All I [We] Need is Support Him

From    : jelek :p

Semua orang di dorm menghilang, setelah jadwal latihan bersama SJM, Kyunnie dan Nara hilang berdua. Haejin-Donghae aaah, jangan ditanya aku sudah kenyang mengambil video mereka berduaan… Siwon-Ririn ke gereja, MinGi-Yesung ke pantai, Hyeonie-Chul Hyung ke salon, Kibummie-Ahrin belanja… Sungmin-Hyorin ke perpustakaan negara, Ryeowook dan Kyorin jalan, Shindong Hyung juga jalan dengan Nari Noona, hanya kita, hanya kita yang tidak!

 

”Lalu?” tanya JooEun kesal membaca pesan masuk tersebut. Tiga puluh menit kemudian, pesan dari Eunhyuk masuk lagi.

 

From : jelek :p

Kau kenapa JooEun-ah? Apa yang kuperbuat lagi sampai kau mengabaikanku begini? Jebal, angkatlah telponku!

 

”Malas…” jawab JooEun dan melempar iPhone-nya ke karpet tebal di dalam kamarnya, lalu kembali berbaring. Dan lima belas menit kemudian, setelah sebelumnya banyak missed call, sebuah pesan masuk lagi.

From : jelek :p

JooEun-ah, kau bukan wanita yang seperti ini kalau ada masalah denganku! Jelaskan padaku, kau sedang ada masalah ya? Jangan membuatku khawatir lah… setidaknya balas pesanku kalau memang kau tidak mau mengangkat teleponku!

 

”Kalau aku tahu apa masalahnya sudah dari tadi aku cerita padamu, Jelek!” gumam JooEun sambil meletakkan kembali ponselnya. Tetap saja, lima menit kemudian, pria bernama Lee Hyukjae itu mengiriminya pesan lagi.

 

From : jelek :p

Kau kenapa sih JooEun-ah? Jebaaaal, jawab aku… apakah aku melakukan salah? Apakah kau kesal padaku? Jangan mengacuhkanku begini… aku kan kangen padamu, jinja!

 

”Haaaaaaaah…” JooEun mengembalikan kembali iPhone-nya. Dia masih tidak ada tenaga, tidak tahu juga harus menjawab apa. Dia hanya perlu, sendiri mungkin untuk menerima kenyataan ini.

Setelah menjalin hubungan dengan Eunhyuk dari tahun 2009, JooEun paham sekali dengan tabiat kekasihnya, sampai kesibukan yang paling parah bagi kekasihnya tersebut, JooEun sangat paham dan hapal. Dan kini, JooEun tak bisa tinggal diam lagi, kekasihnya terlalu capek.

DJ Radio, MC di berbagai acara, bintang banyak variety, dan anggota hampir setiap subgroup Super Junior. Eunhyuk tidak pernah mengeluh, meski JooEun tahu betul, bagaimana lelahnya kekasihnya tersebut

Ketika masa-masa tahun 2009, JooEun masih aktif kuliah, tidak seperti sekarang ini. Kuliahnya sudah selesai semua, hanya menyisakan skripsi yang masih dalam tahap pembuatan, jadi bisa dikatakan JooEun nyaris menganggur! Selama ini yang dikerjakannya adalah mendampingi Eunhyuk kemanapun dia pergi, berpura-pura sebagai staff SM Entertainment, atau Eunhyuk akan bilang kalau JooEun sekertaris pribadinya. Entah darimana sekertarisnya, padahal JooEun sudah menyarankan profesi asisten pribadi, tapi Eunhyuk lebih menyukai istilah sekertaris pribadi.

”Lebih keren, kesannya aku Sajangnim…” jelasnya begitu ditanya mengapa sekertaris pribadi. ”Lagipula kau kan memang milikku pribadi.”

Dan pernyataan itu membuat JooEun kehilangan kata-kata, dan tidak membantah. Jadilah bisa dikatakan JooEun-Eunhyuk merupakan pasangan paling nempel sejak tahun 2010, karena dimana pun, kapan pun, JooEun pasti ada membantu pekerjaan Eunhyuk.

