{JinHaeXy} Love Is Supplement

16 Februari 2011, Dorm Lantai 12

 

”Donghae-ya, bangun! Kau mau tidur sampai kapan?” tanya Leeteuk yang sudah sewot membangunkan Donghae, yang memang benar-benar tidak bergerak sama sekali dari tidurnya.

Donghae tetap tak bergeming, terus tidur di bawah selimut biru dongkernya, sambil memeluk boneka ikan mas kokinya erat. Leeteuk mendesah kesal, dan mengguncang tubuh Donghae lagi.

”Donghae-ya, Lee Donghae! Banguuuuuun!” katanya kesal.

Nihil! Lee Donghae tetap dibawah tempat tidurnya, tertidur, akhirnya Leeteuk mengernyit, sebuah rencana masuk ke dalam kepalanya. Rencana yang agak-agak ekstrim sih, tapi rasanya Donghae hanya akan bangun dengan cara ini! Dikumpulkan napasnya perlahan, dan Leeteuk membuka mulutnya.

”Bangun, Lee Donghae! Lihat berita gosip di televisi, Haejin dan Minho tertangkap berciuman!” seru Leeteuk.

Donghae hanya bergerak kemudian menjawab dengan suara lemah. ”Jangan bercanda, Hyung… kau mau mati, hah?” tanyanya nyaris meracau.

Leeteuk langsung meraba kening Donghae, ”Astaga! Kau sakit?! Kenapa tidak bilang dari tadi?! Katanya diare-mu sudah sembuh! Bagaimana rasa badanmu sekarang? Ayo kita ke dokter, atau kupanggilkan dokter?” tanya Leeteuk cemas.

Donghae menggeleng, dan merapatkan selimutnya. ”Sepertinya masuk angin, Hyung… perutku tidak enak, mulutku pahit…” katanya tidak jelas. ”Aku ada jadwal ya? Aduuuuh…”

”Ayo kita ke rumah sakit, kau perlu disuntik lagi!”

”Tidak usah deh… masa disuntik melulu? Efek sampingnya, Hyung…” kata Donghae masih dengan suara tidak jelas.

”Makanya, sudah kubilang kemarin hari Senin, sepulang dari rumah sakit kau istirahat saja! Malah menghilang dengan Haejin, tidak pulang pula… sampai di rumah, kau langsung tambah parah, kan?! Kalian ngapain sih, sampai kau sakit begini? Jangan bilang main drama lagi?”

”Aaaah… Hyung ini! Mentang-mentang tidak punya pacar jadi tidak ingat kemarin hari apa…” sahut Donghae, matanya masih terpejam, suaranya masih lemas. ”Aku kan kemarin hanya merayakan valentine’s day bersama Haejin, Hyung…”

”Dengan cara? Sampai kau sakit begini!”

”Hyung, kau bicara begitu lagi, kalau aku sembuh, awas ya… bukan salah Haejin kooooook…”

Leeteuk mendengus. ”Dia pasti tidak tahu kau sedang sakit, ya?”

”Aku tidak mau dia tau, nanti dia galau lagi…” terakhir kali Donghae terluka cukup parah waktu di Pattaya, Haejin galau parah, sampai merasa tidak becus menjadi kekasih Donghae, bahkan minta pisah pula! Bagaimana kalau Haejin tahu Donghae tambah parah gara-gara dia?!

Banjir bandang Australia akan pindah ke dorm namanya.

”Aaaah… kenapa pacarmu itu galau melulu sih?! Sudah, aku buatkan kau teh, jadwalmu kubatalkan semua hari ini!”

 

*Dorm Felidis*

Haejin memuntahkan semua isi perutnya, di dalam kamar mandi, tak lama kemudian dia muntah lagi, lagi dan lagi, sampai lututnya lemas. Chihoon dan Kyorin yang mau berangkat sekolah jadi panik, melihat Onnie-nya muntah-muntah hebat seperti itu. Chihoon memijit-mijit tengkuk Haejin, dan Kyorin memegangi rambut panjang Haejin, ia masih menunduk di atas kloset.

