Can It Be Love ~Part 2~

Haejin’s POV

Jadi sekarang beginilah aku, sekarang tahun 2010. Usiaku sudah dua puluh empat, lagi-lagi aku memakai umur internasional. Aku benci umur Korea, karena aku lebih tua satu tahun berarti. Aku sudah lulus kuliah, dan sekarang aku benar-benar sudah menjadi Direktur Pemasaran di Anycall, perusahaan ponsel milik keluargaku. Teman-teman selebritiku? Banyak, bukan cuma Super Junior lagi. Memang Super Junior adalah teman selebritiku yang pertama.

Aku dan Kibum masih dekat. Setelah menolak berhubungan dengan Super Junior lagi, nampaknya cuma Kibum yang mengerti kenapa. Kibum meneleponku dan menenangkanku ketika aku ambruk saat melihat foto itu, Kibum berusaha meyakinkanku dengan segala cara, dan aku memang sangat menyayanginya sebagai sahabat, jadi aku tidak bisa putus kontak dengannya. Berbeda dengan dengan Leeteuk Oppa yang nampaknya cukup kaget dengan perubahan sikapku.

Aku mengganti nomorku, dan menolak semua jadwal yang mengikutsertakanku dalam acara dimana Super Junior jadi bintang iklan Anycall. Aku fokus dengan iklan Anycall Bodyguard yang dibintangi oleh Kim Bum dan Kim So Eun, hingga tidak menangani yang Super Junior M.

End Of Haejin’s POV.

Super Junior M hari ini mengadakan syuting untuk pembuatan iklan Anycall Volcano. Dan mereka berharap sekali bertemu Haejin disini.

”Haejin-ssi tidak ada?” tanya Hankyung kepada salah seorang staff dari Anycall, Staff itu menggeleng.

”Sasangnim menangani proyek Anycall Bodyguard, tadinya seharusnya Sasangnim menangani Anycall Volcano, namun Sasangnim menolak. Sasangnim memilih menangani yang Bodyguard.”

”Mwo?! Menolak?”

”Ne,” jawab staff itu.

”Kenapa menolak?” tanya Siwon heran.

Staff itu menggeleng lagi. ”Kurang tahu, Siwon-ssi. Pokoknya Sasangnim begitu mendapat jadwal, langsung minta dirubah lagi. Dia bilang dia mau menangani yang Bodyguard saja.”

Donghae terdiam, kemudian bertanya. ”Tunggu, kau tadi memanggil Haejin apa? Sasangnim?”

”Ah, ne… Donghae-ssi, beliau sudah diangkat menjadi Direktur Pemasaran.” Jawab staff itu.

Donghae’s POV, 2007 Flashback

”Aku suka padanya.”

”Hah? Suka pada siapa?” tanya Eunhyuk heran. ”Hyung beneran mabuk nih kayaknya…”

”Aniyo, aniyo… aku suka padanya!”

Aku geleng-geleng. Teukie Hyung nampaknya memang sudah mabuk, iyalah dia minum Soju banyak banget. Cuma bersamaku dan Eunhyuk, kami berdua nggak ada yang minum, Teukie Hyung lagi agak stress, tapi aku nggak tau dia stress kenapa. Pokoknya dia ngajak minum, ya udah kami temani, tapi begitu mabuk, dia malah curcol. Tapi nggak apa-apa deh, yang penting perasaan Hyungku ini lega.

”Ya sudah, ceritakanlah, Hyung… apa yang membuatmu susah, apa yang membuatmua sedih, Hyung?” tanya Eunhyuk lagi.

”Aku menyukainya, Eunhyuk-ah, Donghae-ah…”

”Ya, Hyung menyukai siapa?” tanyaku heran.

