For My Love Birthday

Oktober, 2012

Donghae’s POV

Namaku Lee Donghae, kalian tahu kah siapa aku? Kalau ada yang belum tahu, aku adalah member Super Junior, yang dua tahun lalu telah menikah dengan yeoja idol grup Fleur De La Supergirl, yakni Lee Haejin. Kami telah dikaruniai tiga orang anak, satu yeoja, dan dua namja. Si kembar yeoja-namja adalah buah hati kami yang pertama. Namanya Lee Dong-Sea dan Lee Hae-Sky, Sea yang yeoja dan Sky yang namja, keduanya hanya berbeda usia lima belas menit saja, lahir di bulan Desember 2010.

Kemudian anak bungsu kami namanya Lee Jin-Cloud, dia lahir bulan Januari 2012 lalu. Akhir-akhir ini, istriku mulai kembali aktif sebagai penyanyi lagi, dia melakukan debut comeback-nya, setelah kami menikah di musim panas tahun 2010.

Felidis melakukan comeback di bulan September 2012, dan semakin hari Haejin semakin sibuk! Aku dan Super Junior harus melakukan Super Show, sementara Haejin dan Felidis juga harus eksis!

 

End Of Donghae’s POV

 

Hari ini Haejin akan pergi ke Los Angeles, untuk mengikuti konser 2PM, yang kebetulan satu manajemen dengannya di JYP Entertainment.

Donghae mengecup bibir Haejin, Haejin membalasnya, kemudian Haejin mengangkat tasnya dan berjalan ke pintu. ”Sukses konsernya ya, Jagi… saranghae,” dan dia keluar dari dalam apartemen. Tepat ketika Cloud menangis nyaring, Donghae buru-buru kabur ke dalam kamarnya dan meraih Cloud ke dalam gendongannya.

”Ada apa? Kenapa menangis?” tapi Cloud terus menerus menangis, meski Donghae sudah menyanyikan lagu, dan membawanya mondar-mandir. ”Haaah! Otokhe?!” tanyanya sambil menunduk. Suara-suara kemudian terdengar dari kamar tidur di sebelah kamarnya, sepertinya si kembar juga sudah bangun. Donghae terus berusaha menenangkan Cloud sembari memindahkan si kembar ke dalam baby walker mereka, segera saja si kembar sudah meluncur-luncur di ruang tengah dengan riangnya.

Tapi kemudian ketika Donghae sibuk berusaha menenangkan Cloud,   ”Appa… Appa…” tiba-tiba dua anaknya yang lain sudah menarik-narik celananya dari sisi kanan dan kiri, dengan baby walker mereka. ”Appa…” suara mereka cadel. ”Makaaaaaan…”

”Lapar ya?” tanya Donghae bingung. ”Aduuuuh…” masih sambil berusaha mendiamkan tangisan Cloud yang belum berhenti, Donghae berlari ke dapur dan memasak air dari teko listrik, lalu mencari-cari kotak bubur bayi. ”Bubur bayi dimana ya? Haejin menaruhnya dimana?” tanyanya panik di dalam dapur sambil mengobrak-abrik isi lemari, sementara Cloud masih menangis.

Setelah menemukan bubur bayi, Donghae buru-buru menuangkannya di dalam mangkuk dan mengisinya dengan air panas, lalu mengaduknya. Setelah itu kembali mondar-mandir dapur mencari susu bayi Cloud. ”Susu dimana? Susu dimana? Aigooo, aku ini ayah mereka bukan sih? Kenapa susunya tidak tahu aku taruh dimana? Aigooo…” Donghae panik, membetulkan gendongan Cloud.

”Appa! Lapaaaaaaaal…” teriak si kembar nyaris merengek.

”Sabar ya, Sayang… Appa cari susu adik kalian dulu…” Donghae semakin panik. Setelah menemukan susu Cloud, Donghae membaca cara pembuatan dari dalam kalengnya. ”Aduuuuh, kalau botol besar tujuh sendok?!” dan Donghae memasukkan tujuh sendok susu ke dalam botol susu Cloud. ”Lalu tambahkan air hangat secukupnya…” Donghae menuang air dari dalam teko sedikit. ”Lalu di kocok, dan tambahkan air biasa…” Donghae mengocok botol susunya dan menambahkannya dengan air biasa.

