Can It Be Love ~Part 3~

Can It Be Love???

”Mulai malam ini, kalian berempat telah resmi bertunangan.” Kata Ayah Jungsoo. ”Kalian silakan tukar cincin, dan kemudian dibicarakan saja, bagaimana mau kalian. Apakah kalian mau menyembunyikan terlebih dahulu hubungan kalian, atau mau go public.”

Dimulai dari yang paling bungsu. Kyuhyun, karena dia paling bungsu di Super Junior. Kyuhyun memasangkan cincin ke jari Haerim, dan Haerim juga memasangkan cincin ke jari Kyu. Kemudian Heejin dan Yesung juga tukar cincin, dan sekarang giliran Donghae dan Heenim. Heenim sangat senang, karena memang bagi Heenim ini adalah dream comes true. Lalu, terakhir Haejin, Leeteuk memasangkan cincin di jari Haejin, dan Haejin memasangkan cincin di jari Leeteuk. Kemudian semuanya bersulang dengan sampanye.

Menghindari ingar bingar acara, sekaligus untuk menata ekspresi dan perasaannya, Haejin memutuskan untuk pura-pura ke kamar mandi, padahal dia lari ke rooftop, berdiri sambil memegang pagar besi, dan melihat pemandangan Seoul yang indah. Rambut indahnya diterpa angin malam. Menyesali kebodohannya, pria yang dicintainya, yang berusaha dilupakannya selama ini, muncul lagi, dan sekarang menjadi tunangan adiknya.

Haejin tau betul betapa adiknya sangat mencintai Donghae, dari hanya melihat di televisi, hingga mereka bertemu dan bersahabat. Cinta Heenim pada Donghae memang tidak bisa disebut cinta biasa. Dan Haejin baru menyadari, betapa tidak relanya dia melihat Donghae bersanding dengan gadis lain, terlebih gadis itu adalah Heenim, adiknya sendiri.

”Katanya ke kamar mandi…”

Haejin kaget, dan buru-buru menoleh. Donghae sudah di hadapannya, masih dengan jasnya, namun dasinya sudah tidak ada, dan dua kancing paling atas sudah terbuka. ”Taunya disini.”

”Mencari udara segar… aku tidak terlalu suka pesta.” Jawab Haejin sambil berbalik.

”Tidak suka pesta, atau tidak suka acaranya?”

Haejin menoleh, Donghae sudah berdiri di sebelahnya, dan ikut memegang pagar besi melihat pemandangan Seoul. ”Kukira kau tidak suka perjodohannya, ternyata kau tidak suka pestanya.”

”Aku tidak suka keduanya.”

”Kau tidak suka apanya? Dijodohkannya atau jodohnya?”

”Kenapa sih kau nanya terus dari tadi?”

Donghae mengembuskan napasnya berat. ”Banyak yang ingin kutanyakan padamu, bukan cuma itu.” Donghae menatapnya. ”Kenapa kau menghindari kami semua, sih? Bahkan kau menukar jadwal syuting CFmu, kau menolak Suju M, dan memilih BBF, padahal seharusnya kau menangani CF kami.”

”Aku mau cari pengalaman baru saja…” kilah Haejin.

”Gotjimal!” sergah Donghae. ”Kau menghindari kami semua! Kau bahkan mengganti nomor ponselmu.”

Haejin menghela napas. ”Sudah, tanyakan saja apa yang ingin kau tanyakan!”

”Kau mencintai Kibum?”

”Mwo?!”

Donghae menjawab lagi. ”Kau menyukai Kibum kan, makanya kau tidak setuju dijodohkan dengan Teukie Hyung.”

”Kau ini asal sekali sih bicaranya!” ujar Haejin heran. ”Dapat pikiran darimana kau kalau aku suka dengan Kibum?! Dengar baik-baik ucapanku, Lee Donghae. Kibum itu sahabatku, kakakku, dan adikku. Nggak lebih, nggak kurang, titik.”

”Jeongmal?” tanyanya sambil mendengus tidak percaya.

”Yah! Apa maksudmu bicara begitu?!”

”Kau mulai menjauhi kami semenjak Kibum tidak pernah berpartisipasi dalam Super Junior!” balas Donghae. ”Dan sekarang kau masih menyangkal kalau kau tidak ada perasaan khusus?”