”Gadis itu! Gadis itu sangat mencuri perhatianku, tapi sepertinya dia tidak balas menyukaiku! Sudah itu dia dekat denganku, nyaman dalam pelukanku, tapi dia tidak tahu, dia pura-pura tidak mengenali hatiku! Dia nyaman saja bersamaku, padahal aku sudah mau meledak! Dia gantungkan harapanku, tapi dia bisa sekejap begitu saja melemparku jatuh…”

Aku dan Eunhyuk saling pandang.

”Hyung, siapa gadis itu? Kenapa dia bisa membuatmu sampai seperti ini? Memangnya dia siapa?”

”Dia entah tahu entah tidak hatiku! Aku mencoba memberinya perhatian, tapi dia bersikap sama pada pria lain! Kibum!”

”Kibum?!” tanya Eunhyuk kaget.

Perasaanku tidak enak. Kalau ini menyangkut Kibum, hanya ada satu perempuan yang muncul di kepalaku. Dan perempuan itu juga telah mencuri hatiku, dan membuatku panas dengan melihatnya selalu dekat dengan Kibum.

”Hyung, jangan bilang kalau gadis itu Haejin?” tanya Eunhyuk kaget. Tentu saja, Eunhyuk satu-satunya yang tahu perasaanku kepada Haejin. Ternyata Teukie Hyung juga menyukainya, dan dia yakin Kibum dan Haejin ada sesuatu. Itu membuatku makin yakin kalau memang mereka berdua ada hubungan spesial.

Tambah lagi Teukie Hyung ikut naksir Haejin, mulai saat itu aku berusaha menahan diriku untuk tidak terlalu berharap dan mendekati Haejin lagi. Mungkin memang Haejin memilih Kibum.

End Of Flashback.

Masih sulit dipercaya kalau semenjak tidak ada Kibum, Haejin selalu menolak kehadiran Super Junior. Aku tahu dia sudah lulus kuliah, dan sekarang benar-benar telah bekerja di Anycall, tapi dia benar-benar menolak kami. Bahkan jika diajak bertemu banyak saja alasannya. Tentu saja bukan aku yang mengajaknya bertemu, melainkan Teukie Hyung.

Haejin-ah, bogoshiposo…

End Of Donghae’s POV.

”Onnie!”

”Apa, Haerim?”

”Onnie kau dimana?”

”Onnie di lokasi pemotretan, kenapa?”

”Onnie jadinya nanganin siapa, Suju M atau BBF?”

”BBF, kenapa?”

Suara Haerim jadi mendengus. ”Onnie, kau ini! Onnie, aku mau cerita… ini soal Kyuhyun Oppa!”

”Kenapa dia?”

”Onnie sih, tidak menangani yang Suju M, coba kalau iya! Nanti aku ceritakan, Onnie cepet pulang ya! Arasseo?”

”Ne, ne, arasseo… dongseng sopan!”

”Bye, Onnie!”

Haejin pun kembali ke kantor setelah pengambilan gambar untuk iklan Anycall Bodyguard selesai. Begitu sampai di ruangannya, sekertarisnya langsung saja menghubunginya dan berkata bahwa Appanya menunggunya di ruangannya. Haejin langsung ke ruangan Appanya.

”Haejin-ah…”

”Appa… kenapa Appa? Ada perlu denganku?” tanya Haejin sambil duduk di kursi.

”Ne, oh ya… bagaimana syuting iklannya? Berhasil dengan baikkah?” tanya Appanya semangat.

Haejin mengangguk. ”Pokoknya beres deh, Appa. Kim Bum dan Kim So Eun belakangan ini memang lagi panas-panasnya di gosipin Appa, itu membuat konsep produk kita bisa dilihat pasaran.”

”Kalau Super Junior M?”

”Aku tidak menangani yang itu, Appa…”

”Ah begitu. Oh ya, sebetulnya ada yang ingin Appa bicarakan kepadamu. Eomma sudah bicarakan hal ini kepada Heejin, Haerim, dan Heenim, jadi tinggal kepadamu kami belum membicarakannya.”

