Eclipse

 

Dalam hidupku, kukenal banyak pria. Dari yang hanya numpang lewat, hingga yang benar-benar mengisi hatiku. Hingga kini, sembilan belas tahun aku hidup, hanya ada dua nama yang terukir di dalam hatiku.

Ya Tuhan, dosakah aku? Aku sudah memiliki seorang kekasih, jujur aku sangat mencintai kekasihku itu. Tapi, sumpah lagi, jika kalian bertanya padaku, jika aku harus memilih, kekasihku atau dia, kuakui aku takkan pernah mampu menjawabnya. Aku cinta keduanya, tidak bisa memilih satu diantaranya. Takkan pernah mau memilih jika terpaksa. Siapa yang mungkin memilih antara Napas dan Matahari?

*Nafas*

Donghae itu nafasku, karenanya aku hidup sekarang, karenanya aku bersemangat ke kampus, menjalani kuliahku, mengerjakan semua tugas-tugasku, jarang menangis, tidak cengeng, dan aku menjadi gadis yang ceria, serta disenangi oleh teman-teman kampusku. Ya, itu semua karena aku memilikinya, dia hidupku. Dia sangat berharga bagiku, dari semua pria yang awalnya pernah kutaksir ketika baru masuk kuliah, setampan apa pun mereka melebihi Donghae, aku akan tetap memandang Donghae, dimataku hanya ada Donghae.

Pernah ketika sedang acara malam keakraban jurusan, ketika aku belum resmi menjadi kekasihnya, mengigau, dan sahabat-sahabatku bertanya kepadaku. ”Haejin-ah, kalau kau boleh memilih nih… diantara Cho Kyuhyun, Choi Minho, dan Lee Donghae…” yang memang merupakan tiga pria yang kutaksir ketika masuk kuliah. ”Kau mau pilih yang mana?”

Dan tanpa sadar, karena aku mengigau, aku menjawab. ”Lee Donghae…” tanpa berpikir panjang. Teman-temanku tertawa terbahak-bahak dan merekamku dengan ponsel-ponsel mereka, mengabadikan kejadian ketika aku mengigau dan mengakui perasaanku, bahwa dihatiku hanya ada pria itu, hanya ada Lee Donghae. Lee Donghae, saranghae

Pada waktu itu, kami memang belum resmi menjadi sepasang kekasih. Karena ketika masuk kuliah, aku jatuh cinta padanya, pada pandangan pertama, sayang pada waktu itu, rasanya aku cinta padanya sepihak saja. Donghae sudah memiliki kekasih, adik kelasnya sewaktu SMA. Aku menyimpan perasaanku, tapi rasanya seisi kelas sudah tahu kalau aku naksir Lee Donghae! ==”

Sejak awal bertemu di akhir bulan Agustus, aku sudah menyukainya, dan seluruh kelas tanpa sengaja mengetahui hal itu. Akhirnya, kurasa Donghae juga tahu kalau aku menyukainya, tapi kemudian karena dia sudah punya pacar, aku mulai dekat dengan seorang namja bernama Cho Kyuhyun.

Aku dan Kyuhyun sering kali chatting di Facebook, saling mengirim wall di Facebook juga. Kyuhyun dan Donghae hanya memiliki satu kesamaan, keduanya penggemar tim sepakbola Arsenal, selebihnya keduanya berbeda sekali. Dan aku, adalah penggemar Liverpool, entah terdorong karena bujukan Kyuhyun, atau memang karena aku menyukai Donghae, akhirnya aku ikut menyukai Arsenal.

Sejak tahu kalau aku dan Kyuhyun suka bertukar kabar mengenai Arsenal, Donghae mulai rajin mengirimiku sms untuk sekedar bertanya tim mana yang akan aku dukung jika Arsnal bertanding. Kedekatanku dengan Kyuhyun akhirnya justru membuahkan hasil lain, bukannya aku yang jadian dengan Kyuhyun, malah sahabatku Nara yang jadian dengan Kyuhyun.

Tapi tak apalah, aku hanya menyukai Kyuhyun sebatas suka saja. Kyuhyun masih belum bisa menggatikan tempat Donghae dihatiku. Aku ikhlas-ikhlas saja, begitu sahabatku sendiri yang jadian dengan Kyuhyun.

”Haejin-ah, mianhaeyo…” ucap Nara penuh penyesalan.

