Can It Be Love ~Part 5~

Piku Credit : Twitter —-> Donghae Biased

Haerim bangun pagi-pagi sekali, menyiapkan sarapan, dan sudah berdandan rapi demi Donghae. Melihat Haejin sudah rapi juga. ”Onnie…” sapanya girang. Haejin terkesiap melihatnya.

”Ngapain kau di dapur pagi-pagi begini?” tanya Haejin heran.

”Mumpung Donghae Oppa menginap disini, aku mau menunjukkan kalau aku bisa masak!”

Hati Haejin tersayat-sayat mendengarnya. Apalagi melihat adiknya yang biasanya manja ini tiba-tiba bisa bangun pagi, dan masak pula! Donghae benar-benar telah membuatnya jatuh cinta, dan bisa-bisanya Haejin mencium pria yang dicintai adiknya itu semalam.

”Onnie! Onnie!” Haejin melambaikan tangannya di depan wajah Haejin. ”Onnie melamun terus! Mikirin siapa sih? Jungsoo Oppa ya?” godanya.

”Apa sih kamu?” Haejin terkekeh. ”Aku berangkat dulu ya, salam buat yang lain, aku banyak kerjaan.”

”Lho Onnie gak mau sarapan bareng, aku kan lagi masak Onnie… Onnie harus cobain masakan aku…”

”Onnie udah telat! Kerjaan Onnie banyak banget, maaf ya… sisain aja, nanti pasti aku makan! Oke?” padahal Haejin mau buru-buru karena nggak mau ketemu Yesung, Heejin, dan lebih-lebih Donghae.

Haejin kemudian langsung mengambil kunci mobilnya, dan keluar dari rumah. Tak lama kemudian Donghae turun. ”Oppa, pagi…”

”Hai!” sapa Donghae sekenanya. Wajahnya sembab, seperti orang tidak tidur semalaman. Kemudian dia memandang Heenim dari ujung rambut sampai ujung kaki. ”Kau ngapain?”

”Aku sedang memasak…” jawab Heenim bahagia. ”Oppa harus coba masakanku…”

Donghae tersenyum. ”Ne…”

”Sayang Onnie udah berangkat, padahal aku mau seisi rumah mencoba masakanku…” keluhnya sambil kembali ke dapur.

”Siapa yang sudah berangkat?”

”Haejin Onnie.”

Donghae menghela napas. Haejin pasti menghindarinya lagi, pokoknya kali ini tidak akan ia biarkan.

Suasana sarapan pagi agak-agak canggung. Cuma Kyu, Haerim, dan Heenim yang terlihat bersemengat, sementara Donghae, Yesung, dan Heejin berwajah agak-agak tegang. Yesung dan Heejin kaget begitu tau Haejin sudah buru-buru pergi ke kantor tanpa mau sarapan pagi, padahal seumur hidup Haejin kerja, Haejin tidak pernah melewatkan sarapan pagi. Hanya Donghae, Yesung, dan Heejin yang tahu kenapa Haejin buru-buru pergi.

*           *           *

Jam Makan Siang

Karena lembur beberapa hari yang lalu serta berangkat kerja terlalu dini tadi pagi, seluruh pekerjaan Haejin sudah selesai.

’He’s not superman, he must be mama  boy…’

Haejin meraih ponselnya, melihat foto yang muncul di layar ponsel. Teukie Oppa, Haejin langsung menjawabnya. ”Yeoboseyo, Oppa.”

”Jagi…” sapanya riang. ”Sedang kerja ya?”

”Ani, aku sudah tidak sibuk… pekerjaanku sudah banyak yang selesai kok, Oppa… ada apa?”

”Menelepon tunangan memang tidak boleh?”

Hati Haejin sakit lagi, tunangan? Ya Tuhan, Haejin memejamkan matanya rapat-rapat lalu menjawab. ”Ara, kukira Oppa sedang sibuk…”

”Ani, kami sedang tidak ada jadwal hari ini… nanti malam doang jadwalku,” sahut Jungsoo senang. ”Jarang-jarang sepi begini, jalan yuk! Ayolah, semenjak kita bertunangan kau sibuk, aku sibuk… kita tidak pernah sama sekali jalan bersama. Aku bahkan tidak tahu kalau semalam Yesung, Donghae, dan Kyu menginap di rumahmu.”

Aduh! Kenapa dia harus membicarakan Donghae? Pikir Haejin, ”Kalau begitu ayo…” potong Haejin, tidak mau mendengar nama Donghae. ”Oppa mau kita jalan-jalan kemana?”