Haejin mengangguk. ”Ada apa, Appa?”

”Begini, relasi bisnis Appa, mempunyai seorang anak laki-laki. Kata relasi anak bisnis Appa itu, dia suka padamu, jadi kami mengatur pertemuan agar kau dan dia bisa bertemu.”

Haejin mencerna maksud Appanya. ”Maksud Appa?”

”Haejin-ah…” tiba-tiba Appanya menggaruk kepala. ”Kau tahu tidak kalau Appa dan Eomma sangat cemas, usiamu sudah dua puluh lima tahun, dan kau belum punya pacar dari kau lahir. Itu membuat kami khawatir, tahu.”

”Jadi Appa dan Eomma mau menjodohkanku begitu?”

”Bukan menjodohkan, tapi mencomblangi!”

”Appa…” rengek Haejin. ”Ini sudah zaman milenium, Appa! Aku tidak mau ada jodoh-jodohan!”

Appa geleng-geleng. ”Haejin-ah, anakku sayang! Seharusnya dulu waktu kau mau masuk Anycall, Appa dan Eomma tidak usah mengizinkanmu. Kau jadi wanita yang workaholic! Itulah kenapa Appa dan Eomma jadi mau menjodohkanmu! Lagipula kau tidak usah takut, dia tampan kok!”

”Bukannya itu… aku tidak kenal dengannya, Appa!”

”Kata siapa kau tidak kenal dengannya?”

”Lalu memang ada yang bilang aku kenal dengannya?”

”Ini Appa baru mau bilang! Dia anggota Super Junior, jadi kau harus menerima ya… Super Junior kan semuanya tampan!”

Aku justru shock mendengarnya? Aku dijodohkan dengan seorang member Super Junior? Siapa?

*           *           *

”Jadi kita mau dijodohin nih, Onnie?” tanya Haerim.

”Ne, sepertinya…”

Heenim geleng-geleng. ”Onnie, usiaku baru delapan belas tahun, dan aku baru kelas tiga SMA.”

”Aku juga baru kuliah!” lanjut Haerim.

”Dan aku masih mau sibuk di skripsi…” lanjut Heejin.

”Heh, kalian kira aku tidak mau fokus di karier?!” tanya Haejin tajam. Mentang-mentang dia paling tua, masa dia yang harus dinikahkan duluan.

Orang tua mereka ini ada-ada saja. Dan sebentar lagi mereka akan di jodohkan dengan empat orang laki-laki. Tidak ada yang tahu laki-laki itu siapa, kecuali Haejin yang diberi sedikit clue oleh Eommanya. Calon jodohnya nanti adalah anak Super Junior, yang ayahnya adalah relasi bisnis Appa dan Eomma, atau dengan nama lain Anycall. Dan sekarang mereka sedang di kamar sebuah hotel, menunggu waktu makan malam bersama dengan empat relasi orang tua mereka, dan anak-anak mereka yang akan dicomblangi dengan empat anak Appa dan Eomma.

”Oiya, kalian bertiga dan penggemar Super Junior tuh…” kata Haejin tiba-tiba karena penasaran. ”Anak Super Junior pada kaya nggak sih?”

”Kaya?”

”Sekarang sih udah pada kaya, Onnie.” Jawab Heejin.

”Maksudnya emang udah dari sananya kaya, gitu.”

Haerim menjawab. ”Kalau nggak salah sih ya, pertama Choi Siwon, tau dong… punya mall! Terus, Lee Sungmin, punya perusahaan Sendbill, dia pewarisnya. Trus Cho Kyuhyun, dia yang punya Cho Entertainment. Trus, hotel ini punyanya keluarga Leeteuk. Yesung kalo nggak salah punya kebun anggur di Barcelona. Trus, siapa lagi ya?”

”Donghae punya restoran-restoran Korea di Asia, Eropa, dan Amerika.”

”Jinja?”

”Emang kenapa, Onnie?”

