gemetaran, menatap takut. Kangin, Heechul, Hankyung semuanya ke ruang tengah.

Semua terkejut melihat delapan kepala anak anjing yang bertebaran dengan darah yang keluar dari bawahnya.

”Ige mwoya?!” ringis Hankyung.

”Hyung…” Shindong menyorongkan suratnya pada Leeteuk. Leeteuk membacanya, diikuti yang lainnya yang membaca melalui bahu Leeteuk.

 

Pagi, Super Junior…

Kim Heechul, bagaimana rasanya kehilangan dua kucing kesayanganmu itu hah?

Park Jungsoo, persiapkan dirimu… mungkin ini hari-hari terakhirmu sebagai leader…

Kim Youngwoon, badan besarmu takkan menghalangiku mencabut nyawamu…

Hankyung, benarkan bahasa Korea-mu sebelum kau mati dan tak bisa bicara lagi…

Shin Donghee, yakin tidak mau menikah sebelum kutebas lehermu?

Lee Donghae… bersikaplah ksatria pada semua wanita sebelum mata nakalmu kucongkel!

Choi Siwon, nikmati kekayaanmu sebelum hartamu ikut kukubur bersama nyawamu…

Kim Kibum, hah! Senyum maut? Kau yakin bisa menghindari mata mautku?

Mungkin ini baru permulaan, tapi kupastikan, kalian tidak akan ada yang selamat satu orang pun!

 

”Apa ini?!”

”Hyung…”

Leeteuk menggigit bibirnya. ”Telepon dorm bawah, tanyakan pada mereka, apa mereka mendapat ancaman serupa!”

 

*SM Entertainment*

”Ini sudah keterlaluan… ini sudah mencoba menjatuhkan mental anak-anak,” ujar Lee Soo Man memandang berkeliling. Kesebelas member menunduk dalam-dalam, kentara wajah ketakutan masih membayang di wajah mereka.

Siwon mencoba menenangkan Leeteuk yang ketakutan, karena tadi di tangga ketika dia hendak ke kamar kecil, tiba-tiba lampu tangga mati, dan rasanya ada yang mendorongnya.

”Dan memang ada surat kaleng juga yang sampai ke SM Entertainment, mengenai perencanaan pembunuhan kepada Super Junior!” Lee Soo Man menerangkan, kedua belas member tercengang. ”Kukira ini hanya bercanda dan hanya ulah antis yang tidak suka kepada Super Junior, tapi sepertinya aku salah… mereka serius.”

Telepon berdering. Lee Sooman menekan tombol pengeras suara di telepon itu, dan terdengarlah suara sekertarisnya.

”Sajangnim, ada berita barusan, Kim Kibum-ssi mengalami cedera di lokasi syutingnya, kabarnya ada yang berusaha menjatuhkannya ke jurang.”

Wajah keduabelas member kontan pucat.

 

*Dorm Super Junior Yang Baru*

Akhirnya SM Entertainment memutuskan untuk memindahkan kembali dorm Super Junior. Dulu mereka pindah karena dorm yang paling lama, ada ’penunggunya’ yang suka mengganggu Donghae, dan sekarang karena nyawa mereka terancam.

Mereka tidak lagi main-main memikirkan ancaman surat tersebut, terlebih dengan Kibum yang kecelakaan, dan Leeteuk yang nyaris jatuh di tangga juga. Sebenarnya siapa yang berniat mencelakai Super Junior?!

”Mulai sekarang kalian bertigabelas tinggal disini, tidak ada yang berpisah-pisah lagi. Jika butuh sesuatu, kalian harus memberitahu kami, pihak Manajer… arasseo?!”

Ketigabelas member mengangguk.

”Kami akan mencari cara bagaimana kalian tetap bisa menyelesaikan schedule kalian, tanpa harus terganggu oleh teror-teror ini, oke?”

Mereka mengangguk lagi.