Lumayan, dapet duit tambahan. Itu sisi positifnya, bisa bersama Eunhyuk selalu, dan komunikasi diantara mereka lancar, tidak seperti Leeteuk dan mantan kekasihnya tempo dulu itu, yang komunikasinya tidak lancar, karena pacarnya menuntut ini-itu, dan Leeteuk tahu sendiri, sibuknya melebihi Eunhyuk, jadilah Leeteuk bubar jalan di tahun 2010.

Dan sisi negatifnya adalah, JooEun jadi terlalu tahu seberapa sibuk kekasihnya, dan seberapa lelah kekasihnya tersebut. Dan begitu Eunhyuk disuruh masuk Super Junior M, JooEun juga kaget! Pacarnya itu kan sibuk, kenapa atasan begitu tega menyuruh pacarnya untuk masuk subgrup lainnya? Ditambah lagi pacarnya itu harus bersiap menggantikan Leeteuk sebagai leader sementara Super Junior, jika nanti trio Leeteuk-Heechul-Yesung wajib militer.

JooEun benar-benar sesak! Member Super Junior itu MANUSIA! Bukan ROBOT! Ya Tuhan… gara-gara itulah, semangatnya merosot, dan kerjaannya hanya melamun, dan baring-baring di rumah. Mau melakukan sesuatu, tak ada daya, jadilah dia tambah sedih!

Selain sebagai kekasih Eunhyuk, JooEun juga merasa sebagai ELF, maka dia merasa sedih melihat Eunhyuk dan Sungmin masuk ke dalam Super Junior M, karena bagi ELF mana pun, takkan ada yang bisa menggantikan posisi Koko Han, kan? Semua terjadi begitu tiba-tiba, dan tak ada yang bisa dilakukan olehnya, yang melihat secara langsung kejadian tersebut.

Useless! JooEun merasa sangat tidak berguna, dan hanya bisa bermuram durja, sambil berbaring di kamarnya.

Andai, kekasihnya hanya orang biasa…

Andai kekasihnya bukanlah super star…

Andai kekasihnya anak kuliahan seperti dia…

JooEun tidak perlu merasa sedih seperti ini…

JooEun tidak perlu melihat kekasihnya disiksa dengan manis…

JooEun tidak perlu berpura tersenyum, sama seperti kekasihnya…

Tapi, Eunhyuk itu sukar dilepas…

Hati, mata, pikiran… semua yang ada pada Eunhyuk terkunci…

Dalam hati, mata, dan pikiran JooEun…

 

”Aku yang hanya melihat jadwalmu saja, butuh waktu lama untuk menerima semuanya…” kata JooEun pelan, sambil menatap poster Eunhyuk yang ditempel di dinding kamarnya. ”Apalagi kau yang merasakannya? Tidak bisakah kau sekali saja tidak berpura-pura semua baik-baik saja? Bisakah kau sekali saja menunjukkan dasar hatimu… lepaskan semuanya, jangan kau tahan… karena…” air mata JooEun turun perlahan. ”Yang tertusuk padamu… berdarah padaku…” JooEun mengusap air matanya.

JooEun mematikan ponselnya, mematikan internetnya, dan menangis, menangisi semua yang terjadi pada Eunhyuk dan Super Junior, tanpa bisa berbuat apa-apa, JooEun hanya gadis biasa, yang tidak berdaya.

 

*Flashback 13 Februari 2011*

”Haejin-ah, kau pasti capek deh…” kata JooEun tiba-tiba pada Haejin, ketika dia menemani sahabatnya itu berjalan-jalan. Ya, Haejin, leader Felidis yang seksi dan montok itu! Dia adalah kekasih Donghae sejak akhir Maret 2010, otomatis setelah menjadi kekasih Donghae, dia jadi dekat dengan yeojachingu member lain. Hari ini, Haejin minta ditemani jalan-jalan setelah kabur dari jadwal rekamannya, dan sekarang mereka duduk-duduk di Starbucks Coffee.