”Lee Donghae!”

”Apa?”

”Kalau kau tidak tahu alasanku menjauh, jangan bawa-bawa Kibum! Aku dan Kibum tetap dekat, meski aku jauh dari kalian!”

Pernyataan itu membuat Donghae tertampar hebat. ”Jadi kau benar ada hubungan dengan Kibum?”

”Lee Donghae, kenapa sih daritadi yang kau tanyakan hanya Kim Kibum?!” tanya Haejin kesal.

”Sekarang katakan padaku kenapa kau menjauh!”

”Aku punya alasan.”

”Alasannya apa?”

”Sepertinya kau tidak perlu tau…” dan Haejin berbalik, dan melangkah pergi dari tempat itu. Donghae menatapnya nanar.

Karena alasan itu, adalah orang yang menanyakannya, jawab Haejin sedih. Donghae sekarang milik Heenim, dan dia sendiri adalah milik Leeteuk. Kenapa jalan hidup ini ditentukan?

*           *           *

Orang buta juga tau, siapa yang bahagia dan menerima perjodohan ini. Cuma Heejin-Yesung dan Kyuhyun-Haerim yang paling bahagia. Heejin cocok banget sama Yesung yang agak-agak ’lain’ dengan yang lainnya. Sementara Kyu dan Haerim, bener-bener pasangan roller coaster, berantemnya jalan terus, game-nya jalan terus, tapi lengkeeeet bener.

Haejin menghela napas. Leeteuk Oppa memperlakukannya dengan baik, sangat perhatian, dan sangat sayang padanya. Tapi, hati wanita memang sedalam samudera kalo kata Titanic. Donghae-lah samudera itu, karena sampai saat ini masih Donghae yang mengisi hatinya.

*           *           *

Donghae’s POV.

Teukie Hyung pasti bahagia mendapatkan Haejin. Teukie Hyung masih belum bisa melupakan Haejin, meski Haejin menghindari kami. Jujur, memang susah melupakan gadis itu. Aku jatuh cinta padanya, tapi kenapa Teukie Hyung yang mendapatkannya? Sedangkan aku dijodohkan dengan Heenim.

Heenim adik Haejin. Dua-duanya sama-sama cantik dan mungil, tapi bagiku, Heenim hanya seorang dongseng, dan Haejinlah yang menempati hatiku. Sepertinya aku memang harus merelakan gadis itu bersama Hyung kesayanganku.

*           *           *

Tiga bulan berselang setelah pertunangan dadakan itu. Dan Haejin masih belum bisa memperlakukan Leeteuk seperti Heejin dan Haerim memperlakukan Yesung dan Kyuhyun. Apalagi Heenim, yang manja banget dengan Donghae. Haejin selalu berusaha menghindari keduanya, karena masih tidak mau melihat adik kecilnya bergelayut manja di tangan pria yang dicintainya.

Haejin duduk di ruangan kantornya yang temaram, karena waktu memang sudah sangat larut. Haejin sebetulnya sudah membereskan semua pekerjaannya, namun karena hari ini Heenim bersikukuh mau mengajak Donghae makan malam di rumah, maka Haejin memutuskan untuk pura-pura sibuk, dan akhirnya malah menyibukkan diri betulan. Memeriksa proposal pembuatan CF baru, dan promosi untuk produk lama ke pasar luar Korea Selatan. Dan sekarang Haejin sudah benar-benar mengantuk, dan duduk bersandar di kursinya.

’He’s not superman, he must be mama boy…’ Haejin meraih ponselnya yang terletak di mejanya, dan melihat siapa yang meneleponnya. Tentu saja, Leeteuk. Haejin menekan tombol hijau dan menaruh ponsel di telinganya. ”Yeoboseyo, Oppa.”

”Haejin-ah, oddiseoyo?”

”Aku masih di kantor, Oppa… waeyo?”

”Kok belum pulang? Kerjaannya banyak ya?”

”Ne, banyak sekali…” jawab Haejin sambil tertawa dicampur meringis. ”Oppa sendiri dimana?”

”Aku sudah di dorm. Pekerjaanku hari ini sudah selesai, kau sudah makan belum, Haejin-ah?”

”Makan?”