”APPAAAA‼!” teriak Sea dan Sky kompak, seperti Yoogeun yang berteriak pada SHINee apa agar semuanya bangun di episode Hello Baby.

Donghae kelonjotan dan berteriak. ”IYA SAYANG, SEBENTAR!” lalu dia kembali membaca petunjuk. ”Tetes susunya di tangan, untuk memastikan tidak terlalu panas bagi si kecil…” Donghae meneteskan susunya di tangan. ”Aish! Terlalu dingin!” Donghae membuang airnya sedikit, menambahkan sedikit susu lagi, dan menuang air hangat sedikit, setelah hangatnya di rasa cukup Donghae berlari dan membaringkan Cloud di atas boxnya, dan diminumkannya susu. Cloud diam.

Sea dan Sky di ruang tengah sudah mulai menangis, Donghae berlari ke dapur dan mengambil mangkuk bubur bayi Sea dan Sky. ”Aaaah! Sudah dingin!” keluhnya. ”Sayang sebentar ya, Appa hangatkan dulu buburnya…” Donghae menghangatkan sebentar ke dalam microwave, tapi yang terjadi mangkuknya malah penyok.

Terpaksa Donghae membuat makanan baru, dan Sea dan Sky mulai menjerit-jerit dan memukul-mukul baby walker mereka. Setelah jadi, Donghae menghampiri kedua anaknya yang sudah menangis, dan menyuapi mereka makan, setelah selesai makan, Donghae memandikan keduanya, lalu menggantikan mereka baju. Begitu kembali melihat Cloud, Cloud sudah selesai minum susu, dan sedang merangkak di dalam box bayinya, segera Donghae mandikan anak itu, lalu dia duduk kelelahan sendiri.

”Tugas ibu itu seberat ini ya ternyata… Appa terlalu berprasangka pada Eomma kalian…” ujar Donghae lirih. ”Eomma kalian pasti butuh istirahat juga, kan?” lalu Donghae mengajak ketiga anaknya bermain-main.

Esok paginya, Donghae beserta ketiga buah hatinya, dan member Super Junior lainnya sudah berada di Incheon International Airport, untuk berangkat ke Beijing untuk Super Show. Member Super Junior girang sekali melihat anak-anak yang menggemaskan ini, Sea putri pertama Donghae, yang wajahnya duplikat Donghae sekali sekarang berada dalam gendongan Eunhyuk. Kemudian saudara kembarnya, putra pertama Donghae yang berbeda lima belas menit dari Sea, yakni Sky, wajahnya duplikat Haejin, sedang berada dalam gendongan Sungmin.

Sedangkan si putra bungsu, Cloud, sedang malu-malu ngumpet di pelukan Donghae, karena Ryeowook dan Kyuhyun rebutan mau menggendongnya. Cloud ini perpaduan wajah Donghae dan Haejin, dia tampan sama seperti Sky dan ayahnya.

Mereka akhirnya tiba di Beijing beberapa jam kemudian, Donghae merasa beruntung member Super Junior mau membantunya menjaga ketiga buah hatinya tersebut. Ketika mereka sudah tiba di hotel, kebetulan Cloud tertidur, maka Donghae langsung mem-baringkannya di atas kasur, dan membuka baby walker Sea dan Sky, serta membiarkan keduanya bermain berkeliling kamar hotelnya.

Pintu kamarnya diketuk. Donghae buru-buru membuka pintu kamarnya, Shindong ternyata.

”Ayo, gladibersih…”

”Ah iya!” Donghae menepuk dahinya.

”Wae?”

”Cloud tidur… aku tidak mungkin meninggalkannya disini sendirian, kalau Sea dan Sky kan bisa dibawa…”

”Ya sudah bawa saja, disana nanti ditidurkan saja… kaja!”

”Ne, Hyung…”

Kyuhyun dan Eunhyuk muncul. ”Perlu bantuan Hyung?”