”Kok Onnie gak tau ya?”

”Yee, capek deh!” kata ketiga adik Haejin.

Pintu kamar mereka dibuka, masuklah Eomma, dengan gaun satin untuk makan malam. Eomma masih sangat cantik dan langsing, meski sudah memiliki empat anak yang cantiknya sama. ”Sudah siap?”

”Eomma…” keluh keempatnya kompak.

”Apa sih?!” tanya Eomma melihat mereka ngeluh masal. ”Sudah ada dua keluarga yang datang, sebaiknya kita langsung saja ke ruang makan. Ayo…” dan Haejin, Heejin, Haerim, serta Heenim mengikuti Eomma mereka menuju ruang makan.

Ruang makan khusus itu memiliki pintu ganda, dan dua orang pelayan restoran itu membukakan pintu. Dan ruangan mewah itu langsung muncul di hadapan keempat bersaudara itu. Meja bundar yang sangat besar itu sudah mulai terisi, tapi yang membuat Haejin dan ketiga adiknya kaget adalah orang yang duduk disitu mereka mengenalinya. Leeteuk dan Kyuhyun. Leader dan maknae Super Junior. Apa yang mereka lakukan disini?!

Jjamkaman. Tadi Heenim kan bilang di Super Junior… lalu Eomma bilang… semua yang dikatakan Heenim dan Eomma berkelebat di kepala Haejin. Apakah memang yang akan dijodohkan ini adalah anak-anak Super Junior?!

Haejin membungkuk dengan canggung kepada para rekan bisnis Appa dan Eommanya, termasuk kepada Leeteuk dan Kyuhyun. Setelah itu mereka duduk, dan para orang tua asyik berbincang. Tak lama kemudian pintu terbuka, dan lagi-lagi Haejin terperangah. Masuklah Yesung, anggota Super Junior. Yesung menyapa Leeteuk dan Kyuhyun dengan kasual, lalu tersenyum pada Haejin, dan ketiga adiknya.

”Yeobo, keluarga Lee akan terlambat,” kata Appa memberitahu Eomma. ”Mereka bilang kita disuruh mulai duluan saja.”

”Iya, mulai saja…”

Akhirnya Appa meminta pelayan menghidangkan makanan, mereka semua makan. Hanya para orang tua dan member Super Junior saja yang asyik ngobrol. Sementara Lee bersaudari diam. Haejin sibuk menghindari kontak dalam bentuk apa pun kepada Leeteuk, karena Leeteuk tampaknya masih ingin menanyai ada apa dengan Haejin hingga selalu menghindari Super Junior. Kalau Heejin dan Haerim, keduanya salting karena Heejin memang naksir Yesung, dan Haerim naksir Kyuhyun.

Ya, seiring bergulirnya waktu, perasaan ngefans mereka berubah menjadi rasa cinta. Apalagi mereka juga sering datang ke acara peluncuran produk, dan dikenalkan dengan Super Junior. Sementara Heenim diam karena harap-harap cemas. Dan akhirnya, selesai memakan makan malam, Appa memulai pembicaraan menjurus mengenai perjodohan. Wajah keempat putrinya sudah memerah, tapi member Super Junior itu terlihat tenang dan santai.

”Jadi, saya selaku kepala keluarga dari keluarga Lee Youngwoon, merasa sangat senang dengan terjalinnya hubungan saudara yang akan lebih lanjut ini. Kebetulan sudah ada tiga calon menantuku disini…” ketiga anggota Super Junior itu tersenyum santai. Tapi keempat gadis disitu tidak santai, mereka keringat dingin, dan gugup parah.

”Kalau begitu, Pak Cho, silakan, dari Anda duluan saja…”

Ayah Kyuhyun  tersenyum. ”Terima kasih, Youngwoon-ah. Aku juga sangat senang dengan bersatunya kedua belah keluarga Cho dan Lee, sebentar lagi. Anakku Cho Kyuhyun, seperti yang sudah kita bicarakan beberapa hari yang lalu, aku setuju dengan pendapat-pendapat kalian semua disini…”

Jodohin aja pake rapat? Astaga, pikir Haejin.