Tak lama Haejin muntah lagi, setelah menekan flush, Haejin dipapah pelan-pelan ke kasurnya lagi, dan disuruh berbaring. Kyorin membuatkan Haejin teh hangat, sementara Chihoon menemaninya di kamar, dan memijiti kakinya. Wajah Haejin pucat, dan dia gemetaran.

”Onnie… kau ini kenapa?” tanya Chihoon cemas. ”Muntah-muntah…”

Haejin menggeleng, mulutnya pahit, susah untuk menjawab, jadi dia diam saja, karena masih merasa mual. Kemudian Kyorin datang dan membawakan tehnya, lalu membantu Haejin meminumnya pelan-pelan.

”Junjin Oppa akan kesini…” kata Kyorin masih cemas. ”Kau istirahatlah, Onnie…”

”Onnie, bagaimana nasib Felidis?!” isak Chihoon.

Haejin mengernyit.

”Felidis memangnya kenapa?” tanya Kyorin. ”Haejin Onnie cuma sakit, nanti kalau sembuh kita juga bisa rekaman lagi, Chihoon-ah…”

”Bukankah sudah kukatakan padamu, Onnie… kita jangan membiarkan Haejin Onnie dan Donghae Oppa berduaan terus, jadinya begini kan? Haejin Onnie, kalau ketahuan manajemen bagaimana?”

Akhirnya Haejin bersuara. ”Kau ini bicara apa?”

”Onnie hamil, kan?”

Haejin langsung lemas, dan pingsan.

”Chi!” Kyorin menepuk bahu Chihoon dengan gemas. ”Memangnya kalau muntah-muntah pasti hamil?! Tuh liat, Onnie jadi pingsan, kan?! Aiyaaa, kau ini bicara tidak di ayak!”

Tak lama dokter datang, bersama manajer mereka, Junjin Oppa, memeriksa keadaan Haejin.

”Onnie kenapa?” tanya Chihoon cemas.

Dokter tersenyum. ”Sepertinya Haejin-ssi terserang masuk angin yang cukup parah… makanya dia muntah-muntah, ini resep obatnya…” Dokter memberikan secarik kertas pada Junjin Oppa. ”Dia tidak sakit parah kok, hanya masuk angin saja… suruh makan yang hangat-hangat, dan istirahat cukup, disitu juga saya lampirkan obat mualnya, supaya dia tidak dehidrasi karena muntah terus.”

”Ah ye… kamsahamnida, Sunsangnim…”

Kyorin memutar tubuhnya menatap Chihoon penuh kemenangan. ”Onnie masuk angin! Bukan hamil!”

”Berarti Hae Oppa daebak, bisa menahan agar Haejin onnie tidak hamil!”

”YADONG!” pukul Kyorin. ”Kau itu masih kecil! Tapi otakmuuuuuuu… itu urusan mereka berdua, jangan ikut campur! Ayo sekolah!” Kyorin menggeret Chihoon yang terkekeh.

Haejin terbangun pukul sepuluh, mendapati Manajer Oppanya baru masuk ke dalam kamarnya membawa kantung obat. ”Sudah bangun? Bagaimana badanmu, tadi dokter menyuntikmu…”

”Gwenchana…” jawab Haejin masih lemas.

”Kok kau bisa masuk angin separah ini sih, Haejin-ah?” tanya Junjin Oppa. ”Kau kan jarang keluar malam?”

Haejin cuma meringis. Junjin Oppa tidak tahu saja, kemarin dia dan Donghae main air di laut, dan tidak ganti baju sampai pagi. Orang mana pun pasti akan masuk angin kalau begitu.

”Kalau begitu, aku kembali ke kantor ya, kalau ada apa-apa, hubungi aku…” kata Junjin Oppa, Haejin mengangguk. ”Istirahat yang benar, ada sup di meja… makanlah, biar tidak sakit! Oh ya, ada pesan dari Jinyoung Sunsangnim, kau update-lah Twittermu, bilang kalau Felidis bulan Maret akan comeback, supaya Flyers tidak cemas.”

”Ne…” Haejin langsung mencari BlackBerry putihnya, dan membuka Twitter, mengupdate sedikit, tentang comeback Felidis, lalu memeriksa timeline Donghae. Terakhir update adalah ketika 14 Februari.