Aku nyengir. ”Gwenchana, aku tidak apa-apa…”

”Tapi, kan…”

”Yaaah, berarti si Kyuhyun itu memang bukan jodohku! Tapi jodohmu… sudahlah, Nara-ya…” begitu ucapku waktu itu.

Akhirnya Nara dan Kyuhyun jadian. Menyisakan aku yang tetap berharap pada sosok Lee Donghae yang sudah memiliki seorang kekasih, yang sudah dipacarinya kurang lebih dua tahun.

”Dia pacarannya udah lama banget, Haejin-ah… udah deh jangan ngarepin Donghae lagi.” Begitu ucap Ririn, sahabatnya yang lain.

Haejin mengangguk.

”Udah, lupain aja deh…” Jiyoo juga berpesan begitu.

”Nggak bisa… bukannya aku nggak mau…” aku menggeleng sambil menghela napas berat. ”Aku mau banget lupain dia, tapi otakku yang nggak mau… aku udah coba nggak mikirin, aku udah coba biasa aja, normal-normal seperti waktu aku masuk kuliah, tapi nggak bisa… disini…” aku menunjuk dadaku. ”Donghae… cuma Donghae…”

Baik Nara, Ririn, dan Jiyoo, ketiganya tak ada yang mampu mengalihkan pikiranku dari Donghae. Aku sendiri heran, diapain sih sama dia sampe begini?!

Pernah suatu ketika saat kami mengadakan karyawista digunung, fisikku yang lemah ditambah asmaku yang kambuh, membuatku pingsan. Dengan sigap, Nara, Ririn, dan Jiyoo menolongku. Aku kembali mengigau, aku bilang aku kedinginan… kemudian Ririn keluar kamar dan kembali lagi dengan sepasang sarung tangan hitam, yang langsung dipasangkannya di tanganku.

Badanku yang tadinya panas tinggi tapi menggigil, langsung luruh seketika, hanya karena aku bertanya. ”Ini sarung tangan siapa?”

”Donghae, habis nggak ada yang punya sapu tangan lagi.” Jawab Ririn.

Wajahku mulai berwarna, panasku turun, dan aku tidak kedinginan lagi. Ririn, Nara, dan Jiyoo sampai melongo. ”Apa sih yang Lee Donghae lakukan kepadamu sampai kau seperti ini?! Dipelet kali ya?”

Kemudian kudengar dari sahabat-sahabat Donghae, kalau hubungan Donghae dan kekasihnya itu merenggang gara-gara aku. Aku sendiri bingung, padahal aku tidak pernah berusaha mencari perhatian Donghae. Aku hanya menyukainya, dan aku cukup tahu diri dia sudah ada yang punya.

Jika saling berkirim sms, Donghae pasti yang duluan, itupun hanya yang penting atau tentang Arsenal. Tapi namanya perempuan, aku yakin pacarnya itu merasa juga ada yang nggak beres, pacarnya itu pasti tahu kalau Donghae disukai oleh seorang gadis.

Hyukjae, sahabat Donghae, yang TTM-nya Jiyoo, sahabatku, berterus terang pada Jiyoo soal ini.

”Jiyoo-ya, memangnya benar ya, Haejin suka pada Donghae?”

Jiyoo berpikir sebentar, kemudian menghela napas dan menjawab. ”Kayaknya semua orang juga udah tau deh kalo Haejin suka sama Donghae. Kenapa?”

”Nggak, si Donghae ngerasa risih aja.” Begitu jawab Hyukjae. ”Ceweknya kayaknya udah tau kalo Donghae ditaksir sama cewek top di kampus.”

”Ceweknya marah?”

”Iyalah…”

Akhirnya aku memutuskan untuk benar-benar lebih berusaha lagi untuk melupakan Donghae, dan membiarkannya bahagia demi Donghae dan orang yang dicintai Donghae sendiri.

Sampai kemudian aku suka pada seorang seniorku, tampan, tinggi, dan humoris. Namanya Choi Minho. Aku benar-benar jatuh cinta setengah mati pada Minho Sunbae, aku nyaris bisa menghapuskan bayangan Donghae di hatiku, sampai kemudian Minho Sunbae ternyata menyukai sahabatku juga, Choi JeSoo. Aku yang menaruh harapan tinggi pada Minho Sunbae langsung ambruk, kesehatanku yang memang sedang lemah memburuk, dan aku dilarikan ke rumah sakit, HANYA KARENA PATAH HATI.

Aku sangat malu, karena pada akhirnya yang membuatku sehat lagi, ketika Donghae datang ke rumah sakit menjengukku bersama teman-temanku.

