It’s Fine, Donghae’s Daughter and Son ~Part 1~

Sebuah mobil hitam memasuki pelataran sebuah gedung yang memanjang, juga dengan halaman rumput hijau, dengan air mancur di tengah-tengahnya, setelah menemukan lobi, mobil itu berhenti. Pria di dalamnya melepaskan sabuk pengamannya, kemudian menoleh ke sebelahnya, sambil tersenyum.

”Sudah sampai… ayo turun.”

”Uuuh, masih ngantuk…” ucap bocah laki-laki.

”Aku masih mau main…”

Pria tampan tersebu tersenyum dan mengelus kedua bocah lucu di sebelahnya, ”Di dalam… kalian akan bertemu banyak anak-anak lain, kalian bisa bermain disana. Pasti lebih asyik…”

”Yaksok?” tanya keduanya identik.

Pria itu mengangguk, ”Ayo… kita masuk…” pria tampan itu menggandeng dua bocah tersebut di masing-masing tangannya dan masuk ke dalam gedung putih tersebut.

”Selamat pagi, Tuan…”

”Pagi… saya Lee Donghae.”

Wanita paruh baya yang menerimanya langsung tersenyum. ”Ah, Donghae-ssi… terima kasih sudah datang… terima kasih mau mempercayakan sekolah kami untuk… mereka berdua…”

”Ne, saya tahu sekolah ini yang terbaik…” sahut Donghae. ”Kalau begitu, Sea… Sky…”

”Halo, Lee Dong-Sea dan Lee Hae-Sky ya?”

Sea dan Sky mengangguk sambil tersenyum.

”Arasseo… guru kalian akan datang sebentar lagi… mungkin Tuan mau bertemu dengannya?”

Donghae melirik jam tangannya, kemudian tersenyum simpul. ”Mohon maaf, Sunsangnim, saya harus ke kantor, karena ada rapat penting. Saya titip Sea dan Sky, nanti kalau ada waktu saya akan bertemu dengan guru pembimbing mereka…”

”Baiklah…”

Donghae mengecup pipi kedua bocah kecil itu, dua bocah itu melambai, Donghae juga melambai dan kembali ke dalam mobilnya, menyalakan mesinnya dan berlalu dari sekolah tersebut. Tepat ketika seorang perempuan masuk ke dalam gedung tersebut, dengan rambut terurai, dan memakai pakaian berwarna pastel.

”Annyeonghaseyo, Sunsangnim…” sapa gadis itu.

”Annyeonghaseyo, Saem…” sapa wanita paruh baya. ”Kebetulan sekali, ini anak asuhmu…”

Gadis itu menatap kedua anak kecil yang sedang menatapnya dengan tatapan polos mereka. Gadis itu otomatis tersenyum, ”Annyeong…”

”Annyeong… Saem…” ucap keduanya kompak.

”Kembar ya?” gadis itu langsung berjongkok di hadapan kedua bocah itu.

Yang perempuan langsung berkata, ”Saem, daebak! Tidak ada yang bisa menebak kalau kami kembar, ya kan?”

Bocah laki-laki di sebelahnya mengangguk-angguk. ”Orang selalu mengira kami sepupu, kenapa Saem bisa tau?”

”Kalian mirip… mata kalian sama-sama indah…” sahut wanita itu.

”Kamsahamnida, Saem…” keduanya membungkuk.

Wanita itu tersenyum. ”Kenalkan, namaku Nadine…”

”Nadine Saem?” tanya yang laki-laki.

Wanita itu mengangguk. ”Ne, Nadine…”

 

*Malamnya*

”Woah, sudah mau tidur?” Donghae kaget melihat kamar Sea dan Sky.

Sea dan Sky sudah sama-sama memakai piyama, Sea berwarna biru, dan Sky berwarna pink. Memang kebalik, seharusnya Sea yang memakai pink, dan Sky memakai biru, tapi ya begitulah warna kesukaan keduanya.

”Ne… kami mau bangun pagi!” ucap Sea semangat.

Donghae masuk ke dalam kamar dan duduk di tepi kasur besar tersebut. ”Kalian suka sekolah, kan? Banyak teman, kan?” senyum Donghae.