Haejin terbelalak membacanya! Hari itu Donghae ke rumah sakit, untuk suntik karena diare?! Ya ampun, dan dia mengajak Donghae jalan-jalan, kebasahan, tidak ganti baju pula! Donghae pasti tambah parah! Hueee, air mata Haejin mulai meleleh, dia yang sehat-sehat saja begitu pulang jadi masuk angin, apalagi Donghae yang sedang diare?!

Bodoh! Bodoh! Bodoh! Gadis bodoh! Haejin menangis, dan langsung berdiri, membungkus obatnya, dan di jejalkannya ke dalam tas, mengganti bajunya dengan baju panjang, dan celana panjang, kupluk, masker, dan kacamata hitam. Haejin buru-buru keluar dari apartemennya, menuju basement.

Haejin menaiki Escape hitamnya, bau asin pantai, laut, garam masih tercium, dari belakang jok, karena meski telah dibersihkan, Haejin dan Donghae kan berbaring disitu untuk waktu yang cukup lama. Haejin menjalankan mesinnya, menuju apartemen Donghae.

Begitu sudah memarkir mobilnya di basement apartemen Super Junior, Haejin turun dan memeriksa wajahnya, dia tidak mau terlihat pucat juga, pokoknya dia harus memastikan keadaan Donghae. Haejin naik ke lantai dua belas, dan berjalan di koridor menuju pintu apartemen Super Junior. Haejin menekan belnya.

”Nuguya?” tanya suara di dalam.

”Haejin, Oppa…” sahut Haejin.

Pintu terbuka, dan Shindong dengan wajah terkejut menatap Haejin yang nyengir. ”Eh… kau disini?”

”Aku nggak boleh masuk?” tanya Haejin.

”Ah, ye… keurom…” Shindong melebarkan pintu, dan Haejin masuk. Di dalam ada Leeteuk yang menonton televisi, Heechul yang sedang makan ramyeon, dan Siwon, yang entah sejak kapan seriiiiing sekali ada disini.

Semua menyapa Haejin.

”Donghae mana?” tanya Haejin.

Leeteuk dan Heechul saling pandang, mereka ingat terakhir kali Donghae sakit di Pattaya, Haejin galau parah!

”Donghae sakit, kan?” tanya Haejin.

Siwon mengangguk, ”Dikamar tuh… sana temani!”

”Ne…” Haejin meletakkan tasnya di meja, dan langsung masuk ke dalam kamar Donghae. Donghae tidur dengan pulasnya, ada obat di meja kerjanya, berikut gelas, dan banyak indikasi yang memang menyatakan, kekasihnya itu sedang sakit.

Tapi Haejin tersenyum saat melihat boneka ikan mas koki yang menyembul dari pelukan Donghae. Haejin menghampiri kasur Donghae, dan duduk di tepinya, lalu mengelus-elus rambut kekasihnya yang lembut itu. Badannya agak panas, dan wajah tampannya agak pucat.

Haejin menghela napas sedih, dan terus mengusap-usap pipi Donghae, sambil merasa bersalah. Mungkin karena itulah, Donghae terbangun, dan kaget mendapati Haejin sedang memandangnya sedih, dan mengelus pipinya.

”Eh…” kata Donghae kaget. ”Kamu disini?”

Haejin tersenyum mengangguk.

”Nggak sibuk?”

”Mana mungkin bisa sibuk, kalau pacarku sakit…” seloroh Haejin tidak berhenti mengelus pipi Donghae.

Donghae memegang tangan Haejin yang di pipinya, ”Sayang… jangan begitu, aku cuma nggak mau kamu…”

”Khawatir? Huuuh, masa aku tau kamu sakit dari Twitter sih? Kamu nggak bilang…” pukul Haejin pelan pada bahunya. ”Kalau kamu bilang kan…”

”Kalau aku bilang, kita nggak akan jalan…” kata Donghae lirih. ”Kapan lagi kita bisa jalan kayak kemarin? Aku sibuk, kamu sibuk…”

”Arasseo! Kalau begitu, aku mau disini seharian nemenin pacarku…” Haejin mengangkat tubuhnya naik ke kasur, lalu menegakkan tubuhnya di papan tempat tidur, dan memeluk kepala Donghae dengan tangannya. ”Pacarku sakit apa sih, Sayang? Diare?”

