Can It Be Love ~Part 10~ Ending

Rumah Keluarga Lee, Kamar Haejin

Haejin masih berdiri diam di tempatnya, mematung, sambil menangis, tanpa bisa bergerak sedikitpun, Donghae masih berlutut, dengan tangan memeluk kaki Haejin, dan wajahnya dibenamkan di perut Haejin.

”Donghae-ah… sudahlah, lepaskan aku…”

”Andwe!”

”Jangan seperti anak kecil, masalah ini tidak akan selesai kalau kau terus begini!” seru Haejin frustasi.

”Lalu?! Kau selalu memutuskan sendiri! Kalau dulu aku bisa terima! Sekarang, itu anakku! Kau tidak bisa memutuskan segalanya sendirian!”

”Lalu kau mau apa?” kata Haejin frustasi. ”Donghae-ah… walaupun ini anakmu, keadaan sudah berbeda! Jauh berbeda daripada dulu, Donghae sadar! Aku dan kau itu tunangan orang, bukan yeoja atau namja yang bebas! Apalagi kau tunangan adikku, dan aku tunangan kakakmu!”

”Dan kau mau Leeteuk Hyung yang bertanggung jawab atas anakmu?!”

”Tentu tidak!”

”Lalu apa? Kau berniat punya anak sendiri, dan pergi, begitu?” Donghae menggeleng-geleng. ”Tidak! Aku rasa tidak!”

’Naega animyeon andwe…’ Donghae merogoh ponselnya, setelah melihat nama yang tertera di layar ponsel, Donghae langsung menekan tombol hijau. ”Ne?”

”Donghae! Kau cepatlah pulang ke dorm, disini ada Heenim! Jemput Haejin sekalian! Nggak pake lama!” kata Heechul galak.

Belum sempat Donghae bertanya, telepon sudah mati. Donghae bingung, kemudian menoleh pada Haejin. ”Heechul Hyung telepon, katanya aku disuruh membawamu ke dorm. Disana ada Heenim.”

”Heenim?” wajah Haejin langsung menjadi cemas. ”Leeteuk Oppa, apakah dia memberitahu Heenim yang sebenarnya?!”

”Teukie Hyung sudah tau kau hamil?!” sergah Donghae marah.

”Jangan marah dulu!” ucap Haejin panik. ”Aku sama sekali tidak memberitahunya, dia masuk ke kamarku dan dia menemukan buku kesehatan ibu hamilku…”

”Apa pun alasanmu, sudah cepat!”

Haejin memasuki mobil Donghae, dan keduanya segera pergi ke dorm Super Junior, sesampainya disana, Haejin menghela napas untuk menenangkan diri begitu mau masuk ke dalam dorm, sementara Donghae memasukkan password pintu masuk dorm. Begitu pintu terbuka, Donghae mempersilakan Haejin masuk terlebih dahulu.

”Donghae-ah, kau sudah datang…” Heechul muncul, sambil menggendong Heebum.

”Hyung! Jauhkan kucingmu!” perintah Donghae, dengan tangan satunya menahan agar Haejin jangan maju terlebih dahulu.

Heechul terkejut, kemudian karena dia paham, langsung masuk lagi ke dalam, Haejin dan Donghae masuk ke ruang tengah, betapa terkejutnya mereka ketika melihat seluruh anggota Super Junior, dan ketiga adik Haejin lengkap di ruang tengah sana.

”Onnie…” senyum ketiganya.

”Kalian kok disini?”

”Duduklah…” kata Leeteuk menunjuk sofa, Haejin duduk di salah satu sofa, sementara Donghae duduk di lengan sofanya. Haejin agak risih karena Donghae terlihat begitu protektif terhadap dirinya.

Tapi, reaksi Heenim lebih membuatnya heran lagi, Heenim duduk di seberangnya bersama Heejin dan Haerim, Heenim tersenyum. Kibum juga tersenyum, semua tersenyum menatap Haejin dan Donghae.