Sea dan Sky mengangguk identik.

”Baguslah… kalau begitu tidur ya…”

”Tapi…” Sky menahan tangan Donghae. ”Kami bukan mau bertemu dengan teman-teman…”

Donghae mengernyit. ”Kalian mau bertemu siapa dong?”

”Saem…” sahut Sea sambil tersenyum.

”Saem?” tanya Donghae. Si kembar mengangguk.

Sky kemudian berkata, ”Dia satu-satunya orang yang tahu kalau aku dan Sea itu kembar…”

”Jinja?!” mata Donghae melebar, tapi si kembar mengangguk semangat. Sea dan Sky itu kembar yang sama sekali tidak identik soalnya. Maka Donghae penasaran, siapa yang bisa mengenali Sea dan Sky sebagai anak kembar?

Donghae kemudian bertanya, ”Kata Saem kalian, kalian mirip tidak?”

”Mirip…” ucap keduanya bahagia. Sea dan Sky memang sangat bahagia jika ada yang berkata mereka mirip!

”Oh ya? Apanya kata Saem?”

”Mata kami…”

”Mata kami indah…”

Donghae tersenyum miris, kemudian mengecup pipi kedua bocah itu. ”Mata kalian memang indah, kok. Semua orang juga tahu… ya sudah sekarang tidur ya, biar besok bangun tidak susah.”

Donghae menyelimuti Sea dan Sky, lalu mematikan lampu tidur mereka, dan keluar dari dalam kamar Sea dan Sky. Di depan pintu kamar, Donghae menghela napas dalam-dalam.

’Mata kami…’

’Mata kami indah…’

’Matamu indah, Donghae-ya…’

Donghae tersenyum dan air mata sudah menggenang saja di pelupuk matanya, dia mengusapnya. ”Hanya kau yang boleh bilang mataku indah…” bisiknya, dan Donghae langsung pergi ke kamarnya.

Esoknya Donghae kembali mengantarkan si kembar ke sekolah mereka, tak lupa Donghae mengantarkan dua bocah lucu berpipi tembam tersebut ke lobi, dan mereka berdua pasti dijemput oleh sang kepala sekolah.

”Donghae-ssi, selamat pagi…” sapa kepala sekolah.

Donghae membungkuk, ”Pagi, Sunsangnim…”

”Aigooo, aku tidak menyangka bahwa Sea dan Sky pintar dan manis sekali… mereka tidak nakal!”

”Jinja?!” tanya Donghae langsung mengacak rambut si kembar. ”Baguslah… mereka berdua padahal di rumah sangat nakal lho… he he he, gurunya tidak mengeluh kan Sunsangnim?”

Kepala sekolah menggeleng sambil tersenyum. ”Gurunya justru langsung akrab sekali dengan mereka berdua… oh iya, Donghae-ssi, Sea dan Sky kembar, ya? Aku tidak tahu jika guru mereka berdua tidak bilang…”

Donghae tertawa. ”Iya… mereka kembar, hanya berbeda empatpuluh lima menit…” senyum Donghae. ”Tidak banyak yang bisa menebak kalau mereka berdua kembar, karena dua-duanya tidak mirip…”

”Hanya guru mereka yang bisa ya…” kekeh Kepala Sekolah.

”Oiya, kapan guru mereka tiba? Saya mau berkenalan…”

”Sebentar lagi gurunya datang…”

Donghae mengangguk. ”Sea, Sky… ke kelas kalian saja yuk, aku mau lihat kelas kalian…”

”Ayo…” gandeng kedua anak itu.

”Permisi, Sunsangnim…”

”Ne, silakan Donghae-ssi, gurunya akan langsung ke kelas kok…”

Donghae dituntun oleh Sea dan Sky memasuki sebuah ruangan kelas, Donghae memandang seluruh penjuru kelas tersebut. Penuh dengan nuansa soft pink yang natural, dengan gambar-gambar, dan grafik-grafik yang biasa terdapat di setiap TK dimanapun.