Haejin terkekeh. ”Ya iyalah, itu sih jangan ditanya…”

”Kau kenapa mau jadi penyanyi?” tanya JooEun sambil menyesap Caramel Frappucinonya. ”Karena menurutku, jadi penyanyi apalagi seperti Super Junior begitu… tidak enak sama sekali, jadwal padat, privasi terganggu, dan segalanya… tidur kurang kan? Jaga image, halaaaaah, ribet!”

Haejin mengangguk, ”Iya juga sih…”

”Ne, lalu kenapa kau mau jadi penyanyi?”

”Hmm…” Haejin berpikir, kemudian menjawab pelan. ”Onnie, kau tahu kan aku sudah tidak punya Ayah sejak aku kecil? Sejak usiaku tiga bulan?”

JooEun mengangguk, ”Ah ne…” dia menjawab tidak enak.

”Sejak usiaku empat belas tahun, aku berusaha agar aku bisa bekerja, dan menghidupi Eomma yang sakit-sakitan…” jelas Haejin panjang lebar. ”Eomma membesarkanku sendirian, tanpa campur tangan seseorang yang aku tidak kenal, yang terpaksa kupanggil Appa…” jelas Haejin lirih. ”Dan satu yang kubisa adalah menari dan bernyanyi, aku audisi, dan trainee… di trainee meski tidak digaji, aku ditanggung biaya hidup, kan? Jadilah Eomma yang sakit tidak perlu bekerja terlalu keras, setidaknya Eomma bisa menghidupi dirinya sendiri… kemudian usiaku tujuh belas, kami debut…” air mata sudah menggenangi mata Haejin. ”Aku berhasil, dan hendak menyenangkan Eomma… tapi Eomma dipanggil Tuhan, jadilah aku sendirian… sebetulnya tujuanku hanyalah membahagiakan Eomma, dan… dan… mencari Appa…”

JooEun menunduk mendengar cerita Haejin.

”Jadi kalau ditanya lelah atau tidak? Lelah, sebetulnya… tapi, dunia ini adalah dunia yang memberiku makan, memberiku kekasih, dan memberiku sahabat seperti kalian… itulah kenapa aku tidak mau meninggalkan dunia ini… apalagi setelah mendapatkan cinta dari penggemar… waaaah, tak bisa dilukiskan… padahal Flyers seberapa sih, dibanding ELF?”

”ELF banyak, diseluruh dunia ELF lah yang paling banyak…”

”Ya itulah… alasan kenapa Donghae tidak pernah mengeluh…” Haejin terkekeh. ”Aboenim… Ayah Donghae, maksudnya… he he he,” kekeh Haejin sambil mengusap air matanya. ”Ayahnya ingin sekali Donghae jadi penyanyi, dikerahkannya segala daya upaya untuk mendukung Donghae, sampai Donghae berhasil… dan Ayahnya pergi juga…” Haejin menunduk. ”Tapi itu berarti apa? Ayahnya mengantarkan Donghae mendapatkan keluarga lebih banyak lagi, Super Junior dan siapa? ELF… itu yang membuat Donghae tak pernah sedikitpun mengeluh, capek wajar… tapi dukungan, support, dan penghargaan atas jerih payah yang Super Junior lakukan, rasanya mengalahkan capek… dan membuat mereka kuat, tersenyum, dan bangun lagi, berdiri lagi. Hebat bukan, kekuatan ELF itu?”

 

*Flasback End*

JooEun terbangun, kenapa dia bermimpi kata-kata Haejin tadi? Tapi rasanya itulah jawaban yang dia cari, kenapa begitu sulit? Eunhyuk sudah sulit, kenapa dia harus mempersulit lagi? Aaah, bodoh! JooEun menepuk-nepuk kepalanya, dan melirik jam bekernya.

Pukul dua pagi.

Anak itu pasti masih di SM Entertainment, JooEun buru-buru memakai mantel dan kaos kaki, lalu memakai sepatunya, dan menaiki scooter kesayangannya menuju SM Entertainment. Setelah sampai dan memarkirnya, staff SM, yang memang sudah kenal dengan JooEun, karena statusnya sebagai ’Sekertaris Pribadi’ Super Junior Eunhyuk, tentu saja mempersilakannya masuk.

”Sedang apa dia?” tanya JooEun pada salah seorang staff.

