Can It Be Love ~Part 1~

Desember 2006

Haejin menghela napasnya dalam-dalam, memeriksa penampilannya. Kemudian setelah merasa oke, dia keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju ruang kerja ibunya. Ibunya sedang duduk di belakang mejanya, dan memeriksa laptopnya dengan teliti.

”Eomma, bagaimana aku?”

Eomma mendongak, dan tersenyum skeptis. ”Kau sudah cantik, Haejin-ah! Ih, dasar anak perempuan, dandan melulu!”

”Ini kan hari pertama aku bekerja, Eomma. Lalu aku akan ketemu dengan apa namanya itu Eomma?”

”Brand Ambassador!”

”Iya, brand ambassador! Bikin kontrak kerja, terus bikin jadwal syuting CF… terus…”

”Haejin-ah! Udah jangan gugup gitu dong, Eomma jadi ikut gugup nanti…” tegur Eommanya. ”Kau sudah perfek, Sayang. Jadi, nggak usah takut, ya… kau kan masih baru, lagipula ada Eomma, kok.”

Haejin mengangguk. ”Gomawo, Eomma. Oh iya, Eomma, katamu brand ambassador-nya kali ini cowok, ya? Siapa?”

”Hihihi…” Eommanya mengikik. ”Cowok ganteng deh pokoknya, kamu nggak akan nyesel dia jadi brand ambassador kita!”

”Ya ampun, Eomma… Eomma kan udah punya Appa!”

”Ara ara… boleh dong Eomma lirik-lirik yang muda,” Eomma tertawa lagi. ”Aaah, pokoknya, mereka tampan!”

Kalau di kartun-kartun, sudah ada biji keringat di dahi Haejin. ”Eomma…” Haejin geleng-geleng. Kemudian pintu ruangan ibunya diketuk, dan setelah dipersilakan masuklah sekertaris Eommanya.

”Sasangnim, mereka sudah tiba.” Sekertaris itu mengangguk.

”Baik, suruh mereka langsung ke ruang rapat, aku akan langsung kesana…” Eomma-nya langsung bersiap-siap. Haejin juga langsung mengambil tasnya.

Eommanya kemudian mengecek dandanannya juga, dan menghampiri Haejin. ”Nak, lain kali pakai sepatu tinggi dong! Biar keliatan tinggi… selebihnya kamu sudah cantik, sayang…”

”Ne, ne, arraseo…”

”Kajja…” Eommanya dengan centil menarik tangan Haejin.

Di dalam ruang rapat

Duduk sekumpulan pria tampan, dan seorang wanita yang baru saja masuk. ”Sasangnim akan segera sampai.”

Kemudian pintu di ketuk, dan masuklah tiga orang. Satu wanita adalah sekertaris, dan di belakangnya adalah CEO perusahaan ponsel ini, dan dibelakangnya lagi. Seorang gadis dengan rambut bergelombang dan wajah oriental yang unik, terlihat masih sangat muda, menggandeng tangan sang CEO.

”Annyeonghasimnika. Silakan duduk, silakan, silakan…” Eomma mempersilakan pria-pria tampan itu duduk. Sementara Haejin duduk disisinya. ”Perkenalkan, ini anak saya, yang juga akan menangani proyek kita ini.”

”Lee Haejin-imnida.”

Semua membungkuk dalam ruangan itu.

”Jadi kalau begitu, masalah kontrak sudah selesai dibicarakan,” Eomma menutup jurnalnya dan memandang rombongan boyband pendatang baru itu. ”Untuk masalah pembuatan CF, berhubung sekarang aku sudah punya asisten,” Eomma menunjuk Haejin. ”Haejin, yang akan membantu mengerjakan CF ini… jadi, Manajer-ssi bisa mengontak Haejin dan segala sesuatunya akan diatur oleh Haejin. Kalau begitu, rapat saya akhiri, terima kasih semuanya…”

Setelah rapat selesai, Haejin dan Manajer Super Junior terlibat pembicaraan mengenai rapat untuk pembuatan CF, menunggu jadwal kosong bagi Super Junior, dan setelah itu Haejin menyalami seluruh anggota Super Junior, dan pamit langsung kembali ke ruang kerja Eommanya.