Tapi Donghae terpaku di ambang pintu, wangi ini… wangi pinus segar, parfum seseorang yang sangat ia kenal. Parfum seorang yang telah pergi, dan tidak akan pernah mungkin kembali. Seseorang yang telah membuat Donghae menjadi seperti sekarang ini.

”Wangi kan?” tanya Sky bahagia.

”Ne, wangi sekali…” jawab Donghae.

”Ini parfum kesukaan Saem kami…” tambah Sea.

Donghae tersenyum. ”Saem kalian cantik, ya?”

Sea dan Sky mengangguk-angguk. ”Dia seperti bidadari… lembuuuut sekali… aku mau punya Eomma seperti dia.”

DEG! Perasaan apa itu? Donghae cuma tersenyum dan mengelus kepala Sea dan Sky. ”Maaf ya…”

”Kenapa minta maaf?”

”Tidak apa-apa…” sahut Donghae sambil duduk di sebuah kursi kecil.

Tak lama kemudian murid-murid lain mulai berdatangan, tapi guru Sea dan Sky belum juga tiba. Donghae menghela napas dalam-dalam, melirik jam tangannya, dia sudah benar-benar terlambat.

”Harus kerja ya?” tanya Sea kecewa.

Donghae tersenyum dan mengacak rambut Sea. ”Mianhae… mungkin besok baru bisa bertemu dengan Saem kalian, ya…”

Sky memberengut. ”Tapi aku mau kalian bertemu…”

”Percayalah, Sky… aku juga mau bertemu Saem kalian, tapi aku harus pergi… sudah siang.”

Sea mengangguk.

Donghae berdiri dan mengecup pipi si kembar, ”Kalau begitu aku pergi ya… baik-baik, jangan nakal… salam saja untuk Saem kalian.” Donghae keluar dari dalam kelas dan menuju mobilnya yang di parkir di luar.

Tak lama seorang wanita masuk ke dalam gedung tersebut, dia melangkah ringan menuju ruangan kelasnya.

”Saem!” pekik Sea dan Sky.

”Annyeong…” wanita itu berjongkok dan membuka tangannya lebar, Sea dan Sky berlari dan memeluknya. ”Aigooo, kangen Saem tidak?”

”Sangaaat…”

”Popo doooong…”

Sea dan Sky mengecup pipi wanita itu di masing-masing pipi.

”Saem, tadi Appa kami mau bertemu dengan Saem…” lapor Sky langsung.

Wanita itu mengangkat alis, ”Jinja?! Lalu dimana Appa kalian?”

”Appa banyak pekerjaan…” jawab Sea, diamini dengan anggukan dari Sky. ”Jadi Appa titip salam saja untuk Saem…”

”Salam balik untuk Appa, ayo duduk… kita belajar…”

 

*           *           *

”Kamsahamnida sudah membimbing Riwon dan Sihyo…” bungkuk Park Ririn di depan sekolah.

”Sama-sama… Riwon dan Sihyo tidak bandel, kok…” Nadine membungkuk kepada orangtua murid itu balik. ”Saya sepertinya berbakat dalam mengasuh anak kembar…” tambahnya.

Ririn juga tertawa. ”Nadine Saem, kata Kepala Sekolah… di kelas Riwon dan Sihyo ada anak kembar juga, ya? Laki-laki dan perempuan?”

”Iya betul…”

”Saem!” panggil Sky.

Nadine menoleh dan tersenyum, ”Sky… ah iya, Ririn-ssi, ini teman sekelas Sihyo dan Riwon, yang kembar itu… namanya Sky… Sky, beri salam…”

Sky tersenyum dan membungkuk. ”Annyeonghaseyo, Riwon Eomonim…”

”Annyeong…” Ririn memandang Sky. Lalu ke Nadine Saem. ”Saem… dia mirip sekali denganmu…”

Baik Nadine dan Sky saling pandang.

”Aku mirip Saem?” tanya Sky.

Ririn mengangguk. ”Mirip sekali…”

 

*           *           *

”Kenapa cuma kamu yang dibilang mirip?!”

”Kamu sih tidak ada tadi…”

”Tapi kamu harusnya belain aku! Bilang aku juga mirip sama Saem juga… kamu kan saudara kembarku…”

”Iya deh… lain kali…”

Donghae buru-buru masuk ke dalam kamar si kembar. ”Hei… kalian ini kenapa sih? Bertengkar?”