”Aku belum mikir, aku senang…” ucapnya bahagia. ”Tunggu di kantor ya, nanti aku jemput!”

”Arraseo.” Haejin menutup ponselnya, kemudian beranjak ke kamar yang memang disediakan khusus untuknya, kamar tidur itu dibuat untuk Haejin yang sering menginap jika banyak kerjaan untuk pembuatan CF. Maka dalam kamar tersebut pun, banyak baju-baju Haejin. Haejin mengganti baju kerjanya, dengan baju santai, dan menata rambutnya kasual.

Tak lama kemudian Jungsoo menjemputnya. Jungsoo terlihat seperti biasa, memakai baju putih, cardigan cokelat, jins biru, dan boot hitam. Tampan, tapi hanya sekedar itu di mata Haejin. Jungsoo memeluknya, dan mengecup pipinya, Haejin cuma tersenyum saja diperlakukan seperti itu.

”Kajja!”

Digandengnya Haejin turun ke bawah, dan dibawanya masuk ke dalam mobilnya, kemudian mereka berangkat.

”Kita mau kemana, Oppa?”

”Kau maunya kita kemana?” tanya Jungsoo penuh senyum sambil mengendarai mobilnya.

”Molla, aku belum pernah berkencan…” jawab Haejin polos.

Jungsoo mengeluarkan tawa khasnya yang sering ditirukan oleh Eunhyuk dimana-mana. ”Kalau begitu, biasanya kalau jalan, kita makan… jadi kita makan dulu, nanti pas di restoran saling menyuapi.”

”Mwo?”

”Keureom… namanya saja orang pacaran, apalagi kita… kita kan sudah bertunangan.”

Haejin cuma bisa terus tersenyum, mengelabui Jungsoo, dan lebih-lebih mengelabui perasaannya sendiri. Mereka berdua tiba di sebuah restoran, dan Jungsoo tidak melepaskan genggamannya pada Haejin.

*           *           *

Di rumah keluarga Lee.

Yesung dan Heejin sedang pacaran dengan kura-kura mereka, kalo kata Yesung, lagi double date. Yesung dan Heejin, sementara Ddangkoma dan Ddangkyeowa, kura-kuranya Heejin juga ditaro di dalem akuarium kecil berduaan. Dasar pasangan stress. Keduanya pacaran di ruang minum di rumah keluarga Lee. Kedengarannya mereka riang sekali, karena suara tawa mereka terdengar terus menerus. Heenim menjauh dari ruang minum, dan beranjak ke ruang tengah disitu, Kyu dan Haerim sedang duduk di karpet.

Kyu asyik melihat ke layar televisi di depannya, dengan tangan pada stick PS. Sementara Haerim cemberut di sebelahnya. Haerim berdecak kesal lagi, dan hendak bangkit, tapi Kyu melempar stick-nya begitu saja, dan menarik Haerim. Haerim yang posisinya dalam rangka setengah berdiri itu langsung kehilangan keseimbangan, dan terjatuh di pangkuan Kyu.

”Yah!” protes Haerim.

”Mau kemana lagi siiiih?” ujar Kyu sambil mencium puncak kepala Haerim. ”Kenapa sih kamu?”

Dipeluk seperti itu tidak membuat kekesalan Haerim mereda, dia masih cemberut. Akhirnya Kyu membalikkan badan Haerim, dan dengan senyum iblisnya, dia mencium lembut bibir Haerim, Haerim protes karena tangannya dicengkeram, tapi begitu tangannya dilepas, Haerim malah merangkul Kyu lebih erat. Heenim pergi dengan wajah sedih. Donghae bahkan tidak pernah menggandengnya sebentar saja.

Donghae sekarang sedang berada di beranda atas, melamun menatap ke bawah. Dan diam terus sepanjang hari. Donghae sedikit pendiam hari ini, dari bangun tidur, kerjanya melamun, dan diam sepanjang hari di beranda.

”Oppa…” panggil Heenim.

Donghae menoleh. ”Ne?”

”Jalan-jalan yuk, aku bosan…”

”Mwo?”

”Jalan-jalan…” rengek Heenim manja, dan langsung menarik tangan Donghae. ”Ayo dong, Oppa… jalan-jalan. Liat tuh, Yesung Oppa main sama Heejin Onnie. Kyu Oppa lagi kissu-kissu sama Haerim Onnie.”

Donghae kaget. ”Yah, Heenim-ah…”

”Ayo, Oppa…” Heenim merengek.