”Bagimana??? Tampan bukaaaaaaaaan?”

Haejin geleng-geleng.

Rapat Pembuatan CF, Haejin’s POV, still Flashback, 2006.

Hari ini rapat pertamaku. Setelah aku memutuskan bergabung di perusahaan Eomma dan Appa, sambil meneruskan kuliahku. Hihihi, biar deh, walaupun umurku baru dua puluh tahun. Tapi aku harus yakin dengan kemampuanku, dan untuk bekalku nanti. Oiya, kalian pasti heran kenapa Eomma dan Appa mempercayaiku untuk menangani CF perusahaan.

Aku pernah menjadi asisten sutradara di salah satu drama KBS, dan drama tersebut menjadi hit. Karena aku memang menyukai dunia ini, jadi sejak kecil aku terbiasa mengikuti syuting-syuting di perusahaan, dan di sekolah aku selalu menjadi sutradara dalam setiap drama musikal yang dibuat, maka kedua orang tuaku mempercayakan jabatan ini padaku, meski masih diawasi langsung oleh Eomma.

”Kalau begitu, Haejin-ssi, rapat berikutnya adalah besok pada jam makan malam, waktu dan tempat Haejin-ssi yang menentukan.” Kata Manajer Super Junior.

Haejin mengangguk. ”Ne, kamsahamnida atas waktunya.”

”Ne, sama-sama, Haejin-ssi. Kalau begitu, kami dari Super Junior bisa pamit sekarang kan? Karena masih ada yang jadwal yang harus kami hadiri.” Lanjut Manajer tersebut.

”Oh, keuroum…” Haejin membungkuk, dan dua belas member (belum ada Kyu waktu itu) membungkuk dan tersenyum kepadanya, melewatinya dan pergi dari kantor. Orang yang paling belakang, tersenyum menatap Haejin saat melewatinya. Sesaat dada Haejin berdetak.

Wow! Harus Haejin aku, pria tadi sangat tampan, dan senyum serta matanya memikat.

Esoknya

”Eomma, kalau Eomma biasanya rapat dengan model dimana?” tanya Haejin pagi-pagi ketika sudah tiba di kantor.

Eomma menggumam. ”Tergantung situasi dan mood Eomma.”

”Dih, bisa begitu?” Haejin geleng-geleng. ”Ayo dong, Eomma… ini kan rapat pertamaku, kalau gagal Eomma yang malu, lho!”

Lee Dahae tertawa melihat ucapan polos putri sulungnya itu. ”Ne, ne… kau rapat jam berapa memang?”

”Super Junior cuma bisa pada saat makan malam.”

”Kalau begitu carilah restoran, booking dari sekarang, dan kabarkan kepada Manajer Super Junior!” begitu saran Eomma.

Haejin mengangguk. ”Lalu di restoran mana sebaiknya?”

”Yang privasinya baik, karena malam ini kalian akan membicarakan konsep iklan, dan itu rapatnya akan agak lama! Kau handle sendiri, ya… Heenim besok mau ulangan umum, Eomma harus menemaninya belajar, oke?”

”Oke!”

Haejin kemudian memesan salah satu restoran Jepang langganan Appa-nya, karena Appanya cukup gembul, dan suka makan. Kemudian Haejin langsung mengontak Manajer Super Junior untuk memberitahu kalau mereka akan rapat di restoran.

Malamnya

Haejin sudah mempersiapkan diri sebaik mungkin. Bajunya pun sudah berganti dengan baju semi-resmi yang stylish, karena rapat kali ini juga akan gak terlalu resmi, karena akan membahas konsep CF ponsel untuk Super Junior yang baru. Haejin dengan dua orang asisten, dari kantor sudah sampai ke restoran itu.