Akhirnya di awal bulan Januari kudengar Donghae dan pacarnya mengakhiri hubungan mereka, dan kemudian Donghae memintaku menjadi kekasihnya. Hingga sekarang, aku masih resmi menjadi kekasih Lee Donghae.

 

*Matahari*

Donghae itu nafasku, tapi ada satu lagi yang kusebut Matahariku… pria yang selama enam tahun lalu, selalu jadi penyebab tawa, tangis, sedih, dan bahagiaku. Dia bagian dari hidupku. Segala cobaan dan keajaiban dalam hidupku datang sumbernya berasal dari dia.

Im Seulong.

Kami pertama saling kenal ketika kelas tiga SMP. Begitu lulus SMP, kami masuk SMA yang sama, begitu lulus SMA, kami masuk perguruan tinggi yang sama. Banyak yang bilang kami jodoh…

Aku dan Seulong itu seperti kutub magnet, aku utara, dia selatan. Saling menempel, cocok, dan saling melengkapi. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang tahu Seulong begitu dalam, selain Seulong sendiri, ibunya, kakaknya, ayahnya, dan aku.

Kedekatanku dengan Seulong awalnya bermula ketika kelas 3 SMP, sahabatku Hwang Mi menyukai Seulong, tanpa sengaja justru aku yang dekat dengan Seulong karena Seulong tipe pria dingin yang tidak menyukai orang yang agresif seperti Hwang Mi.

Seulong itu pria yang dingin pada wanita, maka semua orang heran, kenapa aku dan Seulong bisa begitu dekat padahal Seulong disebut-sebut tidak tertarik pada wanita. Setelah lama dekat, akhirnya aku tahu penyebab Seulong dingin pada wanita, dia pernah dikhianati cinta pertamanya. Dan entah kenapa Seulong mau menceritakannya kepadaku.

Juga masalah keluarga yang membelitnya. Seulong itu benar-benar rapuh, hanya saja terlihat dingin diluar, itulah kenapa aku menyayanginya. Aku sering mengajaknya bermain ke rumahku, Eomma dan Appaku, serta Na-Dongsengku sangat menyayangi, dan menyukai Seulong. Sampai-sampai seluruh keluarga besarku, dari Haelmonie, Haraboji, Ahjumma-Ahjumma, dan Ahjussi-ahjussiku semua sayang pada Seulong.

Tapi menjadi sahabat Seulong, berarti juga menjadi perisai bagi Seulong. Namja itu tampan, dan disenangi banyak orang. Banyak wanita yang memujanya, dan membenciku.

Hwang Mi salah satunya, dia sahabat baikku dari kelas 2 SMP. Dan hanya karena Seulong dekat denganku, dia sampai memfitnahku di depan teman-teman ekskul kami berdua, hingga aku dikeluarkan dari ekskulku. Aku menangis sedih, yang menghiburku cuma Seulong.

Masuk SMA, kukira hidupku akan menjadi lebih mudah, tapi ternyata tidak. Aku memiliki seorang sahabat bernama Yoonri, orangnya kecil dan lucu. Dia menyukai Seulong juga, dan mengharamkan Seulong dimiliki siapa pun! Padahal Seulong merupakan tipe pria yang paling benci di perlakukan seperti itu.

Dan Yoonri pun menyalahkanku, Yoonri menganggap aku yang memfitnah dan mengejeknya di depan Seulong, hingga Seulong membencinya. Bahkan aku dicap sebagai penyebar gosip, dan difitnah berbagai macam lagi, sampai aku nyaris mau berhenti sekolah.

Hanya Seulong yang membelaku, beserta teman-teman yang memang waras, dan tahu kejadian sebetulnya.

Bayangkan saja, Yoonri memfitnah kalau aku menyebarkan gosip kalau seorang anak IPA hamil?! Padahal ketika gosip itu beredar, aku dan anak-anak IPS sedang pergi karyawisata selama tiga hari.

Dan itu semua karena Seulong, Im Seulong!

Aku ikhlas menerima itu semua, hanya karena mereka iri dengan kedekatanku dengan Seulong. Sampai akhirnya, mantan pacar Seulong yang dulu pernah menyakiti hati Seulong datang kembali.

Seulong dan yeoja itu, yang namanya adalah Hara, akhirnya menjalin hubungan kembali. Awalnya Seulong mengenalkanku dengan Hara, aku senang karena akhirnya Seulong mau kembali mengenal wanita.