”Kita seperti tahanan…” ujar Kyuhyun merana. ”Apa yang terjadi sih sebetulnya? Kenapa ada yang begitu ingin membunuh kita? Kita tidak pernah melakukan sesuatu yang diluar batas kewajaran kok…” ujarnya yakin.

”Antifans sekarang gila ya, kemarin aku mau diracuni dengan kue…”

Ya, memang Hankyung hampir keracunan, seluruh kejadian ini semakin memantapkan pihak perusahaan untuk memindahkan kembali dorm Super Junior, di lokasi yang tingkat keamanannya lebih tinggi.

”Kalau begini, kita tidak akan bisa ngapa-ngapain…” desah Eunhyuk sambil bersandar di sofa. ”Jadwal kita semua berantakan, penerbangan dibatalkan, konser dibatalkan…”

”Semoga ada solusi untuk masalah ini…” sahut Sungmin.

Dan solusi itu datang beberapa hari kemudian, Manajer mereka datang membawa berita yang mencengangkan bagi mereka. ”Kami sudah memiliki solusi yang bagus untuk masalah ini…”

”Jinjayo, Hyung?”

”Ne, mulai sekarang… masing-masing dari kalian, akan memiliki satu orang pengawal pribadi, atau bodyguard handal, yang dilatih khusus oleh klan-klan beladiri, dari penjuru negeri, bahkan luar negeri…”

”Hee???‼!”

”Ne…” Manajer Hyung mengangguk. ”Sampai pelakunya belum ditemukan, kalian akan selalu dikawal.”

*           *           *

Donghae’s POV.

Aku pria yang paranoid, aku mengakui dengan tidak bangga. Aku sedih menghadapi kenyataan bahwa aku adalah pria yang paranoid. Pengalamanku dengan ’makhluk’ lain pernah, ditambah kenyataan seperti ini, bahwa kami sedang diawasi, kami diikuti oleh seseorang yang hendak membunuh kami.

Hyungie sudah mendapatkan satu persatu pengawal pribadinya. Pengawal Eeteuk Hyung adalah pria Korea tua yang merupakan guru besar Taekwondo di Korea Selatan. Begitu pula dengan pengawal Heechul, Hankyung, Yesung, Kangin, Shindong Hyung… mereka semua adalah guru besar bela diri di Korea Selatan.

Kyuhyun dan Ryeowook adalah yang berikutnya memiliki pengawal pribadi, karena KRY harus ke Jepang. Pengawal pribadi Kyuhyun dan Ryeowook merupakan keturunan klan bela diri Cina. Beberapa hari kemudian akhirnya Kibum meneruskan syutingnya, dia mendapatkan pengawal pribadi yang merupakan klan beladiri Cina juga.

Pada akhirnya tinggal kami, Lee Brothers yang belum mendapatkan pengawal pribadi. Karena kami belum memiliki jadwal yang penting, dan juga belum ada pengawal yang cocok dengan karakter kami. Jadi ternyata, pemilihan pengawal tersebut pun harus dicari yang cocok dengan karakter kami.

Akhirnya Eunhyuk yang paling awal memiliki pengawal, karena Sukira sudah menanyakan keberadaannya. Maka pengawal pertama untuk Eunhyuk, adalah seorang pria muda, yang katanya besar di Kanada, dan berlatih beladiri disana, pria itu masih amat muda, seusia Kyuhyunnie.

Kemudian Sungmin Hyung akhirnya memiliki seorang pengawal juga, karena dia harus tampil di sebuah acara, pengawal pribadi Sungmin Hyung adalah orang Thailand-Korea yang menguasai Wushu, Taekwondo, dan Martial Arts sekaligus. Dan sekarang tinggal aku, siapa yang akan jadi pengawalku?

*           *           *

”Donghae-ya, kau harus terbang ke Thailand besok, jadwalmu sudah tidak bisa diundur lebih lama lagi.”

”Ah, arasseo, Hyung…” Donghae mengangguk.