Lima menit mereka menunggu, Super Junior beserta manajer pun datang dan segera memenuhi ruangan yang memang sudah di reservasi khusus untuk mereka.

”Annyeonghaseyo, Haejin-ssi…”

Haejin berdiri dan membungkuk, lalu menyalami para member satu persatu, kemudian setelah semua memesan makanan. Rapat dimulai sambil menunggu pesanan makanan. Ada beberapa konsep yang ditawarkan perusahaan kepada Super Junior, kemudian dari Super Junior memilih konsep mana yang kira-kira pas dengan image mereka dan image ponsel tersebut.

Super Junior ternyata sangat excited dengan iklan ponsel perdana mereka. Maka, mereka mengeluarkan pendapat-pendapat mereka, bahkan ketika makanan sudah tersaji, mereka masih asyik membicarakan bagaimana syuting CF ponsel mereka akan dilakukan.

Haejin pamit sebentar ke kamar mandi, ketika dia keluar dari kamar mandi, dan mencuci tangannya di wastafel, dia melihat salah seorang anggota Super Junior juga sedang mencuci tangannya.

”Ah, Haejin-ssi…”

”Hei… aku tidak melihatmu kesini,” kata Haejin sambil menyalakan kran wastafel di sebelah cowok bermata memikat itu. Haejin menahan senyum terus.

”Iya, aku mencuci tangan setelah Haejin-ssi ke kamar mandi…” jawabnya dengan senyum manisnya. Aaah, matanya ikut tersenyum, Haejin memalingkan wajahnya dan buru-buru mencuci muka.

Jantung Haejin berdetak cepat, begitu melirik dari kaca, wajah cowok tampan itu sedang mencuci tangannya, dengan sesekali menggerakan kepalanya, membuat wajah tampannya terlihat. Aduuuh, mikir apa aku? Haejin mengetuk-ngetuk kepalanya sendiri, sampai cowok  itu menoleh.

”Haejin-ssi, gwenchana? Pusing, ya?” tanyanya cemas.

”Aniyo…” Haejin menggelengkan kepalanya. Iya pusing, pusing karena kehadiranmu, batin Haejin. ”Suka senut-senut dikit aja, tapi nanti juga mendingan, kok…”

”Jeongmal?”

”Ne.” Haejin membungkuk.

”Haejin-ssi, kau pasti sangat sibuk ya…” katanya masih terlihat khawatir dengan keadaan Haejin.

Haejin menggeleng. ”Tidak kok, ini pekerjaan pertamaku membuat iklan. Sebelumnya aku pernah menjadi asisten sutradara di drama KBS.”

”Aaaah, kalau begitu Haejin-ssi pasti lulusan ilmu periklanan atau penyutradaraan?” tanyanya. Dia terlihat penasaran.

”Aniyo, aku memang mengambil Periklanan, tapi aku belum lulus, aku baru tingkat dua, kok. Tapi aku memerlukan banyak pengalaman untuk terus mengasah kemampu-anku, maka aku minta pada Eomma untuk diperbolehkan bekerja di perusahaan, karena di drama KBS itu hasil kerjaku sendiri, Eomma dan Appa percaya padaku, dan meski belum lulus aku boleh bekerja.”

Cowok tampan di hadapan Haejin tampak terkesima, dia mengangguk-angguk dengan sangat kagum. ”Kalau kau tidak keberatan, Haejin-ssi, boleh aku tahu berapa usiamu?”

”Hihihi, tak apa… usiaku, dua puluh.”

”Jeongmal? Dua puluh?”

”Umur Internasional, kalau umur Korea ya dua puluh satu. Aku kelahiran tahun 1986, hehehehe… aku lebih suka memakai umur Internasionalku.” Jawab Haejin jujur sekali.

”Kalau begitu kita seumuran.” Kata cowok itu tersenyum.

”Oh, jeongmal?!” Haejin nampak terperangah. ”Wah, kalau begitu aku punya teman di Super Junior.”