”Kalian pasti bingung kenapa kalian dipanggil kesini,” kata Leeteuk sambil tersenyum. ”Donghae-ah, Haejin-ah, mianhae… kami membawa kalian kesini tanpa penjelasan tapi ini perlu. Haejin-ah, aku tahu sekarang Donghae sudah tahu kalau kau sedang mengandung anakanya.” Donghae dan Haejin nampak tergagap, karena rahasia itu disebutka secara gamblang di depan seluruh member Super Junior yang menatap mereka penasaran. ”Haejin-ah, kau jangan kaget… tapi Heenim, Haerim, dan Heejin sudah tahu soal hubunganmu dengan Donghae, bahkan sekarang mereka juga tahu kalau kau sedang hamil.”

”Bagaimana…”

”Onnie, tidak usah tanya pada kami bagaimana…” kata Heenim sambil tersenyum. ”Harusnya kami yang bertanya pada Onnie, kenapa Onnie sama sekali tidak jujur pada kami!”
”Ne! Kami kan dongsengmu Onnie…” kata Heejin.

Air mata Haejin menggenang lagi. ”Heenim-ah, mianhae…”

”Aniyo! Aniyo… aku yang seharusnya minta maaf pada Onnie. Aku tidak tahu kalau dari awal Onnie yang sudah mencintai Donghae Oppa, tapi aku pacaran dengan Donghae Oppa tanpa memperdulikan perasaan Onnie.”

Haejin masih menangis, tapi kemudian Donghae menggenggam tangannya. ”Heenim-ah, mianhae… Leeteuk Hyung, mianhae.”

”Aniyo!” Leeteuk menggeleng. ”Aku juga harusnya tahu dari dulu kalau kalian saling mencintai.”

”Tetap saja, Hyung…”

”Ani… Eunhyuk sudah memberitahuku semuanya, kapan pertama kali kau jatuh cinta pada Haejin. Ini semua hanya kasih yang tak tersampaikan dari tahun 2006 dulu… dan sekarang, waktunya menyampaikannya.” Leeteuk menatap Donghae dan Haejin tulus. ”Pepatah bilang, kalau jodoh tidak lari kemana itu memang benar adanya, kalian itu berjodoh! Seharusnya kalian lihat, walau empat tahun kalian berpisah, kalian masih saling mencintai. Walau kemudian kalian bertemu, dan justru sudah memiliki pasangan lain, hati kalian tidak bisa dibohongi… ketika kalian berpisah lagi, bayi yang ada di dalam kandunganmu yang menyatukannya, itu baru jodoh.”

Haejin menangis sekarang.

”Aigo! Ibu hamil tidak boleh banyak-banyak menangis, Teukie!” Heechul mendorong tubuh Leeteuk pelan. ”Nanti bayinya cengeng!”

”Ini Noona, tisu…” Ryeowook menyodorkan Haejin tisu.

Donghae meraihnya, dan mengusap wajah Haejin dengan tisu. Kemudian Leeteuk berkata lagi, ”Bagaimanapun kalian berdua harus segera menikah!”

”Mwo?!”

”Haejin Onnie, bayimu itu sebentar lagi besar, lho…” kata Haerim. ”Kau harus menikah! Hae Oppa! Kau harus menikahi Onnie!”

Donghae tersenyum, dan mengangguk.

”Tapi aku harus bilang apa pada Eomma dan Appa! Eomma dan Appa kan mengira Heenim yang akan menikah…”

”Eomma dan Appa itu urusan kami! Onnie hanya tinggal menikah, dan jaga keponakan kami dengan baik!” kata Heenim enteng.

”Gomawo, Heenim-ah… gomawo…”

*           *           *

Seminggu Kemudian

”Heechul Oppa! Dasimu miring!”

”Aigoooo! Yah, Heenim-ah, kenapa sih kau bawel sekali!” kata Heechul kesal sambil merapikan dasinya.