Tapi Hara ternyata tidak semanis wajahnya. Awalnya terlihat baik padaku, lama kelamaan mulai menjauhkan sahabatku dariku. Seulong akhirnya lama kelamaan pergi, jauh… jauh… jauh… dan jauh…

Tahukah kalian bagaimana rasanya saat burung kehilangan sebelah sayapnya? Itu yang kurasakan, ketika sahabatku, yang menjadi matahariku, yang kulindungi dengan segenap jiwa dan ragaku, yang kukenal, yang kujaga kerapuhannya, tiba-tiba dibawa pergi dariku…

 

*Sekarang*

Seulong putus dengan Hara, ketika aku sudah tidak mau menoleh kepadanya lagi. Aku menatap kedepan, dengan Donghae didalam genggamanku, Donghae yang ada di dalam hatiku, setelah selama enam tahun aku disisi Seulong, menjadi perisai Seulong.

Aku juga mau bahagia, melangkah bersama Donghae. Aku tidak mau sakit hati lagi, ketika seluruh tenagaku sudah habis untuk Seulong dahulu, Seulong pergi meninggalkanku demi Hara.

Tapi aku masih ingat, Seulong itu seperti kaca, rapuh… bagaimana keadaannya sekarang tanpa Hara? Dia butuh aku… sementara jika aku berlari lagi ke arahnya, Donghae pasti akan melepasku.

Donghae dan Seulong itu seperti matahari dan bulan, tidak akan pernah bertemu, atau jika bertemu akan menjadi gerhana.

Tuhan apa yang harus aku lakukan?!

Tamat

Mian malem-malem publish barang nggak jelas ini. He he he… jujur aku lagi stress berat dan nggak tau harus curhat kemana lagi. cerita di atas, 100% kisah nyata, hanya beda pemeran dan tokoh.

Reader, kalau kalian jadi saya, kasih tau saya, saya harus gimana…

4 thoughts on “Eclipse

  1. hm… ternyata bener ini kisah nyata.. aku udah nyangka ini tuh curhatan unn *sotoy..
    yang sabar yahh unn.. kalo aku jadi unn aku juga pasti gatau harus gmna..
    mungkin yg aku lakuin justru ngejauhin dua duanya dan ngebiarin aku yang sakit sendirian *udah biasa….
    huwaaaaaaa,, jadi inget sunmu…😦

  2. hy eonni aku reader baru,…
    kisahnya sungguh bikin hati galau…

    tapi kalau menurut aku eonni harus bisa bedain mana yang perasaan tulus sama perasaan wajib,…
    wktu haejin eonni jauh dr donghae atw seulong, apa yg haejin rsin sdhkah? atw biasa aja?
    wktu haejin eonni lgi ndri siapa yg sering ada d pkiran haejin??
    klu haejin mkrin msa dpn, haejin lbh bhgia sma siapa seulong atw donghae??
    antr donghae sm seulong, mn yg bkn haejin g bsa hdup klu slh stu dr mreka berdua hlg d tln bumi,….?

    trkdg prsaan berslh, iba, ksihan dn egois membwt qt slit utk memutuskn. tpi eonni cinta yg beralskn dgn prasaan slain cnta bkn akn membwt qt bhgia tpi mlh tersiksa n terbebani. klu aq bca dr FF, perasaan eonni ke seulong adlh prsaan wjib, yaitu wjb mlindungi n menemani mgkin saat ini eonni g akn mrskn itu tp klu eonni pkirkn lgi adlh prsaan itu prasaan iba n kshan krn slma ini eonni sdh jd perisai utk seulong. yg aq tkutin adlh kjdian seulong terulg lgi.

    sdg klu sma donghae, dy bgai nyawa dlm hdup eonni. donghae adlh pnunjuk arh hdup eonni. eonni jg g bsa hdup tnpa donghae. jdi prsaan eonni pda donghae murni perasaan cinta. tpi jgn smpai jd prsaan cnta yg berlbhan krn tkutnya eonni mlh terll bergantung pd donghae. krn terll dlm cntbsa membuatny mnjd bumerang utk dri ndri

    itu pndpatku dan eonni aq hrap eonni berpkir lbh dlm lgi krn klu eonni slh lgkh sdkit sja eonni bisa khilgn keduaduanya. tpi klu eonni punya kykinan eonni akn bsa hdup berdampingan dgn kduanya.
    klu msh bgug berdoa pada Tuhan eonni untuk diberi ptunjuk agr eonni dpt memilih yg terbaik.
    HWAITING.!!!! FIGHTING!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s