Dia tersenyum, dan hati Haejin berdetak-detak lagi. Ya Tuhan, tampan sekali manusia di hadapanku ini. Sudah tampan, matanya indah, dan bicaranya lembut serta sopan. Kenapa selama dua puluh tahun aku hidup, aku baru menemukan pria yang seperti ini satu kali?

”Haejin-ssi, kenapa melamun?”

”Ah, aniyo…” Haejin buru-buru memalingkan wajahnya. Kenapa aku tidak bisa berhenti tidak bertingkah bodoh dihadapannya?

”Ayo, Haejin-ssi, kita kembali.” Haejin mengangguk dan kembali ke ruang makan mereka, dan melanjutkan makan malam mereka. Seusai makan malam, Haejin langsung pulang ke rumah.

Di rumahnya, kedua adiknya, Heejin dan Haerim sedang duduk di hadapan televisi menonton sebuah acara, dimana Super Junior bintang tamunya. Begitu melihat Haejin masuk, keduanya langsung berteriak heboh.

”Onnie! Onnie beneran dinner sama Super Junior?!” tanya Heejin.

”Onnie, jebal, jebal… ceritakan! Ada siapa saja disana? Onnie…” Haerim ikut-ikutan menarik Haejin.

Haejin mengangguk. ”Iya, iya… beneran.” Kemudian dilihat kedua wajah adiknya berbinar-binar. ”Kenapa memangnya? Kalian suka ya sama Super Junior?” tanya Haejin sambil tersenyum.

”Iya, Onnie… sukaaaaaaaaa banget!”

”Onnie, aku mau ketemu sama merekaaaa… Onnie curang! Onnie curang!”

”Yah, Onnie kan cuma bekerja… kebetulan, Eomma sama Appa, mau mereka yang jadi bintang iklan ponsel terbaru perusahaan kita.” Jelas Haejin mengelus kepala adik-adiknya.

Heejin menatap Haejin. ”Onnie, Onnie memangnya tidak suka pada Super Junior? Coba lihat mereka, lucu-lucu, tampan-tampan… kan? Onnie kan masih remaja juga, masa Onnie nggak suka sih sama mereka?”

”He he he, nggak tuh biasa saja…”

”Ah, Onnie payah! Umur Onnie kan seumuran sama Eunhyuk, Siwon, Donghae. Trus Onnie lebih tua dari Ryeowook dan Kibum.”

”Justru itu makanya aku tidak suka pada mereka!” kilah Haejin, kemudian dia teringat satu hal. ”Eh, tunggu dulu! Tadi katamu, siapa saja yang seumuran denganku tadi?”

”Oh, Eunhyuk, Siwon, dan Donghae!”

”Ah…” Haejin mengangguk-angguk. Bodohnya, dia naksir anak Super Junior yang seumuran dengannya, dan lupa bertanya siapa namanya. Maklum dong, Super Junior kan dua belas orang, mana mungkin dia hapal satu persatu hanya dalam dua kali pertemuan.

Haejin cuma kenal Leeteuk dan Kangin, karena mereka berdua yang paling bawel dan  yang paling heboh. Dan satu lagi, cowok yang membuat hatinya berdebar-debar ketka dia menatapnya. Cowok yang wajahnya tampan, bermata indah, dan tutur katanya lembut. Orangnya adalah diantara Eunhyuk, Donghae, dan Siwon. Tapi yang mana yang dia sukai.

Kemudian keluar adiknya yang paling kecil. ”Woah! Capek aku belajar… aish! Super Junior! Onnie!” teriaknya. ”Kenapa aku tidak diberitahu kalau ada Super Junior di televisi?”

”Karena kau tadi lagi belajar…” jawab Eomma sambil ikut keluar dari kamar Heenim. ”Halo, Haejin-ah… bagaimana rapatnya?”