Heenim cuma geleng-geleng. ”Kau hanya membuat dasimu semakin mirip, Kim Heechul Oppa!”

”Aish!” Heechul kembali merapikan dasinya.

”Yah! Kenapa sih Oppa tidak bisa diam sama sekali, yang mau menikah itu Donghae Oppa dan Haejin Onnie, tapi kenapa Oppa yang seperti cacing ditaburi garam begitu sih?!”

”Yah! Lee Heenim! Sekali lagi kau berisik, tak kuberi Heebum dan Baengshin menginap di rumahmu lagi!”

”Aigo, Oppa…”

”Kim Heechul! Lee Heenim!” tegur Hankyung. ”Kalian berdua ini, bisa tidak sih kalau bicara pelan sedikit?!”

Siwon terkikik di sebelah Hankyung. ”Heechul Hyung kebakaran jenggot! Maklumlah, iblis kalau di dalam gereja pasti kepanasan.”

Heenim cekikikan.

”Yah! Kau menertawaiku?!”

Begitulah Heenim dan Heenim, ha ha ha… semenjak Heenim resmi berpisah dari Donghae, dan mengikhlaskan pria yang dicintainya menikah dengan kakak kandungnya sendiri, Heechul-lah yang sering menghiburnya, secara tidak langsung. Heenim jadi sering main ke dorm hanya untuk melihat tingkah laku Heechul yang ada-ada saja.

Pernikahan ini sepi sekali. Yah, hanya ada seluruh member Super Junior, lalu dari keluarga Donghae yang datang kedua orang tuanya, dan Donghwa, serta kedua orang tua Haejin, beserta ketiga adik perempuan Haejin. Pernikahan ini masih harus ditutupi, karena status Donghae sebagai idola.

Orang tua Haejin sangat terkejut mengetahui bahwa Donghae justru melamar Haejin, bukannya Heenim, tapi Heenim menjelaskan bahwa dia dan Donghae tidak saling mencintai, begitu juga Leeteuk. Keluarga Haejin mengerti, begitu juga keluarga Donghae, hanya masalah kehamilan yang masih dirahasiakan. Dan masalah ini juga dirahasiakan dari Manajer-manajer bahkan SM Entertainment. Tidak ada yang tahu kalau Lee Donghae akan menikah hari ini.

Donghae berdiri di altar, berbincang dengan ayahnya, ketika ada suara-suara riuh dari luar. Di depan pintu gereja, masuklah Henry, yang di dapuk sebagai seksi dokumentasi, sambil mengacungkan jempol. Haejin datang.

Semua berdiri sambil menatap ke arah pintu masuk. Diiringi musik mars pernikahan, dan pintu gereja yang masing-masing daun pintunya dibuka oleh Kibum dan Ryeowook, Haejin tersenyum pada keduanya. Mata Haejin menatap seluruh bagian gereja kecil di tepi pegunungan yang sepi ini, gerejanya indah. Lalu dia tersenyum ketika Donghae mendapati matanya. Ya Tuhan, tak ada yang lebih tampan daripada melihat Donghae memakai tuxedo putih bersih, dengan senyum lembutnya.

Appa menyodorkan tangannya, Haejin tersenyum dan mengalungkan lengannya ke lengan Appa-nya.

So I laid, my hand and I now…

And I lift my hand and pray…

To be only yours, I pray…

To be only yours, I know now…

You my only hope…

I give you my destiny…

I’m giving you all of me…

I want your symphony…

Singing in the world that I am…

And that all of my lungs…

I’m giving it all

So I laid, my hand and I now…

And I lift my hand and pray…

To be only yours, I pray…

To be only yours, I pray…

To be only yours, I know now…

You’re my only hope…

Lagu Only Hope dari Mandy Moore, dinyanyikan ulang oleh Super Junior KRY sebagai lagu pengiring pengantin, karena ini impian Haejin ketika menonton film A Walk To Remember, ketika Mandy Moore dan si Shane West menikah, lagu pengiringnya juga ini.