Donghae memejamkan matanya dan tersenyum, mengangguk.

”Masuk angin?”

Donghae mengangguk.

”Aduuuh kasian, tampan-tampan, penyakitnya nggak elit!” ledek Haejin. Donghae terkekeh, dan mengelus tangan Haejin yang melingkar di lehernya, Haejin mencium kening Donghae. ”Cepat sembuh, Sayang…”

”Ne, arasseo, Momma…” Donghae membuka matanya, dan tersenyum pada Haejin yang menatapnya.

”Sudah, tiduuuuur… aku temani sampai kau sembuh!”

“Aku gak mau sembuh ah…”

”Iiih, kok gitu?”

”Supaya kau disini terus…”

Haejin mencubit pipi Donghae, ”Jangan doooong, ELF nanti cemas, Sayang…” dan Haejin menciumi pipi Donghae gemas di tiap jeda ucapannya. ”Kalau… kau… tidak… sembuh… nanti… aku… marah… ya?”

”Jangaaaaan…” rengek Donghae manja.

”Nanti nggak aku cium kalau belum sembuh!” ancam Haejin.

”Sembuh! Nanti malem sembuh!”

”Pintaaaaaaar…” Haejin mencium pipi Donghae gemas lagi. ”Ayo tidur, kalau tidak tidur nanti aku pulang!”

”Iya aku tidur… kamu tidur juga…”

Haejin masuk ke dalam selimut, dan memeluk Donghae erat-erat. ”Get well soon Poppa…”

”Saranghaeyo, Momma…”

Mereka akhirnya tertidur sambil berpelukan.

*Diluar*

 

”Ini si Haejin bawa apaan aja sih? Berat banget…” Heechul penasaran dengan tas Haejin yang isinya menyembul keluar.

Leeteuk mengintip ke kamar. ”Yaaah, dia tidur berduaan! Ckckckck, dasar ikan… tapi syukur deh, Haejin nggak galau! Kalau tau mereka bakalan baikkan begini, mending kemaren waktu Donghae ngamuk nggak kita beresin ya? Suruh aja mereka berdua yang beresin kalo ujung-ujungnya nempel lagi…”

”Ha ha ha…” Siwon tertawa.

”Eh…” Heechul menarik keluar plastik tersebut, dan membukanya. ”Obat… obat…”

”Haejin bawa obat buat Donghae?” tanya Shindong.

Heechul menggeleng, ”Ani, obatnya atas nama dia… kayaknya Haejin juga lagi sakit deh…”

”Ya ampun, ikan… ikan… sakit aja kompakan.”

END

Sumpah, saya kangen banget sama si Mokpo… unyu unyu #plakk, kmrn dy sakit, saya juga sakit… cuma gak masuk angin, tapi panas dalem. Wakakakakakak….

13 thoughts on “{JinHaeXy} Love Is Supplement

  1. jiahh ini ikan 2 sakit ngapa barengan gtuuu.. tapi itu skinshipnya kurang banyakk eonnn *plakkplokk :p
    wahh chihoon otaknya udah ketularan suami saya tuhh kyaknya.. ckck
    knapa siih jinhae itu maniis bnged ngebayangin adegannya .. aigooo makin suka jdinya

  2. wkakakakakak…dasar sama2 ikan sama2 sakit, yaiyalah orang mereka barengan jg kemarennya hahhaha
    mgkn karena haejin sakit jg kali ya jd ga dibawa galau sakitnya hae ~lol
    jadi mupenggggg..sakit bareng, pelukan, bobo bareng ama yeobooo..hueaaaaaaaaa kyuuuu dimana dirimu berada? temani aku sekarang #plak

  3. Aku pernah baca deh nih ini.. Tapi dimana yah.. Lupa😦
    So sweet banget sih mereka be2.. Sakit aja kompakan😦
    Tidurnya ppeluk2aaaannn hihihi manis🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s