”Lancar, Eomma…”

”Onnie rapat dengan Super Junior?” tanya Heenim, lalu menoleh pada Eomma. ”Eomma! Kami kan anak Eomma, dan bintang iklan perusahaan kita Super Junior. Pertemukanlah kami dengan Super Junior, Eomma! Aku mau bertemu Donghae Oppa, Donghae Oppa, Donghae Oppa…”

Heejin terkikik. ”Aku mau bertemu dengan Sungmin Oppa!”

”Aku dengan Kibum Oppa!”

Haejin bingung sendiri. ”Kalian kok bisa hapal sih nama-nama mereka? Aku cuma tau Leeteuk dan Kangin, lho!”

”Ah, Onnie payah! Kenapa harus Onnie yang nggak tau apa-apa sama Super Junior ini yang malah bertemu dengan Super Junior duluan?!” keluh Heenim. ”Eomma, pokoknya aku mau bertemu Super Junior!”

”Iya, iya… nanti kalau peluncuran produk kalian pasti Eomma ajak!”

”HOREEEE…”

”DONGHAE OPPA!” jerit Heenim langsung ketika melihat ke televisi. Haejin ikut menoleh.

”Heenim-ah, itu yang namanya Donghae?”

”Ne, Onnie…”

Ah, jadi pria yang telah berhasil mencuri hatiku dan membuat aku menjadi orang seperti kehilangan pikiran itu, Donghae? Haejin tersenyum sendiri, kemudian pergi naik ke kamarnya.

Lokasi Syuting CF

Haejin dengan pakaian kasualnya bersama beberapa kru dari perusahaan dan tim produksi sudah tiba di lokasi. Sementara Super Junior baru sejam lalu selesai manggung di salah satu stasiun televisi, maka kemungkinan Super Junior akan tiba dilokasi sedikit terlambat.

Akhirnya setengah jam kemudian Super Junior tiba menggunakan minibus. Dua belas orang itu langsung di make up, dan diberi pengarahan oleh sutradara, sementara Haejin hanya mengawasi. Setelah diberi pengarahan, sambil menunggu waktu syuting, mereka mulai mengoperasikan ponsel yang diberikan kepada mereka, agar mereka dapat mengerti ketika mulai take.

Haejin berbincang sebentar dengan sutradara mengenai adegan di CF tersebut, setelah selesai berbincang, ponsel Haejin bergetar.

From : nae heejin❤

Onnie, mintain tanda tangan mereka dong! Kalo bisa foto mereka juga ya, Onnie… jebal, jebal! Nanti sampe rumah aku pijitin. Kalo onnie mau minta nomor hape mereka, aku juga dengan senang hati menerima lho.❤ onnie… hehehehe

Haejin tertawa membaca sms dari adiknya, dia yakin kalau ini juga suara hati Haerim dan Heenim. Ketika dia sedang asyik tertawa-tawa, seseorang menepuk pundaknya dari belakang.

”Haejin-ssi…”

”Annyeonghaseyo…” Haejin langsung merasa dadanya berdebar, lagi. Dia mem-bungkuk dan menyapa Donghae.

”Annyeonghaseyo… ah, aku kecewa.” Katanya dengan eskpresi lucu.

”Waeyo?”

”Kau bilang kemarin kau mau berteman denganku, tapi hingga sekarang ini kau masih berbicara formal padaku.”

Haejin tersenyum. ”Jadi aku harus berbicara bahasa informal denganmu?” hati Haejin sudah senang sekali.

”Aku berharap aku bisa berteman denganmu. He he he… tidak banyak wanita seumuran denganku bisa bekerja sepertimu. Aku ingin sekali berbagi pengalaman, Haejin-ssi.”

”Kalau begitu berhentilah memakai embel-embel –ssi,” jawab Haejin. Dia mencoba untuk percaya diri. Padahal dalam hatinya dia sudah ingin meloncat-loncat kegirangan bukan main.

”Haejin-ah?”