Sea dan Sky menggeleng kompak. Wajah Sky cerah, tapi Sea nampak cemberut. Donghae duduk di sisi kasur mereka lagi, dan tersenyum. ”Kenapa, Sea sayang? Kok cemberut…” Donghae meraih Sea dalam pangkuannya.

”Boleh aku memanggilmu Appa?”

Mata Donghae membulat. Selama ini, kedua putra-putrinya tidak ada yang mau memanggilnya Appa! Sky juga mendongak, ”Iya… bolehkan mulai sekarang kami memanggilmu Appa?”

”Tentu… aku kan Appa kalian…” sahut Donghae terharu.

Sea memeluk Donghae. ”Appa…” Donghae balas memeluknya, merasakan kelembutan ketika sang anak menyebutnya Appa. Sky ikut memeluknya, Donghae memeluk kedua anaknya.

”Akhirnya kalian mau menyebutku Appa…” gumam Donghae.

Sea melepaskan pelukannya. ”Appa, tahukah kau kenapa aku sedih? Karena kata Eommanya Riwon dan Sihyo, Sky mirip dengan Saem kami…”

”Maksudnya?”

”Wajahku… wajahku mirip Saem!” kata Sky bangga.

Donghae terperangah, dan menatap Sky dalam-dalam. ”Kau serius?”

”Ne…” sahut Sky bangga.

Sea cemberut. ”Aku juga kan mau wajahku mirip dengan Saem… Saem begitu lembut, baik, dan cantik! Kenapa hanya Sky yang mirip dengan Saem sementara aku tidak… padahal kita kan kembar…”

Ya Tuhan, bagaimana mungkin?! Tanya Donghae dalam hati, ”Lalu menurut Saem kalian, dia mirip tidak denganmu, Sky?”

”Saem cuma tersenyum dibilang mirip…”

Donghae tersenyum. ”Ya sudahlah, Sea… kau kan mirip denganku…”

”Tapi aku mau mirip juga dengan Saem…”

Donghae cuma tersenyum dan membaringkan kedua buah hatinya di atas kasur, lalu diselimutinya mereka. ”Besok, aku akan berusaha bertemu dengan Saem kalian, seberapa mirip sih Saem kalian dengan Sky…”

”Sejujurnya memang sangat mirip…” desah Sea tidak rela.

Sky memeluk kakak perempuannya. ”Aigoo… ternyata kamu mengakuinya kalau aku mirip. Tapi Sea, kau sama lembutnya kok seperti Saem kita…”

Sea tersenyum sumringah dan balas memeluk adiknya, ”Gomawo, Sky…”

”Nah begitu dooong, kalian sama-sama mirip kan sama Saem kalian itu… ya sudah sekarang tidur ya…”

”Ne, Appa…”

”Jaljayoooo… mimpikan kami dan Eomma ya…”

Donghae tersenyum. ”Jaljayo…” bisik Donghae dan menutup kembali pintu kamar si kembar. Donghae melangkah ke sebuah kamar, dan membukanya, lalu menyalakan lampu. Lampu di ruangan tersebut berpenerangan temaram, sehingga menerangi setiap foto yang dibingkai dengan indah di dinding-dinding tersebut. Donghae tidak menyangka, dalam hidupnya dia akan kembali ke dalam ruangan ini.

Dia memandang setiap foto yang ada di dinding, dan dia kembali bisa merasakan lubang menganga di dalam dadanya, rasa sakit yang membuat nyeri. Yang membuatnya kesakitan setiap melangkah masuk ke dalam ruangan ini, dan menatap setiap wajah wanita yang ada di dalam pigura tersebut.

Tapi sesuatu memanggil-manggilnya untuk kesini, dan sesuatu seperti memaksanya untuk bangkit dari keterpurukan! Kedua putra-putrinya memaksanya kembali kesini, lewat cara yang tidak biasa. Dan Donghae sudah merasakan kehadiran gadis yang paling dicintainya di muka bumi ini, sekali lagi!

Wangi pinus, parfum favorit wanita itu!