Haejin akhirnya tiba di altar, Appa memberikan tangan Haejin pada Donghae, dan Donghae membawanya menghadap pendeta. Pada akhirnya mereka mengatakan wedding vow mereka, keduanya tidak bisa menahan air mata ketika berkata, ’I do…’

”Kuresmikan kalian sebagai pasangan suami-istri, Donghae-ssi… kau boleh mencium istrimu sekarang…”

Donghae dan Haejin saling bertatapan, lalu Donghae mengangkat cadar Haejin, dan menatap wajah istrinya yang bersinar itu, dan tanpa aba-aba lagi, Donghae mengecup bibir Haejin.

Tepuk tangan riuh dari para member dan keluarga, serta blitz kamera yang gila-gilaan dari beberapa kamera.

”Udah, woi! Udaaaaah! Aduuuuh, nanti lagi kissu-kissunya…” teriak Heechul merusak suasana.

Semua tertawa. Donghae melepaskan Haejin, dan menggenggam tangannya, kemudian Leeteuk memberi isyarat, dan seluruh dongseng Super Junior, beserta Heenim, Haerim, dan Heejin ikut naik ke panggung.

”Hadiah dari kami untuk pasangan Jinhae…” dan mereka ternyata koor lagu Marry U khusus untuk Haejin dan Donghae.

Well, benar kata pepatah, kalau jodoh, takkan pernah lari kemana, meski jarak, waktu, bahkan tempat memisahkan.

*Beberapa Bulan Kemudian*

”Jagiya…”

”Hmmhh??”

”Bangun!”

”Hmmh… lima menit lagi…”

”Aaaah! Bangun! Bangun!” dipukulinya pria yang sedang tidur disebelahnya dengan bantal.

Donghae bangun, ”Apa siiiih?” dan dia mengucek matanya, lalu melirik jam di meja. ”Jagiya, masih jam satu… kukira sudah pagi. Aku kan baru pulang siaran Sukira…” keluh Donghae.

”Jagiya…” Haejin mengguncang tubuh Donghae. ”Lapaaaaaaaar… aku mau fettuccini kejuuuu…”

”Mwo?! Fetuccini keju?” Donghae terkejut. ”Kamu ngidam itu?”

Haejin mengangguk.

”Aigooo, cari dimana jam segini?”

”Tapi fetuccini keju yang di Pizza Hut, ya… harus yang itu… harus yang itu…” rengeknya.”

Donghae menunduk pasrah. ”Ne, tunggu ya, Jagi… aku cariin.” Dan dengan langkah gontai Donghae mencari makanan yang diminta oleh istrinya itu.

*           *           *

”Yeeeey! Kura-kuranya banyaaaaaak…”

”Berarti percobaan ternak kura-kura kita berhasil, Jagiya…” Yesung memeluk Heejin, dan Heejin balas memeluknya.

Heejin menatap kolam khusus pengembangbiakkan kura-kuranya. ”Kalau begitu, akan segera aku update lagi blog tentang kura-kura milik kita, Oppa. Aigooo, para pecinta kura-kura pasti akan senang mendapat tips-tips untuk mengembangbiakkan, serta merawat kura-kura dengan baik.”

”Ne… ngomong-ngomong soal kura-kura…” Yesung merogoh kantungnya dan mengeluarkan kotak. ”Ini untukmu…”

Heejin terkejut, tapi senang. ”Ini apa, Oppa?”

”Bukalah…”

Heejin membuka kotaknya, dan terperangah, bahkan ternganga. Cincin bertatahkan kura-kura dari berlian. Ada dua kura-kura disitu, yang besar dan yang kecil, dengan batu biru safir. Kura-kuranya bisa diputar-putar.

”Oppa…” kata Heejin kehabisan kata-kata.