”Gomawoyo, kau jadi temanku hari ini. Oh ya, adikku yang paling kecil adalah penggemar beratmu, Donghae-ah…”

”Jeongmal?” tanyanya antusias. ”Sampaikan terima kasihku padanya. Aku senang, memang adikmu ada berapa?”

”Adikku ada tiga, perempuan semua. Mereka bertiga penggemar Super Junior. Mereka iri padaku, aku bisa makan malam bareng kalian, tadi barusan adikku yang pertama sms, mewakili dua adiknya yang lain. Minta foto kalian dan tanda tangan kalian, he he he…”

Donghae tersenyum, ”Member pasti akan memberikannya. Dan untuk adikmu yang paling kecil, akan kuberikan khusus.”

Haejin tertawa. ”Gomawo sudah mau mengambulkan permintaan adik-adikku.” Lalu Donghae tersenyum sangat manis. Nyaris Haejin kehilangan kesadaran karena menahan napas, namun Haejin berpaling dan pura-pura berdiskusi lagi dengan sutradara.

Haejin’s POV

Aku bener-bener nggak pernah seperti ini. Tiap dia senyum, wajahku memanas! Aku harus buru-buru berpaling kalau tidak wajahku akan memerah di hadapannya. Dia sangat ramah, kalau berbicara juga sangat lembut. Syuting bagian pertama adalah dengan musik. Lagunya Miracle, lagu Super Junior. Kulihat Donghae pandai menari, tapi tetap aku berusaha mengendalikan diriku, dengan menyibukkan diriku, menghindari kontak mata dengannya.

Setelah pengambilan gambar sambil menari. Barulah kali ini pengambilan gambar dengan konsep seperti foto di majalah. Satu persatu member Super Junior difoto dengan memegang ponsel Anycall Miracle. Kali ini aku sendiri turun tangan untuk menentukan gaya mereka, bahkan kadang-kadang dengan SLR aku sendiri yang mengambil gambar mereka.

”Haejin-ssi, daebak!” komentar fotografer profesional yang melihat hasil jepretanku. ”Kau memang berbakat dalam bidang ini!”

Anak-anak Super Junior pun memuji hasil fotoku, dan ternyata mereka kaget begitu Donghae bilang usiaku baru dua puluh satu tahun, umur Korea. Mereka mengira aku sudah dewasa, ya setidaknya seumuran dengan Leeteuk lah. Tapi mereka bilang wajahku memang muda, namun karena pekerjaanku mereka mengira aku sudah dewasa. Syukurlah, kukira wajahku boros. He he he…

Sejak saat itu, mereka yang lebih tua daripada aku. Seperti Leeteuk, Heechul, Hankyung, Yesung, Kangin, dan Shindong minta dipanggil Oppa. Sedang yang seumuran denganku memanggilku tanpa embel-embel –ssi lagi, dan yang lebih muda daripada aku, seperti Ryeowook dan Kibum memanggilku Noona. Mereka berduabelas memberiku kertas dengan tanda tangan mereka, dan mereka berdua belas foto di ponselku untuk kuberikan kepada adik-adikku. Mereka juga meminta nomor ponselku dan mereka memberiku nomor ponsel mereka.

Aku jadi sering berkirim sms dengan mereka berdua belas. Bahkan inbox ponselku terisi dengan nama mereka semua. Tapi, jujur saja hanya ada tiga orang yang paling sering menghubungiku, meski semua juga rajin menghubungiku. Tiga orang yang paling dekat denganku adalah Leeteuk Oppa, Kibum, dan tentu saja Donghae. Aku senang dengan Leeteuk karena dia benar-benar seperti Oppa bagiku, sangat perhatian, bukan cuma denganku juga dengan adik-adikku.

Kibum sangat dewasa meski dia lebih muda setahun dariku. Dia sangat kalem, dan pendiam! Tapi kalau kami sudah berbincang di sms atau di chat YM, dia bisa menjadi pribadi hangat yang lucu, serta menghibur. Bahkan kalau aku sedang sangat sibuk dan merasa sangat terbebani dengan segala macam pekerjaan. Pokoknya, Kibum mengakui kalau bersama Haejin, dia bisa merasa lebih bebas. Karena Haejin memperlakukannya seperti seorang teman, bukan seperti artis.