”Ya, baiklah…”

Taman Hiburan

Jungsoo dan Haejin sampai di taman hiburan, Jungsoo memperhatikan Haejin yang nampak muram, dan tidak terlalu bersemangat. Tapi mencoba tersenyum, Jungsoo berusaha untuk terus menyenangkan hati Haejin. Mulai dari naik komidi putar, halilintar, rumah hantu, dan lain sebagainya.

Kemudian Jungsoo membelikannya gulali. Haejin mulai tertawa melihat tingkah kekanakan Jungsoo, dan Haejin akhirnya lama-lama mengikhlaskan tangannya di genggam oleh jemari yang sebetulnya hangat itu. Ketika menjelang petang keduanya memutuskan untuk naik bianglala, dan menikmati matahari terbenam dari dalam bianglala.

Keduanya naik bianglala dengan senang, Haejin dan Jungsoo duduk berhadapan, namun ketika Haejin melongok ke arah bianglala di atasnya. Dia seperti mengenali sosok yang duduk di dalam bianglala tersebut. Rambut hitamnya, dan bentuk wajahnya yang sedang menatap sendu ke luar jendela. Haejin memerhatikan lebih lanjut, dan kaget begitu melihat Heenim muncul dan mencium pemuda yang dicintainya, tepat di depan matanya sendiri.

*           *           *

Heenim’s POV

Akhirnya Donghae Oppa setuju mengajakku jalan-jalan. Kami memutuskan untuk pergi ke taman hiburan. Tapi Donghae Oppa kebanyakan hanya diam, ada apa sih dengannya?!  Dia cuma tersenyum sekilas, tidak akan bicara kalau tidak diajak bicara. Aku seperti pacaran dengan patung! Kemudian aku mengajaknya naik ke bianglala untuk menikmati sunset.

Kami duduk berhadapan, Donghae Oppa melihat ke arah luar, dan melamun seperti biasa! Tapi kali ini aku sudah tidak tahan akan sikapnya padaku! Aku maju dan membalikkan wajahnya agar wajahnya tepat menghadap wajahku, kemudian aku mencium bibirnya.

End Of Heenim’s POV.

Haejin’s POV.

Aku memalingkan pandanganku, hatiku langsung sakit. Dulu foto-fotonya berciuman dengan seorang gadis saja sudah membuatku stress, apalagi ini, aku melihatnya langsung dengan kedua mata kepalaku sendiri, bahwa dia berciuman dengan wanita, dan wanita itu adalah adikku, Heenim. Aku berusaha sekuat tenaga menahan tangisku, dan aku langsung menunduk, kedua tanganku kugunakan untuk memeluk tubuhku yang rasanya mau hancur.

Aku masih ingat rasa bibirnya ketika dia menciumku dengan lembut maupun cepat semalam. Dan sekarang, bibir itu memang sudah menjadi milik Heenim. Donghae milik Heenim, Donghae milik Heenim, berulang kali kutekankan pada diriku sendiri. Tapi yang terjadi hatiku makin sakit, dan air mata sudah tidak terbendung lagi. Aku menangis, dan berbohong pada Jungsoo Oppa, kubilang aku takut ketinggian. Jungsoo percaya saja padaku, dan dia langsung duduk di sebelahku, memelukku erat, dan menyembunyikan wajahku.

End Of Haejin’s POV.

Bianglala berhenti, Haejin masih dirangkul Jungsoo keluar dari bianglala mereka. ”Oppa, ppali! Kepalaku pusing, kita pulang saja…” ucap Haejin padahal dia tidak mau bertemu mereka.

”Oke, oke…” Jungsoo terlihat khawatir, dan merangkul Haejin makin erat.

”Lho? Jungsoo Oppa? Haejin Onnie?”

Sial! Umpat Haejin, buru-buru dihapus air matanya, sementara Jungsoo berbalik, dan tersenyum riang. ”Heenim-ah, Donghae-ah? Kalian sedang kencan juga disini?” tanya Jungsoo.

Heenim berlari  menghampiri Jungsoo dan Haejin, ”Onnie, waeyo? Wajah Onnie pucat, dan yah!” pekiknya. ”Onnie menangis?” Donghae menghampiri dari belakang, wajahnya dingin sekali.

”Haejin takut ketinggian… dia pusing di atas tadi…” jawab Jungsoo, sambil mengelus kepala Haejin.

Donghae menatap tajam keduanya, Haejin terus menunduk dan berkata. ”Oppa, ppali! Kepalaku pusing…”

”Kami duluan ya…” Jungsoo langsung merangkul Haejin pergi dari situ.