”Ah iya, Sea dan Sky tolong taruh di kereta dorong dong, aku mau menyiapkan perlengkapan mereka…” Donghae melesat gesit mengumpulkan susu formula, popok bayi, botol susu, baju dan celana ganti, serta mainan-mainan ke dalam tas bayinya, lalu perlahan-lahan menggendong Cloud yang masih tertidur sementara Eunhyuk dan Kyuhyun sudah mendorong kereta bayi kembar bersama-sama keluar kamar.

Sesampainya di tempat gladibersih, Donghae meletakkan Cloud di sofa ruangan ganti member Super Junior. ”Noona, tolong titip anak-anakku ya… maaf merepotkan, istriku sedang sibuk.”

”Ne, Donghae-ya…” jawab si Coordi Noona.

Donghae akhirnya memulai gladibersih, setelah selesai gladibersih mereka bersama-sama makan malam bersama di salah satu restoran dekat hotel mereka, semua enak menyantap makan malam, sementara Donghae harus menyuapi Sea dan Sky makan, sementara Cloud minum susu di gendongan Coordi Noona-nya.

”Hae, makanlah dulu…”

”Kalau kita mau cepat pulang, milikku dibungkus saja, Hyung… anak-anakku belum makan.” Ujar Donghae sambil menyuapi Sky.

”Sini, Hyung biar kubantu menyuapi, aku sudah makan, Hyung makan dulu saja…” Ryeowook maju dan mengambil mangkuk bubur dari tangan Donghae dan menyuapi Sea.

Donghae tersenyum. ”Gomawo, Wookie-ah…”

”Ini, Hae… makan!” kata Shindong menyiapkan samgyupsal. ”Seorang ayah itu makannya harus banyak, agar punya tenaga untuk merawat anak-anaknya.”

”Ne, Hyung…”

Menginjak pukul tujuh malam, semua sudah bersiap-siap dengan kostum panggung mereka untuk tampil perdana dalam konser di Beijing ini.

”Ya, Chul-ah! Sudahlah jangan main Twitter melulu, kita sudah sebentar lagi naik stage! Ayo bersiap!” ajak Leeteuk sambil membetulkan letak microphone kecil yang terletak di samping pipinya.

Heechul mengangguk. ”Iya sebentar lagi, Teukie…” wajahnya nampak gusar, kemudian Sungmin duduk disebelahnya.

”Ada apa, Hyung?”

”Lee Donghae!” panggil Heechul.

Donghae yang sedang menggendong Sky menoleh. ”Ne, Hyung?”

”Istrimu…” kata Heechul khawatir. ”Memangnya dia benar ada di Los Angeles ya?”

”Ya tentu saja, dia akan mengikuti tur konsernya 2PM, Hyung…”

Heechul mengernyit. ”2PM tidak sedang konser di Los Angeles, lho… mereka sedang di Korea…” Heechul mengangkat ponselnya. ”Ini, Nickhun memberiku mention semoga sukses, begitu kubalas semoga sukses juga konsernya, dia bilang mereka tidak ada konser…”

”Hah?!” Donghae bengong.

”Iya, awalnya aku juga mengira Nickhun bercanda, tapi memang benar… 2PM ada di Korea kok saat ini!”

”Lalu dimana Haejin saat ini?!” tanya Donghae heran.

Koordinator panggung muncul. ”Super Junior, dalam lima menit langsung ada di panggung ya!”

”Sudah, Donghae-ya… Haejin nanti saja setelah konser kau cecar! Sekarang kita konser dulu!” Siwon menepuk bahu Donghae. Akhirnya mereka berjalan bersama-sama menuju panggung.

Konser berjalan dengan cukup lancar, Donghae berusaha menekan kecemasannya, dan pikiran-pikiran buruk, namun juga pikiran baik bahwa Haejin mungkin mengerjainya.

Setelah beberapa lagu, Super Junior diizinkan beristirahat di backstage, Donghae langsung menenggak air mineral yang diberikan kepadanya, kemudian Eunhyuk mengeluarkan ponsel di sebelahnya.

”Mwo?!” pekik Eunhyuk. ”Hae… Felidis sekarang ada di Jepang?!”

”Jepang?!” pekik Donghae, semua mata menoleh kepada Eunhyuk yang matanya terpaku pada ponselnya.