”Latihan comeback Super Junior M, Agesshi…”

”Ah ye, ruang latihan yang biasa, kan?” JooEun memastikan.

”Ye, Agesshi…”

”Kamsahamnida…” JooEun langsung masuk lift.

Akhirnya sampai pula di lantai tiga, ruangan latihan SM Entertainment, dan menuju ruangan latihan yang biasa digunakan Eunhyuk dan anak-anak Super Junior lain untuk berlatih.

Suara samar-samar musik menghentak terdengar, yeah, Perfection, judul lagu terbaru Super Junior M. JooEun tidak mau mengganggu latihan mereka, dia duduk di sudut koridor, memeluk lutut, dan memasukkan kepalanya disana.

Rasanya baru sebentar saja, JooEun tertidur, tapi kemudian dia terbangun sudah berada di dalam kamarnya lagi, dan hari masih gelap. JooEun buru-buru duduk dan memandang sekeliling dengan kebingungan. Tapi kemudian melihat Eunhyuk, yang tidur menelungkup di sisi ranjanganya, wajahnya benar-benar kelelahan, JooEun memandangnya prihatin.

Akhirnya JooEun turun, dan menurunkan selimutnya, lalu menyelimuti tubuh Eunhyuk yang menelungkup tersebut, tapi ternyata Eunhyuk membuka matanya, dan terkekeh.

”Ah, kau bisa romantis juga…”

”Ya, kenapa bukan membangunkanku, dan justru membawaku pulang lagi?” tanya JooEun heran.

”Kau seperti mayat, tidak bisa dibangunkan!” balas Eunhyuk. ”Daripada kau kutinggal disana…”

”Aish, Lee Hyukjae!” teriak JooEun.

”Aigooooo…” Eunhyuk menutup telinganya. ”Malam pun teriakkanmu mengalahkan Changmin kalau menyanyi Mirotic.”

”Aaah, sia-sia aku ke kantormu…”

”Memang kau ada perlu apa? Kau kuhubungi susah sekali, tau-tau muncul di kantor, tidur pula…”

JooEun terdiam, kata-kata yang tadinya dipersiapkan mau diberitahukannya pada Eunhyuk, jadi seperti menguap lenyap. Tapi, JooEun menunduk, dan justru meraih tangan Hyukjae, dan memainkan jemarinya. Eunhyuk menatap JooEun, yang masih belum berani balas menatapnya.

”Kau membuatku, cemas…” kata Eunhyuk pelan. ”Ada apa? Apakah aku berbuat sesuatu yang salah?” tanyanya khawatir. ”Tidak biasanya kau diam begini, biasanya kau akan bicara dan langsung mengajakku menyelesaikan masalah kita… kalau kau sudah diam begini, aku…”

JooEun menggigit bibirnya, lalu menghela napas. ”Banyak yang mau aku katakan padamu, sebetulnya…” JooEun masih memainkan jemari Eunhyuk di dalam genggamannya. ”Bukan tentang hubungan kita, tapi ini menyangkut dirimu…” JooEun menatap mata Eunhyuk. ”Dan secara tidak langsung mungkin baru akan mengenai hubungan kita.”

”Apa? Kau lelah? Kau capek pacaran denganku?” tebaknya.

JooEun tersenyum kecil. ”Ne, aku capek menghadapimu! Pelitnya ampun-ampun…”

”Ya, aku serius!”

”Ya, aku capek…” jawab JooEun jujur.

Eunhyuk nampak terkejut, kemudian wajahnya berubah murung, ”Mianhae… aku tahu memang begini resikonya… aku sudah terlalu membuatmu lelah, ya?”

”Ya, aku capek… tapi kurasa kau lebih capek…”

Eunhyuk mendongak menatap JooEun, JooEun tersenyum. ”Kau pasti lebih capek, tapi kau tidak pernah mengeluh, padahal aku sudah sesak napas melihat jadwalmu yang…” bahkan JooEun tidak bisa menggambarkannya. ”Aku yang menangis, aku yang capek melihatnya… aku mau kau istirahat, aku mau kau bernapas, tidak harus selalu bekerja, bekerja dan bekerja…”

Eunhyuk terhenyak mendengarkan kata-kata JooEun.