”Kau tidak mau bertanya siapa yang akan menjadi pengawal pribadimu?”

Donghae mendongak, ”Memang sudah ada?”

”Tentu, kalau belum ada, Sunsangnim tidak akan melepasmu begitu saja ke Thailand…” ujar Manajer Hyung sambil tersenyum. ”Tapi, sebelumnya aku mau minta maaf dulu padamu mengenai pengawalmu…”

”Ah, waeyo, Hyung?”

”Kau tidak akan mendapatkan Kevin Costner untuk Bodyguard-mu, tapi kau mendapatkan Charlie’s Angel.”

Alis Donghae mengerut. ”Maksudnya?”

”Iya, kami dari pihak perusahaan sudah tidak bisa menemukan lagi pria-pria yang bisa untuk dijadikan pengawalmu.”

”Lalu?” tanya Donghae masih belum mengerti.

Manajer Hyung menjentikkan jarinya, kemudian pintu ruang rapat di apartemen mewah Super Junior yang baru terbuka. Seorang wanita baru saja masuk, wanita itu terlihat sekali masih muda. Memakai kacamata hitam, rambutnya sewarna dengan rambut Donghae sekarang, merah gelap, dengan model rambut masa kini. Memiliki poni. Matanya cokelat cerah, dia terlihat ramping.

”Annyeonghaseyo, Lee Donghae-ssi…” dia membungkuk.

Donghae mengernyit. ”Ige mwoya Hyung?”

”Kenalkan, dia pengawalmu… Hiromi Kinomoto, dia gadis Korea yang tinggal di Jepang, dan diberi titah pewaris utama samurai Kinomoto, sekaligus penerus klan Ninja Kinomoto…”

Donghae merinding. ”Gadis ini?!”

”Ne… tenang kau akan aman bersamanya, meski dia wanita… perlu kau tahu, dia tahun lalu di casting pihak Hollywood untuk memerankan James Bond : Quantum of Solace, sayang dia menolak, dan memilih menyerahkan perannya pada Olga Curylenko.”

Donghae mengangguk-angguk.

”Dia bisa beberapa bahasa, Korea, Inggris, Jepang, Cina, dan India… makanya dia hebat deh pokoknya, kau tidak perlu takut, besok dia yang akan menemanimu ke Thailand.”

Donghae mengangguk-angguk.

”Kalau kau mau mewawancarainya, atau mau mengetesnya silakan, Hyung mau melihat schedule Sungmin dulu, dan mengecek bagaimana syuting Kibum, oke? Hiromi, silakan…”

Gadis bernama Hiromi itu tersenyum tipis, dan mengangguk. Donghae menatap Manajer Hyung yang keluar dari ruangan, sementara Hiromi Kinomoto itu tetap diam di tempatnya. Wajahnya tenang, dan nampak menikmati pemandangan interior ruangan ini.

”Eh, Ohayou…” ucap Donghae hati-hati.

Wanita itu menoleh pada Donghae, dia tersenyum dan membungkuk. ”Annyeonghaseyo…”

”Ah, kau orang Korea ya?”

”Ne…” jawab suara lonceng gadis itu.

Donghae mengangguk, memandang gadis itu lekat-lekat. Gadis ini mungil, tapi memakai boot hitam tinggi, penampilan gadis ini seperti model. Benar-benar layak disebut Charlie’s Angels.

”Kalau begitu mohon maaf telah merepotkan…” Donghae membungkuk.

Hiromi membungkuk. ”Aku dibayar untuk itu…”

”Ah, ne…” Donghae jadi bingung. ”Boleh kupanggil dengan nama Koreamu saja?”

”Aku biasa tinggal di Jepang, Tuan bisa panggil aku Hiromi, tapi aku tidak keberatan Tuan memanggilku dengan nama Koreaku… Haejin, Lee Haejin.”

”Oke, Haejin-ssi, mohon bantuannya…”

”Ne, Tuan Donghae… aku dibayar memang untuk itu.”