Eunhyuk menyerahkan ponselnya. ”Ini, dari @LeaderHaejinFacts…”

Donghae membaca isi berita dari akun fanbase resmi milik istrinya. ”Felidis Haejin spotted shoppin with Felidis members at Shibuya, Japan. Haejin di Shibuya?!”

”Ini ada twitpic-nya…”

Donghae langsung membuka link tersebut, dan memang Haejin yang memakai baju kasual dengan kacamata hitam, menenteng kantung belanjaan. Haejin tidak tahu kalau dia sedang difoto. Donghae heran! Apa maksud Haejin?! Semua memandang Donghae khawatir.

”Aku mau telepon dia…” Donghae langsung keluar dari ruangan tersebut.

Diluar Donghae buru-buru menekan nomor yang sudah dia hapal di luar kepala, dan langsung menekan tombol tanda video call! Donghae harus tahu dimana Haejin sekarang! Berani-beraninya berbohong kelas teri seperti itu!

Tapi nihil! Ponsel Haejin tidak dapat dihubungi meski Donghae sudah menekan kode antar negara ke Jepang! Donghae memutuskan untuk membuka Twitternya, tapi Facebook for Blackberry-nya tidak bisa dibuka, berikut Uber Twitter. Dicobanya seluruh ponselnya namun tetap tidak bisa!

”Hae…” pelan ada yang menyentuh punggungnya.

Leeteuk ternyata, ”Sudah waktunya kita tampil, ayo… jangan kecewakan mereka… Haejin pasti punya alasan.”

”Tapi, Hyung…”

”Donghae-ah, profesional…”

Donghae mengangguk dan mengikuti Leeteuk kembali ke atas panggung. A Man In Love, Sorry Sorry Remix, It’s You, Supergirl, dan Bonamana berhasil dinyanyikan Donghae dengan baik meski pikirannya melantur kemana-mana. Akhirnya Donghae break lagi ketika giliran solo masing-masing member.

”Donghae-ah, jangan kaget ya…” kata Shindong pelan pada Donghae di sofa.

”Waeyo, Hyung?”

Shindong menyerahkan iPad pada Donghae, ”Itu update dari Jepang, baru saja… kupikir kau harus tau.” Kata Shindong pelan.

Donghae menerima iPad Shindong, dan di layar terpampang foto jelas pemandangan di jalanan yang Donghae tahu benar itu di Jepang! Haejin dengan kacamata hitamnya, bergandengan dengan Choi Minho. Choi Minho, anggota SHINee, hoobae-nya sendiri, bahkan mereka sangat dekat!

Donghae langsung lemas, duduk bersandar. Shindong menepuk-nepuk bahunya, ”Sabar, ya…”

”Ne, Hyung…” Donghae berusaha membendung air matanya, kemudian dia menghela napas dalam-dalam. Dia akan membicarakan hal ini pada Haejin nanti, yang penting sekarang aku bekerja untuk anak-anakku! Pikirnya untuk menenangkan diri. ”Aku mau lihat anak-anak…”

Donghae berjalan keluar dari backstage dan mencari Coordi Noona-nya, ditemukannya sang Coordi Noona, bersama beberapa staf sedang menjaga ketiga anaknya.

”Appa…” Sky langsung mengulurkan tangannya.

Donghae menggendongnya, ”Tidak nakal, kan? Jadi anak pintar, kan?” Donghae mengelus rambutnya pelan, dan menatap matanya. Tuhan, kenapa Sky begitu mirip Haejin?!

”Donghae!”

Donghae menoleh, dan ternyata Manajer Lee datang menghampirinya sambil menepuk bahunya. ”Wartawan banyak sekali yang tiba-tiba ingin mewawancaraimu… aku sudah lihat pemberitaan, dan kurasa tidak mungkin untuk menerima tawaran wawancara sekarang.”

Donghae langsung tegang, ”Ah, ne… Hyung…”

”Kalau begitu kembalilah, sebentar lagi kau akan menyanyi solo…”

Donghae menganggukan kepalanya, lalu mengecup pipi ketiga buah hatinya dan menahan air matanya, ”Appa hwaiting!” ucapnya pelan, lalu berbalik kembali ke arah backstage.