Donghae berkata dingin. ”Ayo pulang!” karena mendengar suara dingin dan nada tegas dari Donghae, Heenim tidak berani menolak dan akhirnya keduanya pulang ke rumah.

Di perjalanan Donghae hanya  melihat lurus ke depan, sama sekali tidak melirik gadis yang duduk di sebelahnya, dan pikirannya melayang ke tempat tadi. Haejin jalan dengan Jungsoo. Dan tadi dirangkul, karena Haejin takut ketinggian, memikirkannya membuat Donghae semakin kencang menginjak pedal gas. Heenim memperhatikan wajah gundah kekasihnya, dan semakin tidak mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh Donghae.

Akhirnya mobil Donghae masuk ke dalam halaman rumah Heenim. Heenim turun, begitu juga Donghae. Donghae ngeloyor saja masuk ke dalam rumah Heenim, Heenim bingung di belakangnya. Begitu dilihatnya, Donghae sudah naik ke atas. Dengan Kyu bengong.

”Heenim-ah, waekeurae?” tanya Kyu heran.

”Molla… seharian dia begitu terus.” Heenim menyusul ke atas dan Yesung melihatnya, menghela napas. Yesung mengetuk pintu kamar tamu, kamar dimana dia, Kyu, dan Donghae tidur semalam.

Begitu masuk dilihatnya, Donghae masih belum ganti baju, namun telah berbaring di atas kasur, dengan lengan menutupi wajah. ”Gwenchana? Kau terlihat gusar… apa yang terjadi?”

Donghae diam tidak menjawab, tapi Yesung melihat dari sela-sela tangannya, ada air mata mengalir. Donghae menahan emosinya dari semalam, dan akhirnya sekarang tumpah keluar semua. Yesung duduk di tepi kasur Donghae, dan menepuk-nepuk bahunya.

”Apa yang terjadi?” tanya Yesung lembut. ”Jangan ditahan sendiri, Donghae-ah…”

Bahu Donghae berguncang, namun dia berusaha mengendalikan isak tangisnya. ”Haejin-ah, aku masih tidak percaya kalau… kalau…”

”Eeteuk Hyung?”

”Tadi aku dan Heenim jalan ke taman hiburan, disana kami bertemu mereka… aku tau ini terdengar cengeng tapi… aku tidak menyangka, kalau setelah empat tahun perasaan ini bukannya hilang, malah semakin jadi!”

”Mwo?! Empat tahun?” Yesung terperangah. ”Maksudmu empat tahun? Selama ini kau…?”

Donghae hanya semakin menangis.

”Donghae-ah, kau benar-benar bodoh!” bentak Yesung. ”Kau itu pria atau bukan?! Kalau suka bilang! Jangan diam saja. Apa yang kau lakukan selama ini sih?!”

”Molla! Molla!” balas Donghae. ”Hyung kira aku tidak sedih?! Aku juga stress Hyung! Kukira… kukira dia akan meninggalkanku selamanya semenjak dia tidak lagi mau bertemu kita, tapi kenapa? Kenapa harus dia? Kenapa harus keluarganya yang dijodohkan kepadaku?! Dan kenapa harus aku yang dijodohkan dengan adiknya? Dan kenapa Hyungku sendiri yang dijodohkan pada orang yang kucintai??”

Yesung ikut sedih melihat keadaan Donghae sekarang.

”Hyung enak, Kyu juga enak! Kalian berdua sama-sama mencintai pasangan kalian! Tapi aku? Kukira dengan dijodohkannya aku, aku bisa belajar mencintai orang yang dijodohkan denganku! Tapi bagaimana aku mau belajar, jika dia ada?”

”Sudahlah, Donghae-ah… pasti ada jalan, pasti ada jalan…”

Donghae diam saja, dan kemudian dia tertidur karena capek, baik hatinya maupun badannya. Yesung kasihan melihat keadaan Donghae yang seperti ini. Sementara Haejin di dalam kamarnya pun terus menangis tersedu-sedu. Heejin yang menguping, dan telah mendengar pembicaraan Yesung, tahu kalau penderitaan Haejin dan Donghae sama.

Donghae memutuskan untuk kembali ke dorm. Haejin mengintip dari jendela, melihat ketika Donghae pergi, dengan tatapan sedih dari Heenim. Haejin menghela napas, Heenim benar-benar mencintai Donghae, bagaimana mungkin dia bisa masuk diantara keduanya?