”Astaga, jangan bilang kau sudah lupa sudah makan apa belum.”

Haejin tertawa.

”Kau jangan terlalu sibuk, Haejin-ah… sampai-sampai lupa makan…” kata Leeteuk perhatian.

Haejin tersenyum. ”Ne, Oppa, ne…”

”Kau selesai jam berapa? Kujemput ya, aku kangen padamu… sudah sebulan kita hanya bertemu beberapa kali. Aku sibuk, tapi kau sibuknya melebih-lebihi aku…” candanya.

”Oppa istirahat aja… aku bisa pulang sendiri kok, Oppa…”

”Ani, aku mau bertemu denganmu!”

”Baiklah, aku selesai setengah jam lagi…”

”Kalau begitu aku berangkat sekarang…”

Haejin membereskan pekerjaannya, dan setelah selesai dia ke kamar mandi dan mencuci mukanya, melihat bayangannya sendiri. Lingkaran hitam sudah memenuhi bawah matanya, dia sangat lelah. Begitu keluar dari kamar mandi, Leeteuk sudah di hadapannya.

”Jagi, annyeong…”

”Oppa…” sapanya. Hatinya miris soal bahasa yang digunakan Leeteuk barusan. Keduanya akhirnya pulang, tapi di perjalanan Haejin ’tewas’ dia tertidur di kursi sebelah Leeteuk, Leeteuk terus menyetir dan sesekali mengelus kepala Haejin.

______________________

Di rumah keluarga Lee (Haejin dkk)

”Kau masih disini?”

Heenim berbalik kaget setelah menatap iri kedua kakaknya yang sangat mesra, Donghae muncul dari ruang baca. ”Kukira kau sudah tidur di kamar.”

”Oppa mau kemana?”

”Aku mau ke kamar mandi.” Dan Donghae meninggalkannya sendiri lagi di ruang tengah itu. Akhirnya Heenim memutuskan ke atas. Ketika Heenim sudah menghilang di lantai dua.

Pintu ruang tamu terbuka, dan Leeteuk sedang menggendong Haejin di ruangan yang sudah setengah gelap. Leeteuk membawa Haejin perlahan-lahan, dan melewati kamar mandi yang ditutupi kegelapan, tanpa melihat Donghae terperangah melihat pemandangan itu.

Entah apa yang menuntunnya, Donghae mengikuti dalam diam ketika Leeteuk perlahan membuka pintu kamar Haejin, dan merebahkan Haejin perlahan di kasur, kemudian melepaskan sepatu Haejin, dan menyelimutinya dengan perlahan, kemudian duduk di tepi kasur Haejin, dan membelai rambut Haejin perlahan, kemudian mengecup keningnya. Donghae memutuskan untuk pergi dari situ, dan berjalan ke arah balkon, lima belas menit kemudian dia melihat Leeteuk keluar dari rumah, dan mengendarai pulang mobilnya.

TBC

Mohon maaf kalo makin lama makin gak jelas ceritanya…

4 thoughts on “Can It Be Love ~Part 3~

  1. onnie Teuk oppa setia banget yaaa~!
    karakter dia banget suka sama karakter dia yang itu >.<
    onnie masalah teuk oppa menanti lama sama kaya ff ku tapi aku gatau kalo onnie pernah make juga .___. jadi jangan anggap saya plagiat yah onn..
    bagus kok nggak jelas apanya.
    huduuuh donghae tersayat-sayat deh hatinya. sabar ya bang /kasih tissue
    lanjut next chapter🙂

  2. aihh jadi pula lagi perjodohan itu.. ckck *geleng geleng ==’
    pasti perang batin tuh pas tanya jawab sama sii ikan yah momma .. aihhh *sotoy*plakk*
    aigoo teuki perhatian banget lagi.. jadi ga tega juga sih sebenernya tapi tetep ga rela sama perjodohan itu..
    ahh pake acara dicium cium segala lagi sih momma saya itu ==’
    ahh gmana itu nasib sii ikan?? duhh duhh
    lariiiiiiiiiiiiiiiii~

  3. hae sm haejin ksian yaaa, sm2 trluka..tp teuki jg sm kl smpe hae sm haejin..duuuh ribet bnr..kl aq jd haejin, aq bkal ga milih diantara keduany…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s