”Heejin-ah… jadilah Eomma jadi Ddangkoma…”

*           *           *

”Makan yuk!”

”Oppa mau makan, kubilang pada Chaerim Ahjumma ya…” Haerim berdiri dan hendak beranjak ke dapur, tapi Kyu menahan tangannya.

”Makan diluar saja…”

”Ah, Oppa mau ke restoran? Bukannya kemarin habis bangkrut gara-gara bayar 15 juta karena kalah batu-gunting-kertas?”

”Yeee, emang uangku sudah habis? Ayooooo!” Kyu menarik Haerim.

Akhirnya sekarang keduanya duduk berhadapan di sebuah restoran, ya restoran yang sama sekali tidak romantis untuk candle light dinner, dan restoran yang dipilih oleh Kyu benar-benar restoran yang sangat Kyu sekali. Yakni, McDonalds, dengan wi-fi sehingga sambil makan dia bisa main Starcraft.

Haerim bete sekali. ”Kalau kesini cuma mau main Starcraft, di rumahku juga bisa Oppa…”

”Aku kan mau makan,” tapi matanya tidak lepas dari layar komputer.

Haerim akhirnya memutuskan untuk terus memakan kentang gorengnya, dan diam saja. Sampai kemudian Kyu melepaskan pandangannya dari laptopnya, lalu menoleh pada Haerim.

”Jagi, mainin dulu dong… aku mau ke kamar mandi!”

”Yah! Aku mana ngerti…”

”Udah mainin dulu! Nggak aku omelin deh kalo kalah, aku kebelet banget nih! Sini buruan!”

Haerim akhirnya dengan terpaksa berdiri di depan layar laptop Kyu, Kyu sudah pergi dari situ, dan tangannya melangkah di pad mouse laptop, begitu dia bersiap hendak menyerang musuh, seperti yang biasa diajarkan oleh Kyuhyun padanya, dia justru tertegun melihat kata-kata yang tertera di laptop.

HAERIM-AH…

AKU TAKUT MENGUNGKAPKANNYA LANGSUNG…

TAPI, KARENA AKU PRIA…

LIHATLAH KE KACA DI HADAPANMU…

Haerim langsung menatap kaca di depannya Kyu berdiri di hadapannya sambil tersenyum, dan memegang spanduk kecil.

WOULD YOU MARRY ME???

*           *           *

TING. TONG.

”Hyung! Buka pintu sana!” kata Wookie yang asyik di depan televisi sambil mindah-mindahin saluran.

”Waeyo? Kenapa harus aku?” protes Heechul.

”Karena itu pasti kembaranmu si Heenim!”

Heechul berjalan ogah-ogahan ke pintu, dan membuka pintu dorm benar saja Heenim yang datang.

”Oh, si Heechul Oppa… hai!” sapa Heenim cerah.

”Kau ini tidak ada bosannya datang kesini…” keluh Heechul.

”Yah, Hyung… kau kan juga senang dia datang kesini…” sahut Kibum sambil cekikikan.

Hubungan Heechul dan Heenim merupakan unspeakable relation, hubungan yang benar-benar tak terkatakan. Keduanya menjadi sangat dekat, dan nyaman satu sama lain meski kerap terlibat pertengkaran kecil. Dorm menjadi sangat ramai dengan keributan keduanya, mungkin ini awal dari hubungan mereka berdua.

”Ah iya, ngomong-ngomong mana ya tukang siram bunga yang sudah ditugaskan untuk merawat bunga-bunga di dorm? Bentar lagu Sushow 3 mulai… tanaman harus ada yang urus…” kata Sungmin.

”Ah, kau menyewa pengurus kebun?” tanya Shindong.

Sungmin mengangguk.

Leeteuk yang sedang di meja makan sambil baca koran dan minum susu mengangguk. ”Memang harus ada yang mengurus tanaman, aku tidak mau pulang-pulang tanaman kering dan harus diganti lagi…”

”Iya, kan memperindah apartemen tuh tanaman…” Eunhyuk ikutan nyambung aja. ”Ah, sepi nggak ada Donghae…” keluhnya.