Mata Sea dan Sky yang indah! Mata Sea dan Sky menurun dari Donghae, dan wanita itu selalu bilang mata Donghae indah.

Sky mirip gurunya! Sea dan Sky memang tidak mirip, karena Sea duplikat Donghae, sementara Sky duplikat wanita itu! Mana mungkin ada perempuan yang bisa mirip dengan Sky kecuali ibunya? Dan ibunya sudah pergi jauh, dan takkan pernah kembali menemui Sea dan Sky, terutama Donghae, kan?

Donghae mendekati sebuah pigura, yang menangkap keindahan abadi dua insan yang ada di dalamnya. Donghae meraba paras cantik gadis yang tersenyum abadi kepadanya tersebut.

”Biarlah kau jadi kenanganku, tanpa perlu anak-anak tau siapa dirimu…” bisik Donghae.

 

*           *           *

”Pagi, Sunsangnim…”

”Pagi, Donghae-ssi… pagi Sea… pagi Sky…”

”Pagi…” sapa Sea dan Sky kompak dengan seragam olahraga mereka yang membuat mereka tambah lucu.

Kepala Sekolah tersenyum pada Donghae, ”Kemarin Anda jadi bertemu dengan Nadine Saem?”

”Nadine?!” tanya Donghae kaget, lagi-lagi memori tentang wanita yang dicintainya, ibu dari kedua anaknya muncul.

”Ne… Nadine Saem adalah nama guru si kembar, Donghae-ssi…”

Donghae tersenyum. ”Ani, kemarin tidak sempat… sekarang saya akan disini menunggunya…”

”Appa harus bertemu dengan Saem…” kata Sky semangat.

”Saem sangat cantik!” tambah Sea.

Donghae mengangguk-angguk sambil tersenyum. Nadine? Apa yang terjadi dalam dunia ini? Gadis itu tidak akan mungkin kembali, kan? Apalagi jadi guru anak-anak, sangat tidak mungkin! Donghae menunggu dengan keringat dingin, sampai akhirnya Sea dan Sky mengajaknya ke kelas mereka. Di kelas Sea dan Sky bermain bersama anak-anak lainnya, dan Donghae memunggungi pintu, menatap jendela, dengan jantung yang berdegup kencang menanti kedatangan guru misterius anak-anaknya yang terus mengingatkan memorinya pada gadis yang dicintainya dulu, dan sekarang.

 

*           *           *

”Nadine Saem…”

Wanita bergaun pastel tersebut menoleh, ”Ne… Sunsangnim…”

”Ada orangtua murid yang mau bertemu denganmu… beliau sedang menunggu di kelas sekarang…” kata Kepala Sekolah.

”Ah, ye… kamsahamnida, Sunsangnim…” Nadine membungkuk.

Kepala Sekolah menahan tangannya. ”Dia adalah Ayah dari Lee Dong-Sea dan Lee Hae-Sky…”

”Oh jinja?!” mata Nadine membulat.

”Ya… kau tahu kan, si kembar sudah tidak memiliki ibu lagi, jadi mungkin Donghae-ssi hendak berterimakasih dan meminta pertolongan darimu… lagipula kulihat, kau langsung dekat dengan anak-anaknya…”

Nadine tersenyum. ”Ah ye, tenang saja… mereka berdua anak baik kok, Sunsangnim… aku akan memberikan seluruh kasih sayangku kepada anak-anak kok…”

”Baiklah, sana temui ayah mereka, jangan membuatnya menunggu…”

”Ne, Sunsangnim…” Nadine melangkah pelan ke ruangan kelasnya, kemudian menggeser pintunya. ”Annyeong…” sapanya riang kepada seluruh ruangan yang langsung disambut sorakan riuh, ”SAEM…”

Nadine langsung berjongkok untuk menerima pelukan dari anak-anak kecil tersebut yang berjumlah nyaris dua puluh orang. Nadine memeluk satu persatu muridnya tersebut dan menanyakan kabar mereka, termasuk si kembar.

”Saem… Appa mau bertemu…”

”Oh, jinja? Mana Appanya?” tanya Nadine sambil mendongak.