”Ya, aku setuju menjodohkan anakku, putraku satu-satunya, Cho Kyuhyun, dengan anak ketiga dari Youngwoon dan Dahae, Haerim.”

Haerim terperangah.

Haejin tersenyum, Heejin juga senyum-senyum gak jelas. Heenim juga ikutan cengar-cengir. Wajah Haerim memerah, ketiga saudarinya jelas tahu apa yang berkecamuk di kepalanya. Sementara wajah Kyuhyun santai, bersandar di kursi, dengan wajah tampan dan devilnya.

”Haerim-ah,” kata Eomma. ”Jadi kau dan Kyuhyun kan sudah saling kenal. Eomma dan Appa, serta Cho Ahjussi dan Ahjumma, sudah mendengar dari kawan-kawan Super Junior, kalau kalian dekat, jadi tidak ada salahnya kan?”

Haerim sudah memerah, dan tidak mau berkomentar. Tapi Eomma sepertinya menarik kesimpulan kalau Haerim setuju. Kyuhyun juga tidak mengucapkan sepatah katapun, melainkan tetap cool, dengan senyum devilnya. Kemudian beranjak ke ayah Yesung yang ternyata juga sudah mendengar kabar kedekatan Heejin dan Yesung, sehingga memutuskan menjodohkan kedunya. Heejin dan Yesung sama seperti Haerim dan Kyuhyun, cuma bisa tertunduk malu, dan tidak menjawab apa-apa. Sampai akhirnya ayah Leeteuk berdiri dan mengatakan.

”Aku juga mendengar kalau Jungsoo dan Haejin sangat dekat, jadi aku setuju kalau Jungsoo dan Haejin dinikahkan.”

Tepat ketika kalimat Jungsoo dan Haejin dinikahkan, pintu restoran terbuka, dan masuklah orang yang paling tidak ingin dilihat Haejin disaat-saat seperti ini. Donghae, dan kedua orang tuanya. Haejin yakin Donghae mendengar perkataan ayah Leeteuk, karena Donghae nampak kaget.

”Berarti…” kata Heenim melihat keluarga Donghae masuk. ”Eomma dan Appa akan menjodohkanku dengan…”

”Dengan Donghae.”

Heenim langsung menangis terharu, dan loncat dari kursinya, lalu menggamit tangan Donghae. ”Oppa…”

Donghae tersenyum, Haejin menghela napas, mencoba memendam perasaannya dan terus tersenyum.

TBC

6 thoughts on “Can It Be Love ~Part 2~

  1. mau ketawa dulu keinget teuk mabuk xD wkwkwkwk
    hedehhh kenapa ini rumit banget sih?
    Haejin suka sama tunangan adeknya sendiri dong TT3TT
    fishy couple perjalanannya lama ya .__.
    hyuk masih nganggur kan ya?
    mau daftar jadi anak keluarga Lee trus minta dijodohin sama Hyuk deh xD lol
    baca part selanjutnya ahh x)

  2. aihh poppa saya ganteng dehh :*
    ihh kasian sih itu suju ditolak gtu sama haejin.. apalagi si donghae.. ehh ga nyangka itu teuki suka juga sama si haejin jadi si donghae yang ngalah deh … andwaeeeeeeeeeeee~
    itu juga appanya haejin kolot ihh.. masih jaman juga dijodohin gtu yahh.. dan yang gilanya ngejodohin sekaligus semua anaknya gtu… aduh ngakak aku pas bagian itu dh momma.. wkwk😄
    ahh tidak disangka.. kenapa harus kyak gtu perjodohannya .. agak kecewa :p
    lariiiiiiiiiiiiii ~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s