”Eunhae bubar… Eunhae bubar…” ledek Sungmin.

”Yah! Kyumin juga sebentar lagi bubar… Kyu Oppa sudah melamar Haerim Onnie…” kata Heenim yang sedang main bersama Baengshin.

”MWO?!” semua berteriak menatapnya.

”Sialan! Maknae masa nikah duluan! Ini tidak bisa dibiarkan!” kata Heechul frustasi, dan hentak-hentak kaki.

”Mana ada yang mau dengan devil sepertimu…”

”Yang devil itu Kyu, bukan aku!”

”Aigooo, kau lebih devil dari Kyu, Oppa…”

”Yah! Lee Heenim, kau ini…”

TING TONG.

”Ososaeyo…” sahut Leeteuk di interphone.

”Saya pengurus kebun yang disewa oleh Tuan Lee Sungmin…”

”Tunggu sebentar…” Leeteuk membukakan pintu, lalu tertegun di depan pintu, dan mengerjapkan matanya.

”Annyeonghaseyo, Leeteuk-ssi… saya pengurus kebun yang disewa Sungmin-ssi, Seo Sangmi… mohon bantuannya…”

”Aaah, ne… ne…” Leeteuk membungkuk, wajahnya memerah karena terpana, dia masih melongo. Gadis ini cantik sekali pikirnya. Dia masih terpana di depan pintu, ketika gadis itu sudah masuk dan menyapa yang lainnya.

”Hyung, Hyung ngapain mangap di depan pintu?” tanya Eunhyuk polos.

*           *           *

Itulah cinta, ada yang datang, dan ada yang pergi. Kadang bahagia, kadang sakitnya hingga ke ulu hati. If we just find someone, but we sure for it… can it be love? Yes it can be…

”AAAAAHHH SAKIIIIT… GAK TAHAN! GAK TAHAN!”

”Jagiya, tahan sebentaaaaaaar…”

”SAKIT TAUUUUU‼!”

”Iya, aku tau sakiiiit… aku tau sakit, tapi sabar ya… sebentar lagi sampe…”

Haejin menjambak rambut Donghae. ”AKU MAU SABAR! TAPI ANAKMU GAK MAU‼!”

”Iya… iya… iya…” Donghae cuma bisa mengiyakan seluruh jeritan istrinya. Digenggamnya terus tangan Haejin, akhirnya ambulance sampai di rumah sakit, tepat pukul dua pagi. Haejin langsung dibawa ke dalam ruang bersalin dengan Donghae terus menggenggam tangannya.

Haejin terus jerit-jerit ketika berusaha melahirkan anak pertamanya ke muka bumi, sementara Donghae disebelahnya berdoa dan berdoa, serta pasrah ketika rambutnya dan tangannya dicakar oleh Haejin yang menahan rasa sakit.

”Namja?”

”Yeoja…”

”Menurutku sih namja…”

”Yeoja aja deh…”

”Namja doooong! Biar bikin Super Junior 2nd Generation…”

”Kalo yeoja juga bisa bikin Super Girls…”

”Yeoja aja, biar bisa di dandanin…”

Yah, emang dasar Super Junior. Disaat-saat segenting ini, masih saja mereka mendiskusikan apakah jenis kelamin anak pertama pasangan Jinhae.

”Yeoja… biar bisa didandanin ala Cinderella…” kata Heenim.

”Yah! Namja juga bisa dandan kayak Cinderella!” sergah Heechul.

”Oppa, hanya namja macam Oppa yang mau dandan seperti Cinderella…”

”Namja macam apa maksudmu?!” tantang Heechul.

”Oke deal! 1 juta won… semua sudah terkumpul! Jadi, kita ulang list dari awal, Leeteuk Hyung?”