”Aku yang merasa kacau! Aku tidak bisa apa-apa, karena kau diam saja… tapi,” JooEun menarik napas dalam-dalam. ”Seperti kata Bella Swan pada Edward Cullen, aku tidak peduli kau itu apa… aku akan selalu mendukungmu…” ucap JooEun lirih.

Eunhyuk terbelalak.

”Kau kuat, kau bahagia, itu yang penting… selama kau merasa nyaman dengan semua pekerjaanmu, aku akan mendukungmu, dan terus berada di sampingmu, sampai kapan pun!” janji JooEun sambil tersenyum.

Eunhyuk mengusap air matanya, lalu memeluk JooEun. ”Gomawo, gomawo JooEun-ah… jangan lelah disampingku, jangan pernah lelah… maaf meminta terlalu banyak, aku akan berusaha sebaik-baiknya. Terima kasih sudah mau menerimaku apa adanya, dengan segala kesibukanku. Terima kasih sudah mau menemaniku selama ini dengan segala jadwal padatku, terima kasih untuk terus mendukungku… terima kasih sudah menangis untukku… aku tidak bisa membalas apa-apa, tapi, yakinlah… aku selalu mencintaimu.”

”Ne…” JooEun mengusap bahu Eunhyuk. ”Sekarang istirahatlah, kau pasti lelah…” dikecupnya pipi kekasihnya, yang kemudian terlelap dalam pelukannya.

Super Junior, tidak butuh banyak dari kita… hanya dukungan, dan mengapresiasi hasil karya mereka. Itulah obat mujarab mereka, dan hanya ELF yang bisa memberikannya, kan? Hwaiting Oppadeul… saranghae

END

Special buat My Mom, Ndee Eomma… yang lagi nggak ada gairah hidup akhir-akhir ini, dan galau karena kesibukan Appa… Eomma mianhae, kalau nggak bagus…

Ini untuk kita semua yang pasti pada cemas sama Oppadeul, ayo kita semangat! dukung terus mereka… karena ELF obat capek mereka, ya kaaaan??? Urineun ELF-iyeo… #Plakk

8 thoughts on “All I [We] Need is Support Him

  1. waaaaahh eunhyuk romantis yaa?? kkk~

    aku mau nyemangatin henry juga ah… ” chagiyaaa… hwaiting… keep stay healthy… jangan terlalu capek ya?” kkk~

    ffnya bikin nangis *lebay*

  2. Omona ~! Hyukjae romantis sekali di ff ini haha
    Hwaiting buat Hyukjae yang sekarang lagi sibuk di Cina >_<
    aku pengen Hyukjae balik siaran di Sukira, miss him ;A;
    FF nya daebak ! =)

  3. kyaaaaaaa~ suamiku diambil orang..lol .. ini juga udah pernah baca tpii kubaca ulang :p
    dan aku sukaaaaa,, aku berlinang pas baca yg ELF itu eonn.. oppadeul hwaiting😀
    mungkin aku baru jadi ELF tapi kayak kata kyu “ga harus jdi ELF dari awal tapi yang penting sampe akhir” huwaaaaaaaaaa saya nangis beneran bacanya😥
    haduhh knapa suamiku jdii romantis gtuu,, jadi makin cinta..

  4. iyaaahhh…liat TL ada aja yg ga ikhlas koko han diganti minhyuk..padahal klo aku pribadi, bukan masalah siapa ganti siapa *semua org tw koko han gakan tergantikan* tapi kasihan liat mereka *minhyu* nmbah subgrup, SJM pula sedangkan mandarin mereka msh sangat pas2an…huwaaaaa seedddiiiihhhh klo ada yg liat ampe bashing mereka, pgn gw gorok tu orang2 !!! kkkk~~~ tapi skrg mah udah pada biasa kan? heu mereka ngasih warna sendiri si SJM, bukan menggantikan, tapi menambah ~^^
    SJM fighting *loh ini komen apa hubungannya ama ff-nyooo #Plak
    jooeun….kmu adalah obat kelelahan hyukkkiieee…smangat yawh😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s