 

*           *           *

Donghae mendengar gemuruh anak-anak yang bersorak memanggil : ”SAEM…” maka ia pun menoleh untuk melihat, tapi belum sempat dia melihat wajah gadis itu, gadis itu sudah berjongkok, dan anak-anak memeluknya. Donghae tetap tidak bisa melihat wajahnya, akhirnya Donghae hanya bersandar dan menunggu kerumunan menipis. Dia bisa mendengar Sea berkata, ”Saem… Appa mau bertemu…”

Tapi yang terjadi justru Donghae nyaris terkena serangan jantung begitu mendengar suara bening yang menyahut. ”Oh, jinja? Mana Appanya?”

Kerumunan anak-anak kecil membelah menjadi dua, hanya tertinggal Sea dan Sky yang menutupi gadis yang berjongkok itu, tapi kemudian Sea dan Sky pun memisahkan diri. Dan seorang gadis tersenyum menatapnya, lalu dia berdiri.

”Annyeonghaseyo… Anda pasti orangtua Sea dan Sky…”

”Neo…” kata Donghae terbata. Wajahnya sangat terkejut, nyaris tidak bisa digerakannya seluruh anggota tubuhnya.

Senyum Nadine memudar, ”Tuan, ada yang salah?” tanyanya.

”Andwe!” bisik Donghae masih terus menatap wanita itu.

To Be Continued

Well, pada akhirnya saya bikin FF lagi… hehehehe, dan lagi-lagi tentang Donghae… disini aku cuma mau menyampaikan maaf aja kepada orang-orang yang pada nggak suka sama couple JinHae… Lee Donghae itu BUKAN milik saya… Donghae itu milik dirinya sendiri, ortunya, Tuhan… saya hanya menggunakan dia sebagai imajinasi saya saja… jadi buat temen-temen ELFISH yang kepengen bikin FF tentang dirinya sama Donghae, silakan… aku nggak larang🙂 Sesama bini ikan kan harus akur, ya nggak??? akhir kata… FF ini saya buat dalam keadaan galau… jadi entah feelnya enak atau nggak… kamsahamnida buat yang mau baca…

12 thoughts on “It’s Fine, Donghae’s Daughter and Son ~Part 1~

  1. seneng, baca ff yg ini mah, biar dah di publish di sjff tp ceritanya ga ngebosenin. lanjut ah, bca nya…

  2. masih bingung knpa dulunya si kembar ga mau manggil hae dengan sebutan “appa”??

    lanjooooottt ah biar ga bingung lg!! hihi

  3. Begitu mulai baca ceritanya sweet skali ngebayangin donghae jd appa yg baik buat anak2nya, nganterin skolah tiap hr. Pengen pny suami ky gt #plak

    Feel sedihnya dapet kok, trus bikin penasaran buat baca lanjutannya.

    Gpp bikin aja jinhae yg byk. Kita reader2 setia selalu nunggu cerita jinhae yg sweet yg sexy dr nisya. Semakin gila ceritanya semakin gemes bacanya. Fighting!😉

  4. wuaaa hae bener2 jd appa yg baik y disini
    jd ga tega ngebiarin hae ngurus si kembar sendiri .__.
    penasaran knp ekspresi hae ampe kaya gitu
    ok lanjut baca dulu dh ^^

  5. annyeong,,,
    q br ubek2 library n nemu ff nie,,,jd lngsng q bc de,,,!!!

    itu Haejin meninggal y,,,?
    g rela,,,,!!!
    tp nie ff g ad hubx m ms dpn ff Jinhae yg lain kn,,,mksdq WIF,,,???
    bnr2 g rela klo JinHae kpisah,,,!!!

    tp klo d ff nie,q sk cz bda aj gt,,,!!!
    Nadine bknx Haejin jg,,,jd gwenchana,,,!!!
    q msh sering bingung sea m sky tu mn yg cwe mn yg cwo,,,!!!hahaha
    lnjut bc next partx ah,,,!!!^^

  6. Aigoo jd Nadine itu mirip dgn ibu dari Sea dan Sky, kasihan mrk berdua blm th siapa ibu kandungnya.. Donghae oppa manis bgt jd irg tua si kembar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s