”Namja!” jawab Leeteuk yakin.

”Heechul Hyung?”

”Namja!”

”Hankyung dan Yesung Hyung?” tanya Kangin sambil mencatat.

”Yeoja…”

”Aku, Shindong, Eunhyuk juga yeoja…” Kangin memeriksa daftar lagi. ”Sungmin?”

”Namja…”

”Donghae? Lewat… Siwon?”

Siwon menggeleng. ”Taruhan dilarang agama…”

GUBRAK‼!

”Kibum-ah? Ryeowook-ah? Kyuhun-ah?”

”Namja!” ketiganya menjawab kompak.

”Oke…” Kangin menutup bukunya. ”Zhoumi, Henry, Haerim, Heejin semuanya taruhan Yeoja…”

”Apakah aku terlambat?”

Semua menoleh ke arah sumber suara, Sangmi dengan mantel putih, dia nampak sangat manis. Dia juga menjadi pengurus tanaman di apartemen Jinhae, maka dia kenal juga.

”Sangmi-ah…” ucap Leeteuk penuh damba.

”Jyaaaah…” semua memalingkan wajah karena jengah.

Kemudian terdengar suara tangisan bayi, dan semua yang ada disitu seolah-olah melihat Park Jisung melesakkan gol ke gawang Argentina. Semua meloncat dan saling tos serta peluk.

”HOREEEEE…”

”Berhasil, berhasil, berhasil, hore!” Eunhyuk joget ala Dora The Explorer.

”Yeeeiiiy! Kita punya keponakan…” Heenim, Haerim, dan Heejin juga berpelukan.

Tak lama kemudian suara tangis makin nyaring. ”Aku yakin itu yeoja, karena tangisannya kencang sekali…” ucap Yesung pede.

”Aish! Suara tangisannya kencang karena dia anak penyanyi…” jawab Kyuhyun tidak mau kalah. ”Aku yakin dia namja!”

”Bayinya langsung popping nggak ya?” tanya Eunhyuk tidak masuk akal.

Tak lama kemudian Donghae muncul, dengan wajah amat sangat berseri. Semua member, ditambah Heenim, Heejin, Haerim, dan Sangmi langsung menghampirinya dan bertanya pada saat bersamaan.

”Gimana? Gimana?”

”Namja apa yeoja?”

”Beratnya berapa?”

”Panjangnya berapa?”

”Lucu nggak?”

”Tembem nggak? Tembem nggak?”

”Bisa popping?”

Donghae pusing mendengarnya, langsung mengangkat tangan dan meminta semua diam. ”Bayinya lahir selamat, kecil mungil, tapi cukup tembam… hehehe… namja dan yeoja…”

”MWO?!”

”Ne… ternyata bayi kami kembar, hahahaha…” Donghae senang sekali.

”KEMBAR?!”

”Ya, namja dan yeoja… aku dan Haejin sepakat memberi mereka nama Sea dan Sky. Sea yang yeoja, Sky yang namja…”

GUBRAK‼!

”Kalau begitu aku yang menang taruhan ya, Hyung…” kata Siwon polos. ”Kan aku netral…”

TAMAT

 

alhamdulillah akhirnya tamat juga Can It Be Love ini… pertama-tama terima kasih sebanyak-banyaknya buat readers yang setia baca FF ini, apalagi yang udah menyempatkan diri untuk komen, komen kalian bener-bener aku baca, meskipun aku nggak komen, mian ya… kritik dan saran kalian sangat aku perhatikan.

untuk yang udah sering komen melalui chat di Facebook, atau twit di Twitter-ku makasih juga.  buat semuanya… terutama si Mita… yang rajin banget nagihin FF, hehehe… mian baru bisa publish hari ini, malam-malam pula.