”Oke, Donghae! Siap naik ke atas…” ujar Manajer Kim.

”Hyung, boleh aku minta ganti lagu?” tanya Donghae pelan.

”Lagu apa? Kau kan mau menyanyikan lagu Beautiful?”

”Bisa My Everything saja? Kumohon… izinkan aku menyanyikan lagu itu…” pinta Donghae.

”Arasseo, cepat naik!”

Donghae naik ke atas panggung, spotlight masih belum dinyalakan, yang jelas Donghae bisa melihat lampu-lampu biru safir yang berterbangan di sekitarnya. Dia menemukan satu titik, bahwa mungkin menikah muda bukan hal yang baik, mungkin istrinya masih ingin bebas.

Haejin adalah segalanya bagi Donghae, untuk itulah, malam ini, terakhir kalinya Donghae akan menyanyikan lagu My Everything untuk Haejin, dan setelahnya Donghae akan membebaskan pilihan pada Haejin. Donghae menyeka air matanya perlahan.

Intro musik terdengar, dan suara riuh ELF mulai terdengar.

 

Donghae’s POV

Akhirnya spotlight menyala, tapi yang aku heran bukan ke arahku, tetapi di sisi panggung paling luar, aku bingung, seingatku ketika berlatih, aku harusnya masuk panggung dari belakang, bukan muncul dari bawah. Apa ada kesalahan ya? Aku bingung, aku mulai berjalan pelan di panggung yang gelap, tidak ada yang melihatku, karena spotlight terus terarah ke situ, tapi langkahku terhenti di tengah panggung.

Akhirnya dari dalam panggung ada yang muncul, aku berhenti, dan aku terpaku. Aku kenal sosok itu, wanita dengan rambut panjang bergelombang, warnanya sama dengan warna rambutku, badannya ramping, dan dia mengenakan gaun putih. Penonton bersorak riuh.

 

’The loneliness of nights alone,

The search for strength to carry on

My every hope has seemed to die

My eyes had no more tears to cry

Then like sun shining up above

You surrounded me with your endless love

Coz all the thing I couldn’t see, are now so clear to me…

Spotlight kemudian menyorotku yang tengah terpaku di panggung, Haejin menoleh padaku, dan menunjukku sembari terus bernyanyi.

 

You are my everything
Nothing your love won’t bring
My life is yours alone
The only love I’ve ever known
Your spirit pulls me through
When nothing else will do
Every night I pray
On bended knee
That you will always be
My everything

 

Aku tak sanggup menahan air mataku, apa maksudnya? Sekarang dia berdiri dan menyanyikan lagu itu, kemudian musik berhenti, dan irama musik baru terdengar, astaga!
Saengilchukahamnida, saengilchukahamnida, saranghaneun Lee Donghae, saengilchukahamnida…” kata Haejin sambil tersenyum.

Tiba-tiba seluruh sorakan, teriakan, dan nyala lampu, taburan konfeti, semua bercampur jadi satu. Aku baru sadar akan satu hal! Ya Tuhan, sekarang pukul dua belas lewat sedikit, di Beijing, Cina. Konser Super Show, dan aku berulang tahun hari ini! Aaah, jinja‼!

Member Super Junior kemudian muncul di atas panggung dan bertepuk tangan.

”Ayo, ELF sama-sama kita nyanyikan untuk Donghae!” komando Heechul.

”SAENGILCHUKAHAMNIDA, SAENGILCHUKAHAMNIDA, SARANGHANEUN LEE DONGHAE… SAENGILCHUKAHAMNIDA…”

Aku menangis terharu ketika seluruh member menghampiriku dan menghujaniku dengan pelukan, tapi kemudian aku mendongak dan melihat Haejin sudah berdiri di hadapanku dengan kue ulang tahun.

Make a wish, Baby…

Aku tersenyum, aku berdoa dalam hati. Tuhan, terima kasih atas semua berkat dan nikmat yang Kau berikan kepadaku, jagalah Super Junior dan ELF selalu, jagalah keluarga kecilku, semoga kami bisa terus bersama selamanya. Amin. Dan aku meniup lilin tersebut.

Semua bertepuk tangan.