 

*Dorm Baru Super Junior, pukul 03.00 AM, KST*

Seseorang baru saja keluar dari salah satu ruangan di dalam dorm megah dan mewah tersebuh, dia mendekati sebuah tangki, dan mengeluarkan tiga ekor kura-kura, dengan shuriken yang keluar dari tangannya secara tiba-tiba, orang itu mencabik-cabik tiga ekor kura-kura ditangannya dalam sekali tebas, kemudian meletakkan tiga bangkai kura-kura itu di atas sofa, dan meletakkan sepucuk surat di atas ketiga bangkai tersebut, setelah selesai, orang itu membuka jendela, dan meloncat keluar dengan kecepatan Ninja.

Esoknya, Sungmin yang memiliki jadwal paling pagi, buru-buru bangun dan keluar dari dalam kamarnya, dia kaget melihat Ddangkoma dan dua sahabatnya sudah tercabik-cabik di atas sofa, dengan darah yang mengering.

”Hyung!” teriak Sungmin. ”Yesung Hyung!”

Yesung keluar, dan terperangah. ”Ddangkoma!” jeritnya mendekati sofa, dan memandang tubuh-tubuh kura-kura kesayangannya. ”Siapa yang melakukan ini?!”

Akhirnya satu persatu dari member-member Super Junior keluar semua.

”Ada suratnya…” tunjuk Kangin.

Ryeowook mendekati Ddangkoma yang sekarang sudah tinggal cangkangnya saja, dan meraih suratnya. Lalu menyerahkannya kepada Leeteuk yang kembali gemetaran menerimanya.

 

Selamat Pagi, Super Junior…

Bagaimana special giftku hari ini? Yesung, kau pasti terkejut…

Sudahlah, kalau memang nanti kalian akan bertemu di alam sana untuk apa bersedih sekarang?

Sekarang aku memperingatkan kalian secara langsung…

Heebum, Baengshin, Ddangkoma, dan dua kroninya sudah aku habisi…

Kali ini aku tidak akan mengincar binatang, atau sekedar menakut-nakuti Leeteuk dan Kibum lagi…

Aku berbicara langsung pada kalian satu persatu

Hadapilah kematian kalian, Kim Kibum, kau yang pertama…

 

”Ya Tuhan! Dia gila‼!” Eunhyuk histeris.

Bertepatan dengan telepon yang berdering, Shindong mengangkatnya. ”Yeoboseyo… ah, ne… Selamat pagi, Sunsangnim… eh?! Mworago?!! Andweeee‼!” teriak Shindong ketakutan.

”Shindong-ah, waeyo?!”

Shindong meletakkan gagang teleponnya. ”Kibum, Kibum…”

”Kibum kenapa?!” tanya semua histeris.

”Kibum dan pengawal pribadinya… ditemukan tewas dengan kepala terpenggal…”

”Heee???‼!”

Satu persatu member Super Junior mengalami teror mengerikan…

Kim Kibum tewas di lokasi syutingnya dengan kepala terpenggal, sama seperti kondisi Heebum dan Baengshin ketika ditemukan…

Apakah yang berikutnya mati akan terkoyak seperti Ddangkoma?

Bagaimana Super Junior memecahkan teka-teki ini?

Siapakah yang sebetulnya meneror mereka? ada dendam apa orang yang meneror itu dengan anak-anak Super Junior?

Mampukah para pengawal pribadi menyelamatkan Tuan mereka?

Murder Admirer ~Part 1~

COMING SOON

2 thoughts on “Murder Admirer ~Introduction~

  1. annyeoooong….
    baru kali ini ngubek” (?) jinhaexy😀
    nyari yg action” eh ketemu dehh^^
    kyaaaa menegangkan😄
    penasaran penasaran penasaran…… >.<
    tp pacarku kibum oppa mati dluan T.T *cupcup*
    untung udah ending😀
    mau lanjut baca lgy ahh, kekekke~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s