Heenim dan Heenim, hahahaha… aku emang udah rencana bikin mereka jadian, dan kalian juga kayaknya setuju pas aku baca di komen FF Can It Be Love part 9, hehehe… kontak batin antara author dan readers emang jempolan deh. akhir kata, Leeteuk dan Sangmi emang udah hukum alam, yah… wkwkwk…

Untuk semuanya yang mau nagih FF dan nanya-nanya soal FF sama saya, bisa di add dan follow aja

Facebook : nisya_nadine_haejin@hotmail.com (FB Lama sudah saya hapus)

Twitter : @nisya910716 (Yang mau di follback, silakan kasih mention, pasti aku follback)

YM : nisya_siregar

oke makasih banyak yang chingudeul semuanya… sampai ketemu di FF-FF selanjutnya… masih ada Love Actually, Amore, dan Arrange The Marriage, komenin juga ya chingu… Annyeonghaseyo… Saranghae, dan mohon maaf kalau part akhirnya nggak sesuai sama harapan kalian. *deep bow*

17 thoughts on “Can It Be Love ~Part 10~ Ending

  1. huweeehhhh……
    seruuuu… ngakak bc bagian ending’a siwon… hahaha…

    jdii penasaran kisah cintanya heechul ma heenimm….

    mian, aku komen di siini yh,,
    tdii udh komen di part 1 jg….

    • makasih yaaa ^^ *bow*
      double Hee2? hehehehe… mereka pasti happy kok… #plakk

      sering2 main kesini yaaaa

  2. huweee heenim sama heenim xD lol
    ahh elahhhh si kyu sok-sokan banget ngelamarnya -_-
    yesung romantis walaupun aneh gitu x)
    ecieeee Sea Sky nggak kerasa udah 2 tahun ya😀
    yang langgeng jinhae!!
    gara-gara ni ff jadi tambah cinta sama jinhaaaeeee ._.

  3. lucu ending’y…
    siwon polos’y gak ketulungan, haha

    setuju klo double hee jadian….😄
    dsr kyu, plg gak bs romantis…
    tp tetep suka…🙂

  4. siwon ogah rugi nih.bilang ‘taruhan dilarang agama’ eh ujung-ujungnya bilang dia yang menang =)))

  5. Akhirnya 2 ikan bersatu, tegang juga baca pertengahan ceritanya. Kirain nanti haejin kabur ke luar negri ninggalin semuanya. Trus besarin anaknya sendiri…Untunglah sweet ending, semoga double Heenim cepet2 nyusul ke pelaminan. Teuki oppa jg sama sangmi =)

  6. Wuaaaaa nisyaaaaaa
    Ini ff pertama km? Sumpah keren bgt \(´▽`)/
    Wlopun emang tata bahasanya beda bgt sama km yg skrg tp ini critanya udh ngena bgt!
    Ak ngubek2 library eh nemu ni ff jd penasaran :3
    Dan hasilnya seperti biasa… FF NISYA SELALU BAGUS!!!!!!
    Saking bagusnya hari minggu ini ak sampe ga jadi pergi gr2 mau namatin baca ni ff kkk~
    Jinhaexy jjang!

  7. #speechless……. BAGUS BANGET!!!!!

    Momma keren ‎​~(‾▿‾~) ‎​~(‾▿‾)~ ‎​(~‾▿‾)~ pokoknya daebak deh ah udah gak ada tandingannya wkwk

  8. Aq reader bru, koment.a sklian aq rangkum d’sini ja y…. Hehehe mian
    ending.a lucu, palagi wktu siwon dgn plos.a blang uang truhan.a bwt dy, pdhal dy yg blang truhan tu gk bleh -___-
    Feel.a dpet bgt, palagi wktu acra prjodohn, bkin deg”an….
    Ff.a bgus kok, aq ska….

  9. Ha ha kren abis thor.
    Siwon oppa menang ha ha ha ending buat trtwa wlauon part sblumnya nangis melulu.
    Tpi akhir yg mnis n gmesin.

    Fhgting thor deabak ff nya! !!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s