Satu jam kemudian, pintu kamar Haejin diketuk. Haejin keluar, dan Yesung muncul. ”Haejin-ah, kumohon kau jangan kaget…”

”Mworago? Ada apa?” tanya Haejin.

Wajah Yesung nampak pucat, dan Haejin bisa mendengar suara-suara panik di bawah, dan suara tangisan. ”Ada apa?” Haejin jadi panik. ”Apa yang terjadi sih, Oppa?”

”Donghae…”

Hati Haejin mencelos. ”Donghae? Kenapa?”

”Donghae… barusan kami dapat telepon, Donghae kecelakaan… dalam perjalanan ke Mokpo! Dia… dia koma…”

Badan Haejin lemas, dan dia langsung tidak sadarkan diri. Yesung berteriak memanggil bantuan, dan Jungsoo dan Kyu buru-buru membantu Yesung membawa Haejin ke kamarnya, dan berusaha menyadarkan Haejin. Air mata tak berhenti mengalir dari matanya meski dalam keadaan pingsan.

”Dia kenapa?” tanya Teukie panik.

”Molla…” jawab Yesung tak mau memberitahu hal yang sebenarnya pada Teukie. Hingga akhirnya Haejin sadar, semuanya langsung ikut pergi ke rumah sakit. Donghae koma, seluruh badannya dipenuhi luka, dan sudah tidak memiliki kesadaran lagi. Kalau mendengar dari keterangan polisi, Donghae menabrak pembatas jalan, karena kecepatan tinggi.

Heenim menangis terus, Haejin diam tidak bersuara tapi wajahnya pucat pasi. Heejin menangis, karena tau permasalahannya, Yesung berulang kali menenangkannya. Berita Donghae kecelakaan sudah masuk ke berita, dan saat ini ELF sedang menggelar doa bersama demi kesembuhan ikan kesayangan mereka. Haejin juga terus berdoa di dalam hati. Bolak-balik dia harus ke kamar mandi, karena melihat Heenim menangis.

Akhirnya dokter memberitahu bahwa masa kritis Donghae sudah lewat, dan Heenim memohon untuk menjenguk masuk Donghae. Super Junior juga sudah tiba, Eunhyuk dan Jungsoo menangis bersama.

Malamnya, mereka semua akhirnya pulang, karena Donghae masih harus pemulihan, dan tidak ada yang diizinkan untuk menjaganya, meski Heenim berkeras mau menunggu. Akhirnya semua pulang, termasuk Heenim. Haejin mendengar Heenim terus menangis, dan dia sendiri juga menangis. Diam-diam Haejin pergi lagi ke rumah sakit.

TBC

ahahahai, chingu, onnie, dongseng, oppa… yg udh mw baca gomawo… padahal seminggu lagi UAS, tapi karena cintaku pada Hae aku meneruskan membuat FF ini… hahahaha #jinhae (Haejin-Donghae). makasih ya yg udh mau baca… mungkin FF ini tamat di edisi ke 10… special thanks to Carin, yg udh ngajakin sms-an WARAS, hingga dapetin feel FF ini.. gomawo… juga buat readers, makasih banyak yg baca apalagi yg komen…

Jinhae (Haejin-Donghae, dan satu lagi baby di perut) WARAS KUMAT TENGAH MALEM, WAKAKAKA

3 thoughts on “Can It Be Love ~Part 5~

  1. “ELF sedang menggelar doa bersama demi kesembuhan ikan kesayangan mereka” nggak tau kenapa malah ngakak di timing yang ga tepat xD
    baca ikan kesayangan merekanya itu loh! lol
    astaganaga Yesung always disangkutpaut kan dengan ddangkoma ya -_-
    onnie kok pusing ya saya? ga bisa nebak alurnya TT3TT
    ahhh elah susah banget hidup jinhae
    lanjut ahh~~

  2. ihh haejin menghindar awalnya.. kasian juga itu si ikan..
    ahh kenapa juga kudu ketemu di taman hiburan sih itu *menyesal* pake ngeliat heenim nyium donghae lagi.. ish heenimnya juga sih kegatelan jadi yeoja *plakk*
    ahh ya ampun.. itu pas aku baca bagian yesung sama donghae sumpah deh mommaa mau ketawa.. si poppa itu kyak anak kecil banget disitu..
    hee?? itu poppa mau ke mokpo tabrakan? kasian *nunduk* tapi emank poppa bisa nyetir yah momma *plakk😄
    ahh ngakak juga itu pas yang ELF doa bersama buat ikan kesayangannya.. wkwk lucu lucu :p
    kabuuurr ke next part🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s