Donghae, dia masih membuat hatiku bergetar setiap membaca semua sms yang masuk ke ponselnya. Aku selalu senang membaca pesan-pesan lucu yang sering dia kirimkan, yang dia akui mencontek dari Eunhyuk. Donghae itu juga puitis sekali, membuatku makin menyukainya tahap stadium lanjut.

Aku tidak pernah membicarakan perasaanku ini kepada siapa pun, aku menyimpan-nya dengan rapi di dalam hatiku, agar aku tidak terlalu berharap akan semua mimpi indah itu.

Februari 2007

Kata Eomma penjualan ponsel meningkat pesat semenjak Super Junior yang menjadi bintang iklannya. Produk-produk ponsel terbaru kemudian memakai formasi Super Junior yang baru, yakni tiga belas orang, karena member mereka bertambah satu, si maknae Kyuhyun.

Aku kembali menangani CF mereka, kali ini konsep mereka bad boy banget. Sedikit gothic, dengan dominasi hitam di wajah mereka. Aku puas dengan hasil iklan yang kubuat. Meski belakangan aku juga sempet kelimpungan karena tugas kuliahku yang membludak. Leeteuk Oppa, Donghae, dan Kibum yang paling rajin sms dan menanyakan keadaanku, sudah makan atau belum, dan sering kali menyuruhku untuk istirahat jika aku terlalu capek kerja.

”Hei! Aku kangen padamu nih… kita semua sudah lama tidak bertemu, bagaimana kabarmu, Dongseng?” tanya Teukie Oppa.

Aku yang sedang jam istirahat di sela-sela kuliah menjawab. ”Aku sehat, Oppa… hanya sibuk kuliah. Tugasku banyak sekali, jadi promo ponsel ini aku tidak bisa bertemu kalian.”

”Ah, sayang sekali! Kami semua merindukanmu… apalagi aku.”

”Ah, kau sih rindu pada semua gadis, Oppa!”

Dan Teukie ngakak dengan suara tawa khasnya itu. ”Belakangan ini jarang ada gadis di dekatku, Haejin-ah. Kalau begitu nanti kalau kau sudah tidak sibuk kabari aku ya, kita jalan-jalan. Promo album sudah hampir selesai nih.”

”Oke, Oppa…”

”Dadaaaah…”

Hingga akhirnya Kibum rupanya menyadari perasaanku kepada Donghae. Karena di setiap waktu syuting, atau promo, aku dan Donghae sering sekali duduk berdua tanpa mengatakan sepatah kata pun. Aku grogi mau memulai obrolan, sementara entah kenapa Donghae sepertinya nyaman saja hanya dengan duduk tanpa berbicara. Aku mungkin GR, tapi aku rasa Donghae memang memiliki perasaan kepada diriku. Itu hanya lewat sms ia tunjukkan.

From : fishy

Haejin-ah adillah sedikit, Super Junior ada 13 orang sekarang! Jangan selalu menelepon atau meng-sms kibum dan teukie hyung saja dong.

From : fishy

Haejin-ah, kau bilang Heejin suka Yesung Hyung, Haerim suka pada si maknae Kyu, dan Heenim suka padaku. Kalau kau? Kau sama sekali tidak pernah bilang siapa member super junior favoritmu, bahkan kau tidak pernah bilang suka pada Super Junior. Aku kan mau juga kau mengidolai kami… jebal! Jangan-jangan kau malah tidak tahu lagu kami, ya? Ayo jawab aku…

Ya pada akhirnya aku memang mengakui perasaanku kepada Kibum, dan Kibum sangat mendukungku. Dia selalu berkata, Hyungnya yang satu itu polos-polos bodoh kalau soal asmara. Dia jarang naksir cewek, kata Kibum, soalnya dulu pernah patah hati. Tapi, Kibum yakin kalau aku bisa mendapatkan hati Donghae, soalnya Donghae juga memberi perhatian kepadaku. Tapi, Kibum juga selalu bilang kalau aku tidak boleh memperlihatkan rasa sukaku terlalu gamblang, karena bagaimanapun aku adalah seorang yeoja.