”Nah, ada kado untukmu…” Haejin menepuk tangannya tiga kali. ”ELF, SUPER JUNIOR DIMULAI LEETEUK, DIAKHIRI OLEH SIAPA?” teriaknya.

”KYUHYUN‼!”

Tiba-tiba dari bawah panggung muncul lagi tiga orang. Yang membuat ELF langsung berteriak histeris. Kibum, sambil menggendong Sea. Kangin, sambil menggendong Sky, dan Hankyung sambil menggendong Cloud.

Aku tidak tahu lagi apa yang bisa kulukiskan! Ulang tahunku kali ini sempurna sekali, istriku ada bersamaku, keluargaku kembali utuh, dan ketiga buah hatiku sehat semua.

Kami berlimabelas berpelukan bersama. Semua bahkan ikut menangis.

”ELF, tunggu di album berikutnya, kami kembali lengkap!” teriak Leeteuk. ”URINEUN SUPER JUNI… OEYEO…” teriak semuanya kompak.

”Donghae-ah, ini semua istrimu yang merencanakan! Dari mulai berita di Twitter sampai munculnya tiga preman ini!” tunjuk Heechul pada Kibum, Hankyung, dan Kangin yang terkekeh-kekeh. ”Istrimu yang rencanakan… harusnya mereka bertiga sudah ikut konser sejak awal, tapi istrimu mohon-mohon pada kami!”

Haejin cekikikan.

Aku menoleh pada Haejin kemudian memeluknya, tak kupedulikan rintihan sedih fans, atau sorakan fans yang melihat kami. Yang penting sekarang ternyata itu semua bukan kenyataan!

Super Junior kembali utuh! Rumah tanggaku aman! Apa lagi yang kurang? Kucium bibir Haejin didepan jutaan pasang mata, kontan semua tersontak dan berteriak-teriak riuh, tapi aku tidak peduli. Ini ulang tahunku, dan aku terlalu bahagia…

Istriku terima kasih, Super Junior yang lengkap, serta cinta dari ELF yang everlasting akan membuatku terus bersemangat! Semoga di ulangtahunku ini, adalah awal yang baik, bagi kehidupan rumah tanggaku dan Super Junior ke depannya, amin.

The End

Serius ini one shoot yang menurut saya hancur banget! maksa banget! dan narsis banget! Karena dibuatnya buru-buru ngejar deadline… sebetulnya jadinya udah lama, tapi karena nggak mau FF lain keteteran dan tugas kampus keteteran jadi bikinnya seadanya deh… hehehehe

Saengilchukae My Love Lee Donghae

Semoga Super Junior selalu berjaya, dan kariermu selalu menanjak, jangan dibutakan kesombongan, jadilah terus Lee Donghae yang seperti ini, yang kucintai… :-* chu~~~

Maafkan istrimu yang nggak bisa kasih apa-apa kecuali doa, dan 3 FF One Shoot yang nggak jelas juntrungannya…

You Might be only one…

Cause no one can deny, this love I have inside…

and I give it all to you…

My Love, my love, my love…

My Endless Love

*HAEppybirthday*

9 thoughts on “For My Love Birthday

  1. author!!! Walau ini udah lewat banget aku komennya tp gapapa ya.. Keren banget sumpah.. Kyaaa.. Annyeonghaseyo, park min hee imnida

  2. sorry baru comment, soalnya baru baca sekarang akakakak😛
    Haejin baik banget!! donghae udah lemes ngebaca update-an haejin di Jepang bareng Minho😀

  3. kyaaaaaa~ ini aku suka juga.. pokoknya semua ff unn aku demen dahh,, meskipun udah dibaca tapii ga bosen kalo dibaca lagii :p
    aku spechless pas baca untuk kedua kalinya dan dengan statusku skrn yg udah jdi ELF .. aku nangis ngebayangin ELF nyanyi buat sii ikann *jdi inget sushow 1 marry u..

    huwaaaaaaaa.. unn tanggung jawab ga!! saya nangis ini pagi pagi bacanya..
    ffnya bkin aku galau aja n sedih apalagi pas mereka ngumpul berlima belas di panggung..
    berharap super junior bisa tetep kyak gtuu😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s