Kibum malah seperti seorang kakak bagiku, dibanding Leeteuk. Kelakuan Leeteuk malah lebih seperti adikku, sementara Kibum lebih seperti kakakku. Leeteuk suka minta diperhatikan, minta dipeluk, dicium pipinya. Kalau sudah begitu, biasanya Eunhyuk yang paling sewot menjawab kalau yang lain juga mau dipeluk sama aku. Rasanya aku benar-benar menjadi bagian dari keluarga mereka.

Tapi, aku tidak menemukan titik terang hubunganku dengan Donghae. Donghae tidak pula maju untuk memastikan perasaannya kepada diriku, aku jadi ragu kalau dia juga memiliki perasaan yang sama kepadaku, meski Kibum terus menyemangati dan meyakinkanku. Lambat laun, Donghae seperti menjauh. Aku pun sibuk dengan kuliahnya, dan mengurus iklan lain yang modelnya bukan Super Junior. Komunikasi dengan Donghae pun ikut putus, entah kenapa. Meski sedih, aku hanya mencoba memakluminya. Masuk tahun 2008, Kibum sibuk dengan aktingnya, dan tidak bisa menemaniku lagi, hanya lewat sms kami berkomunikasi, dan itu pun menjadi jarang.

Tinggal Leeteuk yang tersisa masih menjadi temannya. Tapi, perasaannya pada Donghae masih belum berubah. Namun, semua perasaan harus aku kubur dalam-dalam, ketika foto-foto Donghae berciuman dengan seorang gadis tersebar. Itu cukup menyakiti hatiku. Donghae tidak pernah menyukaiku, dan aku memutuskan melupakannya. Tapi, melupakannya lebih sulit daripada yang kubayangkan. Lebih baik  aku benar-benar mencoba melupakannya. Bahkan ketika foto itu beredar, aku memutuskan tidak mau berhubungan dengan Super Junior lagi.

TBC

annyeong semua… Nisya-imnida… author baru disini… mohon bantuannya… hehehe…

ini ff pertama pasca jadi author disini, kalo jelek mohon maaf ya saudara-saudara hehehehe, butuh banget komen, kritik, dan saran untuk perbaikan ke depannya.

kamsahamnida. bowing…

11 thoughts on “Can It Be Love ~Part 1~

    • makasih…
      umurku 20 ^^
      hehehe, mau banget jadiin novel… hehehehe, doain ya…
      sering2 mampir kesini yaaa… *bow*

  1. baru aja baca onnie😀
    bagusss euyyy!!
    hedehh si fishy emang bloon ya -_- /dihajar
    iya onn setuju dikirim jadi novel aja >.<
    langsung beli deh aku! xD wkwkwk

  2. momma sayaaaaaaaang :*
    anakmu datang😄
    ihh ihh ternyata bner toh ini ff perdananya momma.. pantesan bahasanya masih lucu.. kyak bukan tulisan momma.. maklum aku kan bacanya pas udah kesini kesininya.. ehehe😛
    ceritanya ringan *plakk* bahasanya juga sehari hari banget.. jadi lucu.. ihihihi😄
    aku rada bingung dikit sih di yang bawahnya itu.. ehehe
    aihh pokoknya kudu jadi lah itu donghae sama haejin *jingkrakan😄
    lariiiiiiiiiiii~

  3. Halo admin. Aq reader baru d sini. Aq suka crt’a. Remaja bgt, ringan, dan gmpg d mgerti bhs’a. Aga aneh jg siy baca nama2 korea gni krn aq bkn K-Popr. Aq ijin obrak-abrik blog ini ya? Thnks.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s